07 Mei 2026

Pertemuan Takmir @Bpk. Sigit Nurcahyo

Foto: Heru Sudjanto
Jajaran takmir masjid Al-Istiqomah Ngentak RT 04 kembali menggelar pertemuan. Rutinitas selapan sekali setiap malam Jumat Kliwon kali ini dilaksanakan pada hari Kamis 7 Mei 2026 pukul 20.05 WIB. Sebagai shohibul bait adalah Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo.

Hasil Pertemuan :

1. Pembukaan oleh Bpk. Heru Sudjanto
2. Dzikir Pinuwunan oleh Bpk. Ponimin
3. Laporan Keuangan oleh Bpk. Abdul Rokhimin

Sumber: Laporan Bendahara
4. Sambutan Ketua Takmir oleh Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo
  • Ucapan terimakasih atas kehadiran
  • Tetenger masjid sudah dipasang di tembok masjid sisi timur. Tidak ada biaya pembuatan.
  • Persiapan pembentukan panitia Idul Adha 1447 H
5. Kultum oleh Bpk. Rudi Santosa
6. Lain-lain
  • Bpk. Mustijo : Ampli dan horn masjid yang dulu sumbangan dari kampung, usul agar pengelolaannya dikembalikan ke kampung lagi.
  • Heru Sudjanto : Pembagian voucher kacamata baca secara gratis
  • Pembentukan panitia Idul Adha hari Selasa 12 Mei 2026. Susunan panitia sama dengan tahun sebelumnya.
7. Arisan, yang mendapatkan Bpk. Mustijo
8. Penutup

03 Mei 2026

Sabilul Huda #28 @Bpk. Senin

 Memasuki putaran ke-28 pengajian rutin pekanan Sabilul Huda kembali digelar. Kegiatan ini dilaksanakan hari Ahad, 3 Mei 2026 pukul 19.30 WIB di rumah Bpk. Senin di Dolikan. Setelah dibuka oleh pembawa acara, acara dilanjutkan pembacaan dzikir pinuwunan yang dipimpin oleh Bpk. Ponimin selaku imamudin kampung Ngentak RT 04. Jamaahpun mengikuti dengan lancar dan khusyu'. Setelahnya, acara rehat sejenak guna menikmati hidangan yang sudah disediakan tuan rumah berupa segelas teh panas, snack dan nasi boks.

Foto: Heru Sudjanto

Usai acara istirahat, dilanjutkan acara inti berupa pengajian yang disampaikan oleh Bpk. Muhammad Thoyib dari Sawahan. Dalam uraiannya, beliau menyampaikan Tiga Perkara yang Dicintai Allah. 

1.  Badlul Istitho'ah (Mencurahkan Kemampuan untuk Taat).

Hamba yang mengerahkan segala kekuatannya untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah, baik ibadah langsung (salat, puasa) maupun ibadah sosial karena manusia adalah makhluk sosial. Pentingnya istikamah dalam menuntut ilmu (Tholabul Ilmi) dan mempraktikkan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

2.  Wal Bukau 'Indan Nadhamah (Menangis Saat Menyesali Maksiat)

Allah sangat mencintai hamba yang memiliki rasa sedih dan menangis ketika menyadari telah melakukan kesalahan atau maksiat. Pentingnya segera beristigfar dan merasa susah hati saat tergoda oleh kemaksiatan mata atau hal lainnya di dunia yang penuh cobaan ini.

3.  Was Sobru 'Indal Faqoh (Sabar Saat Mengalami Kekurangan/Hajat).

Sabar dan tetap istikamah dalam kebaikan meskipun dalam keadaan sulit atau memiliki kebutuhan yang mendesak. Tetap teguh menjauhi larangan agama (seperti mencuri atau bergunjing) meski dalam kondisi apa pun

Selain itu, pak Thoyib juga memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari antara lain :

  • Adab dan Tata Krama: Kiai Muhammad menekankan pentingnya menjaga tata krama Jawa (seperti cara duduk yang sopan bagi pria dan wanita) sebagai bagian dari akhlak yang baik.
  • Pentingnya Rida Orang Tua & Istri: Beliau mengingatkan bahwa rida Allah terletak pada rida orang tua (Ridholloh fi ridhol walidain). Selain itu, kesuksesan seorang suami tidak lepas dari doa dan dukungan istri di rumah.
  • Pendidikan Anak: Orang tua wajib memuliakan anak dengan memberikan pendidikan agama yang baik agar mereka menjadi anak saleh/salehah. Anak yang saleh adalah satu dari tiga amal yang tidak terputus setelah manusia meninggal dunia.
  • Fikih Praktis: Dalam ceramah juga disisipkan penjelasan mengenai sunah-sunah dalam salat, seperti empat tempat untuk mengangkat tangan (saat takbiratul ihram, hendak rukuk, bangun dari rukuk, dan bangun dari tahiyat awal).

Ceramah ditutup dengan ajakan untuk selalu menjaga hati agar tetap bersih dari "penyakit" dan selalu mendapatkan hidayah Allah SWT.

Di akhir acara, Bpk. Rudi Santosa selaku pembawa acara menyampaikan peroleh infak sebesar Rp. 150.000,00. Sedangkan yang mendapat undian arisan adalah Bpk. Mardiyanto di Ngentak.

Kerja Bakti Bersih-bersih Jalan

Foto: Heru Sudjanto
Sesuai kesepakatan saat pertemuan warga, hari Minggu pagi yang cerah, 3 Mei 2026 suasana kampung Ngentak RT 04 tampak lebih hidup dari biasanya. Sejak pukul 06.30 WIB, warga mulai berdatangan di selatan rumah Bpk. Purwoko dengan membawa peralatan sederhana seperti cangkul, sapu lidi, arit, dan karung. Semangat kebersamaan terlihat jelas di wajah setiap warga yang berkumpul di sepanjang jalan kampung yang membelah sawah tersebut.

Kegiatan kerja bakti dimulai dengan membersihkan rumput liar di pinggir jalan. Sementara yang lain menyapu sampah dan mengangkatnya ke tempat-tempat tertentu. Selama kegiatan berlangsung, canda dan tawa sesekali terdengar, mempererat hubungan antarwarga. Selain menjaga kebersihan lingkungan, kerja bakti ini juga menjadi ajang silaturahmi yang memperkuat rasa persatuan.

Menjelang pukul 10.00 WIB, kegiatan pun selesai. Kini, jalan kampung terlihat lebih bersih, rapi, dan nyaman dilalui. Warga kemudian berkumpul sejenak untuk menikmati hidangan sederhana yang telah disiapkan. Dengan penuh rasa puas, mereka kembali ke rumah masing-masing, membawa semangat kebersamaan yang terus terjaga di tengah kehidupan kampung Ngentak RT 04.

27 April 2026

Pertemuan Warga #5 @Bpk. Hardianto

Foto: Heru Sudjanto

Edisi kelima pertemuan warga kampung Ngentak RT 04 Dagen Pendowoharjo Sewon Bantul kembali digelar. Bertempat di rumah Bpk. Hardianto, kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin 27 April 2026 pukul 20.00 WIB. Karena saat itu bersamaan acara, beberapa warga ijin tidak hadir antara lain Bpk. Ponimin, Bpk. Rudi Santosa dan lainnya. 

Hasil Pertemuan :

1. Pembukaan oleh Bpk. Heru Sudjanto
2. Dzikir Pinuwunan oleh Bpk. Parno
3. Laporan Keuangan

  • Bendahara (Bpk. Muhammad Khairil Anwar) : Saldo Rp. 6.930.700,00 ditambah saldo kegiatan syawalan sebagai modal awal tahun berikutnya
  • Dana sosial : Pengeluaran untuk tali asih (Bpk. Kamdani, ibu Tuminem dan Sdr. Mukhlis). Saldo sebesar Rp. 685.000,00
  • Jimpitan : Masuk Rp. 600.000,00
4. Sambutan Ketua RT 04 (Bpk. Eko Sudaryanto)
  • Ucapan terimakasih atas kehadiran
  • Laporan perbaikan jalan aspal menggunakan dana dari donatur sebesar Rp. 650.000,00 dan donatur material. Sisa anggara Rp. 61.500,00
  • Titipan dari Bpk. Gianto (warga yang membeli lahan Bpk. Purwoko) sebesar Rp. 1.000.000,00
  • Kerja bakti hari Ahad Kliwon 3 Mei 2026 pukul 07.00 WIB lokasi di selatan Bpk. Purwoko
5. Lain-lain :
  • Bpk. Parno : Pengerjaan gerobak sudah selesai tinggal pengecetan. Usul : Jika dipinjam warga ada biaya sebesar Rp. 10.000,00
  • Keranda sudah dibelikan terpal
6. Arisan : yang mendapat Bpk. Susanto
7. Penutup

26 April 2026

Sabilul Huda #27 @Bpk. Abdul Rokhimin

Foto: Heru Sudjanto

Sesuai yang mendapatkan undian arisan, pengajian Sabilul Huda urutan ke-27 bertempat di rumah Bpk. Abdul Rokhimin. Acara ini dilaksanakan pada hari Minggu 26 April 2026 pukul 19.45 WIB. Sebagai guru ngaji malam itu adalah Bpk. Drs. H. Syahroini Djamil dari Perum Rotokenongo. Dalam paparannya beliau menyampaikan hal berikut.

1. Keutamaan Sifat Welas Asih (Kasih Sayang)

Hadis Utama: Ustaz membahas hadis tentang orang-orang yang memiliki sifat kasih sayang (Ar-rahimuna). Siapa pun yang menyayangi makhluk di bumi, maka ia akan disayangi oleh Allah yang Maha Penyayang dan para malaikat di langit.

Cakupan Kasih Sayang: Kasih sayang tidak hanya diberikan kepada sesama manusia (Bani Adam), tetapi juga kepada hewan yang tidak diperintahkan untuk dibunuh.

2. Adab Terhadap Hewan dan Lingkungan

Menyembelih dengan Ihsan: Saat menyembelih hewan (seperti sapi atau kambing), pisau harus benar-benar tajam agar hewan tidak merasa sakit berlebihan. Jika disembelih sesuai syariat, dagingnya akan lebih berkualitas dan awet.

Larangan Menyiksa: Ustaz mengingatkan agar tidak menyiksa hewan, seperti memukul kepala lele atau menyakiti hewan saat istri sedang hamil, karena setiap makhluk bisa "mengadu" kepada penciptanya.

Tumbuhan pun Bertasbih: Mengacu pada Al-Qur'an, pohon-pohon yang bergoyang sebenarnya sedang bertasbih kepada Allah, sehingga kita harus memperlakukan alam dengan baik.

3. Pelajaran dari Kisah Ulama

Imam Ghazali dan Seekor Lalat: Diceritakan dalam mimpi seseorang, Imam Ghazali masuk surga bukan karena tumpukan ibadahnya, melainkan karena rasa kasihannya saat melihat seekor lalat yang hinggap di tintanya. Ia berhenti menulis sejenak agar lalat tersebut bisa minum dengan tenang.

Pelacur yang Diampuni: Ustaz juga menyinggung hadis sahih tentang seorang pelacur yang diampuni dosanya oleh Allah hanya karena memberikan minum kepada seekor anjing yang kehausan.

4. Nasihat Spiritual

Jangan Meremehkan Amal Kecil: Kita tidak boleh membanggakan ibadah yang banyak, dan jangan pula meremehkan amal yang terlihat sepele. Bisa jadi amal kecil yang dilakukan dengan ikhlas itulah yang mendatangkan rahmat Allah.

Sebab Husnul Khatimah: Salah satu cara mendapatkan akhir yang baik (husnul khatimah) adalah dengan melanggengkan doa untuk keselamatan dan kemuliaan umat Nabi Muhammad SAW. Acara ditutup dengan pesan agar jemaah saling mengingatkan dalam kebaikan, menjaga kesehatan, dan terus menuntut ilmu agar mendapatkan bekal jariah untuk di akhirat nanti.

Di akhir acara, Bpk. Rudi Santosa selaku pembawa acara menyampaikan perolehan infak. Sedangkan yang mendapatkan undian arisan adalah Bpk. Senin di Dolikan.

22 April 2026

Tahlilan untuk Almh. Ibu Tuminem

Dalam rangka mendoakan almarhumah Ibu Tuminem (Hadi Prayitno), pihak ahli waris menyelenggarakan kenduren atau tahlilan. Kenduren hari pertama dilaksanakan pada hari Rabu 22 April 2026 bada Isya'. Acara diawali dengan pembacaan surat Yasin dipimpin oleh Bpk. Muhammad Thoyib. Setelahnya, Bpk. Ponimin selaku imamudin memimpin pembacaan dzikir dan tahlil kalimat thoyibah. Sebagai penutup adalah pembacaan doa yang dipimpin kembali oleh Bpk. Muhammad Thoyib. Seluruh hadirin nampak khusyu mengikutinya.

Foto: Heru Sudjanto

Sugeng Tindak mBah Hadi

Duka mendalam dirasakan warga Ngentak RT 04. Belum genap 2 minggu meninggalnya Bpk. Kamdani, salah seorang warganya meninggal dunia lagi. Ibu Tuminem atau yang lebih akrab disapa ibu Hadi Prayitno menghembuskan nafas terakhir pada hari Rabu, 22 April 2026 sekitar pukul 10.00 WIB di rumah almarhumah. Almarhumah meninggal dunia dalam usia 83 tahun setelah sakit tua beberapa waktu. 

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, almarhum dimakamkan hari itu juga, Rabu 22 April 2026 pukul 16.00 WIB di makam Jangkang Ngentak. Berdasarkan informasi yang disampaikan pembawa acara saat upacara pemberangkatan jenazah, akan diadakan tahlilan selama 3 malam di rumah duka.

Seluruh warga Ngentak ikut berduka cita, semoga almarhumah Ibu Tuminem husnul khotimah. Keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan dapat melanjutkan cita-cita almarhumah.

Foto: Supriyadi

Ny. Hadi Prayitno Meninggal Dunia

INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROOJI’UN

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sampun kapundhut wangsul wonten ngarsanipun Gusti Ingkang Maha Agung:

Almarhumah Tuminem (Nyi Hadi Prayitno)
Dumugi yuswo 83 tahun

Rikolo dinten : Rabu Wage, 22 April 2026
Wanci tabuh : 10.00 WIB

Pamethaking layon kaangkah:

Dinten : Rabu Wage, 22 April 2026
Wanci tabuh : 16.00 WIB
Saking griyo dhuhkito : Ngentak RT 04 Dagen Pendowoharjo Sewon Bantul
Wonten : Makam Jangkang

Nglenggana hambok bilih rikolo sugengipun almarhumah hanggadahi kalepatan dhumateng panjenengan sedaya, kapareng kulo sakulowarga ingkang nyuwunaken pangapunten.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Ingkang nandang dhuhkito:

ANAK:

  • Iswanto / Jariah
  • Purwanto / Kastini
  • (Alm. Triyanto) / Nurlela
  • (Alm. Purwanti) / Sumiyadi
  • Sri Astuti / Mustijo
  • Sri Widianti / Teguh
  • Edi Yulianto / Andini
  • Sedoyo Keluargo

20 April 2026

Sabilul Huda #26 @Bpk. Parjiyono

Seakan tidak pernah berhenti menebar manfaat, pengajian rutin pekanan Sabilul Huda kembali digelar. Kali ini dilaksanakan pada hari Ahad 19 April 2026 mulai pukul 19.45 WIB. Sebagai shohibul bait adalah Bpk. Parjiyono di Ngentak.

Sebagai pembuka, acara diawali dengan dzikir pinuwunan yang dipimpinl langsung oleh Bpk. Ponimin selaku imamudin. Seluruh hadirin mengikuti secara khusyu' sampai selesai. Setelahnya, acara rehat sejenak guna menikmati segelas minuman dan camilan snack. 

Foto: Heru Sudjanto

Nampak berbeda malam itu, karena sebagai guru ngaji adalah Bpk. Muhammad Thoha dari Santan. Sudah lama beliau tidak mengisi pengajian Sabilul Huda karena kondisi kesehatan. Alhamdulillah, meski belum pulih 100% beliau berkenan hadir untuk memberikan tausiyah kepada jamaah Ngentak dan Dolikan. Dalam penjelasannya malam itu PakThoha menyampaikan amalan-amalan yang menjadikan umat Islam masuk surga. 

Di akhir acara, Bpk. Rudi Santosa selaku pembawa acara menyampaikan perolehan infak sebesar Rp. 165.000,00. Sedangkan yang mendapatkan undian arisan adalah Ibu Melany atau Bpk. Abdul Rokhimin di Ngentak. 

19 April 2026

Perbaikan Jl. Ngentak Secara Mandiri

Jalan beraspal yang dulunya mulus kini berubah menjadi penuh luka. Lubang-lubang menganga di berbagai titik, seakan menjadi jebakan bagi setiap pengendara yang melintas. Saat hujan turun, genangan air menutupi kerusakan, membuatnya semakin berbahaya dan sulit diprediksi. Kendaraan harus melambat, berkelok menghindari lubang, sementara warga sekitar hanya bisa berharap adanya perbaikan dari pihak berwenang. Jalan itu bukan sekadar akses penghubung, tetapi juga cerminan dari kebutuhan akan perhatian dan perawatan yang belum terpenuhi.

Itulah gambaran Jl. Ngentak saat ini, ruas jalan tembus mulai dari Jl. Bantul Km 9.5 ke barat menuju Puskemas Pembantu Bantul II. Melihat kondisi yang memprihatinkan ini, warga Ngentak berinisiatif memperbaiki dengan cara menambal lubang jalan tersebut dengan semen. Kegiatan kerja bakti ini dilaksanakan pada hari Ahad 19 April 2026 mulai pukul 07.30 WIB.

Ke depan, masyarakat kampung Ngentak berharap jika terdapat jalan rusak, pihak pemerintah daerah tanggap untuk segera memperbaiki.

13 April 2026

Kenduren 3 Hari Alm. Muh Kamdani

Tiga hari kepergian almarhum Bpk. Muh. Kamdani, ahli waris menyelenggarakan kenduri doa bersama. Kegiatan ini dilaksanakan hari Senin 13 April 2026 bada Isya di rumah duka. Acara yang dipimpin oleh Bpk. Ponimin selaku imamudin ini bertujuan mengirim doa kepada almarhum semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT. 

Semoga almarhum Bpk. Muh. Kamdani husnul khotimah. Aaamiin.....

Foto: Heru Sudjanto

12 April 2026

Sabilul Huda #25 @Ibu Sarinem

Perdana setelah libur puasa, pengajian 2 pekanan Sabilul Huda kembali digelar. Tepatnya pertemuan ke 25 ini dilaksanakan pada hari Ahad 12 April 2026 pukul 19.30 WIB. Sebagai tuan rumah adalah ibu Sarinem di Dolikan. Meski kondisi cuaca saat itu mendung tebal, alhamdulillah jamaah yang hadir cukup banyak dan semangat.

Foto: Heru Sudjanto

Seperti biasa, acara diawali dengan pembacaan dzikir pinuwunan yang dipimpin langsung oleh Bpk. Ponimin selaku imamudin. Hadirin tampak khusyu mengikuti. Setelahnya, rehat sejenak guna menikmati hidangan yang tersedia berupa teh panas dan semangkok kupat opor sambal goreng. Tidak hanya itu, snack juga tersedia.

Sebagai guru ngaji malam itu adalah Bpk. H. Basyrowi dari Dukuh. Beliau hadir awal, sebelum acara pembukaan dimulai. Beliau menyampaikan materi terkait keislaman disertai contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari. 

Di penghujung acara, Bpk. Rudi Santosa selaku pembawa acara mengumumkan peroleh infak serta yang mendapatkan arisan adalah Bpk. Parjiyono di Ngentak.

Kenduren Doa Bersama

Dalam rangka mendoakan almarhum Bpk. Muh. Kamdani, pihak ahli waris menyelenggarakan kenduren selama tiga hari. Dimulai pada hari Sabtu 11 April 2026 bada Maghrib, dilanjutkan hari Ahad 12 April 2026 waktu habis Maghrib juga. Sedangkan hari ketiga dilaksanakan hari Senin 13 April 2026 waktu setelah sholat Isya. Selain itu, kegiatan ronda malam Minggu, malam Senin dan malam Selasa juga diminta pihak keluarga alm Bpk. Muh. Kamdani agar tidak diselenggarakan di rumah almarhum.

Foto: Heru Sudjanto

11 April 2026

Kenduren Tasyakuran Pernikahan Fredy

Sebagai ungkapan rasa syukur atas pernikahan puteranya, ibu Sarjiyah mengadakan kenduren. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu 11 April 2026 pukul 20.00 WIB. Acara dimulai dengan pembacaan dzikir dan tahlil yang dipimpin oleh Bpk. Ponimin diikuti seluruh yang hadir. Setelahnya, dilanjutkan kultum yang disampaikan oleh Bpk. Rudi Santosa.

Foto: Heru Sudjanto

Berdasarkan informasi dari beberapa sumber, putera semata wayang ibu Sarjiyah, Fredy Hary Sukorelawan, telah melangsungkan akad pernikahan beberapa hari sebelumnya dengan lancar. Seluruh warga Ngentak mengucapkan selamat berbahagia, semoga menjadi keluarga sakinah ma waddah wa rahmah.

Bpk. Muh. Kamdani Meninggal

Telah berpulang ke rahmatullah warga Ngentak RT 04, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, yaitu Bapak Muh. Kamdani pada usia 86 tahun. Almarhum menghembuskan napas terakhir pada hari Sabtu Pon, 11 April 2026, sekitar pukul 10.00 WIB di kediaman beliau.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, khususnya putra-putri serta para menantu yang selama ini setia mendampingi beliau. Rasa kehilangan turut dirasakan oleh seluruh warga sekitar yang mengenal almarhum sebagai sosok yang dihormati.

Jenazah almarhum dimakamkan pada hari yang sama, Sabtu, 11 April 2026, pukul 17.00 WIB di Makam Tanjung, Ngentak RT 04, Pendowoharjo, Sewon. Prosesi pemakaman berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh keluarga, kerabat, serta masyarakat setempat.

Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan.

Foto: Muhammad Sigit Nurcahyo

Info Lelayu

 

09 April 2026

Pengajian Husnul Khotimah di Ngentak

Setelah libur selama bulan Ramadhan, pengajian Husnul Khotimah hadir lagi. Sedianya, kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 2 April 2025 di masjid Al-Ahda Dagen. Namun karena sesuatu dan lain hal, maka pelaksanaannya diundur sepekan setelahnya. 

