30 Maret 2026

Pertemuan Warga #4 @Bpk. Suratiman

Usai mundur sepekan dari jadwal rutin malam Selasa Kliwon, pertemuan warga kembali digelar pada hari Senin, 30 Maret 2026 pukul 20.00 WIB. Sesuai yang mendapatkan undian arisan, pertemuan dilaksanakan di rumah Bpk. Suratiman. 

Foto: Heru Sudjanto

Hasil Pertemuan

1. Pembukaan oleh Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo
2. Dzikir Pinuwunan oleh Bpk. Ponimin
3. Laporan Keuangan

  • Jimpitan
  • Dana Sosial : Saldo Rp. 776.000,00
  • Kas Kampung : Saldo Rp. 5.583.000,00
4. Sambutan Ketua RT 04
  • Ucapan terimakasih atas kehadiran warga
  • Karena masih suasana lebaran, kerja bakti tiap Ahad Kliwon diliburkan
5. Sambutan Dukuh Dagen (Bpk. Hartadi)
  • Info layanan mobil pembayaran SPPT PBB 
6. Lain-lain
7. Arisan, yang mendapatkan Bpk. Hardiyanto
8. Penutup

28 Maret 2026

Hikmah Syawal Bpk. Catur Andriyana

Bpk. Catur Andriyana menekankan pentingnya niat dalam menuntut ilmu (ngaji) sebagai jalan menuju kebaikan dan kemudahan menuju surga. Mengaji tidak hanya sekadar aktivitas, tetapi harus disertai niat yang benar agar memberikan manfaat dunia dan akhirat.

Selanjutnya, disampaikan pentingnya peningkatan iman melalui muhasabah (introspeksi diri). Iman harus terus ditingkatkan dengan amal saleh. Salah satu tanda orang beriman adalah dicintai oleh Allah dan sesama manusia, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an (Surat Maryam ayat 96).

Bapak Catur juga mengingatkan agar manusia mensyukuri nikmat Allah, sekecil apa pun, seperti kesehatan dan rezeki. Banyak orang baru menyadari nikmat ketika sudah kehilangan. Oleh karena itu, kesadaran dan rasa syukur harus dilatih sejak dini.

Disampaikan pula ciri-ciri orang mukmin, di antaranya:
  1. Segera melakukan ketaatan kepada Allah (tidak menunda-nunda amal baik).
  2. Menyegerakan melunasi utang, karena utang yang tidak dibayar dapat menghilangkan keberkahan hidup.
  3. Berbuat baik kepada orang lain, termasuk kepada orang yang berbuat buruk.
Selain itu, ceramah menekankan pentingnya menjaga lisan dan perilaku, seperti:
  1. Menghindari ghibah, fitnah, dan menghina orang lain.
  2. Menjaga kehormatan sesama manusia.
  3. Tidak merendahkan atau mencaci orang lain, karena hal tersebut termasuk dosa besar.
Dalam konteks ibadah, ditekankan pentingnya menjaga salat lima waktu sebagai fondasi utama keimanan. Salat yang benar akan membentuk akhlak dan menjadi benteng dari perbuatan buruk.

Terakhir, ceramah mengingatkan bahwa ucapan salam dalam salat bukan sekadar penutup, tetapi komitmen untuk menjaga perilaku setelah salat, termasuk menjaga lisan dan hubungan dengan sesama.

Intinya, ceramah mengajak untuk:
  1. Memperbaiki niat dalam beribadah dan menuntut ilmu
  2. Meningkatkan iman dan amal saleh
  3. Mensyukuri nikmat Allah
  4. Menjaga akhlak, lisan, dan hubungan sosial
  5. Disiplin dalam ibadah, khususnya salat

Syawalan Ngentak Tahun 2026

Foto: Heru Sudjanto

Sabtu, 28 Maret 2026, warga Kampung Ngentak menggelar acara Halal Bi Halal sebagai momentum untuk mempererat tali persaudaraan pasca perayaan Idul Fitri. Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB ini bertempat di Masjid Al-Istiqomah, yang menjadi pusat kegiatan spiritual dan sosial bagi warga setempat.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti masjid sejak awal acara. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari orang tua, pemuda, hingga anak-anak, yang berkumpul dengan satu tujuan: saling memaafkan dan memperkuat kerukunan antar warga.

Acara diawali pembukaan oleh mbak Intan Melinda Sari dan mbak Dilla Tasya Rahayu. Setelahnya berupa pembacaan Kalam Illahi oleh Bpk. Wahyudi dari Miri. Acara berikutnya adalah Ikrar Syawal yang dipimpin Sdr. Rafli Hermawan, dilanjutkan jabat tangan oleh seluruh warga. 

Puncak acara ini adalah tausiyah yang disampaikan oleh Bapak Catur Andriyana dari Sutran, Kadibeso, Sabdodadi, Bantul. Dalam ceramahnya yang khas, seperti yang terlihat dalam gaya penyampaiannya di berbagai kesempatan, beliau membawakan materi agama dengan cara yang segar, komunikatif, dan diselingi dengan humor yang mendidik. Beliau menekankan pentingnya menjaga kerukunan bertetangga dan menjadikan Halal Bi Halal bukan sekadar tradisi, melainkan sarana pembersihan hati dari segala rasa benci dan dengki.

Selaras dengan pesan-pesan yang sering beliau sampaikan (seperti dalam referensi video), Bapak Catur Andriyana mengajak warga untuk senantiasa bersyukur dan menjaga ukhuwah Islamiyah di tengah dinamika kehidupan bermasyarakat.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama antarwarga. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan kerukunan warga Kampung Ngentak semakin kokoh, membawa keberkahan bagi lingkungan, dan memperkuat semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

25 Maret 2026

Silaturahmi Kepada Guru Ngaji

Foto: Heru Sudjanto

Menjadi tradisi setiap tahun saat lebaran, jamaah pengajian Sabilul Huda mengadakan silaturahmi kepada para nguru ngaji. Begitu juga pada Idul Fitri 1447 H tahun ini. Tepatnya pada hari Rabu, 25 Maret 2026, mulai pukul 09.00 WIB pengurus beserta jamaah melakukan kunjungan silaturahmi kepada keempat guru ngaji Sabilul Huda yakni Bpk. Muhammad Thoyib, Bpk. Drs. H. Basyrowi, Bpk. Drs. H. Syahroini Djamil dan Bpk. Muhammad Thoha. Kunjungan ini sebagai bentuk penghormatan serta upaya mempererat hubungan antara jamaah dan para tokoh pendidikan keagamaan di kampung Ngentak dan Dolikan.

Kunjungan pertama dilaksanakan ke kediaman Bapak Muhammad Thoyib di Sawahan. Dalam kesempatan tersebut, rombongan menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan, yaitu menjalin silaturahmi sekaligus memohon doa serta nasihat dalam rangka peningkatan kualitas kegiatan keagamaan. Bapak Muhammad Thoyib memberikan sambutan hangat serta menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga keikhlasan dalam berdakwah dan mengajar Al-Qur’an.

20 Maret 2026

Rangkuman Khutbah Idul Fitri 1447 H

Foto: OPPN
Membangun Generasi Kuat dan Bertakwa*
oleh : Bpk. Majidi

1. Solusi Qur'ani Menghadapi Kekhawatiran Orang Tua

Persoalan utama yang dihadapi saat ini adalah kekhawatiran orang tua akan meninggalkan generasi yang lemah, baik secara ekonomi, jasmani, maupun rohani. Berdasarkan Surah An-Nisa ayat 9, Allah memberikan solusi bagi mereka yang memiliki cita-cita mulia bagi keturunannya:

  • Bertaqwa kepada Allah: Menjadi landasan utama dalam mendidik generasi.
  • Berbicara dengan Benar: Menggunakan tutur kata yang jujur dan tertata dalam keseharian.

Lancar sholat Idul Fitri 1447 H

Foto: OPPN 2026
Kegiatan Sholat Idul Fitri 1447 H di Kampung Ngentak RT 04 diselenggarakan pada Jumat Legi, 20 Maret 2026, pukul 07.00 WIB secara tepat waktu. Bertempat di Masjid Al-Istiqomah, Ngentak RT 04, Dagen, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, kegiatan ini terbuka untuk umum dan diharapkan dapat diikuti oleh seluruh masyarakat muslim di Ngentak dan sekitarnya.

Bertindak selaku imam dan khatib pada sholat Idul Fitri ini dipimpin oleh Bapak Majidi dari Macanan Ngimbang, Pendowoharjo, Sewon Bantul. Melalui pelaksanaan ibadah ini, jamaah diajak untuk menyempurnakan kemenangan setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan masyarakat. Usai pelaksanaan sholat Ied, dilanjutkan saling jabat tangan sesama jamaah.

Dengan berkumandangnya gema takbir, momentum Idul Fitri menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat saling memaafkan dan berbagi kebahagiaan.

Selamat Idul Fitri 1447 H / 2026 M

 


19 Maret 2026

Takbir Keliling ing Ngentak

Foto: OPPN 2026
Ramadhan 1447 H telah berakhir. Bulan suci itu telah meninggalkan kita semua. Bagi sebagian orang, hal ini membawa kesedihan. Tapi bagi sebagian lagi, hari kemenangan layak disambut dengan suka cita, salah satunya dengan mengadakan takbir keliling. 

Tahun 1447 H atau 2026 ini, kegiatan takbir keliling melibatkan masyarakat di wilayah Ngentak dan sekitarnya. Acara ini akan dimulai pada pukul 20.00 WIB dengan peserta takbir dari 3 masjid, yaitu Al-Istiqomah Ngentak, Al-Ahda Dagen dan Al-Amien Pringgan.

Peserta takbir keliling berjalan bersama mengikuti rute yang telah ditentukan, meliputi Jln. Grujugan Dagen, Jln. Dagen, Jln. Ngentak 6, Jln. Kyai Ageng Teram, hingga finish ke masing-masing masjid. Sepanjang perjalanan, peserta mengumandangkan takbir sebagai bentuk syiar Islam sekaligus ungkapan rasa syukur atas datangnya Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat kebersamaan antar warga, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta menjaga tradisi keagamaan yang telah berlangsung di masyarakat. Tahun depan, panitia membuka kesempatan bagi masjid lain yang ingin bergabung dengan menghubungi pihak penyelenggara.

Alhamdulillah, seluruh peserta bisa menjaga ketertiban, keamanan, serta mengikuti arahan panitia sehingga kegiatan berlangsung dengan lancar dan khidmat.

Rekaman selengkapnya bisa disimak di sini.

Kenduri Kupat Sambut Lebaran 1447 H

Sudah menjadi tradisi setiap akhir bulan Ramadhan, warga kampung Ngentak RT 04 menyelenggarakan kenduri kupat. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis 19 Maret 2026 pukul 18.00 WIB usai sholat Maghrib di serambi masjid Al-Istiqomah. Acara dipimpin langsung oleh Bpk. Ponimin selaku imamudin.

Foto: Heru Sudjanto
Kenduri kupat merupakan tradisi masyarakat Jawa yang dilaksanakan pada akhir bulan Ramadhan atau menjelang Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini memiliki nilai religius, sosial, dan budaya yang kuat.

Secara umum, kenduri kupat dilakukan dengan cara berkumpulnya warga untuk berdoa bersama, dilanjutkan dengan makan bersama hidangan utama berupa kupat (ketupat). Kupat yang terbuat dari beras dan dibungkus anyaman janur memiliki makna simbolis, yaitu sebagai lambang kesucian, pengakuan kesalahan, dan harapan untuk kembali kepada fitrah.

Dalam pemaknaan filosofis Jawa, “kupat” sering diartikan sebagai “ngaku lepat” (mengakui kesalahan). Hal ini sejalan dengan momentum akhir Ramadhan yang menjadi waktu untuk introspeksi diri, saling memaafkan, dan memperbaiki hubungan antar sesama.

Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga, meningkatkan kebersamaan, serta menumbuhkan kepedulian sosial. Biasanya, kenduri dipimpin oleh tokoh agama atau sesepuh setempat, dengan rangkaian doa sebagai ungkapan syukur atas selesainya ibadah puasa.

Dengan demikian, kenduri kupat bukan sekadar tradisi makan bersama, tetapi merupakan wujud syukur, sarana mempererat ukhuwah, serta pengingat untuk kembali kepada nilai-nilai kebaikan setelah menjalani ibadah Ramadhan.

Pembayaran Zakat Fitrah

Foto: Heru Sudjanto
Sebagai penyempurna ibadah selama bulan Ramadhan 1447 H sekaligus melaksanakan salah satu satu rukun Islam, jamaah masjid Al-Istiqomah melakukan pembayaran zakat fitrah. Kegiatan ini dilayani oleh Sie Bazis Takmir, yakni Bpk. Eko Sudaryanto, Bpk. Mustijo dan Bpk. Parjiyono. Waktu layanan ditentukan pada hari Rabu 18 Maret 2026 mulai bada tarawih, hingga Kamis 19 Maret 2026 pukul 09.00 WIB. Selanjutnya, beras yang sudah terkumpul didistribusikan kepada warga Ngentak yang berhak menerima.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, masjid Al-Istiqomah juga menerima kiriman 8 paket beras zakat fitrah dari masjid Darul Falah Karanggede. Setelah melalui berbagai pertimbangan, paket tersebut disampaikan kepada :

  1. Bpk. Waniono
  2. Ibu Lusi Anggritasari
  3. Bpk. Muhtadi
  4. Bpk. Edi Yulianto
  5. Bpk. Ngatiyo
  6. Bpk. Robet
  7. Bu Nining Suharti
  8. Bpk. Hedy Sutomo

18 Maret 2026

Takjilan Hari ke-29

Sesuai jadwal yang telah disusun panitia Kampung Ramadhan Ngentak 1447 H, hari Rabu 18 Maret 2026 adalah hari terakhir kultum sekaligus berbuka bersama di masjid Al-Istiqomah. Sebagai pemateri rutin tiap hari Rabu adalah Bpk. Ponimin selaku imamudin kampung Ngentak. 

Di awal kultum, pak Ponimin menyampaikan informasi bahwa dikarenakan hari terakhir, maka diisi dengan pembacaan kalimah thoyibah dzikir dan tahlil. Jamaahpun mengikuti dari awal hingga akhir pembacaan pinuwunan tersebut. Usai pembacaan, dilanjutkan sholat Maghrib berjamaah, lalu menyantap takjil berupa lontong opor ayam yang segar.

Foto: Heru Sudjanto

Hadirilah Sholat Idul Fitri 1447 H


17 Maret 2026

Tasyakuran Khataman Quran

Salah satu agenda rutin Kampung Ramadhan Ngentak adalah Tadarus Quran. Kegiatan ini dilaksanakan setiap malam usai sholat tarawih di serambi masjid Al-Istiqomah. Tadarus ini diikuti bapak ibu diantaranya Bpk. Rudi Santosa, Bpk. Sudiro, Bpk. Mardiyanto, Bpk. Parjiyono, Ibu Purwanti dan lain-lain. Usai menyelesaikan ke-30 juz Quran, maka diadakan tasyakuran khataman. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa 17 Maret 2026 pukul 20.30 WIB di serambi masjid.

Foto: Muh. Sigit Nurcahyo

  

Takjilan Hari ke-28

Sedih bercampur haru. Itulah yang dirasakan di hari-hari terakhir Ramadhan 1447 H. Meski sedih, namun bukan berarti tidak berbagi ilmu. Seperti halnya sore itu,  Selasa 17 Maret 2026 bertepatan dengan hari ke-28 puasa. Jamaah masjid Al-Istiqomah memenuhi serambi masjid guna menyimak kultum yang disampaikan Bpk. Samidjo selaku pemateri sore itu. 

Dalam penjelasannya, Pak Samidjo menekankan pentingnya bersyukur atas nikmat Allah serta meneladani ajaran Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari. Disampaikan bahwa hal-hal yang terlihat sederhana, seperti berbagi dan melakukan kebaikan kecil, memiliki nilai besar apabila dilakukan dengan niat yang ikhlas dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Selain itu, ditekankan peran penting masjid sebagai pusat pembinaan umat dan keluarga. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi sarana membentuk keluarga yang sakinah, yaitu keluarga yang hidup berdasarkan tuntunan Al-Quran. Dengan berpedoman pada Al-Quran, umat Islam dapat membedakan antara yang benar dan yang salah serta menjalani kehidupan dengan lebih terarah.

Foto: Heru Sudjanto
Di akhir kultum, pak Samidjo mengajak jamaah untuk senantiasa menjaga keimanan, memperbanyak amal kebaikan, serta menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman utama dalam kehidupan, baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.

15 Maret 2026

Takjilan Hari ke-26

Ahad, 15 Maret 2026 cuaca di kampung Ngentak dan juga wilayah lainnya masih panas menyengat. Dari pagi hingga sore menjelang waktu berbuka puasa. Namun cuaca gerah tersebut tidak menghalangi jamaah masjid Al-Istiqomah untuk hadir ke masjid guna tholabul ilmi sekaligus berbuka puasa bersama. 

Terjadwal sebagai pamateri sore itu adalah Bpk. Heru Sudjanto. Dalam uraiannya, pak Heru menyampaikan kultum dengan tema Menakar Diri di Penghujung Ramadhan. Ibarat sebuah perlombaan lari, kita sekarang berada di 100 meter terakhir. Ada yang semakin kencang berlari, ada yang mulai kehabisan nafas, dan ada pula yang sudah berhenti sebelum garis finish.

Secara garis besar, para ulama membagi manusia di akhir Ramadhan menjadi tiga golongan. Mari kita bercermin, kita termasuk yang mana?

1. Golongan Al-Faizin (Para Pemenang)

14 Maret 2026

Takjilan Hari ke-25

Foto: Heru Sudjanto
Menjelang akhir bulan Ramadhan, bagi sebagian orang adalah waktunya ke pasar, mall atau tempat keramaian lainnya. Tapi bagi jamaah masjid Al-Istiqomah Ngentak, mereka tetap konsisten untuk meramaikan masjid. Seperti hari Sabtu 14 Maret 2026 sore hari, mereka tetap hadir di acara takjilan. Sebagai pemateri hari Sabtu, terjadwal adalah Bpk. Abdul Rokhimin.

Dalam paparannya, pak Min menekankan pentingnya istiqamah dalam meningkatkan ibadah, terutama pada waktu-waktu terakhir menjelang akhir suatu amalan atau ibadah seperti di bulan Ramadhan. Umat Islam diajak untuk terus berusaha memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, dan memperbanyak amal kebaikan.

Pak Min juga mengingatkan bahwa setiap orang harus saling mengingatkan, mengajak dalam kebaikan, serta terus belajar dan mengamalkan ajaran agama. Upaya peningkatan kualitas diri tidak hanya dilakukan secara pribadi, tetapi juga dengan membimbing dan mengajak orang lain.

Selain itu, disampaikan pula pentingnya memohon ampun kepada Allah serta menjaga kebersamaan dan kerukunan antar sesama. Menjelang waktu berbuka puasa, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan waktu dengan doa dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah.

Inti pesan kultum adalah:

  1. Menjaga istiqamah dalam ibadah.
  2. Terus meningkatkan amal kebaikan.
  3. Saling mengajak dalam kebaikan dan pembelajaran agama.
  4. Memperbanyak doa dan memohon ampun kepada Allah.
  5. Mensyukuri nikmat yang diberikan Allah, terutama di bulan Ramadhan

13 Maret 2026

Takjilan Hari ke-24

Menghadiri takjilan setiap sore di masjid Al-Istiqomah bisa diibaratkan sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Sekali datang, tidak hanya berbuka puasa saja namun ilmu juga didapat. Jumat 13 Maret 2026 bertepatan dengan hari ke-24 ibadah puasa. Terjadwal sebagai pengisi kultum adalah Bpk. Rudi Santosa.

Pak Rudi menekankan pentingnya memakmurkan masjid dan menjaga kebersamaan dalam jamaah. Umat Islam diingatkan bahwa rezeki pada hakikatnya berasal dari Allah SWT. Oleh karena itu, ketika seseorang berusaha memakmurkan masjid dan aktif dalam kegiatan jamaah, Allah akan memberikan keberkahan dalam rezekinya.

Foto: Heru Sudjanto

Tidak hanya itu, pak Rudi juga menyampaikan bahwa segala perbedaan pendapat di antara umat Islam harus dikembalikan kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Prinsip ini menjadi pedoman agar umat tidak terpecah dan tetap berada pada jalan yang benar sesuai ajaran Islam. Selain itu, mengingatkan tentang keteraturan alam semesta seperti peredaran bumi, bulan, dan matahari yang menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Hal tersebut menjadi tanda bahwa segala sesuatu di dunia berjalan sesuai ketetapan-Nya.

Di bagian akhir, disampaikan pentingnya menjaga shalat berjamaah di masjid. Para sahabat Nabi SAW bahkan tetap berusaha menghadiri shalat berjamaah meskipun dalam keadaan sakit. Hal ini menunjukkan betapa besar perhatian mereka terhadap ibadah berjamaah.

Inti pesan kultum:

  1. Memakmurkan masjid dan menjaga kebersamaan jamaah.
  2. Meyakini bahwa rezeki berasal dari Allah SWT.
  3. Mengembalikan setiap perselisihan kepada Al-Qur’an dan Sunnah.
  4. Menyadari kebesaran Allah melalui keteraturan alam.
  5. Menjaga dan mengutamakan shalat berjamaah di masjid.

12 Maret 2026

Takjilan Hari ke-23

Beberapa hari ini, cuaca di kampung Ngentak RT 04 dan juga wilayah lainnya terasa panas menyengat. Dari pagi hari hingga sore menjelang Maghrib. Sangat terasa gerah di tubuh. Kondisi ini tentu saja menambah berat bagi warga yang sedang menjalankan ibadah puasa. Bisa saja ini adalah salah satu ujian yang diberikan Allah SWT kepada umatnya.

Foto: Heru Sudjanto
Meskipun dalam kondisi yang berat, jamaah masjid Al-Istiqomah tidak menyerah. Mereka tetap menjalankan puasa sesuai ketentuan dalam Islam. Sorenya, mereka tetap menghadiri kultum menjelang berbuka puasa di serambi masjid. Sebagai pemateri sore itu, 12 Maret 2026 setiap hari Kamis adalah jadwal Bpk. Rudi Santosa. 

Sore itu, Pak Rudi menyampaikan tema Keutamaan Membaca Ayat Kursi. Berikut adalah rangkuman kultum beliau:

  • Anjuran Utama: Sangat ditekankan bagi siapa pun yang telah menunaikan sholat untuk tidak melewatkan pembacaan Ayat Kursi.
  • Waktu Pelaksanaan: Ayat Kursi hendaknya dibaca segera setelah selesai melaksanakan sholat lima waktu.
  • Pesan Khusus Sheikh Ali Jaber: Terdapat kutipan pesan dari Sheikh Ali Jaber yang mengingatkan agar jangan sampai meninggalkan bacaan kalimat ini setelah sholat.
  • Target Pesan: Ajakan ini juga ditujukan untuk membantu mereka yang mungkin ibadah sholatnya masih belum sempurna atau belum konsisten dalam menjaga waktu sholat.
Kesimpulan kultum yakni menekankan pentingnya Ayat Kursi sebagai wirid utama setelah sholat dibandingkan bacaan lainnya.

Bingkisan Ramadhan Baznas

Foto: Muhammad Sigit Nurcahyo
Tahun ini, Ramadhan 1447 H atau 2026 M, Baznas Kabupaten Bantul kembali memberikan paket bantuan seperti tahun lalu. Hanya, jumlahnya hanya 10, berbeda dengan tahun 2025 sebanyak 25 paket. Paket Ramadhan ini disalurkan kepada masjid yang melakukan laporan keuangan off balance di aplikasi menara Baznas. Salah satunya adalah masjid Al-Istiqomah, Ngentak, Pendowoharjo, Sewon, Bantul.

Setelah melalui pertimbangan takmir, diputuskan yang mendapatkan adalah warga berstatus janda sebagai berikut:

  1. Ibu Wignyo Sudarmo
  2. Ibu Sudiyem
  3. Ibu Fitri Wahyuningsih
  4. Ibu Dalikem
  5. Ibu Tuginah
  6. Ibu Girah
  7. Ibu Jumirah
  8. Ibu Sarjiyah
  9. Ibu Tukinah
  10. Ibu Karni
Pengambilan bingkisan dilaksanakan secara kolektif oleh takmir pada hari Kamis, 12 Maret 2026 pukul 13.00 WIB di kantor Baznas Kabupaten Bantul.

11 Maret 2026

Takjilan Hari ke-22

Rabu 11 Maret 2026 bertepatan dengan puasa hari ke-23. Sore pukul 17.30 WIB jamaah sudah hadir di serambi masjid Al-Istiqomah Ngentak untuk mendengarkan kultum menjelang berbuka. Sesuai jadwal setiap hari Rabu, kultum disampaikan oleh Bapak Ponimin. Tema kultum sore itu adalah dalam rangka menyambut waktu berbuka puasa di sebuah masjid. Berikut adalah poin-poin utamanya:

  1. Rasa Syukur dan Doa: Pembicara mengajak jamaah untuk bersyukur dan berdoa agar amal ibadah serta hajat mereka dikabulkan oleh Allah SWT.
  2. Apresiasi untuk Pemberi Takjil: Beliau mendoakan para dermawan yang telah memberikan takjil agar mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT.
  3. Persiapan Berbuka: Jamaah diminta untuk duduk dengan tenang di dalam masjid sambil menunggu waktu berbuka tiba.
  4. Adab Berbuka: Pembicara mengingatkan jamaah untuk menikmati hidangan yang telah disediakan dan mengakhirinya dengan mengucap syukur "Alhamdulillah".

Belum usai kultum terdengan suara sirine yang menandakan waktu berbuka puasa telah tiba. Jamaahpun langsung mengerjakan sholat Maghrib berjamaah dilanjutkan berbuka puasa dengan menu opor ayam.

Foto: Heru Sudjanto

10 Maret 2026

Takjilan Hari ke-21

Foto: Heru Sudjanto
Memasuki 10 hari terakhir Ramadan itu rasanya campur aduk: sedih karena bulan suci akan segera berlalu, tapi semangat karena ada peluang Lailatul Qadar. Di hari ke-21 ibadah puasa ini, sebagai pengisi kultum menjelang berbuka di masjid Al-Istiqomah adalah Bpk. Samidjo. Beliau terjadwal setiap hari Selasa.

Usai kultum, jamaah mengerjakan sholat Maghrib bersama, dilanjutkan dengan menikmati hidangan soto beserta gorengan dan krupuk rambak. Mantapppp.....

09 Maret 2026

Kenduren Malam Selikuran

Foto: Heru Sudjanto

Senin, 9 Maret 2026, warga RT 04 melaksanakan kegiatan kenduri sedekah 21-an yang bertempat di Masjid Al Istiqomah. Kegiatan dimulai pada pukul 18.00 WIB atau setelah salat Magrib. Acara ini dihadiri oleh bapak-bapak warga RT 04 yang berkumpul dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Selanjutnya dilaksanakan doa untuk keselamatan, keberkahan, serta kebaikan bagi seluruh warga. Setelah rangkaian doa selesai, acara dilanjutkan dengan makan bersama hidangan kenduri yang telah disiapkan.

Kegiatan kenduri sedekah 21-an ini menjadi salah satu tradisi kebersamaan warga yang bertujuan mempererat tali silaturahmi, meningkatkan rasa kebersamaan, serta menumbuhkan nilai gotong royong di lingkungan masyarakat. Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh keakraban hingga selesai.

Takjilan Hari ke-20

Foto: Heru Sudjanto
Menginjak hari ke-20 ibadah puasa Ramadhan, hari Senin 9 Maret 2026, terjadwal sebagai pengisi kultum menjelang berbuka di masjid Al-Istiqomah adalah Bpk. Sudiro. Ini adalah jadwal ketiga. Dalam uraiannya, pak Diro menyampaikan tema menghargai Waktu dan Mengingat Allah

1. Pentingnya Menghargai Waktu dan Amal Baik

Pesan utama diawali dengan sebuah perenungan agar kita tidak menunggu "sumur menjadi kering" baru menghargai air. Hal ini merefleksikan kehidupan manusia di mana masa lalu tidak mungkin kembali.

  • Segerakan Kebaikan: Jangan menunda berbuat baik karena waktu terus berjalan.
  • Tunda Keburukan: Jika berniat buruk, tunda hingga esok hari (sebagai bentuk pencegahan).
  • Definisi Orang Terbaik: Berdasarkan hadis Nabi SAW, orang yang paling baik adalah yang panjang umurnya dan baik pula amal perbuatannya.

2. Bergantung pada Zikir dan Syariat

Ketika seorang Arab Badui merasa syariat Islam terlalu banyak untuk dipelajari satu per satu, Rasulullah SAW memberikan satu wasiat utama untuk diamalkan:

  • Basahi Lidah dengan Zikir: Hendaknya lisan senantiasa basah karena berzikir mengingat Allah.
  • Nikmat Terbesar: Dari sekian banyak nikmat Allah yang tidak terhitung, umur adalah karunia yang paling besar.
  • Hakikat Kebahagiaan: Kebahagiaan sejati tercapai ketika hati selalu merasa bersama Allah dalam segala keadaan (kaya, miskin, lapang, maupun sempit).

3. Al-Qur'an sebagai Petunjuk Hidup

Umar bin Khattab mengingatkan bahwa Al-Qur'an adalah kalam Allah yang harus diletakkan di tempat yang mulia dan tidak boleh ditafsirkan menurut hawa nafsu.

  • Perumpamaan Kota Asing: Hidup diibaratkan rombongan orang asing di sebuah kota yang diberi buku petunjuk (Al-Qur'an) dan pemandu (Rasulullah).
  • Konsekuensi: Siapa pun yang mengacuhkan petunjuk tersebut pasti akan tersesat dalam perjalanan hidupnya.Kesimpulan:

Kultum ditutup dengan ajakan untuk menjauhi rasa iri hati terhadap kesuksesan orang lain agar berhasil di dunia dan akhirat, serta doa agar segala amal dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Usai sholat Maghrib berjamaah, acara berikutnya adalah santap bersama dengan menu soto yang segarrrrr.....

08 Maret 2026

Takjilan Hari ke-19

Foto: Heru Sudjanto
Ahad 8 Maret 2026 atau hari ke-19 puasa Ramadhan terasa sangat berat. Hal ini dikarenakan cuaca yang cukup terik sejak pagi hingga sore. Namun kondisi tersebut tidaklah menjadi halangan bagi jamaah masjid Al-Istiqomah tetap hadir mengikuti kultum menjelang berbuka. Sore itu, sebagai pemateri adalah Bpk. Abdul Rokhimin.

Dalam uraiannya, Pak Min menyampaikan pentingnya sikap istiqomah pasca bulan Ramadhan. Beliau menekankan bahwa bulan Ramadhan adalah masa penggemblengan atau pelatihan bagi umat Muslim agar mencapai derajat takwa. Diantara :

  1. Ramadhan sebagai Kawah Candradimuka: Bulan ini merupakan waktu untuk "digembleng" dan "ditatar" agar seseorang dapat memperbaiki diri.
  2. Pentingnya Peningkatan Diri: Seseorang dianggap merugi atau "bangkrut" jika setelah Ramadhan tidak ada peningkatan kualitas diri dan justru kembali ke kebiasaan buruk.
  3. Menjaga Konsistensi (Istiqomah): Kualitas ibadah, shalat, dan perilaku baik harus tetap dijaga meski Ramadhan telah usai. Jangan sampai terjebak dalam euforia "balas dendam" (seperti hanya fokus makan enak atau jajan) setelah berpuasa, melainkan tetap menjaga sifat tawaduk dan pengendalian diri.
  4. Kehidupan Bermasyarakat: Perbaikan diri yang dilakukan selama Ramadhan harus tercermin dalam cara bersikap dan menyayangi sesama di dalam kehidupan bermasyarakat.
Di penghujung kultum diakhiri dengan ajakan untuk berdoa bersama sebelum berbuka puasa

07 Maret 2026

Takjilan Hari ke-18

Foto: Heru Sudjanto
Ahad, 7 Maret 2026 bertepatan dengan hari ke-18 ibadah puasa Ramadhan di kampung Ngentak. Sejak pagi hingga sore cuaca cukup terik. Bagi yang menjalankan puasa tentu terasa sekali. Namun menjelang berbuka tiba-tiba gerimis dilanjutkan hujan deras meskipun hanya sesaat. Subhanallah, Allah SWT Maha Kuasa membolak-balikkan cuaca. 

Jamaah masjid Al-Istiqomahpun tidak lantas mager. Mereka tetap hadir guna menyimak kultum dilanjutkan berbuka puasa bersama. Sesuai jadwal setiap hari Sabtu, sedianya yang memberikan materi adalah Bpk. Abdul Rokhimin. Namun karena bersamaan acara, digantikan oleh Bpk. Heru Sudjanto. Dalam uraiannya, Pak Heru menjelaskan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan istimewa yang Allah jadikan sebagai bulan tarbiyah (pendidikan) untuk membentuk manusia agar mencapai derajat takwa melalui ibadah puasa. Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mendidik manusia agar menjadi pribadi yang lebih baik. 

Dalam Ramadhan terdapat empat bentuk pendidikan utama:

  1. Tarbiyah ruhiyah (spiritual) – Puasa menumbuhkan kesadaran kepada Allah dan melatih keikhlasan serta kejujuran dalam beribadah.
  2. Tarbiyah nafsiyah (pengendalian diri) – Melatih manusia menahan hawa nafsu, menjaga lisan, dan memperbaiki akhlak.
  3. Tarbiyah ‘ailiyah (keluarga) – Ramadhan mempererat hubungan keluarga melalui sahur, berbuka, shalat berjamaah, dan membaca Al-Qur’an bersama.
  4. Tarbiyah ijtima’iyah (sosial) – Menumbuhkan kepedulian terhadap sesama melalui zakat, infak, dan sedekah kepada kaum yang membutuhkan.
Ramadhan bukan tujuan akhir, tetapi proses pembentukan karakter takwa. Orang yang berhasil dari madrasah Ramadhan adalah mereka yang mampu menjaga nilai-nilai Ramadhan seperti kejujuran, kesabaran, ibadah, dan kepedulian sosial dalam kehidupan setelah Ramadhan.

06 Maret 2026

Takjilan Hari ke-17

Setengah perjalanan ibadah puasa Ramadhan sudah dilalui, tepatnya hari ke-17, Jumat 6 Maret 2026. Jamaah masjid Al-Istiqomah Ngentak juga masih antusias menambah ilmu, dengan cara menghadiri kultum menjelang berbuka setiap pukul 17.30 WIB. Sebagai pemateri kesempatan hari itu adalah Bpk. Rudi Santosa.

Foto: Heru Sudjanto

Pak Rudi membahas beberapa amalan yang sering dilakukan setelah shalat dan bagaimana hukumnya menurut dalil. Pertama, mengenai mengangkat tangan untuk berdoa setelah shalat sunnah, tidak ada larangan untuk melakukannya. Namun, yang lebih utama adalah tidak menjadikannya kebiasaan setiap selesai shalat, karena tidak terdapat riwayat yang menunjukkan bahwa Rasulullah selalu melakukannya. 

Selanjutnya, dibahas tentang hadist yang menyebutkan shalat sebagai bentuk merendahkan diri sambil mengangkat tangan dan memohon kepada Allah. Hadis tersebut dijelaskan sebagai hadis yang lemah (dhaif) menurut para ulama. 

Kultum juga menyinggung beberapa kebiasaan setelah shalat, seperti mengusap kening atau debu setelah sujud, yang tidak memiliki dalil kuat yang melarang secara tegas. Kemudian, mengenai berjabat tangan setelah shalat, pada dasarnya berjabat tangan disyariatkan ketika kaum muslimin saling bertemu. Para sahabat Nabi Muhammad SAW juga melakukan hal tersebut ketika mereka berjumpa. Bahkan terdapat hadis yang menjelaskan bahwa dua orang muslim yang berjabat tangan ketika bertemu akan diampuni dosa-dosanya sebelum mereka berpisah. 

Kesimpulan: Beberapa amalan setelah shalat boleh dilakukan selama tidak diyakini sebagai kewajiban atau tidak dijadikan kebiasaan yang dianggap bagian dari ibadah yang dicontohkan secara tetap oleh Rasulullah

05 Maret 2026

Takjilan Hari ke-16

Menjadi rutinitas setiap menjelang berbuka puasa di masjid Al-Istiqomah selalu diadakan kultum. Seperti  hari itu, Kamis 5 Maret 2026 pukul 17.30 WIB yang bertepatan dengan puasa hari ke-16. Terjadwal pemateri sore itu adalah Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo. 

Foto: Heru Sudjanto

Dalam uraiannya, Bpk. Sigit menyampaikan berbagai keutamaan membaca dan mempelajari Al-Qur'an yakni:

  1. Syafaat di Hari Kiamat: Orang-orang saleh dan penghafal Al-Qur'an akan diberikan izin oleh Allah untuk memberikan pertolongan (syafaat) kepada teman-teman akrabnya di akhirat kelak.
  2. Ketenangan Hati dan Rahmat: Membaca Al-Qur'an, baik secara individu maupun bersama-sama (tadarus) di masjid, akan mendatangkan ketenangan jiwa, rahmat Allah, perlindungan malaikat, dan keridaan dari Allah SWT.
  3. Mengangkat Derajat: Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang senantiasa membaca, menghafal, dan berpegang teguh pada Al-Qur'an, baik di dunia maupun di akhirat.
  4. Menyinari Hati dan Wajah: Al-Qur'an dipercaya dapat memberikan "cahaya" bagi hati dan wajah bagi mereka yang mengamalkannya.
  5. Manusia Terbaik: Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang mau mempelajari Al-Qur'an dan kemudian mengajarkannya kepada orang lain.
Di penghujung acara, kultum diakhiri dengan doa berbuka puasa bersama dalam suasana yang akrab. 

