28 Februari 2026

Takjilan Hari ke-11

Memasuki puasa hari ke-11, takjilan dilaksanakan hari Sabtu, 28 Februari 2026 bertempat di serambi masjid Al-Istiqomah. Terjadwal kultum sore itu adalah Bpk. Abdul Rokhimin. Berikut rangkumannya.

Foto : Heru Sudjanto

1. Hidup sederhana dan tidak berlebihan

Dalam kehidupan sehari-hari kita dianjurkan untuk tidak bersikap berlebihan dalam berbagai hal, baik dalam keinginan, gaya hidup, maupun dalam memikirkan masalah. Sikap sederhana akan membuat hidup lebih tenang.

2. Berhenti membandingkan diri dengan orang lain
Sering kali seseorang merasa tidak puas karena selalu membandingkan hidupnya dengan orang lain yang dianggap lebih sukses atau lebih kaya. Padahal setiap orang memiliki jalan hidup dan rezeki yang berbeda.

3. Berpikir positif dalam menjalani kehidupan
Ketika menghadapi keadaan hidup, kita perlu membiasakan diri untuk berpikir positif agar tidak mudah merasa gelisah, iri, atau putus asa.

4. Pentingnya sabar dan ikhlas
Sabar dan ikhlas merupakan kunci ketenangan hidup. Dalam menghadapi ujian atau kesulitan, seseorang harus mampu menahan emosi dan menerima keadaan dengan lapang dada.

5. Ramadan sebagai latihan kesabaran
Bulan Ramadan menjadi kesempatan untuk melatih diri agar lebih sabar, ikhlas, dan meningkatkan ibadah seperti shalat, doa, serta mendekatkan diri kepada Allah.

6. Memanfaatkan waktu Ramadan dengan baik
Sisa waktu Ramadan hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah dan memperbaiki diri, bukan hanya fokus pada urusan dunia.

Kesimpulan

Kunci hidup yang tenang adalah:

  1. Tidak berlebihan dalam kehidupan.
  2. Tidak membandingkan diri dengan orang lain.
  3. Selalu berpikir positif.
  4. Menjalani hidup dengan sabar dan ikhlas.
  5. Memanfaatkan bulan Ramadan untuk meningkatkan ibadah dan memperbaiki diri.

26 Februari 2026

Pertemuan Takmir @Bpk. Parjiyono

Foto : Heru Sudjanto
Bulan Ramadhan 1447 H tiba. Bagaimanakah dengan pertemuan rutin takmir masjid Al-Istiqomah ? Apakah ditunda pelaksanaannya ? Pertanyaan tersebut sempat dilontarkan Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo di group takmir. Namun sebagian besar takmir tetap menghendaki digelar, meski waktunya menyesuaikan. Kamis, 26 Februari 2026 bertempat di rumah Bpk. Parjiyono jajaran takmir menggelar agenda rutin tiap malam Jumat Kliwon. Namun kali ini dimulai pukul 21.10 WIB menyesuaikan usainya tarawih dan tadarus. 

Hasil Pertemuan

1. Pembukaan oleh Bpk. Heru Sudjanto
2. Dzikir Pinuwunan oleh Bpk. Rudi Santosa
3. Laporan Keuangan oleh Bpk. Abdul Rokhimin

Sumber: Laporan Bendahara

4. Sambutan Ketua Takmir oleh Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo

  • Ucapan terimakasih atas kehadiran bapak-bapak takmir 
  • Evaluasi kegiatan Ramadhan
  • Persiapan sholat Idul Fitri
  • Sampah sisa takjilan perlu dikelola

5. Kultum oleh Bpk. Rudi Santosa

  • Tema : Doa agar terbebas dari api neraka
6. Lain-lain

  • Muhammad Saiful : 
    • Laporan penggunaan dana, total pengeluaran Rp. 1.200.000,00
    • Mohon maaf atas keterlambatan pemasangan ornamen-ornamen di halaman masjid
    • Piket takjilan oleh muda-muda tidak sesuai jadwal
    • Mohon kepastian acara dongeng untuk anak-anak
  • Persiapan sholat Idul Fitri 1447 H
    • Kemungkinan akan terjadi perbedaan hari raya Idul Fitri 1447 H, disepakati yang awal
    • Belum ada pandangan yang akan menjadi imam dan khatib
  • Persiapan syawalan kampung menunggu undangan rapat, Insya Allah saat kenduren selikuran sudah ada informasi
  • Bpk. Supriyadi : 
    • Usul agar pralon sebelah timur ditambah, agar tidak banjir saat hujan turun deras
    • Keabsahan tempat ibadah di serambi, karena dipakai takjilan dll
  • Bpk. Sudiro : Saran pelaksanaan takjilan yang akan datang dilaksanakan di halaman masjid, menggunakan kursi kampung, meja, semi standing seperti di Karanggede
  • Bpk. Parno : Saran variasi menu takjilan yang akan datang sudah tertulis di daftar yang ditempel, warga tinggal memilih menu sesuai yang diinginkan
  • Kesepakatan berdirinya masjid Al-Istiqomah pada tanggal 27 Juli 1977
  • Bpk. Sugiyono : Rukuh agar tertata rapi, ditaruh di lemari saat tidak digunakan. Al-Quran juga ditempatkan di lemari yang sudah tersedia

7. Arisan, yang mendapatkan Bpk. Agus Karyanto

8. Penutup

24 Februari 2026

Takjilan Hari ke-7

Hari ketujuh ibadah puasa, tepatnya hari Selasa 24 Februari 2026 kampung Ramadhan Ngentak, masih konsisten semarak. Hiasan lampu di komplek masjid Al-Istiqomah sudah terpasang semua. Hal ini semakin menambah kemeriahan dan semangat jamaah.

Foto : Heru Sudjanto
Sebagai pemateri kultum menjelang berbuka terjadwal adalah Bpk. Samidjo. Dalam penjelasannya, pak Samidjo membahas tentang pentingnya menjaga amalan dzikir harian, khususnya Sayyidul Istighfar dan Ayat Kursi, serta hubungannya dengan perlindungan diri dan jaminan surga.

1. Keutamaan Sayyidul Istighfar

Pak Samidjo menekankan pentingnya membaca dzikir utama (Sayyidul Istighfar) dengan keyakinan penuh, karena mempunyai beberapa manfaat, diantaranya:

  • Waktu Siang: Barang siapa membacanya pada siang hari dengan yakin dan wafat sebelum petang, maka ia termasuk penghuni surga.
  • Waktu Malam: Barang siapa membacanya pada malam hari dengan yakin dan wafat sebelum pagi, maka ia juga termasuk penghuni surga.
  • Dzikir ini dianggap sebagai kunci penting bagi mereka yang mengharapkan kehadiran surga di akhir hayatnya.

23 Februari 2026

Takjilan Hari ke-6

Foto : Heru Sudjanto
Senin 23 Februari 2026 atau hari keenam puasa Ramadhan 1447 H di kampung Ngentak terasa hangat. Sejak Subuh hingga menjelang waktu berbuka, cuaca cerah sesekali mendung tanpa disertai hujan. Sejak pukul 17.30 WIB, jamaah sudah memenuhi serambi masjid Al-Istiqomah untuk mendengarkan kultum. Terjadwal sebagai penceramah hari itu adalah Bpk. Sudiro. 

Dalam uraiannya, Bpk. Sudiro menyampaikan tema Hidup Sederhana dan Pandai Bersyukur: Belajar dari Rasulullah dan Para Sahabat. Jamaah diajak merenungkan makna kesederhanaan, rasa syukur, dan hakikat kemuliaan dalam Islam. Melalui kisah Rasulullah dan para sahabat, kita diingatkan bahwa kemuliaan sejati tidak terletak pada banyaknya harta, tetapi pada ketakwaan dan amal saleh.

Hidup Seperti Musafir

Para sahabat Nabi hidup dengan prinsip sederhana, seperti seorang musafir yang hanya membawa bekal secukupnya. Dikisahkan sebagian sahabat hanya memiliki harta belasan hingga puluhan dirham. Namun, keimanan mereka sangat kokoh. Mereka tidak menumpuk harta dan tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama. Prinsipnya jelas: secukupnya untuk kebutuhan, selebihnya untuk kebaikan.

22 Februari 2026

Takjilan Hari ke-5

Memasuki puasa hari kelima, jamaah Kampung Ramadhan Ngentak semakin giat untuk menuntut ilmu. Tidak hanya saat menjelang tarawih dan seusai sholat Subuh, mereka juga hadir menyimak materi yang disampaikan saat menjelang waktu berbuka. 

Foto: Heru Sudjanto
Sebagai penceramah hari Ahad 22 Februari 2026, Bpk. Heru Sudjanto menyampaikan materi Keistimewaan Ramadhan dalam Perspektif Rukun Islam. Ramadhan adalah bulan yang istimewa. Ia bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan yang menguatkan dan menyempurnakan pelaksanaan Rukun Islam dalam kehidupan manusia. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW : “Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menunaikan haji bagi yang mampu.”

Sehingga, keistimewaan Ramadhan sangat berkaitan erat dengan lima rukun Islam tersebut.

  • Syahadat: Penguatan Tauhid dan Keimanan
Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 185 bahwa bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. Di bulan ini, kita memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa. Semua itu memperkuat makna syahadat, bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan-Nya. Puasa melatih kita untuk jujur kepada Allah. Tidak ada yang mengetahui apakah kita benar-benar berpuasa selain Allah. Inilah bentuk penguatan tauhid yang paling nyata.

18 Februari 2026

Robohnya Pohon Mundu

Hari pertama puasa di Ngentak, Rabu 18 Februari 2026, diwarnai musibah. Cuaca panas terik sejak pagi berubah menjadi mendung tebal selepas waktu Dhuhur. Sekitar pukul 13.30 WIB, angin bertiup sangat kencang disusul hujan deras. Suasana cukup mencekam, karena perubahan cuaca secara mendadak tersebut. Bahkan, berdasarkan laporan Bpk. Rudi Santosa di group kampung, pohon Mundu yang berada di sisi belakang samping Bpk. Supihartono roboh tercabut hingga akar-akarnya. Pohon berukuran besar dan berusia tua tersebut roboh ke timur, menutup akses jalan. 

Upaya penanganan segera dilakukan. Melalui Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo, kejadian tersebut langsung dilaporkan ke FPRB Pendowoharjo. Alhamdulillah, tidak berapa lama kemudian tim FPRB langsung menuju ke lokasi dan menyingkiran pohon berukuran raksasa tersebut. Berdasarkan informasi yang disampaikan tim FPRB Pendowoharjo, pada saat bersamaan beberapa pohon tumbang di Jln. Bantul dan wilayah Bantul lainnya.

Foto : Supihartono

Jadwal Kuliah Subuh 1447 H

 

Jadwal Kultum Tarawih 1447 H




Jadwal Kultum Takjilan 1447 H


Daftar Pemberi Takjil 1447 H

 

16 Februari 2026

Pertemuan Warga #3 @Bpk. Mustijo

Secara kebetulan, Bpk. Mustijo yang baru saja mempunyai hajatan, menjadi tuan rumah pertemuan rutin warga malam Selasa Kliwon. Tepatnya dilaksanakan hari Senin, 16 Februari 2026 pukul 20.15 WIB. 

Hasil pertemuan :

1. Pembukaan oleh Bpk. Heru Sudjanto
2. Dzikir Pinuwunan oleh Bpk. Rudi Santosa
3. Laporan Keuangan

  • Kas RT 04
  • Jimpitan oleh Bpk. Marwanto
  • Dana Sosial oleh Bpk. Abdul Rokhimin

4. Sambutan Ketua RT 04

  • Ucapan terimakasih atas kehadiran warga
  • Selama bulan Ramadhan, mohon partisipasi aktif kegiatan di masjid Al-Istiqomah
  • Kewaspadaan karena beberapa kasus pencurian di sekitar kampung Ngentak
  • Tiang lampu yang miring di dekat sungai sudah dilaporkan ke Dinas Perhubungan, namun belum ada tindak lanjut

5. Lain-lain

  • Bpk. Mustijo : Ucapan terimakasih kepada seluruh warga Ngentak yang sudah membantu kelancaran pelaksanaan hajatan pernikahan puterinya
  • Bpk. Parno : 1) Usul tiang lampu yang miring diperbaiki secara mandiri, dan digeser posisinya 2) Pengadaan lampu penerangan di jalan kampung rumah Bpk. Purwoko ke selatan

6. Arisan, yang mendapatkan Bpk. Suratiman
7. Penutup

15 Februari 2026

Sabilul Huda #24 @Bpk. Imam

Pengajian rutin pekanan Sabilul Huda kembali hadir menyapa jamaah kampung Ngentak dan Dolikan. Dilaksanakan pada hari Ahad 15 Februari 2026 di rumah Bpk. Imam di Dolikan mulai pukul 20.15 WIB.

Acara dibuka oleh Bpk. Rudi Santosa yang menyampaikan informasi bahwa pengajian kali ini merupakan edisi terakhir sebelum memasuki bulan Ramadhan 1447 H. Selanjutnya pembacaan dzikir tahlil kalimat thoyibah yang dipimpin Bpk. Ponimin selaku imamudin. Setelahnya adalah istirahat sejenak guna menikmati hidangan yang sudah tersaji, yakni nasi gule dan segelas teh panas.

Sebagai guru ngaji malam itu adalah Bpk. Drs. H. Syahroini Djamil. Dalam paparannya, beliau menyampaikan materi berikut :

1. Kekayaan Allah yang Tak Terbatas

Pembicara menekankan bahwa Allah SWT adalah Dzat yang Maha Kaya (Ya Ghoniyu) dan Maha Pemberi Kekayaan (Ya Mughni). Seluruh kekayaan manusia di dunia ini jika dibandingkan dengan kekayaan Allah hanyalah ibarat setetes air pada ujung jarum yang dicelupkan ke dalam samudra luas.

Ditegaskan bahwa jika seluruh manusia dan jin dari awal hingga akhir zaman meminta segala sesuatu kepada Allah dan semuanya dikabulkan, hal tersebut tidak akan mengurangi kekayaan Allah sedikit pun.

2. Mengapa Rezeki Terasa Seret?

Meskipun seseorang sudah rajin salat dan mengaji, terkadang rezeki masih terasa sulit. Pembicara mengingatkan agar kita tidak menyalahkan Allah. Introspeksi Diri: Kita harus mencari kesalahan pada diri sendiri, apakah masih ada maksiat yang dilakukan atau ada keraguan terhadap kekuasaan Allah.

Hambatan Hutang: Hutang yang belum terlunasi atau belum diikhlaskan oleh pemberi hutang dapat menjadi penghalang bagi seseorang untuk mendapatkan kenikmatan, baik di dunia maupun di alam kubur.

3. Pentingnya Niat Ibadah dalam Segala Aktivitas

Waktu yang kita gunakan untuk ibadah murni (seperti salat lima waktu) sebenarnya sangat sedikit jika dihitung secara matematis. Agar seluruh hidup bernilai pahala, umat Islam diajak untuk meniatkan setiap aktivitas sebagai ibadah, mulai dari bekerja, berdagang, hingga tidur, dengan mengawalinya menggunakan doa atau Bismillah.

4. Keyakinan pada Hari Kebangkitan

Mengambil kisah Nabi Ibrahim AS yang meminta petunjuk bagaimana Allah menghidupkan orang mati agar hatinya menjadi tenang (tumakninah). Pembicara menjelaskan bahwa menghidupkan kembali manusia pada hari kebangkitan adalah hal yang sangat mudah bagi Allah, karena Allah mampu menciptakan manusia dari awal yang tidak ada menjadi ada.

5. Pesan Penutup

Menjelang bulan Ramadan, jemaah diajak untuk saling mengasihi sesama makhluk di bumi agar dikasihi oleh penduduk langit. Pengajian ditutup dengan doa agar jemaah diberikan kesehatan untuk menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan maksimal dan penuh keberkahan.

Di penghujung acara, pembacara acara menginformasikan peroleh infak malam itu. Sedangkan yang mendapatkan undian arisan adalah Ibu Sarinem di Dolikan.

Foto : Heru Sudjanto

Boyong Manten Mbak Novi

Foto : Heru Sudjanto
Minggu Pon, 15 Februari 2026, dilaksanakan prosesi adat Jawa "Boyong Manten" sebagai rangkaian pernikahan dari ananda Mbak Novi (putri dari Bapak Mustijo & Ibu Sri Astuti) dan Mas Taufiq (putra dari Bapak Sudarmadi & Ibu Surati). Acara yang berlangsung di Sakatembi Resto, Tembi, Jln. Parangtritis ini berjalan dengan khidmat dan penuh rasa kekeluargaan.

Acara diawali dengan pembukaan secara islami melalui pembacaan basmalah dan doa bersama oleh pranata adicara. Pihak keluarga pria, yang diwakili Bpk. Parno selaku juru bicara keluarga Bapak Mustijo dan Ibu Sri Astuti, menyampaikan maksud kedatangan mereka untuk menyerahkan putra-putri mempelai kepada keluarga besar di Miri. Dalam sambutannya, disampaikan pula rasa syukur atas kelancaran akad nikah yang telah dilaksanakan sebelumnya serta pemberian "oleh-oleh" sebagai simbol pengikat tali silaturahmi antar kedua keluarga besar.

Pihak keluarga wanita, diwakili oleh Bapak Sudarmadi dan Ibu Surati, menyambut kedatangan rombongan dengan tangan terbuka dan penuh rasa bahagia. Dalam penerimaannya, pihak keluarga menyatakan kesiapan untuk membimbing kedua mempelai dalam menjalani kehidupan rumah tangga yang baru. Harapan doa dipanjatkan agar pasangan ini menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah, serta hanya maut yang dapat memisahkan.

