07 Maret 2026

Takjilan Hari ke-18

Foto: Heru Sudjanto
Ahad, 7 Maret 2026 bertepatan dengan hari ke-18 ibadah puasa Ramadhan di kampung Ngentak. Sejak pagi hingga sore cuaca cukup terik. Bagi yang menjalankan puasa tentu terasa sekali. Namun menjelang berbuka tiba-tiba gerimis dilanjutkan hujan deras meskipun hanya sesaat. Subhanallah, Allah SWT Maha Kuasa membolak-balikkan cuaca. 

Jamaah masjid Al-Istiqomahpun tidak lantas mager. Mereka tetap hadir guna menyimak kultum dilanjutkan berbuka puasa bersama. Sesuai jadwal setiap hari Sabtu, sedianya yang memberikan materi adalah Bpk. Abdul Rokhimin. Namun karena bersamaan acara, digantikan oleh Bpk. Heru Sudjanto. Dalam uraiannya, Pak Heru menjelaskan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan istimewa yang Allah jadikan sebagai bulan tarbiyah (pendidikan) untuk membentuk manusia agar mencapai derajat takwa melalui ibadah puasa. Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mendidik manusia agar menjadi pribadi yang lebih baik. 

Dalam Ramadhan terdapat empat bentuk pendidikan utama:

  1. Tarbiyah ruhiyah (spiritual) – Puasa menumbuhkan kesadaran kepada Allah dan melatih keikhlasan serta kejujuran dalam beribadah.
  2. Tarbiyah nafsiyah (pengendalian diri) – Melatih manusia menahan hawa nafsu, menjaga lisan, dan memperbaiki akhlak.
  3. Tarbiyah ‘ailiyah (keluarga) – Ramadhan mempererat hubungan keluarga melalui sahur, berbuka, shalat berjamaah, dan membaca Al-Qur’an bersama.
  4. Tarbiyah ijtima’iyah (sosial) – Menumbuhkan kepedulian terhadap sesama melalui zakat, infak, dan sedekah kepada kaum yang membutuhkan.
Ramadhan bukan tujuan akhir, tetapi proses pembentukan karakter takwa. Orang yang berhasil dari madrasah Ramadhan adalah mereka yang mampu menjaga nilai-nilai Ramadhan seperti kejujuran, kesabaran, ibadah, dan kepedulian sosial dalam kehidupan setelah Ramadhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar