![]() |
| Foto: Heru Sudjanto |
1. Pentingnya Menghargai Waktu dan Amal Baik
Pesan utama diawali dengan sebuah perenungan agar kita tidak menunggu "sumur menjadi kering" baru menghargai air. Hal ini merefleksikan kehidupan manusia di mana masa lalu tidak mungkin kembali.
- Segerakan Kebaikan: Jangan menunda berbuat baik karena waktu terus berjalan.
- Tunda Keburukan: Jika berniat buruk, tunda hingga esok hari (sebagai bentuk pencegahan).
- Definisi Orang Terbaik: Berdasarkan hadis Nabi SAW, orang yang paling baik adalah yang panjang umurnya dan baik pula amal perbuatannya.
2. Bergantung pada Zikir dan Syariat
Ketika seorang Arab Badui merasa syariat Islam terlalu banyak untuk dipelajari satu per satu, Rasulullah SAW memberikan satu wasiat utama untuk diamalkan:
- Basahi Lidah dengan Zikir: Hendaknya lisan senantiasa basah karena berzikir mengingat Allah.
- Nikmat Terbesar: Dari sekian banyak nikmat Allah yang tidak terhitung, umur adalah karunia yang paling besar.
- Hakikat Kebahagiaan: Kebahagiaan sejati tercapai ketika hati selalu merasa bersama Allah dalam segala keadaan (kaya, miskin, lapang, maupun sempit).
3. Al-Qur'an sebagai Petunjuk Hidup
Umar bin Khattab mengingatkan bahwa Al-Qur'an adalah kalam Allah yang harus diletakkan di tempat yang mulia dan tidak boleh ditafsirkan menurut hawa nafsu.
- Perumpamaan Kota Asing: Hidup diibaratkan rombongan orang asing di sebuah kota yang diberi buku petunjuk (Al-Qur'an) dan pemandu (Rasulullah).
- Konsekuensi: Siapa pun yang mengacuhkan petunjuk tersebut pasti akan tersesat dalam perjalanan hidupnya.Kesimpulan:
Kultum ditutup dengan ajakan untuk menjauhi rasa iri hati terhadap kesuksesan orang lain agar berhasil di dunia dan akhirat, serta doa agar segala amal dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Usai sholat Maghrib berjamaah, acara berikutnya adalah santap bersama dengan menu soto yang segarrrrr.....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar