24 September 2026

Pertemuan Takmir September 2026

Foto: Heru Sudjanto
Pertemuan takmir masjid bukan hanya kegiatan rutin administratif, tetapi juga manifestasi nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat — menggabungkan ibadah, musyawarah, dan pelayanan sosial. Melalui forum ini, masjid menjadi pusat harmoni, transparansi, dan kebersamaan warga Ngentak RT 04.

Pertemuan takmir mempunyai makna dan tujuan sebagai berikut :

  1. Musyawarah pengelolaan masjid. Pertemuan takmir menjadi forum untuk membahas kegiatan ibadah, pengajian, dan pengelolaan fasilitas seperti listrik, kebersihan, serta perawatan bangunan.
  2. Transparansi keuangan. Laporan bendahara disampaikan secara terbuka agar jamaah mengetahui pemasukan dan pengeluaran kas masjid. Ini menumbuhkan kepercayaan dan partisipasi warga.
  3. Koordinasi kegiatan sosial. Dalam rapat, takmir juga membentuk panitia untuk acara besar seperti Idul Adha, pengajian, dan kerja bakti. Keputusan diambil secara mufakat, mencerminkan semangat gotong royong.
  4. Pembinaan spiritual dan kebersamaan. Pertemuan diawali dengan dzikir dan tahlil, memperkuat nilai spiritual sebelum membahas hal administratif. Ini menjaga keseimbangan antara ibadah dan pengabdian sosial.

Seperti halnya pertemuan takmir yang digelar pada hari Kamis, 24 September 2026 pukul 20.00 WIB (malam Jumat Kliwon). Sebagai tuan rumah adalah Bpk. Heru Sudjanto.

Hasil Pertemuan

1. Pembukaan oleh Bpk. Heru Sudjanto
2. Dzikir Pinuwunan oleh Bpk. Rudi Santosa
3. Laporan Keuangan oleh Bpk. Abdul Rokhimin

Sumber: Laporan Bendahara
4. Sambutan Ketua Takmir oleh Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo

  • Terimakasih atas kehadiran anggota takmir
  • Informasi pelatihan khatib bersertifikat oleh IKADI Bantul
  • Mohon masukan untuk kegiatan bagi remaja/pemuda agar terhindar dari aktivitas yang negatif

5. Kultum oleh Bpk. Rudi Santosa

  • Tema : Pentingnya majelis ilmu
6. Lain-lain

  • Bpk. Heru Sudjanto : Usul kegiatan dalam rangka Sumpah Pemuda bagi remaja/pemuda
  • Bpk. Parno : Usul masjid memiliki inventaris tanaman agar tidak pinjam saat acara pengajian malam Jumat Pahing; usul kegiatan remaja/pemuda berupa kemah
  • Bpk. Sudiro : Dulu pernah diupayakan kegiatan bagi remaja/pemuda tapi sempat terhenti. Usul jika diadakan lagi menyesuaikan dengan keinginan remaja/pemuda

7. Arisan, yang mendapatkan Bpk. Ponimin
8. Penutup

20 September 2026

Sabilul Huda #8 Bpk. Mustijo

Menjadi rutinitas setiap malam Senin, warga Ngentak dan Dolikan menghadiri pengajian Sabilul Huda. Kegiatan ini digelar di rumah-rumah anggota pengajian secara bergiliran sesuai undian arisan. Seperti hari itu, Ahad 20 September 2026 pukul 19.45 WIB bertempat di rumah Bpk. Mustijo di Ngentak. 

Setelah dibuka oleh Bpk. Rudi Santosa selaku pembawa acara, Bpk. Ponimin memimpin pembacaan dzikir dan tahlil yang diikuti oleh seluruh jamaah. Setelahnya adalah waktu istirahat selama kurang lebih 10 menit guna menikmati hidangan yang telah tersedia.

Foto: Heru Sudjanto

Sebagai guru ngaji malam itu adalah Bpk. Muhammad Thoyib dari Sawahan. Beliau menyampaikan materi keislaman berikut:

Keutamaan Tirakat Orang Tua bagi Anak Cucu

  • Istiqomah Beribadah: Tausiyah utama disampaikan oleh Bapak Muhammad yang mengingatkan jamaah untuk senantiasa menjaga keistiqomahan dalam beribadah, bermunajat, dan menuntut ilmu.
  • Pengaruh Kebaikan Orang Tua (Kana Sholahul Abi Wal Jad): Beliau menekankan bahwa kesalehan, tirakat, dan doa orang tua menjadi jalan (sababiah) utama yang menentukan kebaikan serta keberkahan hidup anak cucu di masa depan.
  • Mendoakan Leluhur: Sebagai tradisi di Majelis Sabilul Huda, jamaah dibiasakan untuk mendoakan orang tua, para leluhur, dan perintis (cikal bakal) tempat sebelum pengajian dimulai.

Kerja Bakti Ahad Kliwon

Foto: Heru Sudjanto
Pagi kerja bakti, malamnya ngaji. Begitulah aktivitas bapak-bapak kampung Ngentak RT 04 hari Ahad Kliwon 20 September 2026. Sesuai kesepakatan saat pertemuan warga sebelumnya, Ahad Kliwon pagi dimanfaatkan untuk bersih-bersih makam Duwet, Tanjung dan Jangkang sesuai ahli waris masing-masing. 

Di makam Duwet, peserta kerja bakti biasanya adalah :

  1. Bpk. Susanto
  2. Bpk. Samidjo
  3. Bpk. Suraji
  4. Bpk. Rudi Santosa
  5. Bpk. Robet
  6. Bpk. Sugiyono
  7. Bpk. Parjiyono
  8. Bpk. Samiran
  9. Bpk. Sudiro
  10. Bpk. Tito Perwito
  11. Bpk. Hardiyanto
  12. Bpk. Agus Karyanto
  13. Bpk. Heru Sudjanto
  14. Bpk. Eko Sudaryanto
  15. Dan lain-lain

14 September 2026

Pertemuan Warga di Warung Almawinda

Foto: Heru Sudjanto
Sebagai sarana komunikasi antar warga Ngentak RT 04 sekaligus wadah silaturahmi, pengurus RT 04 kembali menyelenggarakan pertemuan rutin. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin 14 September 2026 pukul 20.00 WIB. Meskipun dilaksanakan di warung Almawinda milik Bpk. Ahmad Nuryadi, namun sebagai tuan rumah adalah Bpk. Sarjuri. 

Hasil Pertemuan :

  • Pembukaan oleh Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo
  • Dzikir Tahlil dipimpin Bpk. Ponimin
  • Laporan Keuangan
  1. Bendahara, izin tidak hadir
  2. Dana Sosial oleh Bpk. Abdul Rokhimin: Saldo sebelumnya Rp. 860.000,00; dana masuk Rp. 231.000 Saldo Rp. 1.091.000,00
  3. Jimpitan oleh Bpk. Marwanto, dana masuk Rp. 720.000,00
  • Sambutan
  1. Ketua RT 04 oleh Bpk. Eko Sudaryanto : Salah seorang warga Ngentak RT 04 ditangkap polisi, aturan terkait jam bertamu dll mohon segera dipasang oleh Sie Keamanan, kerja bakti makam hari Ahad Kliwon 20 September 2026
  2. Dukuh Dagen oleh Bpk. Hartadi : Mohon waspada jika ada kegiatan kumpul yang melibatkan warga luar Ngentak, Bulan September adalah batas pembayaran SPPT PBB tahun 2026, terkait penerimaan bantuan warga karena perubahan Desil data dari BPS Pusat.
  • Lain-lain
  1. Bpk. Hardiyanto : Ada 2 warga yang belum pasok arisan, yakni Bpk. Waniono dan Bpk. Febby Ferdianto. Kesepakatannya, Bpk. Waniono dicoret karena statusnya sudah cerai. Untuk Bpk. Febby Ferdianto akan dikonfirmasi ulang oleh pengurus RT 04.
  2. Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo : Bagi warga yang akan mengajukan keberatan terkait Desil bisa ke kantor Kalurahan Pendowoharjo.
  3. Bpk. Supriyadi : Keamanan kampung adalah tanggung jawab seluruh warga
  • Arisan, yang mendapatkan Bpk. Heru Sudjanto
  • Penutup

13 September 2026

Donatur Kanopi Masjid Al-Hidayah

Dalam rangka penggalangan dana untuk kebutuhan pemasangan kanopi di masjid Al-Hidayah Bakalan, berikut jumlah sementara yang terkumpul sampai dengan hari Ahad 13 September 2026 pada saat pengajian Sabilul Huda di rumah Bpk. Nahrowi.

Sumber: Laporan Bendahara

Data ini bersifat sementara, masih bisa bertambah sampai batas akhir pengumpulan hari Kamis 17 September 2026.

Sabilul Huda #7 Bpk. Nahrowi

Pengajian Sabilul Huda putaran ke-7 kembali digelar bertepatan dengan hari Ahad, 13 September 2026 pukul 19.45 WIB. Sebagai tuan rumah kali ini adalah Bpk. Nahrowi di Ngentak. Diawali pembacaan dzikir dan tahlil yang dipimpin langsung oleh Bpk. Ponimin selaku imamudin. Setelahnya, acara rehat sejenak guna memberi kesempatan kepada jamaah untuk menikmati hidangan yang tersaji.

Foto: Heru Sudjanto
Sebagai guru ngaji malam itu adalah Drs. H. Syahroini Djamil dari perum Rotokenongo. Dalam paparannya, pak Roni menekankan pentingnya meneladani sifat Nabi Muhammad melalui selawat serta kewajiban untuk terus mendekati ulama dan ahli hikmah guna menjaga kesucian hati. Selain aspek spiritual, terdapat pesan mendalam mengenai pengasuhan anak yang mendorong generasi muda untuk menjadi pribadi yang kreatif, disiplin, dan religius dalam menghadapi tantangan zaman. Penjelasan juga mencakup ajaran tentang ikhlas dan istiqomah dalam beribadah serta pentingnya keselarasan antara perkataan dan perbuatan dalam kehidupan bermasyarakat. Secara keseluruhan, hal ini merupakan panduan moral bagi jamaah untuk meraih keselamatan dunia dan akhirat melalui ilmu agama yang bermanfaat. Berikut adalah ringkasan isi ceramah beliau:

  • Nasihat untuk Generasi Muda: Menghadapi zaman yang makin rumit dan berliku, generasi muda dinasihati agar tidak berkecil hati. Mereka didorong untuk menjadi pribadi yang kreatif, cerdas, tekun menabung, tangguh, serta ikhlas dalam beribadah.
  • Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW: Jamaah diajak untuk membiasakan membaca salawat (minimal tiga kali setelah salat) sebagai bukti cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Siapa saja yang sungguh-sungguh mencintai beliau dijanjikan akan dibersamakan di surga kelak.
  • Pentingnya Ilmu, Amal, dan Keikhlasan: Mengutip kitab Nashaihul Ibad, penceramah menekankan pentingnya bergaul dengan ulama yang mengamalkan ilmunya (ulama al-'amilin). Berilmu tanpa beramal akan sia-sia, sedangkan beramal tanpa keikhlasan dan istikamah juga tidak bernilai.
  • Keadilan Hukum Tanpa Pandang Bulu: Penegakan hukum harus dilakukan secara adil dan bijaksana, meneladani Rasulullah SAW yang tegas menyatakan akan menegakkan hukum kepada siapa saja tanpa membedakan status atau hubungan keluarga.
  • Mengimani Allah SWT yang Maha Ada: Dalam hal akidah, dijelaskan bahwa Allah SWT Maha Ada meskipun wujud-Nya tidak dapat dilihat dengan mata telanjang di dunia. Beriman dan beribadah tanpa harus melihat wujud fisik merupakan bentuk nikmat hidayah yang sangat besar.
  • Konsep Ihsan dan Menjaga Ketetapan Hati: Penerapan ajaran Ihsan adalah beribadah seolah-olah melihat Allah SWT, atau meyakini bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi kita. Karena kondisi hati (qolbu) manusia sering berbolak-balik, jamaah diimbau untuk selalu memupuknya dengan ilmu serta berdoa memohon ketetapan iman.
Sebagai penutup, Bpk. Rudi Santosa menyampaikan peroleh infak sebesar Rp. 130.000,00. Sedangkan yang mendapatkan undian arisan adalah Bpk. Mustijo di Ngentak.

06 September 2026

Sabilul Huda #6 Bpk. Pono

Edisi ke-6 pengajian Sabilul Huda kembali menjumpai jamaah Ngentak dan Dolikan. Dilaksanakan pada hari Ahad, 6 September 2026 pukul 19.45 WIB. Selaku tuan rumah kali ini adalah Bpk. Pono di Dolikan, meskipun bertempat di mushola Al-Ikhlas.

Foto: Heru Sudjanto
Seperti biasa, setelah dibuka oleh MC acara dilanjutkan pembacaan dzikir dan tahlil dipimpin Bpk. Ponimin selaku imamudin kampung Ngentak dan Dolikan. Setelahnya, acara rehat sejenak guna menikmati hidangan dari shohibul bait. Selama kurang lebih 10 menit, dilanjutkan acara inti berupa pengajian.  

Selaku guru ngaji malam itu adalah Bpk. Muhammad Thoha dari Santan. Beliau memberikan penjelasan Hadis ke-30 dari Kitab Arba'in Nawawi. Secara lebih rinci, pak Thoha menyampaikan hal-hal berikut:

  1. Menjalankan Kewajiban (Fardhu): Allah SWT telah menetapkan perkara-perkara fardhu (seperti salat lima waktu, puasa, zakat, dan haji) yang wajib dijalankan. Jamaah diingatkan untuk tidak meremehkan atau menunda kewajiban agama demi urusan duniawi. Mengerjakan salat di awal waktu mendatangkan ridha Allah, di pertengahan waktu mendapat rahmat-Nya, dan di akhir waktu mendapat ampunan walau dengan kualitas paling rendah.
  2. Menaati Batasan Hukum (Hudud): Allah memberikan batasan-batasan hukum yang tidak boleh dilanggar. Setiap aktivitas dan profesi memiliki batasannya, contohnya pedagang dilarang mengurangi timbangan dan pegawai dilarang korupsi. Setiap tindakan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.
  3. Menjauhi Perkara Haram: Barang atau perbuatan yang sudah jelas diharamkan oleh agama harus dijauhi, seperti larangan memakan bangkai (kecuali bangkai ikan dan belalang yang dihalalkan).
  4. Rahmat Allah dalam Perkara yang Tidak Dijelaskan: Perkara yang tidak disebutkan secara rinci oleh Allah bukanlah karena Allah lupa, melainkan bentuk rahmat dan kasih sayang-Nya. Perbedaan pendapat (ikhtilaf) di antara para ulama/fuqaha dalam menetapkan hukum perihal tersebut merupakan rahmat. Manusia juga dianjurkan untuk tidak memperdebatkan hal-hal di luar jangkauan akal atau kewenangannya.
  5. Hikmah Balasan di Akhirat: Jamaah diingatkan bahwa manusia sering kali gampang berbuat maksiat atau menunda taat karena balasan pahala dan siksaan belum diperlihatkan secara langsung di dunia.
Di penghujung acara, Bpk. Rudi Santosa menyampaikan beberapa hal berikut :
  1. Penggalangan dana untuk pembuatan kanopi masjid Al-Hidayah Bakalan bisa dikumpulkan kepada Bpk. Abdul Rokhimin
  2. Perolehan infak malam itu sebesar Rp. 160.000,00
  3. Undian arisan yang mendapatkan Bpk. Nahrowi di Ngentak

Pernikahan Hanter Hidayat

Foto: Istimewa
Hari bahagia yang ditunggu-tunggupun tiba. Prosesi akad nikah dan resepsi pernikahan (pahargian) antara Hanter Hidayat (putra dari Bapak Supiartana dan Ibu Budiati) dengan Evi Anggraini Puspitasari (putri dari Bapak Syikh Riadiana dan Ibu Margianti) yang berlangsung di Banyu Temumpang, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul.

Rangkaian jalannya kegiatan meliputi:
  • Penyambutan dan Pasrah Tampi Rombongan: Rombongan keluarga pengantin pria yang datang dari Ngentak, Sewon, Bantul disambut hangat oleh pihak keluarga wanita. Perwakilan pihak pria (Bapak Parno) menyampaikan maksud kedatangan untuk menyerahkan calon pengantin pria beserta hantaran/mahar. Penyerahan ini diterima secara resmi oleh perwakilan pihak wanita (Bapak Maruf Cahyadi).
  • Prosesi Akad Nikah: Prosesi ijab kabul dipandu oleh petugas dari KUA Kapanewon Kasihan dan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Ayah kandung pengantin wanita (Bapak Syikh Riadiana) bertindak langsung sebagai wali nikah dengan disaksikan oleh Bapak Eko Sudaryanto dan Bapak Irwanto. Hanter Hidayat mengikrarkan ijab kabul dengan mahar berupa perhiasan emas 10,5 gram serta uang tunai Rp2.696.000.
  • Upacara Adat Panggih: Seusai akad nikah dinyatakan sah, kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian tradisi panggih gaya Surakarta, antara lain penyerahan kembar mayang, balangan gantal (saling melempar sirih), pidakan tigan (menginjak telur), wijik suku (membasuh kaki pengantin pria sebagai wujud bakti), hingga sinduran saat kedua mempelai dituntun orang tua menuju pelaminan.
  • Pahargian dan Ramah Tamah: Mempelai bersanding di pelaminan untuk menerima doa restu dari para tamu undangan agar menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah (SaMaWa) serta lekas dikaruniai momongan. Acara diakhiri dengan santap bersama (dahar walimah) dan ramah tamah yang diiringi hiburan musik/seni.

05 September 2026

Kenduren Doa Bersama Hanter Hidayat

Salah satu warga Ngentak yakni Bpk. Supi Hartono punya hajat menikahkan putera keduanya, Hanter Hidayat. Berkenaan dengan hal tersebut, Pak Supi menyelenggarakan kenduren doa bersama. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu 5 September 2026 pukul 19.30 WIB (bada Isya). Tidak hanya dihadiri bapak-bapak Ngentak, namun juga sebagian warga Dolikan.

Acara dipimpin oleh Bpk. Ponimin selaku imamudin. Sebelum dimulai, bapak-bapak yang hadir berkesempatan menikmati minuman dan snack. Setelahnya, pembacaan dzikir tahlil yang diikuti seluruh hadirin. Usai pembacaan kalimat thoyibah, acara rehat guna menyantap hidangan yang disajikan tuan rumah. 

Seluruh warga Ngentak RT 04 mendoakan semoga acara berjalan lancar sampai hari H. 

30 Agustus 2026

Sabilul Huda #5 Bpk. Robet

Foto: Heru Sudjanto

Menutup bulan Agustus 2026, tepatnya hari Ahad 30 Agustus 2026 pukul 19.45 WIB pengajian Sabilul Huda kembali hadir. Sesuai undian yang mendapatkan arisan, sebagai tuan rumah adalah Bpk. Robet di Ngentak. 

Seperti biasa, acara diawali pembacaaan kalimah thoyibah dzikir dan tahlil. Namun kali ini dipimpin Bpk. Rudi Santosa, karena Bpk. Ponimin masih dalam kondisi sakit. Turut membersamai dalam dzikir pinuwunan ini Bpk. H. Basyrowi selaku guru ngaji yang datang sejak awal. Setelahnya, adalah istirahat guna menikmat hidangan berupa bubur sumsum, snack dan segelas teh panas. 

Acara berikutnya adalah acara inti berupa pengajian. Malam itu pak Basyrowi menyampaikan materi terkait tingkatan syukur nikmat. Di akhir acara, Bpk. Rudi Santosa selaku pembawa acara menyampaikan peroleh infak malam itu sebesar Rp. 160.000,00. Sedangkan yang mendapatkan undian arisan adalah Bpk. Pono di Dolikan.


27 Agustus 2026

Husnul Khotimah di Ngentak

Foto: Heru Sudjanto
Pengajian Husnul Khotimah merupakan kegiatan kajian keagamaan rutin pekanan yang diselenggarakan setiap hari Kamis malam atau malam Jumat. Pengajian ini menjadi wadah kolaborasi erat antar-jamaah dari beberapa masjid di wilayah sekitar, yaitu Masjid Al-Ahda Dagen, Masjid Al-Hidayah Bakalan, Masjid Darul Falah Karanggede dan Masjid Al Istiqomah Ngentak. Selain jamaah dari keempat masjid tersebut, jamaah dari kampung Dolikan juga rutin menghadiri kegiatan ini. Tempat penyelenggaraan pengajian ini dilakukan secara bergilir di antara masjid-masjid anggota kolaborasi tersebut. Sebagai tuan rumah, masjid Al-Istiqomah terjadwal setiap malam Jumat Pahing.

Setiap putaran pengajian berjalan dengan tertib dan khidmat. Acara biasanya dipandu oleh Bpk. Rudi Santosa sebagai pembawa acara. Kegiatan selalu diawali dengan pembacaan dzikir, tahlil atau doa pinuwunan yang dipimpin oleh imamudin kampung setempat. Jika di Ngentak, selaku imamudin adalah Bpk. Ponimin. Sebelum memasuki sesi materi inti, jamaah diberikan waktu rehat sejenak untuk menikmati suguhan teh hangat dan makanan ringan yang disajikan

Narasumber utama atau pengisi tetap dalam pengajian ini adalah Bpk. Drs. H. Syahroini Djamil (Pak Roni) dari perum Rotokenongo. Dalam penyampaianya, beliau menyampaikan materi keagamaan yang bersumber dari kitab-kitab klasik seperti Riyadus Shalihin dan Maraqil Ubudiyyah. Tema yang diangkat sangat aplikatif untuk kehidupan sehari-hari, seperti pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah, mengelola penggunaan api dengan bijak untuk mencegah kebakaran, perumpamaan penerimaan hidayah seperti jenis tanah menyerap air hujan, serta pentingnya keikhlasan dalam mengabdi di masyarakat tanpa perlu menonjolkan diri. Beliau juga pernah mengulas bait syair Lam Yahtalim yang menjelaskan berbagai keistimewaan Nabi Muhammad SAW. Jika Pak Roni berhalangan hadir, posisi pemateri akan digantikan oleh guru ngaji tamu, seperti Bpk. Jamiludin dari Bangunjiwo yang mengulas pelestarian alam, atau Bpk. Ahmad Fauzan dari Wonokromo yang menekankan tuntunan hidup berdasarkan Al-Quran dan sunnah.

Antusiasme jamaah untuk menghadiri pengajian ini sangat tinggi, terutama dari kalangan jamaah putri yang jumlah kehadirannya rutin mendominasi. Dinamika kenyamanan tempat pun terus berkembang seiring waktu. Sebagai contoh, di Masjid Al-Istiqomah Ngentak, pengajian yang biasanya digelar di serambi masjid beralih ke halaman masjid dengan formasi duduk bershaf-shaf yang lebih rapi setelah terpasangnya atap galvalum baru di sisi timur dan utara masjid. Meskipun formasi duduk di halaman ini dinilai membuat jamaah lebih fokus, terdapat masukan bahwa jamaah putra yang terlambat hadir terkadang merasa sungkan bergabung karena harus melewati barisan jamaah putri. 

Kali ini, Kamis 27 Agustus 2026 pengajian Husnul Khotimah digelar di masjid Al-Istiqomah Ngentak RT 04. Karena Bpk. Roni bersamaan acara di luar kota, sebagai pengganti adalah Bpk. Jamaludin.

24 Agustus 2026

Kenduren 1 Tahun Alm. Bpk. Sarjono

 Almarhum Bpk. Sarjono, tidak terasa sudah setahun meninggalkan alam fana. Sebagai pengingat, almarhum meninggal dunia pada tanggal 5 September 2025. Dalam rangka mendoakan almarhum, Ibu Jumidah selaku ahli beserta keluarga menyelenggarakan kenduren.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin 24 Agustus 2026 pukul 19.30 WIB (bada Isya) di rumah almarhum. Acara dibuka oleh Bpk. Ponimin sekaligus memimpin doa. Sedangkan bacaan Yasin dipandu oleh Bpk. Rudi Santosa. Semoga almarhum Bpk. Sarjono dilapangkan kuburnya, meninggal secara husnul khotimah. Aamiin....

Foto: Heru Sudjanto

Kenduren Sedekahan Maulud 2026

Kenduri sedekahan adalah tradisi adat Jawa berupa berkumpul dan doa bersama yang diisi dengan makan bersama sebagai wujud syukur kepada Tuhan serta permohonan berkah dan keselamatan. Tujuannya mengucapkan rasa syukur atau memperingati momen tertentu. Di kampung Ngentak RT 04, kenduri sedekahan dilaksakan lima kali setahun, yakni :

  1. Bulan Rabi'ul Awal/Maulud : Maulid Nabi Muhammad SAW
  2. Bulan Muharram : Hari Asyuro
  3. Bulan Sya'ban : Ruwah
  4. Bulan Ramadhan : Malam Selikur
  5. Bulan Ramadhan : Malam takbir Idul Fitri

Selain itu, kenduri sedekahan juga menjadi momen penting untuk mempererat tali persaudaraan dan hubungan baik antar anggota masyarakat. Di akhir acara, biasanya dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh imamudin atau tokoh agama.

Foto: Heru Sudjanto
Seperti halnya pada hari Senin 24 Agustus 2026, warga Ngentak RT 04 Pendowoharjo Sewon Bantul menggelar sedekahan Maulud. Warga membawa berkat usai sholat Maghrib ke halaman masjid Al- Istiqomah. Setelah dibuka oleh Ketua RT 04 (Bpk. Eko Sudaryanto), acara dilanjutkan tausiyah oleh Bpk. Rudi Santosa terkait profil diri Nabi Muhammad SAW. Setelahnya pembacaan doa oleh Bpk. Ponimin selaku imamudin. Di akhir acara, warga membawa pulang nasih berkat yang sudah diacak urutannya. 

23 Agustus 2026

Sabilul Huda #4 Bpk. Jaswandi

Pengajian Sabilul Huda merupakan kegiatan keagamaan rutin yang diselenggarakan oleh warga Ngentak RT 04, Dagen, Pendowoharjo, Sewon, Bantul. Mengusung arti "Jalan Petunjuk", pengajian ini menjadi pilar utama dalam membina kerohanian warga secara bergiliran dari rumah ke rumah (shohibul bait).

Foto: Heru Sudjanto

Selain menjadi sarana memperdalam ilmu agama (tholabul 'ilmi), Pengajian Sabilul Huda berfungsi sebagai ruang silaturahmi antarwarga untuk memupuk rasa kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial di lingkungan kampung. Kegiatannya berlangsung khidmat dengan diisi pembacaan doa, kajian keagamaan, serta musyawarah warga dalam suasana yang penuh kehangatan.

Edisi keempat kali ini, pengajian dilaksanakan pada hari Ahad 23 Agustus 2026 pukul 19.45 WIB. Sebagai shohibul bait adalah Bpk. Jaswandi, meskipun tempat pelaksanaan di serambi masjid Al-Istiqomah. Seperti biasa, acara pengajian diawali dengan doa bersama, zikir, tahlil, serta selawat untuk mendoakan para pendiri pengajian. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan juga pengumuman dari Kiai Muhammad Thoha mengenai undangan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang akan diselenggarakan hari Rabu, 26 Agustus 2026 di Santan, Pajangan, Bantul. Jamaah diajak untuk terus memupuk rasa cinta (mahabah) kepada Rasulullah SAW, khususnya dengan memperbanyak selawat di bulan Rabiul Awal ini.

Sebagai guru ngaji malam itu adalah Bpk. Muhammd Thoyib dari Sawahan. Dalam penjelasannya, beliau menyampaikan hal-hal berikut :

16 Agustus 2026

Malam Tirakatan HUT ke-81 RI

Ahad 16 Agustus 2026 suasana malam di kampung Ngentak RT 04, Dagen, Pendowoharjo, Sewon, Bantul terasa begitu khidmat dan penuh kehangatan. Warga berbondong-bondong memadati area tempat berkumpul yang telah dihiasi bendera Merah Putih dan lampu hias. Pria, wanita, pemuda, hingga anak-anak duduk bersila di atas tikar, menyatu dalam kesederhanaan untuk menyambut detik-detik peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia melalui tradisi malam tirakatan.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang berkumandang lantang, dipimpin ibu Reni Nur Khoiriyyah. Tidak hanya itu, lagu Hari Merdeka juga dinyanyikan bersama guna membangkitkan rasa bangga dan cinta tanah air di dada setiap warga. Keheningan yang syahdu kemudian tercipta saat doa bersama dipanjatkan Bpk. Rudi Santosa. Seluruh warga menundukkan kepala, mendoakan jasa para pahlawan bangsa yang telah gugur, sekaligus memohon keberkahan, keselamatan, dan kerukunan bagi seluruh warga RT 04 Ngentak ke depannya.

Foto: Heru Sudjanto

Acara dilanjutkan dengan sambutan hangat dari panitia dan ketua RT 04, yang menyelipkan pesan persatuan serta semangat gotong royong. Suasana kekeluargaan semakin terasa saat tumpeng kemerdekaan dipotong dan diberikan kepada Bpk. Ponimin secara simbolis. Selanjutnya ada beberapa penampilan warga diantaranya dari Nicoletta Ghilli Anzeta Kinanthi. Malam itu, dik Kinan menyanyikan sebuah lagu dari Barsena Bestandhi berjudul Ruang Baru. Ada juga penampilan tari dari dik Nakula. Selain itu, juga diumumkan para juara Lomba 17an kategori anak-anak dan antar dasa wisma. Tidak ketinggalan, pembagian doorprize yang ditunggu-tunggu warga sejak awal hadir. 

Yang lebih penting, malam tirakatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momen berharga untuk mempererat tali silaturahmi, meneguhkan rasa kebersamaan dan merawat semangat kemerdekaan di kampung Ngentak RT 04.

Jalan Sehat dan Senam HUT ke-81 RI


Suasana Ahad pagi 16 Agustus 2026 di kampung Ngentak RT 04 Ngentak Dagen Pendowoharjo Sewon Bantul terasa begitu ceria dan dipenuhi semangat kebersamaan. Sejak matahari terbit, warga dari berbagai usia—mulai dari anak-anak yang tampil menggemaskan, pemuda-pemudi yang penuh energi, hingga para kasepuhan—telah berkumpul di titik start di dekat masjid Al-Istiqomah. Bendera kecil yang dikibarkan dan hiasan serba-serbi kemerdekaan yang menghiasi sepanjang jalan RT semakin memeriahkan suasana peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia ini.

Kegiatan diawali dengan penyampaian sepatah kata dari Bpk. Eko Sudaryanto selaku ketua RT 04. Sebagai penanda dibukanya acara, begitu bendera start dikibarkan, langkah kaki warga secara serentak mengalir menyusuri rute jalan sehat yang telah disiapkan panitia. Sambil melangkah santai melintasi jalanan kampung dan area sekitar Ngentak yang asri, tawa dan obrolan hangat menyatu indah dengan udara pagi yang segar. Momen sederhana ini menjadi wadah efektif untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga serta menyalakan kembali jiwa gotong royong dan rasa cinta tanah air.

Setelah melintasi rute yang ditentukan, keceriaan warga berlanjut di garis finish. Sembari istirahat, warga menikmati roti dan minuman yang telah disiapkan. Ada teh panas dan juga air minum putih. Usai dianggap cukup, acara berikutnya adalah senam sehat. Sebagai instruktur adalah ibu Suharni dari Ngentak. Hentakan irama yang menggelegar memacu adrenalin bapak ibu dan seluruh warga mengikuti gerakan senam. Mereka tidak mempedulikan sinar matahari yang mulai panas. Semua tampak bersemangat mengikuti aba-aba. Keringatpun membasahi kaos.
Foto: Istimewa

Rangkaian kegiatan berikutnya adalah santap bersama, berupa soto segar disertai gorengan bakwan dan kerupuk. Sambil menikmati hidangan dan beristirahat sejenak, ketegangan yang menyenangkan mulai terasa saat sesi pengundian doorprize dimulai. Setiap nomor yang dipanggil disambut riuh sorak-sorai dan tepuk tangan meriah. Ada perlengkapan rumah tangga, voucher makan dan lainnya. Meskipun sederhana, namun warga terutama anak-anak terlihat bahagia ketika nomor yang tertera di kupon doorprize, disebut panitia. 

Pembagian doorprize selesai. Namun acara belum selesai. Masih ada beberapa lomba yang siap diikuti oleh warga, yakni balap kerupuk, kaleng terbang dan joget balon. Lomba ini diikuti anak-anak dan bapak ibu perwakilan dasa wisma. Meski terlihat lelah, namun semua menikmati kemeriahan pagi hingga siang hari itu. Rangkaian jalan sehat, senam dan lomba dalam rangka HUT ke-81 RI di RT 04 Ngentak ini tidak hanya meninggalkan hadiah fisik bagi yang beruntung, tetapi juga kenangan manis tentang hangatnya kerukunan dan persatuan warga. MERDEKA !!!

15 Agustus 2026

Sabilul Huda #3 Bpk. Rudi Santosa

Foto: Heru Sudjanto
Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kampung Ngentak tampak bersiap merayakannya. Salah satu kegiatan wajib yang diselenggarakan tiap tahun adalah malam tirakatan, yang dilaksanakan tanggal 16 Agustus malam. Karena tahun ini acara malam tirakatan bersamaan dengan jadwal rutin pengajian Sabilul Huda, maka diajukan menjadi malam Minggu. Tepatnya hari Sabtu 15 Agustus 2026 pukul 19.45 WIB, pengajian Sabilul Huda digelar di rumah Bpk. Rudi Santosa selaku shohibul bait. 

Kali ini, ada beberapa perbedaan dalam pelaksanaannya. Pertama, usai acara pembukaan oleh MC, jamaah menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sambil berdiri sikap sempurna, bapak ibu serta hadirin lainnya melantunkan lagu kebangsaan dengan penuh khidmat. Perbedaan kedua adalah acara inti berupa pengajian dilaksanakan lebih dulu. Hal ini karena Bpk. Muhammad Thoyib selaku guru ngaji malam itu bersamaan acara lainnya. Dalam penjelasannya, pak Thoyib menyampaikan pengajian rutin kali ini sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia, dengan menekankan bahwa cinta tanah air adalah bagian dari iman (hubbul wathon minal iman). Pesan utama ceramah berfokus pada pentingnya menuntut ilmu (tholabul ilmi) sebagai jalan yang dimudahkan Allah menuju surga.

Terdapat lima amalan utama yang diajarkan agar ilmu yang didapat tetap terjaga dan bermanfaat bagi kehidupan:

10 Agustus 2026

Pertemuan Warga #8 @Bpk. Sudiro

Foto: Heru Sudjanto
Pertemuan rutin warga Ngentak RT 04 Dagen Pendowoharjo Sewon Bantul adalah wadah penting untuk menjaga kebersamaan, memperkuat komunikasi dan menyelesaikan persoalan bersama. Melalui forum ini, warga dapat:

  • Membangun kebersamaan: Menyatukan suara dan rasa solidaritas antarwarga.
  • Menyampaikan aspirasi: Memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk berbicara dan didengar.
  • Mengambil keputusan bersama: Menentukan langkah kolektif demi kepentingan kampung.
  • Mengawasi pembangunan: Memastikan program kampung berjalan transparan dan sesuai kebutuhan.
  • Menjaga tradisi: Melestarikan nilai budaya dan adat yang menjadi identitas kampung.
Dengan pertemuan rutin, kampung Ngentak RT 04 tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga ruang hidup yang aktif, harmonis dan penuh partisipasi.

Berkenaan dengan hal tersebut, kembali digelar pertemuan rutin warga malam Selasa Kliwon pada hari Senin 10 Agustus 2026 pukul 20.00 WIB. Pada pertemuan edisi ke-8 ini dilaksanakan di rumah Bpk. Sudiro. 

Hasil Pertemuan :

1. Pembukaan oleh Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo
2. Dzikir Pinuwunan oleh Bpk. Ponimin
3. Laporan Keuangan

  • Bendahara oleh Bpk. Muhammad Khairil Anwar
  • Dana Sosial oleh Bpk. Abdul Rokhimin
  • Jimpitan oleh Bpk. Marwanto

4. Sambutan-sambutan

09 Agustus 2026

Sabilul Huda #2 Ibu Jumidah

Foto: Heru Sudjanto
Edisi kedua pengajian Sabilul Huda kembali digelar pada hari Ahad 9 Agustus 2026 pukul 19.45 WIB. Sesuai yang mendapatkan undian arisan, shohibul bait kali ini adalah ibu Jumidah di Ngentak. Udara dingin sejak bada Maghrib tidak menyurutkan semangat jamaah dari kampung Ngentak dan Dolikan untuk bersama-sama menuntut ilmu.

Seperti rutinitas biasanya, acara diawali pembacaan dzikir dan tahlil yang dipimpin oleh Bpk. Ponimin selaku imamudin. Jamaah yang hadirpun mengikuti dengan khusyuknya. Usai membaca kalimat thoyibah dzikir dan tahlil, acara berikutnya adalah istirahat guna menikmat hidangan yang telah disediakan tuan rumah. 

Memasuki acara inti adalah pengajian. Bpk. Drs. H. Syahroini Djamil selaku guru ngaji malam itu, menyampaikan pentingnya menyelaraskan antara keyakinan batin dan perbuatan nyata, dengan tema utama bahwa iman tidak cukup tanpa dibarengi dengan amal saleh. Mengambil rujukan dari kitab Nasaihul Ibad, Pak Roni menjelaskan mengenai dua hal terbaik dan dua hal terburuk bagi seorang manusia.

Dua Hal Terbaik dalam Hidup:

08 Agustus 2026

Lomba 17-an HUT ke-81 RI

Sabtu sore 8 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB sorak-sorai warga pecah saat aba-aba mulai diteriakkan di jalan dekat masjid Al-Istiqomah Ngentak RT 04.  Suasana sorepun makin riuh oleh gelak tawa penonton yang bersahut-sahutan menyaksikan tingkah para peserta lomba 17 Agustus 2026.

Foto: Heru Sudjanto
Di sisi timur jalan, anak-anak berjuang keras memasukkan pensil yang tergantung bergoyang-goyang ke dalam botol. Ada yang cepat masuk, tapi ada juga yang gagal hingga waktu habis. Setelahnya, dilanjutkan lomba kedua, mereka berusaha memasukkan benang ke dalam jarum. Tampak ada yang grogi karena terdengar tawa riang tetangga. Para orang tua tampak gemas ingin membantu anaknya yang sedang kesulitan memasukkan benang ke dalam lubang jarum yang sangat kecil tersebut.

Itulah sesi lomba anak-anak, yang terlihat begitu semarak. Berikutnya, tiba saatnya perlombaan bagi ibu-ibu dan bapak-bapak. Untuk ibu-ibu, lomba yang dipertandingkan adalah memindahkan karet gelang menggunakan sedotan secara berantai. Lomba ini dilakukan secara beregu antar dasa wisma. Sangat seru. Apalagi saat bapak-bapak yang berlomba. 

Lebih dari sekadar mengejar hadiah, setiap tetes keringat dan tawa yang terlepas hari itu menjadi perekat kebersamaan, menghidupkan kembali semangat gotong royong dan keceriaan kemerdekaan di tengah warga Ngentak RT 04.

Foto: Heru Sudjanto

02 Agustus 2026

Sabilul Huda #1 Bpk. Parman

Keempatpuluh anggota pengajian rutin Sabilul Huda semuanya telah menjadi shohibul bait. Ini berarti dimulainya putaran baru. Berdasarkan informasi dari bendahara, anggota pengajian berkurang 1 yakni Bpk. H. Zainuri dari Ngentak. Putara bari ini, adalah keluarga Bpk. Parman dan ibu Emi yang mengawalinya. Digelar pada hari Ahad, 2 Agustus 2026 pukul 19.45 WIB di kampung Dolikan, Bantul. 

Seperti biasa, setelah dibuka oleh pembawa acara, dilanjutkan pembacaan dzikir pinuwunan yang dipimpin oleh Bpk. Ponimin selaku imamudin. Tanpa terkecuali semua jamaah nampak khusyu' mengikuti bacaan kalimat thoyibah tersebut. Setelahnya, acara rehat sejenak guna menikmati hidangan segelas teh hangat dan snack. 

Foto: Heru Sudjanto
Setelah dianggap cukup, berikutnya adalah acara inti berupa pengajian. Sebagai guru ngaji malam itu adalah Bpk. Muhammad Thoha dari Santan. Beliau menyampaikan amalan-amalan seorang muslim disertai contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Di penghujung acara, Bpk. Rudi Santosa selaku pembawaa acara menyampaikan perolehan infak sebesar Rp.  Adapun rekap peroleh infak bisa dicermati di sini. 

01 Agustus 2026

Logo HUT Ke-81 Kemerdekaan RI

PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL
SEKRETARIAT DAERAH
Jl. Robert Wolter Monginsidi No. 1 Bantul 55711 Telp: 0274 367 509 ;
Fax: 0274 368 078, www.bantulkab.go.id

SURAT EDARAN
NOMOR : B/400.14.1.1/05448/KESBANGPOL
TENTANG
PENYAMPAIAN TEMA, LOGO, DAN PARTISIPASI MENYEMARAKKAN PERINGATAN HARI ULANG TAHUN KE-81 KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2026

Yth.

  1. Kepala Perangkat Daerah se-Kabupaten Bantul;
  2. Panewu se-Kabupaten Bantul;
  3. Lurah se-Kabupaten Bantul;
  4. Pimpinan Instansi Vertikal, BUMN, BUMD, Lembaga Pendidikan, Organisasi Kemasyarakatan, Organisasi Profesi, Dunia Usaha; dan
  5. Seluruh Masyarakat Kabupaten Bantul.
di Tempat

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 serta menindaklanjuti pedoman penyelenggaraan Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dari Pemerintah Pusat, disampaikan hal-hal sebagai berikut:

A. Tema Peringatan
Tema Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 adalah "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Tema, Logo, dan Pedoman Identitas Visual Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 dapat diunduh pada laman https://logohutri.istanapresiden.go.id.
B. Penggunaan Logo dan Identitas Visual

  1. Seluruh Perangkat Daerah, Kapanewon, Kalurahan, instansi, lembaga, sekolah, dunia usaha, dan masyarakat agar menggunakan logo resmi HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada berbagai media publikasi.
  2. Logo beserta pedoman identitas visual digunakan secara utuh sesuai ketentuan yang telah ditetapkan Pemerintah Republik Indonesia.
  3. Penggunaan logo dapat diterapkan pada:
  • Spanduk dan baliho;
  • Umbul-umbul;
  • Media sosial;
  • Website;
  • Surat menyurat;
  • Backdrop kegiatan;
  • Videotron; dan
  • Media publikasi lainnya.

Agenda 17-an HUT ke-81 RI

 


30 Juli 2026

Kenduren 100 Hari Almh Ibu Tuminem

Foto: Heru Sudjanto

 Almarhumah ibu Tuminem, atau ibu Hadi Prayitno, tidak terasa sudah 100 hari meninggalkan alam fana. Berkenaan dengan hal tersebut, ahli waris almarhumah Ibu Tuminem menyelenggarakan kenduren. Kegiatan ini bertujuan mendoakan almarhumah, agar mendapatkan husnul khotimah. 

Berdasarkan informasi dari group WA kampung, acara kenduren ini dilaksanakan pada hari Kamis 30 Juli 2026 pukul 18.00 WIB (bada Maghrib) bertempat di rumah Bpk. M. Edy Yulianto. Sebelum acara dimulai, bapak-bapak warga Ngentak yang hadir dipersilakan menikmati hidangan berupa snack dan segelas teh panas. Setelahnya pembacaan surat Yasin dipimpin Bpk. Rudi Santosa diikuti seluruh hadirin. Usai pembacaan surat Yasin, dilanjutkan dzikir pinuwunan yang dipimpin Bpk. Ponimin selaku imamudin. 

Almarhumah ibu Tuminem meninggal dunia pada hari Rabu, 22 April 2026. Semoga amal ibadah almarhumah diterima di sisi Allah SWT. Aamiin.....

26 Juli 2026

Sabilul Huda #40 @Bpk. Parno

Foto: Heru Sudjanto
 Di tengah udara dingin yang menusuk kulit, pengajian Sabilul Huda tetap digelar sepekan sekali. Edisi ke-40 kali ini dilaksanakan pada hari Ahad 26 Juli 2026 pukul 19.45 WIB. Sebagai tuan rumah atau shohibul bait adalah Bpk. Parno di Ngentak.

Sesuai agenda, acara dibuka dengan bacaan basmallah. Setelahnya, dzikir pinuwunan yang langsung dipimpin Bpk. Ponimin selaku imamudin. Pada sesi ini, jamaah terlihat khusyuk mengikuiti bacaan. Tetapi ada juga yang sambil memejamkan mata karena terkantuk-kantuk. Usai pembacaan kalimat thoyibah, acara dihentikan sejenak guna menikmati segelas teh panas dan snack. 

Kurang lebih sepuluh menit jeda istirahat, acara dilanjutkan guna mendengarkan tausiyah yang disampaikan oleh Bpk. H. Basyrowi dari Dukuh. Dalam penjelasannya, pak Bas menyampaikan materi terkait nikmat berkah. Di sela-sela paparannya, pak Bas memberikan contoh-contoh nyata disertai humor segar yang menambah kemeriahan suasana.

Di penghujung acara, Bpk. Rudi Santosa selaku pembawa acara menyampaikan informasi perolehan infak serta yang mendapatkan undian arisan. 

25 Juli 2026

Koordinasi Persiapan 17-an

Bulan Agustus 2026 segera tiba. Itu berarti perayaan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia sudah di depan mata. Beberapa wilayah sudah terlihat bendera merah putih serta umbul-umbul. Bagaimana di kampung Ngentak RT 04 Dagen Pendowoharjo Sewon Bantul ?

Foto: Heru Sudjanto

Tidak mau kalah, pemuda dan pengurus kampung  Ngentak RT 04 siap memeriahkan agenda tahunan ini. Meski agak terlambat, Ketua RT 04 menyelenggarakan rapat koordinasi pada hari Sabtu, 25 Juli 2026 pukul 19.30 WIB di serambi masjid Al-Istiqomah. Hasil dari pertemuan tersebut :

  1. Ketua panitia Sdr. Muhammad Saiful, dibantu bapak-bapak muda di beberapa seksi
  2. Tetap diadakan perlombaan 17-an dengan menyesuaikan anggaran
  3. Penarikan dana ke warga berpedoman pada klasifikasi kegiatan syawalan
  4. Selain penarikan dana ke warga, juga iuran dari dasa wisma, kas RT
  5. Hari Senin 27 Juli 2026 malam, akan dilakukan pemasangan bendera merah putih
  6. Konsumsi kegiatan malam tirakatan berupa snack
  7. Kegiatan jalan sehat, senam dan malam tirakatan diselenggarakan dalam 1 hari hari Minggu 16 Agustus 2026
Diundang dalam acara rapat koordinasi tersebut antara lain :
1. Eko Sudaryanto
2. Abdul Rokhimin 
3. Agus Pranoto
4. Andrianto 
5. Anton Setiyawan 
6. Bagus Satria Widiantoro 
7. Bayu Riyantoro 
8. Hardianto 
9. Heru Mardani 
10. Heru Sudjanto 
11. Muh. Khairil Anwar
12. Muh. Rifai 
13. Muh. Sigit Nurcahyo
14. Parjiyono 
15. Parno 
16. Rudi Santosa 
17. Supriyadi 
18. Wahuda 
19. Ketua Dasa Wisma Ontorejo 
20. Ketua Dasa Wisma Ongko Wijoyo 
21. Ketua Dasa Wisma Ontoseno
22. Pemuda

23 Juli 2026

Pengajian Husnul Khotimah di Ngentak

Pengajian rutin pekanan Husnul Khotimah kembali digelar di masjid Al-Istiqomah Ngentak RT 04. Tepatnya dilaksanakan pada hari Kamis, 23 Juli 2026 pukul 19.30 WIB. Kegiatan ini merupakan kerjasama jamaah dari :

  1. Masjid Al Ahda Dagen
  2. Masjid Al Hidayah Bakalan
  3. Masjid Darul Falah Karanggede
  4. Masjid Al Istiqomah Ngentak
Selain dari keempat masjid tersebut, juga hadir secara rutin jamaah dari kampung Dolikan Bantul. Sebagai guru ngaji tetap, malam itu diisi oleh Bpk. Drs. H. Syahroini Djamil dari perum Rotokenongo.

Pengajian rutin majelis Husnul Khotimah diawali dengan suasana penuh khidmat melalui lantunan sholawat yang mengagungkan Nabi Muhammad SAW sebagai pelita dan rahmat bagi seluruh alam. Setelah pembukaan doa bersama, pak Roni menyampaikan pesan-pesan moral dan agama yang berakar pada kitab Riyadus Shalihin, diselingi dengan pengalaman pribadi dan interaksi akrab bersama jamaah.

Foto: Heru Sudjanto
Salah satu poin utama yang disampaikan adalah mengenai kewaspadaan terhadap api. Mengacu pada hadits Nabi tentang peristiwa kebakaran di Madinah, penceramah mengingatkan bahwa api bisa menjadi "musuh" jika manusia tidak berhati-hati. Jamaah disarankan untuk mengelola penggunaan api dan lampu dengan bijak, terutama saat hendak tidur, guna menghindari bahaya kebakaran.

Lebih lanjut, beliau juga menjelaskan perumpamaan ilmu dan hidayah yang dibawa oleh Rasulullah SAW seperti hujan yang turun ke bumi. Ia menggambarkan bahwa respons manusia terhadap hidayah terbagi dalam beberapa golongan, layaknya jenis tanah: ada tanah subur yang menyerap air dan menumbuhkan tanaman (orang yang menerima dan mengamalkan ilmu), serta ada tanah berbatu yang tidak bisa menyerap air (orang yang menutup diri dari petunjuk). Dalam konteks ini, penceramah juga menyinggung tentang keistimewaan air, seperti air zamzam, serta penelitian yang menunjukkan bahwa air dapat bereaksi secara positif terhadap doa dan kata-kata baik.

Di bagian akhir, Pak Roni menekankan pentingnya keikhlasan dalam berorganisasi dan bermasyarakat, baik sebagai pengurus RT maupun takmir masjid. Penceramah mengingatkan bahwa mengabdi di masyarakat sering kali penuh tantangan dan kritik, sehingga diperlukan hati yang lapang. Ia mengajak jamaah untuk terus konsisten berbuat baik dan bersedekah secara tulus, tanpa perlu menonjolkan diri, sebagaimana istilah "Hamba Allah" yang sering digunakan untuk menjaga kerahasiaan amal agar tetap bernilai pahala di sisi Allah SWT.

20 Juli 2026

Sabilul Huda #39 @Bpk. Thoyib

Pengajian rutin pekanan Sabilul Huda kali ini berbeda. Tidak seperti biasa, karena tempat pengajian tidak di Ngentak ataupun Dolikan, tetapi di Sawahan. Ya, karena sebagai tuan rumah adalah Bpk. Muhammad Thoyib. Dilaksanakan pada hari Ahad 19 Juli 2026 pukul 19.45 WIB, jamaah sudah standby di mushola beliau.

Foto: Heru Sudjanto
Seperti biasa, acara diawali dengan pembacaan dzikir dan tahlil. Namun kali ini dipimpin oleh Bpk. Rudi Santosa, karena Bpk. Ponimin berhalangan hadir. Setelahnya, hadirin diperkenankan menikmat hidangan berupa bakso, snack dan segelas teh panas.
Sebagai guru ngaji malam itu, adalah Bpk. Fikri selaku anak kandung Bpk. Muhammad Thoyib. Hal ini karena Bpk. Thoyib bersamaan kegiatan wisata religi ke Jawa Barat. Dalam uraiannya, Bpk. Fikri menjelaskan tentang bahaya fitnah di masa sekarang. 
Di akhir acara, Bpk. Rudi Santosa menyampaikan perolehan infak. Sedangkan yang mendapat undian arisan adalah Bpk. Parno dari Ngentak. 