04 Maret 2026

Rapat Syawalan Tahun 2026

Pengurus RT 04 yang dipimpin oleh Bpk. Eko Sudaryanto telah melaksanakan rapat koordinasi untuk mematangkan persiapan acara Syawalan 1447 H tahun 2026. Acara ini dilaksanakan pada hari Rabu 4 Maret 2026 usai sholat taraweh bertempat di rumah Ketua RT 04. Pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan pemuda dan ketua dasa wisma ini menghasilkan beberapa poin penting terkait teknis pelaksanaan acara tahunan tersebut.

Hasil Pertemuan :

  • Jadwal dan Lokasi Pelaksanaan

Berdasarkan hasil kesepakatan terbaru, acara syawalan akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal: Sabtu, 28 Maret 2026.
Waktu: Pukul 20.00 WIB.
Tempat: Halaman Masjid Al-Istiqomah Ngentak.

  • Rencana Anggaran dan Kebijakan Iuran

Sektor pendanaan menjadi salah satu poin utama dalam pembahasan. Panitia menyepakati bahwa:

  1. Besaran anggaran pokok tetap sama dengan periode sebelumnya.
  2. Terdapat tambahan dana stimulus dari kas masjid sebesar Rp 1.000.000.
  3. Untuk meringankan beban warga, kategori janda masuk dalam golongan khusus dengan ketentuan iuran seikhlasnya.
  • Pengisi Acara

Panitia merencanakan Ustadz Sukirman sebagai penceramah utama dalam kegiatan tersebut. Namun, panitia juga telah menyiapkan langkah antisipasi dengan mencari penceramah alternatif jika yang bersangkutan berhalangan hadir.

  • Daftar Kehadiran Koordinasi

Rapat persiapan ini melibatkan berbagai unsur warga, di antaranya:
Perwakilan pengurus RT 04 Bpk. Eko Sudaryanto, Bpk. M. Sigit Nurcahyo, Bpk. Heru Sudjanto, Bpk. Rudi Santosa, Bpk. Abdul Rokhimin, Bpk. Parjiyono, Bpk. Supriyadi, dan Bpk. Robet. Sedangkan dari perwakilan pemuda yakni Sdr. Muhammad Saiful dan Sdr. Muhammad Mukhlis. Dari Dasa Wisma yang terlihat hadir adalah Ibu Sri Suwarti, Ibu Erni Astuti dan Ibu Dwi Juliati.

Ketua RT 04 mengharapkan kerja sama seluruh warga agar agenda ini dapat berjalan lancar dan tepat waktu sesuai dengan rencana yang telah disusun

Takjilan Hari ke-15

Foto: Heru Sudjanto
Masih kuat berpuasa ? Masih dong. Setelah 15 hari menahan lapar dan dahaga di siang hari, tidak lagi menjadikan tubuh lemas. Tubuh sudah mampu beradaptasi. Sesuai perhitungan, hari Rabu 4 Maret 2026 adalah separuh perjalanan ibadah puasa Ramadhan 1447 H. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan takjilan di masjid Al-Istiqomah yang merupakan hari ke-15. Sesuai jadwal setiap hari Rabu, sebagai pemateri kultum adalah Bpk. Ponimin.

Dalam uraiannya, Pak Ponimin menekankan pentingnya bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Manusia sering kali mendapatkan banyak kenikmatan, seperti kesehatan, keamanan, dan kesempatan beribadah, namun terkadang kurang menyadarinya.

Beliau juga mengingatkan bahwa segala sesuatu yang dimiliki manusia berasal dari Allah, sehingga sudah sepatutnya disyukuri dengan cara memperbanyak ibadah, menjaga keimanan, serta melakukan kebaikan kepada sesama.Selain itu, disampaikan juga bahwa iman menjadi dasar utama dalam kehidupan. Dengan iman yang kuat, seseorang akan lebih mudah menghadapi berbagai ujian hidup serta tetap berada di jalan yang benar.

Di akhir kultum, Bpk. Ponimin mengajak jamaah untuk:

  1. Selalu mensyukuri nikmat Allah.
  2. Memperkuat iman dan ketakwaan.
  3. Memohon ampun kepada Allah (istighfar) atas dosa-dosa yang telah dilakukan.
  4. Berdoa agar Allah menerima amal ibadah dan memberikan keberkahan dalam kehidupan.
Kultum ditutup dengan doa kepada Allah SWT agar seluruh jamaah diberikan kebaikan, keselamatan, dan diterima amal ibadahnya.

Inti pesan kultum:
Manusia harus selalu bersyukur, menjaga iman, dan mendekatkan diri kepada Allah agar hidup menjadi lebih berkah dan penuh kebaikan.

03 Maret 2026

Takjilan Hari ke-14

Separuh bulan menjalankan ibadah puasa Ramadhan, bagi sebagian orang sudah mempersiapkan lebaran terutama yang akan mudik ke kampung halaman. Perencanaan jauh hari tentunya akan lebih leluasa daripada mepet hari raya Idul Fitri. Tapi yang tidak melakukan perjalanan mudik, akan bisa lebih fokus menuntaskan puasa sampai akhir. Termasuk salah satunya adalah rutinitas menghadiri berbuka puasa bersama di masjid Al-Istiqomah. Selasa 3 Maret 2026 atau hari ke-14 terjadwal sebagai pengisi kultum adalah Bpk. Samidjo.

Sore itu, pak Samidjo menyampaikan materi tentang siapa itu iblis dan setan serta bagaimana mereka menggoda manusia. Iblis adalah makhluk ciptaan Allah yang terbuat dari api dan tidak dapat dilihat oleh manusia. Dalam penjelasannya, Iblis merupakan nama diri, sedangkan setan adalah sifat atau perbuatan yang menyesatkan dan menggoda manusia. 

Foto: Heru Sudjanto

Iblis dahulu diperintahkan Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam, tetapi ia menolak karena merasa lebih mulia daripada Adam. Kesombongan inilah yang menyebabkan Iblis durhaka kepada Allah dan akhirnya diusir dari surga serta dijanjikan masuk neraka. 

Setelah itu, Iblis memohon kepada Allah agar ditangguhkan hukuman hingga hari kiamat. Tujuannya adalah untuk menggoda dan menyesatkan manusia agar menjauh dari jalan Allah. Sejak saat itu, Iblis dan pengikutnya terus berusaha menjerumuskan manusia dengan berbagai cara hingga hari kiamat. 