Foto: Heru Sudjanto

Seusai urutan, maka pelaksanaan berikutnya adalah malam Jumat Pahing, tepatnya pada hari Kamis, 9 April 2025. Sebagai shohibul bait adalah takmir Masjid Al-Istiqomah, Ngentak RT 04 Dagen, Pendowoharjo, Sewon, Bantul. Dimulai pukul 20.00 WIB kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat muslimin dan muslimat dari lingkungan sekitar, yakni dari kampung Dagen, Bakalan, Karanggede, Ngentak dan juga Dolikan.

Acara ini menghadirkan guru ngaji tetap, yaitu Drs. H. Syahroini Djamil dari Perum Rotokenongo. Beliau menyampaikan materi yang diambil dari kita Riyadhus Shalihin. Lebih lanjut, pak Roni juga menekankan pada peningkatan keimanan, ketakwaan, serta konsistensi dalam menjalankan amal ibadah sehari-hari.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat. Para jamaah mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias, mulai dari pembukaan, pembacaan dzikir dan tahlil, penyampaian tausiyah, hingga penutup berupa doa bersama.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat spiritual bagi masyarakat serta mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan sekitar. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan keagamaan yang berkelanjutan bagi warga.

02 April 2026

Pertemuan Takmir @Bpk. Agus Karyanto

Foto: Heru Sudjanto
Ramadhan telah pergi, Idul Fitri telah berlalu. Saatnya jajaran takmir masjid Al-Istiqomah menggelar pertemuan rutin pada hari Kamis 2 April 2026 pukul 20.00 WIB. Kali ini sebagai pemangku hajat adalah Bpk. Agus Karyanto. 

Hasil Pertemuan :

1. Pembukaan oleh Bpk. Heru Sudjanto
2. Dzikir Pinuwunan oleh Bpk. Ponimin
3. Laporan Keuangan oleh Bpk. Abdul Rokhimin


4. Sambutan Ketua Takmir Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo
  • Evaluasi kegiatan Ramadhan : Tahun 2027 mulai menerapkan jadwal takjilan berdasarkan menu, adanya miskomunikasi dengan pemuda kegiatan malam takbiran
  • Bersih-bersih masjid dan gudang hari Ahad, 12 April 2026
5. Kultum oleh Bpk. Rudi Santosa
6. Lain-lain
7. Arisan yang mendapatkan Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo
8. Penutup

01 April 2026

Evaluasi Syawalan Tahun 2026

Sebagai upaya evaluasi pelaksanaan kegiatan Halal Bi Halal di kampung Ngentak tahun 2026, diadakan pertemuan pada hari Rabu 1 April 2026. Kegiatan ini digelar di rumah Ketua RT 04 pada pukul 19.30 WIB. 

Hasil Pertemuan :

  1. Panitia yang ditunjuk tapi tidak hadir saat rapat pembentukan harus dihubungi secara lisan  
  2. Jika penggalian dana menemui kendala, akan dibantu Dasa Wisma masing-masing  
  3. Untuk arsip panitia, pengambilan gambar/foto menggunakan kamera, tidak memakai hp  
  4. Sisa dana disimpan tersendiri oleh bendahara kampung, sebagai modal awal tahun berikutnya  
  5. Dianggarkan untuk kopi, snack dll saat lembur persiapan tempat, panggung, dekorasi  
  6. Warga yang membawa anak-anak harap mengkondisikan agar acara berlangsung khidmat  
  7. Sebelum penggalian dana agar diadakan sosialisasi secara masif agar warga tidak kaget  
  8. Disepakati pelaksanaan syawalan malam Minggu, sepekan setelah Idul Fitri setiap tahunnya
Hasil evaluasi tersebut bisa dijadikan pedoman pada pelaksanaan kegiatan serupa tahun berikutnya. Sebagai penutup, secara resmi panitia syawalan kampung Ngentak Tahun 2026 dibubarkan oleh Ketua RT 04.

30 Maret 2026

Pertemuan Warga #4 @Bpk. Suratiman

Usai mundur sepekan dari jadwal rutin malam Selasa Kliwon, pertemuan warga kembali digelar pada hari Senin, 30 Maret 2026 pukul 20.00 WIB. Sesuai yang mendapatkan undian arisan, pertemuan dilaksanakan di rumah Bpk. Suratiman. 

Foto: Heru Sudjanto

Hasil Pertemuan

1. Pembukaan oleh Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo
2. Dzikir Pinuwunan oleh Bpk. Ponimin
3. Laporan Keuangan

  • Jimpitan
  • Dana Sosial : Saldo Rp. 776.000,00
  • Kas Kampung : Saldo Rp. 5.583.000,00
4. Sambutan Ketua RT 04
  • Ucapan terimakasih atas kehadiran warga
  • Karena masih suasana lebaran, kerja bakti tiap Ahad Kliwon diliburkan
5. Sambutan Dukuh Dagen (Bpk. Hartadi)
  • Info layanan mobil pembayaran SPPT PBB 
6. Lain-lain
7. Arisan, yang mendapatkan Bpk. Hardiyanto
8. Penutup

28 Maret 2026

Hikmah Syawal Bpk. Catur Andriyana

Bpk. Catur Andriyana menekankan pentingnya niat dalam menuntut ilmu (ngaji) sebagai jalan menuju kebaikan dan kemudahan menuju surga. Mengaji tidak hanya sekadar aktivitas, tetapi harus disertai niat yang benar agar memberikan manfaat dunia dan akhirat.

Selanjutnya, disampaikan pentingnya peningkatan iman melalui muhasabah (introspeksi diri). Iman harus terus ditingkatkan dengan amal saleh. Salah satu tanda orang beriman adalah dicintai oleh Allah dan sesama manusia, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an (Surat Maryam ayat 96).

Bapak Catur juga mengingatkan agar manusia mensyukuri nikmat Allah, sekecil apa pun, seperti kesehatan dan rezeki. Banyak orang baru menyadari nikmat ketika sudah kehilangan. Oleh karena itu, kesadaran dan rasa syukur harus dilatih sejak dini.

Disampaikan pula ciri-ciri orang mukmin, di antaranya:
  1. Segera melakukan ketaatan kepada Allah (tidak menunda-nunda amal baik).
  2. Menyegerakan melunasi utang, karena utang yang tidak dibayar dapat menghilangkan keberkahan hidup.
  3. Berbuat baik kepada orang lain, termasuk kepada orang yang berbuat buruk.
Selain itu, ceramah menekankan pentingnya menjaga lisan dan perilaku, seperti:
  1. Menghindari ghibah, fitnah, dan menghina orang lain.
  2. Menjaga kehormatan sesama manusia.
  3. Tidak merendahkan atau mencaci orang lain, karena hal tersebut termasuk dosa besar.
Dalam konteks ibadah, ditekankan pentingnya menjaga salat lima waktu sebagai fondasi utama keimanan. Salat yang benar akan membentuk akhlak dan menjadi benteng dari perbuatan buruk.

Terakhir, ceramah mengingatkan bahwa ucapan salam dalam salat bukan sekadar penutup, tetapi komitmen untuk menjaga perilaku setelah salat, termasuk menjaga lisan dan hubungan dengan sesama.

Intinya, ceramah mengajak untuk:
  1. Memperbaiki niat dalam beribadah dan menuntut ilmu
  2. Meningkatkan iman dan amal saleh
  3. Mensyukuri nikmat Allah
  4. Menjaga akhlak, lisan, dan hubungan sosial
  5. Disiplin dalam ibadah, khususnya salat

Syawalan Ngentak Tahun 2026

Foto: Heru Sudjanto

Sabtu, 28 Maret 2026, warga Kampung Ngentak menggelar acara Halal Bi Halal sebagai momentum untuk mempererat tali persaudaraan pasca perayaan Idul Fitri. Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB ini bertempat di Masjid Al-Istiqomah, yang menjadi pusat kegiatan spiritual dan sosial bagi warga setempat.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti masjid sejak awal acara. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari orang tua, pemuda, hingga anak-anak, yang berkumpul dengan satu tujuan: saling memaafkan dan memperkuat kerukunan antar warga.

Acara diawali pembukaan oleh mbak Intan Melinda Sari dan mbak Dilla Tasya Rahayu. Setelahnya berupa pembacaan Kalam Illahi oleh Bpk. Wahyudi dari Miri. Acara berikutnya adalah Ikrar Syawal yang dipimpin Sdr. Rafli Hermawan, dilanjutkan jabat tangan oleh seluruh warga. 

Puncak acara ini adalah tausiyah yang disampaikan oleh Bapak Catur Andriyana dari Sutran, Kadibeso, Sabdodadi, Bantul. Dalam ceramahnya yang khas, seperti yang terlihat dalam gaya penyampaiannya di berbagai kesempatan, beliau membawakan materi agama dengan cara yang segar, komunikatif, dan diselingi dengan humor yang mendidik. Beliau menekankan pentingnya menjaga kerukunan bertetangga dan menjadikan Halal Bi Halal bukan sekadar tradisi, melainkan sarana pembersihan hati dari segala rasa benci dan dengki.

Selaras dengan pesan-pesan yang sering beliau sampaikan (seperti dalam referensi video), Bapak Catur Andriyana mengajak warga untuk senantiasa bersyukur dan menjaga ukhuwah Islamiyah di tengah dinamika kehidupan bermasyarakat.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama antarwarga. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan kerukunan warga Kampung Ngentak semakin kokoh, membawa keberkahan bagi lingkungan, dan memperkuat semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

25 Maret 2026

Silaturahmi Kepada Guru Ngaji

Foto: Heru Sudjanto

Menjadi tradisi setiap tahun saat lebaran, jamaah pengajian Sabilul Huda mengadakan silaturahmi kepada para nguru ngaji. Begitu juga pada Idul Fitri 1447 H tahun ini. Tepatnya pada hari Rabu, 25 Maret 2026, mulai pukul 09.00 WIB pengurus beserta jamaah melakukan kunjungan silaturahmi kepada keempat guru ngaji Sabilul Huda yakni Bpk. Muhammad Thoyib, Bpk. Drs. H. Basyrowi, Bpk. Drs. H. Syahroini Djamil dan Bpk. Muhammad Thoha. Kunjungan ini sebagai bentuk penghormatan serta upaya mempererat hubungan antara jamaah dan para tokoh pendidikan keagamaan di kampung Ngentak dan Dolikan.

Kunjungan pertama dilaksanakan ke kediaman Bapak Muhammad Thoyib di Sawahan. Dalam kesempatan tersebut, rombongan menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan, yaitu menjalin silaturahmi sekaligus memohon doa serta nasihat dalam rangka peningkatan kualitas kegiatan keagamaan. Bapak Muhammad Thoyib memberikan sambutan hangat serta menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga keikhlasan dalam berdakwah dan mengajar Al-Qur’an.

20 Maret 2026

Rangkuman Khutbah Idul Fitri 1447 H

Foto: OPPN
Membangun Generasi Kuat dan Bertakwa*
oleh : Bpk. Majidi

1. Solusi Qur'ani Menghadapi Kekhawatiran Orang Tua

Persoalan utama yang dihadapi saat ini adalah kekhawatiran orang tua akan meninggalkan generasi yang lemah, baik secara ekonomi, jasmani, maupun rohani. Berdasarkan Surah An-Nisa ayat 9, Allah memberikan solusi bagi mereka yang memiliki cita-cita mulia bagi keturunannya:

  • Bertaqwa kepada Allah: Menjadi landasan utama dalam mendidik generasi.
  • Berbicara dengan Benar: Menggunakan tutur kata yang jujur dan tertata dalam keseharian.

Lancar sholat Idul Fitri 1447 H

Foto: OPPN 2026
Kegiatan Sholat Idul Fitri 1447 H di Kampung Ngentak RT 04 diselenggarakan pada Jumat Legi, 20 Maret 2026, pukul 07.00 WIB secara tepat waktu. Bertempat di Masjid Al-Istiqomah, Ngentak RT 04, Dagen, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, kegiatan ini terbuka untuk umum dan diharapkan dapat diikuti oleh seluruh masyarakat muslim di Ngentak dan sekitarnya.

Bertindak selaku imam dan khatib pada sholat Idul Fitri ini dipimpin oleh Bapak Majidi dari Macanan Ngimbang, Pendowoharjo, Sewon Bantul. Melalui pelaksanaan ibadah ini, jamaah diajak untuk menyempurnakan kemenangan setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan masyarakat. Usai pelaksanaan sholat Ied, dilanjutkan saling jabat tangan sesama jamaah.

Dengan berkumandangnya gema takbir, momentum Idul Fitri menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat saling memaafkan dan berbagi kebahagiaan.

Selamat Idul Fitri 1447 H / 2026 M

 


19 Maret 2026

Takbir Keliling ing Ngentak

Foto: OPPN 2026
Ramadhan 1447 H telah berakhir. Bulan suci itu telah meninggalkan kita semua. Bagi sebagian orang, hal ini membawa kesedihan. Tapi bagi sebagian lagi, hari kemenangan layak disambut dengan suka cita, salah satunya dengan mengadakan takbir keliling. 

Tahun 1447 H atau 2026 ini, kegiatan takbir keliling melibatkan masyarakat di wilayah Ngentak dan sekitarnya. Acara ini akan dimulai pada pukul 20.00 WIB dengan peserta takbir dari 3 masjid, yaitu Al-Istiqomah Ngentak, Al-Ahda Dagen dan Al-Amien Pringgan.

Peserta takbir keliling berjalan bersama mengikuti rute yang telah ditentukan, meliputi Jln. Grujugan Dagen, Jln. Dagen, Jln. Ngentak 6, Jln. Kyai Ageng Teram, hingga finish ke masing-masing masjid. Sepanjang perjalanan, peserta mengumandangkan takbir sebagai bentuk syiar Islam sekaligus ungkapan rasa syukur atas datangnya Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat kebersamaan antar warga, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta menjaga tradisi keagamaan yang telah berlangsung di masyarakat. Tahun depan, panitia membuka kesempatan bagi masjid lain yang ingin bergabung dengan menghubungi pihak penyelenggara.

Alhamdulillah, seluruh peserta bisa menjaga ketertiban, keamanan, serta mengikuti arahan panitia sehingga kegiatan berlangsung dengan lancar dan khidmat.

Rekaman selengkapnya bisa disimak di sini.

Kenduri Kupat Sambut Lebaran 1447 H

Sudah menjadi tradisi setiap akhir bulan Ramadhan, warga kampung Ngentak RT 04 menyelenggarakan kenduri kupat. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis 19 Maret 2026 pukul 18.00 WIB usai sholat Maghrib di serambi masjid Al-Istiqomah. Acara dipimpin langsung oleh Bpk. Ponimin selaku imamudin.

Foto: Heru Sudjanto
Kenduri kupat merupakan tradisi masyarakat Jawa yang dilaksanakan pada akhir bulan Ramadhan atau menjelang Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini memiliki nilai religius, sosial, dan budaya yang kuat.

Secara umum, kenduri kupat dilakukan dengan cara berkumpulnya warga untuk berdoa bersama, dilanjutkan dengan makan bersama hidangan utama berupa kupat (ketupat). Kupat yang terbuat dari beras dan dibungkus anyaman janur memiliki makna simbolis, yaitu sebagai lambang kesucian, pengakuan kesalahan, dan harapan untuk kembali kepada fitrah.

Dalam pemaknaan filosofis Jawa, “kupat” sering diartikan sebagai “ngaku lepat” (mengakui kesalahan). Hal ini sejalan dengan momentum akhir Ramadhan yang menjadi waktu untuk introspeksi diri, saling memaafkan, dan memperbaiki hubungan antar sesama.

Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga, meningkatkan kebersamaan, serta menumbuhkan kepedulian sosial. Biasanya, kenduri dipimpin oleh tokoh agama atau sesepuh setempat, dengan rangkaian doa sebagai ungkapan syukur atas selesainya ibadah puasa.

Dengan demikian, kenduri kupat bukan sekadar tradisi makan bersama, tetapi merupakan wujud syukur, sarana mempererat ukhuwah, serta pengingat untuk kembali kepada nilai-nilai kebaikan setelah menjalani ibadah Ramadhan.

Pembayaran Zakat Fitrah

Foto: Heru Sudjanto
Sebagai penyempurna ibadah selama bulan Ramadhan 1447 H sekaligus melaksanakan salah satu satu rukun Islam, jamaah masjid Al-Istiqomah melakukan pembayaran zakat fitrah. Kegiatan ini dilayani oleh Sie Bazis Takmir, yakni Bpk. Eko Sudaryanto, Bpk. Mustijo dan Bpk. Parjiyono. Waktu layanan ditentukan pada hari Rabu 18 Maret 2026 mulai bada tarawih, hingga Kamis 19 Maret 2026 pukul 09.00 WIB. Selanjutnya, beras yang sudah terkumpul didistribusikan kepada warga Ngentak yang berhak menerima.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, masjid Al-Istiqomah juga menerima kiriman 8 paket beras zakat fitrah dari masjid Darul Falah Karanggede. Setelah melalui berbagai pertimbangan, paket tersebut disampaikan kepada :

  1. Bpk. Waniono
  2. Ibu Lusi Anggritasari
  3. Bpk. Muhtadi
  4. Bpk. Edi Yulianto
  5. Bpk. Ngatiyo
  6. Bpk. Robet
  7. Bu Nining Suharti
  8. Bpk. Hedy Sutomo

18 Maret 2026

Takjilan Hari ke-29

Sesuai jadwal yang telah disusun panitia Kampung Ramadhan Ngentak 1447 H, hari Rabu 18 Maret 2026 adalah hari terakhir kultum sekaligus berbuka bersama di masjid Al-Istiqomah. Sebagai pemateri rutin tiap hari Rabu adalah Bpk. Ponimin selaku imamudin kampung Ngentak. 

Di awal kultum, pak Ponimin menyampaikan informasi bahwa dikarenakan hari terakhir, maka diisi dengan pembacaan kalimah thoyibah dzikir dan tahlil. Jamaahpun mengikuti dari awal hingga akhir pembacaan pinuwunan tersebut. Usai pembacaan, dilanjutkan sholat Maghrib berjamaah, lalu menyantap takjil berupa lontong opor ayam yang segar.

Foto: Heru Sudjanto

Hadirilah Sholat Idul Fitri 1447 H


17 Maret 2026

Tasyakuran Khataman Quran

Salah satu agenda rutin Kampung Ramadhan Ngentak adalah Tadarus Quran. Kegiatan ini dilaksanakan setiap malam usai sholat tarawih di serambi masjid Al-Istiqomah. Tadarus ini diikuti bapak ibu diantaranya Bpk. Rudi Santosa, Bpk. Sudiro, Bpk. Mardiyanto, Bpk. Parjiyono, Ibu Purwanti dan lain-lain. Usai menyelesaikan ke-30 juz Quran, maka diadakan tasyakuran khataman. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa 17 Maret 2026 pukul 20.30 WIB di serambi masjid.

Foto: Muh. Sigit Nurcahyo

  

Takjilan Hari ke-28

Sedih bercampur haru. Itulah yang dirasakan di hari-hari terakhir Ramadhan 1447 H. Meski sedih, namun bukan berarti tidak berbagi ilmu. Seperti halnya sore itu,  Selasa 17 Maret 2026 bertepatan dengan hari ke-28 puasa. Jamaah masjid Al-Istiqomah memenuhi serambi masjid guna menyimak kultum yang disampaikan Bpk. Samidjo selaku pemateri sore itu. 

Dalam penjelasannya, Pak Samidjo menekankan pentingnya bersyukur atas nikmat Allah serta meneladani ajaran Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari. Disampaikan bahwa hal-hal yang terlihat sederhana, seperti berbagi dan melakukan kebaikan kecil, memiliki nilai besar apabila dilakukan dengan niat yang ikhlas dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Selain itu, ditekankan peran penting masjid sebagai pusat pembinaan umat dan keluarga. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi sarana membentuk keluarga yang sakinah, yaitu keluarga yang hidup berdasarkan tuntunan Al-Quran. Dengan berpedoman pada Al-Quran, umat Islam dapat membedakan antara yang benar dan yang salah serta menjalani kehidupan dengan lebih terarah.

Foto: Heru Sudjanto
Di akhir kultum, pak Samidjo mengajak jamaah untuk senantiasa menjaga keimanan, memperbanyak amal kebaikan, serta menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman utama dalam kehidupan, baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.

15 Maret 2026

Takjilan Hari ke-26

Ahad, 15 Maret 2026 cuaca di kampung Ngentak dan juga wilayah lainnya masih panas menyengat. Dari pagi hingga sore menjelang waktu berbuka puasa. Namun cuaca gerah tersebut tidak menghalangi jamaah masjid Al-Istiqomah untuk hadir ke masjid guna tholabul ilmi sekaligus berbuka puasa bersama. 

Terjadwal sebagai pamateri sore itu adalah Bpk. Heru Sudjanto. Dalam uraiannya, pak Heru menyampaikan kultum dengan tema Menakar Diri di Penghujung Ramadhan. Ibarat sebuah perlombaan lari, kita sekarang berada di 100 meter terakhir. Ada yang semakin kencang berlari, ada yang mulai kehabisan nafas, dan ada pula yang sudah berhenti sebelum garis finish.

Secara garis besar, para ulama membagi manusia di akhir Ramadhan menjadi tiga golongan. Mari kita bercermin, kita termasuk yang mana?

1. Golongan Al-Faizin (Para Pemenang)

14 Maret 2026

Takjilan Hari ke-25

Foto: Heru Sudjanto
Menjelang akhir bulan Ramadhan, bagi sebagian orang adalah waktunya ke pasar, mall atau tempat keramaian lainnya. Tapi bagi jamaah masjid Al-Istiqomah Ngentak, mereka tetap konsisten untuk meramaikan masjid. Seperti hari Sabtu 14 Maret 2026 sore hari, mereka tetap hadir di acara takjilan. Sebagai pemateri hari Sabtu, terjadwal adalah Bpk. Abdul Rokhimin.

Dalam paparannya, pak Min menekankan pentingnya istiqamah dalam meningkatkan ibadah, terutama pada waktu-waktu terakhir menjelang akhir suatu amalan atau ibadah seperti di bulan Ramadhan. Umat Islam diajak untuk terus berusaha memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, dan memperbanyak amal kebaikan.

Pak Min juga mengingatkan bahwa setiap orang harus saling mengingatkan, mengajak dalam kebaikan, serta terus belajar dan mengamalkan ajaran agama. Upaya peningkatan kualitas diri tidak hanya dilakukan secara pribadi, tetapi juga dengan membimbing dan mengajak orang lain.

Selain itu, disampaikan pula pentingnya memohon ampun kepada Allah serta menjaga kebersamaan dan kerukunan antar sesama. Menjelang waktu berbuka puasa, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan waktu dengan doa dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah.

Inti pesan kultum adalah:

  1. Menjaga istiqamah dalam ibadah.
  2. Terus meningkatkan amal kebaikan.
  3. Saling mengajak dalam kebaikan dan pembelajaran agama.
  4. Memperbanyak doa dan memohon ampun kepada Allah.
  5. Mensyukuri nikmat yang diberikan Allah, terutama di bulan Ramadhan

13 Maret 2026

Takjilan Hari ke-24

Menghadiri takjilan setiap sore di masjid Al-Istiqomah bisa diibaratkan sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Sekali datang, tidak hanya berbuka puasa saja namun ilmu juga didapat. Jumat 13 Maret 2026 bertepatan dengan hari ke-24 ibadah puasa. Terjadwal sebagai pengisi kultum adalah Bpk. Rudi Santosa.

Pak Rudi menekankan pentingnya memakmurkan masjid dan menjaga kebersamaan dalam jamaah. Umat Islam diingatkan bahwa rezeki pada hakikatnya berasal dari Allah SWT. Oleh karena itu, ketika seseorang berusaha memakmurkan masjid dan aktif dalam kegiatan jamaah, Allah akan memberikan keberkahan dalam rezekinya.

Foto: Heru Sudjanto

Tidak hanya itu, pak Rudi juga menyampaikan bahwa segala perbedaan pendapat di antara umat Islam harus dikembalikan kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Prinsip ini menjadi pedoman agar umat tidak terpecah dan tetap berada pada jalan yang benar sesuai ajaran Islam. Selain itu, mengingatkan tentang keteraturan alam semesta seperti peredaran bumi, bulan, dan matahari yang menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Hal tersebut menjadi tanda bahwa segala sesuatu di dunia berjalan sesuai ketetapan-Nya.

Di bagian akhir, disampaikan pentingnya menjaga shalat berjamaah di masjid. Para sahabat Nabi SAW bahkan tetap berusaha menghadiri shalat berjamaah meskipun dalam keadaan sakit. Hal ini menunjukkan betapa besar perhatian mereka terhadap ibadah berjamaah.

Inti pesan kultum:

  1. Memakmurkan masjid dan menjaga kebersamaan jamaah.
  2. Meyakini bahwa rezeki berasal dari Allah SWT.
  3. Mengembalikan setiap perselisihan kepada Al-Qur’an dan Sunnah.
  4. Menyadari kebesaran Allah melalui keteraturan alam.
  5. Menjaga dan mengutamakan shalat berjamaah di masjid.

12 Maret 2026

Takjilan Hari ke-23

Beberapa hari ini, cuaca di kampung Ngentak RT 04 dan juga wilayah lainnya terasa panas menyengat. Dari pagi hari hingga sore menjelang Maghrib. Sangat terasa gerah di tubuh. Kondisi ini tentu saja menambah berat bagi warga yang sedang menjalankan ibadah puasa. Bisa saja ini adalah salah satu ujian yang diberikan Allah SWT kepada umatnya.

Foto: Heru Sudjanto
Meskipun dalam kondisi yang berat, jamaah masjid Al-Istiqomah tidak menyerah. Mereka tetap menjalankan puasa sesuai ketentuan dalam Islam. Sorenya, mereka tetap menghadiri kultum menjelang berbuka puasa di serambi masjid. Sebagai pemateri sore itu, 12 Maret 2026 setiap hari Kamis adalah jadwal Bpk. Rudi Santosa. 

Sore itu, Pak Rudi menyampaikan tema Keutamaan Membaca Ayat Kursi. Berikut adalah rangkuman kultum beliau:

  • Anjuran Utama: Sangat ditekankan bagi siapa pun yang telah menunaikan sholat untuk tidak melewatkan pembacaan Ayat Kursi.
  • Waktu Pelaksanaan: Ayat Kursi hendaknya dibaca segera setelah selesai melaksanakan sholat lima waktu.
  • Pesan Khusus Sheikh Ali Jaber: Terdapat kutipan pesan dari Sheikh Ali Jaber yang mengingatkan agar jangan sampai meninggalkan bacaan kalimat ini setelah sholat.
  • Target Pesan: Ajakan ini juga ditujukan untuk membantu mereka yang mungkin ibadah sholatnya masih belum sempurna atau belum konsisten dalam menjaga waktu sholat.
Kesimpulan kultum yakni menekankan pentingnya Ayat Kursi sebagai wirid utama setelah sholat dibandingkan bacaan lainnya.

Bingkisan Ramadhan Baznas

Foto: Muhammad Sigit Nurcahyo
Tahun ini, Ramadhan 1447 H atau 2026 M, Baznas Kabupaten Bantul kembali memberikan paket bantuan seperti tahun lalu. Hanya, jumlahnya hanya 10, berbeda dengan tahun 2025 sebanyak 25 paket. Paket Ramadhan ini disalurkan kepada masjid yang melakukan laporan keuangan off balance di aplikasi menara Baznas. Salah satunya adalah masjid Al-Istiqomah, Ngentak, Pendowoharjo, Sewon, Bantul.

Setelah melalui pertimbangan takmir, diputuskan yang mendapatkan adalah warga berstatus janda sebagai berikut:

  1. Ibu Wignyo Sudarmo
  2. Ibu Sudiyem
  3. Ibu Fitri Wahyuningsih
  4. Ibu Dalikem
  5. Ibu Tuginah
  6. Ibu Girah
  7. Ibu Jumirah
  8. Ibu Sarjiyah
  9. Ibu Tukinah
  10. Ibu Karni
Pengambilan bingkisan dilaksanakan secara kolektif oleh takmir pada hari Kamis, 12 Maret 2026 pukul 13.00 WIB di kantor Baznas Kabupaten Bantul.

11 Maret 2026

Takjilan Hari ke-22

Rabu 11 Maret 2026 bertepatan dengan puasa hari ke-23. Sore pukul 17.30 WIB jamaah sudah hadir di serambi masjid Al-Istiqomah Ngentak untuk mendengarkan kultum menjelang berbuka. Sesuai jadwal setiap hari Rabu, kultum disampaikan oleh Bapak Ponimin. Tema kultum sore itu adalah dalam rangka menyambut waktu berbuka puasa di sebuah masjid. Berikut adalah poin-poin utamanya:

  1. Rasa Syukur dan Doa: Pembicara mengajak jamaah untuk bersyukur dan berdoa agar amal ibadah serta hajat mereka dikabulkan oleh Allah SWT.
  2. Apresiasi untuk Pemberi Takjil: Beliau mendoakan para dermawan yang telah memberikan takjil agar mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT.
  3. Persiapan Berbuka: Jamaah diminta untuk duduk dengan tenang di dalam masjid sambil menunggu waktu berbuka tiba.
  4. Adab Berbuka: Pembicara mengingatkan jamaah untuk menikmati hidangan yang telah disediakan dan mengakhirinya dengan mengucap syukur "Alhamdulillah".

Belum usai kultum terdengan suara sirine yang menandakan waktu berbuka puasa telah tiba. Jamaahpun langsung mengerjakan sholat Maghrib berjamaah dilanjutkan berbuka puasa dengan menu opor ayam.

Foto: Heru Sudjanto

10 Maret 2026

Takjilan Hari ke-21

Foto: Heru Sudjanto
Memasuki 10 hari terakhir Ramadan itu rasanya campur aduk: sedih karena bulan suci akan segera berlalu, tapi semangat karena ada peluang Lailatul Qadar. Di hari ke-21 ibadah puasa ini, sebagai pengisi kultum menjelang berbuka di masjid Al-Istiqomah adalah Bpk. Samidjo. Beliau terjadwal setiap hari Selasa.

Usai kultum, jamaah mengerjakan sholat Maghrib bersama, dilanjutkan dengan menikmati hidangan soto beserta gorengan dan krupuk rambak. Mantapppp.....

09 Maret 2026

Kenduren Malam Selikuran

Foto: Heru Sudjanto

Senin, 9 Maret 2026, warga RT 04 melaksanakan kegiatan kenduri sedekah 21-an yang bertempat di Masjid Al Istiqomah. Kegiatan dimulai pada pukul 18.00 WIB atau setelah salat Magrib. Acara ini dihadiri oleh bapak-bapak warga RT 04 yang berkumpul dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Selanjutnya dilaksanakan doa untuk keselamatan, keberkahan, serta kebaikan bagi seluruh warga. Setelah rangkaian doa selesai, acara dilanjutkan dengan makan bersama hidangan kenduri yang telah disiapkan.

Kegiatan kenduri sedekah 21-an ini menjadi salah satu tradisi kebersamaan warga yang bertujuan mempererat tali silaturahmi, meningkatkan rasa kebersamaan, serta menumbuhkan nilai gotong royong di lingkungan masyarakat. Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh keakraban hingga selesai.

Takjilan Hari ke-20

Foto: Heru Sudjanto
Menginjak hari ke-20 ibadah puasa Ramadhan, hari Senin 9 Maret 2026, terjadwal sebagai pengisi kultum menjelang berbuka di masjid Al-Istiqomah adalah Bpk. Sudiro. Ini adalah jadwal ketiga. Dalam uraiannya, pak Diro menyampaikan tema menghargai Waktu dan Mengingat Allah

1. Pentingnya Menghargai Waktu dan Amal Baik

Pesan utama diawali dengan sebuah perenungan agar kita tidak menunggu "sumur menjadi kering" baru menghargai air. Hal ini merefleksikan kehidupan manusia di mana masa lalu tidak mungkin kembali.

  • Segerakan Kebaikan: Jangan menunda berbuat baik karena waktu terus berjalan.
  • Tunda Keburukan: Jika berniat buruk, tunda hingga esok hari (sebagai bentuk pencegahan).
  • Definisi Orang Terbaik: Berdasarkan hadis Nabi SAW, orang yang paling baik adalah yang panjang umurnya dan baik pula amal perbuatannya.

2. Bergantung pada Zikir dan Syariat

Ketika seorang Arab Badui merasa syariat Islam terlalu banyak untuk dipelajari satu per satu, Rasulullah SAW memberikan satu wasiat utama untuk diamalkan:

  • Basahi Lidah dengan Zikir: Hendaknya lisan senantiasa basah karena berzikir mengingat Allah.
  • Nikmat Terbesar: Dari sekian banyak nikmat Allah yang tidak terhitung, umur adalah karunia yang paling besar.
  • Hakikat Kebahagiaan: Kebahagiaan sejati tercapai ketika hati selalu merasa bersama Allah dalam segala keadaan (kaya, miskin, lapang, maupun sempit).

3. Al-Qur'an sebagai Petunjuk Hidup

Umar bin Khattab mengingatkan bahwa Al-Qur'an adalah kalam Allah yang harus diletakkan di tempat yang mulia dan tidak boleh ditafsirkan menurut hawa nafsu.

  • Perumpamaan Kota Asing: Hidup diibaratkan rombongan orang asing di sebuah kota yang diberi buku petunjuk (Al-Qur'an) dan pemandu (Rasulullah).
  • Konsekuensi: Siapa pun yang mengacuhkan petunjuk tersebut pasti akan tersesat dalam perjalanan hidupnya.Kesimpulan:

Kultum ditutup dengan ajakan untuk menjauhi rasa iri hati terhadap kesuksesan orang lain agar berhasil di dunia dan akhirat, serta doa agar segala amal dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Usai sholat Maghrib berjamaah, acara berikutnya adalah santap bersama dengan menu soto yang segarrrrr.....

08 Maret 2026

Takjilan Hari ke-19

Foto: Heru Sudjanto
Ahad 8 Maret 2026 atau hari ke-19 puasa Ramadhan terasa sangat berat. Hal ini dikarenakan cuaca yang cukup terik sejak pagi hingga sore. Namun kondisi tersebut tidaklah menjadi halangan bagi jamaah masjid Al-Istiqomah tetap hadir mengikuti kultum menjelang berbuka. Sore itu, sebagai pemateri adalah Bpk. Abdul Rokhimin.

Dalam uraiannya, Pak Min menyampaikan pentingnya sikap istiqomah pasca bulan Ramadhan. Beliau menekankan bahwa bulan Ramadhan adalah masa penggemblengan atau pelatihan bagi umat Muslim agar mencapai derajat takwa. Diantara :

  1. Ramadhan sebagai Kawah Candradimuka: Bulan ini merupakan waktu untuk "digembleng" dan "ditatar" agar seseorang dapat memperbaiki diri.
  2. Pentingnya Peningkatan Diri: Seseorang dianggap merugi atau "bangkrut" jika setelah Ramadhan tidak ada peningkatan kualitas diri dan justru kembali ke kebiasaan buruk.
  3. Menjaga Konsistensi (Istiqomah): Kualitas ibadah, shalat, dan perilaku baik harus tetap dijaga meski Ramadhan telah usai. Jangan sampai terjebak dalam euforia "balas dendam" (seperti hanya fokus makan enak atau jajan) setelah berpuasa, melainkan tetap menjaga sifat tawaduk dan pengendalian diri.
  4. Kehidupan Bermasyarakat: Perbaikan diri yang dilakukan selama Ramadhan harus tercermin dalam cara bersikap dan menyayangi sesama di dalam kehidupan bermasyarakat.
Di penghujung kultum diakhiri dengan ajakan untuk berdoa bersama sebelum berbuka puasa

07 Maret 2026

Takjilan Hari ke-18

Foto: Heru Sudjanto
Ahad, 7 Maret 2026 bertepatan dengan hari ke-18 ibadah puasa Ramadhan di kampung Ngentak. Sejak pagi hingga sore cuaca cukup terik. Bagi yang menjalankan puasa tentu terasa sekali. Namun menjelang berbuka tiba-tiba gerimis dilanjutkan hujan deras meskipun hanya sesaat. Subhanallah, Allah SWT Maha Kuasa membolak-balikkan cuaca. 

Jamaah masjid Al-Istiqomahpun tidak lantas mager. Mereka tetap hadir guna menyimak kultum dilanjutkan berbuka puasa bersama. Sesuai jadwal setiap hari Sabtu, sedianya yang memberikan materi adalah Bpk. Abdul Rokhimin. Namun karena bersamaan acara, digantikan oleh Bpk. Heru Sudjanto. Dalam uraiannya, Pak Heru menjelaskan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan istimewa yang Allah jadikan sebagai bulan tarbiyah (pendidikan) untuk membentuk manusia agar mencapai derajat takwa melalui ibadah puasa. Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mendidik manusia agar menjadi pribadi yang lebih baik. 

Dalam Ramadhan terdapat empat bentuk pendidikan utama:

  1. Tarbiyah ruhiyah (spiritual) – Puasa menumbuhkan kesadaran kepada Allah dan melatih keikhlasan serta kejujuran dalam beribadah.
  2. Tarbiyah nafsiyah (pengendalian diri) – Melatih manusia menahan hawa nafsu, menjaga lisan, dan memperbaiki akhlak.
  3. Tarbiyah ‘ailiyah (keluarga) – Ramadhan mempererat hubungan keluarga melalui sahur, berbuka, shalat berjamaah, dan membaca Al-Qur’an bersama.
  4. Tarbiyah ijtima’iyah (sosial) – Menumbuhkan kepedulian terhadap sesama melalui zakat, infak, dan sedekah kepada kaum yang membutuhkan.
Ramadhan bukan tujuan akhir, tetapi proses pembentukan karakter takwa. Orang yang berhasil dari madrasah Ramadhan adalah mereka yang mampu menjaga nilai-nilai Ramadhan seperti kejujuran, kesabaran, ibadah, dan kepedulian sosial dalam kehidupan setelah Ramadhan.