19 Juli 2026

Lebih dari Sekadar Bersih-Bersih Masjid

Foto: Heru Sudjanto
Suasana Ahad pagi biasanya adalah potret ketenangan. Namun kali ini tidak. Tanggal 19 Juli 2026 sejak matahari baru saja mengintip, keriuhan sudah pecah di masjid Al-Istiqomah Ngentak RT 04 Dagen Pendowoharjo Sewon Bantul. Bukan keriuhan karena perdebatan, melainkan suara langkah kaki, gesekan sapu, dan tawa yang menyelinap di antara debu-debu yang beterbangan. Ada pemandangan yang tak biasa: kabel-kabel yang semrawut ditarik, kipas angin diturunkan dengan hati-hati, dan para "tukang listrik" dadakan yang bekerja dengan sangat jos. Ya, para takmir sedang bahu-membahu membersihkan lingkungan masjid.

Kegiatan kerja bakti ini adalah sebuah panggung di mana sejarah lama dan candaan segar bertemu di bawah atap yang sama. Masjid, dalam momen seperti ini, berubah menjadi lebih dari sekadar tempat sujud; ia menjadi museum hidup yang menyimpan memori kolektif takmir. Di balik tumpukan barang usang dan debu yang "kebur," tersimpan berbagai kejutan yang membuat kerja keras fisik ini terasa seperti sebuah perayaan komunitas yang hangat.

Di salah satu sudut yang jarang tersentuh, takmir menemukan deretan piala yang tertutup debu tebal. Setelah dibersihkan dengan kain lap, piala-piala itu mulai menampakkan identitasnya. Mereka adalah saksi bisu dari prestasi jamaah di masa lampau, bukti bahwa semangat berkompetisi dan berorganisasi di lingkungan ini telah mendarah daging sejak lama.

18 Juli 2026

100 Hari Alm. Bpk. Kamdani

Foto: Wahuda
Kenduren bagi masyarakat Jawa adalah tradisi selamatan yang berfungsi sebagai sarana doa bersama, wujud syukur, serta mempererat solidaritas sosial dan gotong royong. Acara ini bukan sekadar makan bersama, tetapi juga simbol kebersamaan, kontrol sosial, dan penghormatan terhadap leluhur. Demikian juga kenduren yang dilaksanakan keluarga Bpk. Samsudin pada hari Sabtu, 18 Juli 2026 pukul 19.30 WIB. Maksud diadakan kenduren tersebut dalam rangka mendokan almarhum Bpk. Muh. Kamdani, yang meninggal dunia kurang lebih 100 hari yang lalu.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Bpk. Ponimin selaku imamudin kampung Ngentak RT 04. Semoga almarhum Bpk. Muh. Kamdani meninggal secara husnul khotimah.

16 Juli 2026

Pertemuan Takmir @Bpk. Parno

Foto: Supriyadi
Takmir masjid adalah sekelompok orang atau organisasi yang diberi amanah untuk mengelola, memakmurkan, dan mengembangkan fungsi masjid, baik dalam aspek ibadah, pendidikan, sosial, maupun administrasi, sehingga masjid dapat menjadi pusat pembinaan umat dan pelayanan masyarakat. Tak hanya itu, takmir masjid juga bertanggung jawab atas pengelolaan, pemeliharaan, dan penyelenggaraan seluruh kegiatan masjid agar berfungsi secara optimal sebagai tempat ibadah dan pusat kegiatan keislaman.

Berkenaan dengan itulah, maka takmir masjid perlu mengadakan pertemuan rutin. Pertemuan rutin merupakan sarana koordinasi, evaluasi, dan perencanaan untuk mewujudkan pengelolaan masjid yang amanah, tertib, transparan, serta semakin memakmurkan masjid dan memberi manfaat bagi jamaah. 

Alasan Pentingnya Pertemuan Rutin Takmir Masjid

  1. Menyatukan visi dan koordinasi pengurus dalam mengelola kegiatan masjid.
  2. Mengevaluasi pelaksanaan program agar berjalan lebih efektif.
  3. Menyusun rencana kegiatan keagamaan dan sosial secara terarah.
  4. Menyelesaikan permasalahan yang muncul melalui musyawarah.
  5. Meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan dan aset masjid.
  6. Mempererat silaturahmi serta kekompakan antar pengurus.
  7. Mendorong partisipasi jamaah melalui program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
  8. Menjaga keberlangsungan dan kemakmuran masjid secara berkelanjutan.
Demikian juga dengan takmir masjid Al-Istiqomah Ngentak RT 04 yang secara rutin setiap malam Jumat Kliwon menggelar koordinasi. Kali ini koordinasi dilaksanakan pada hari Kamis 16 Juli 2026 pukul 20.00 WIB di rumah Bpk. Parno.

Hasil Pertemuan

1. Pembukaan oleh Bpk. Heru Sudjanto
2. Dzikir pinuwunan oleh Bpk. Ponimin
3. Laporan Keuangan oleh Bpk. Abdul Rokhimin

Sumber: Laporan Bendahara
4. Sambutan Ketua Takmir oleh Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo

  • Ucapan terimakasih atas kehadiran
  • PR yang belum terlaksana pemasangan 2 kipas angin. Target: Sebelum pengajian malam Jumat Pahing sudah terpasang.
  • KUA Kapanewon Sewon memfasilitasi pengecekan arah kiblat
  • Apakah ada rencana terkait Hari Maulid Nabi Muhammad SAW tanggal 25 Agustus 2026
5. Kultum oleh Bpk. Rudi Santosa

Tiga golongan manusia yang menjadi penghalang azab Allah di muka bumi:

Berdasarkan Hadis Qudsi riwayat Al-Bayhaqi, Allah SWT sebenarnya berkehendak untuk menurunkan azab kepada penduduk dunia karena kondisi moral yang sudah rusak. Namun, azab tersebut tidak jadi diturunkan karena adanya tiga kelompok manusia yang menjadi penghalangnya:

  • Orang yang memakmurkan masjid: Mereka yang aktif mengurus, mengisi, dan meramaikan masjid dengan berbagai kegiatan ibadah dan jamaah.
  • Orang yang saling menyayangi: Mereka yang menjaga hubungan baik, rukun, dan saling mengasihi satu sama lain tanpa adanya pertikaian atau permusuhan.
  • Orang yang memohon ampunan di waktu sahur: Mereka yang bangun di malam hari untuk beribadah (seperti tahajud) dan beristighfar memohon ampunan kepada Allah di waktu sahur sebelum fajar.

Selama ketiga golongan ini masih ada, terutama mereka yang aktif memakmurkan masjid dan menjaga kerukunan, maka azab Allah akan dialihkan dan penduduk bumi dapat merasakan ketenteraman hidup.

6. Lain-lain

  • Bpk. Sudiro : Triplek slintru mohon diganti dengan yang baru
  • Bpk. Supriyadi : Backdrop diganti yang baru dan dibingkai agar terlihat bagus dan kokoh
  • Bpk. Eko Sudaryanto : Lingkungan masjid harap ditata dan dibersihkan, misal di samping kamar mandi, gudang dll

7. Arisan, yang mendapatkan Bpk. Rudi Santosa
8. Penutup