Kultum ini juga mengingatkan bahwa godaan setan dapat menimpa siapa saja, baik orang biasa maupun orang yang berilmu tinggi, memiliki gelar, atau kedudukan. Kepintaran dan popularitas bukan jaminan seseorang terbebas dari godaan setan. Karena itu, manusia harus selalu memohon perlindungan kepada Allah dan menjaga keimanan agar tidak terjerumus dalam tipu daya setan.

02 Maret 2026

Takjilan Hari ke-13

Tak terasa, ibadah puasa Ramadhan memasuki hari ke-13. Tubuh sudah bisa beradaptasi dengan kondisi lapar dan dahaga. Senin 2 Maret 2026 pukul 17.30 WIB di masjid Al-Istiqomah seperti biasa terlihat semarak. Jamaah masih semangat hadir guna berbuka puasa bersama sekaligus mendapatkan ilmu melalui kultum takjilan.

Foto: Heru Sudjanto

Berdasarkan jadwal yang sudah disusun panitia, tiap hari Senin adalah Bpk. Sudiro. Saat itu beliau menyampaikan tema Merenungi Nikmat Allah dan Hakikat Harta. Pak Diro mengajak jamaah untuk merefleksikan kembali berbagai nikmat yang sering terlupakan dan memahami apa yang sebenarnya menjadi "harta sejati" bagi seorang Muslim di akhirat kelak.

1. Syukur atas Nikmat Kesehatan dan Air Segar

Pertanyaan di Hari Kiamat: Nikmat pertama yang akan ditanyakan kepada seorang hamba adalah kesehatan badan dan kenikmatan minum air yang segar lagi dingin.Kelalaian Manusia: Banyak orang sering melupakan karunia Allah saat dalam kondisi sehat dan baru menyadari mahalnya kesehatan ketika sudah jatuh sakit.

2. Hakikat Harta yang Sesungguhnya

Harta yang Fana: Berdasarkan hadis, apa yang dimakan akan lenyap dan pakaian yang dikenakan akan menjadi usang. Harta yang Kekal: Harta yang benar-benar menjadi milik kita dan akan menemani di akhirat hanyalah apa yang kita sedekahkan atau belanjakan di jalan Allah (sebagai "deposito" sejati). Kritik Gaya Hidup: Penulis mengingatkan agar kita tidak bekerja mati-matian hanya untuk mengejar gaya hidup yang berlebihan, sementara melupakan tabungan akhirat.

3. Kesederhanaan Rasulullah dan Para Sahabat

Keprihatinan Sahabat: Dikisahkan masa sulit di mana Rasulullah dan tujuh orang sahabatnya hanya memiliki daun anggur untuk dimakan hingga mulut mereka terluka. Kisah Abu al-Haitsam: Cerita tentang kedermawanan Abu al-Haitsam (Malik bin at-Taihan) yang menyembelih kambing dan istrinya membuatkan roti untuk menjamu Rasulullah dan para sahabat. Meski merupakan jamuan istimewa, Rasulullah tetap mengingatkan bahwa kenikmatan makanan dan minuman tersebut akan dimintai pertanggungjawaban.

Kesimpulan dan Penutup

Jamaah diajak untuk mengevaluasi isi kulkas dan meja makan mereka: Apakah makanan mewah tersebut membawa kemuliaan atau justru hanya menjadi bentuk berlebihan dalam mengikuti gaya hidup.

01 Maret 2026

Takjilan Hari ke-12

Hari pertama bulan Maret atau tepatnya Ahad, 1 Maret 2026 cuaca kampung Ngentak dan juga wilayah lainnya cenderung panas sepanjang hari. Kondisi ini tentu saja menjadi tantangan dalam menjalankan ibadah puasa. Bagi sebagian warga, trik untuk menyiasati cuaca terik ini adalah istirahat tidur. Realistis kan ?

Menjelang waktu berbuka pukul 17.30 WIB, jamaah hadir di masjid Al-Istiqomah untuk menyimak kultum sebelum berbuka. Terjadwal pemateri sore itu adalah Bpk. Heru Sudjanto. Dalam uraianya, pak Heru menyampaikan materi terkait Tahapan Syukur Nikmat.

Foto: Heru Sudjanto

Tingkatan syukur dalam Islam, menurut Imam Al-Ghazali dan ulama lainnya, terbagi menjadi tiga pilar utama yang saling berkaitan: Syukur Hati (mengakui dan rida), Syukur Lisan (memuji Allah), dan Syukur Perbuatan (ketaatan/amal saleh). Kesempurnaan syukur tercapai ketika ketiga unsur ini dipenuhi, yaitu meyakini, mengucapkan, dan menggunakan nikmat untuk ketaatan kepada Allah. 

Berikut adalah rincian tingkatan syukur dalam Islam:

Syukur Hati (Syukur bi'l-qalb):

Ini adalah tingkat paling mendasar, yaitu menyadari sepenuhnya bahwa seluruh nikmat—kesehatan, harta, ilmu—berasal dari Allah SWT. Hati bersyukur adalah hati yang ridha, menerima segala ketentuan, serta tidak ada keluhan atau sombong.

Syukur Lisan (Syukur bi'l-lisan):

Mengucapkan puji-pujian kepada Allah seperti Alhamdulillah dan mengakui nikmat secara lisan. Ini juga mencakup berterima kasih kepada sesama manusia yang menjadi perantara kebaikan Allah.

Syukur Perbuatan (Syukur bi'l-badan):

Menggunakan nikmat Allah untuk ketaatan dan ibadah, bukan untuk bermaksiat. Contohnya menggunakan kesehatan untuk beribadah, harta untuk sedekah, dan mata/telinga untuk melihat/mendengar kebenaran

Pembicara Syawalan di Ngentak

 Daftar pembicara syawalan dari tahun ke tahun

  • 2009/1430 : Sudiono dari Samparan, Pandak, Bantul
  • 2010/1431 : H. Bahrun
  • 2012/1433 : 
  • 2013/1434 : Bersamaan Malam Tirakatan
  • 2015/1436 : 
  • 2016/1437 : 
  • 2017/1438 : Kak Batman (Hardiman) dari Sindet
  • 2018/1439 : 
  • 2023/1444 : Totok Budi Santosa dari Mrisi
  • 2024/1445 : Slamet Riyadi Nur Salam dari Wonokromo
  • 2025/1446 : KH. Mustafied Amna, S.Ag., M.H. (Kepala KUA Kapanewon Sewon)
  • 2026/1447 : Kadibeso Sabdodadi
Syawalan 1436 H

Syawalan 1437 H