Setelah prosesi tutur kata serah terima selesai, acara dilanjutkan dengan sesi pemberian ucapan selamat dan doa restu dari para tamu undangan dan kerabat dekat. Saudara kandung mempelai, Bapak Erfan Darianto, turut memberikan ucapan selamat yang hangat bagi kedua mempelai.

Sebagai penutup, para tamu undangan dipersilakan untuk menikmati hidangan santap siang bersama yang telah disediakan oleh pihak keluarga sebagai bentuk rasa syukur atas bersatunya dua keluarga besar tersebut. Acara diakhiri dengan sesi dokumentasi foto bersama untuk mengabadikan momen bersejarah ini.

14 Februari 2026

Ruwahan #3 di Bpk. Robet

Kegiatan kenduren ruwahan ketiga kali ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 Februari 2026 bertempat di rumah Bpk. Robet. Dimulai pukul 20.15 WIB, acara ini bertujuan mengirim doa kepada leluhur, antara lain almarhum Bpk. Medi Utomo dan lainnya. Meski hujan turun deras sejak Isya, namun bapak-bapak takmir tetap bersemangat hadir beserta ibu-ibu jamaah tartilan. 

Seperti biasa, acara langsung dibuka dan dipimpin oleh Bpk. Rudi Santosa dengan membacakan kalimat thoyibah dzikir dan tahlil. Jamaah yang hadirpun mengikuti dengan khusyu' dan khidmat. Setelahnya, tuan rumah mempersilakan menikmat hidangan berupa teh panas, snack dan semangkok soto. Nampak hadir bapak-bapak pada acara tersebut antara lain Bpk. Purwo, Bpk. Agus Karyanto, Bpk. Nahrowi, Bpk. Sugiyono, Bpk. Abdul Rokhimin, Bpk. Supihartono, Bpk. Mustijo, Bpk. Jaswandi, Bpk. Supriyadi, Bpk. Rudi Santosa, Bpk. Heru Sudjanto, Bpk. Mardiyanto dan yang lainnya.
Foto : Heru Sudjanto

09 Februari 2026

Ruwahan #2 Bpk. Mardiyanto

Senin 9 Februari 2026 menjelang adzan Isya berkumandang, hujan turun begitu derasnya di kampung Ngentak RT 04. Saking derasnya, jalan menuju masjid Al-Istiqomah terendam air. Terlihat warga yang akan berjamaah di masjid menggunakan payung untuk melindungi badan dari curahan air hujan. Kondisi ini berlangsung hingga lepas Isya. 

Di saat yang sama, bada Isya diadakan acara dzikir ruwahan kirim doa bertempat di rumah Bpk. Mardiyanto bagi takmir masjid Al-Istiqomah dan ibu-ibu peserta tartilan. Namun meski harus melewati jalan licin dan becek, mereka tetap bersemangat hadir di rumah Bpk. Mardiyanto.

Pukul 20.15 WIB Bpk. Rudi Santosa memulai acara pembacaan dzikir kalimah thoyibah. Bapak ibu yang hadir mengikuti dengan khidmat hingga usai. Setelahnya, hadirin dipersilakan menikmati sate lontong, snack dan segelas teh panas yang sudah disajikan oleh tuan rumah. Sekitar pukul 20.40 WIB, acara selesai.

Foto : Heru Sudjanto

08 Februari 2026

Sabilul Huda #23 @Ibu Yuli

Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, jemaah pengajian Sabilul Huda menggelar acara pengajian rutin sekaligus tradisi "Ruwahan" pada hari Ahad (malam Senin) 8 Februari 2026 pukul 20.15 WIB. Acara yang berlangsung di kediaman Bapak Rajiono dan Ibu Yuli, di kampung Dolikan Bantul ini menjadi momen silaturahmi sekaligus doa bersama bagi para leluhur yang telah tiada. Tradisi Ruwahan sendiri dimaknai sebagai upaya "ngeluru arwah" atau mengingat serta mendoakan sanak saudara yang telah meninggal dunia sebagai bentuk bakti keluarga yang masih hidup.

Kegiatan diawali dengan pembacaan dzikir, tahlil, dan kalimat thoyibah yang dipimpin oleh Bpk. Ponimin selaku imamudin. Seusainya, acara rehat mengguna menikmati opor ayam, snack dan minuman yang disajikan tuan rumah. Setelah acara istirahat dianggap cukup, acara dilanjutkan pengajian yang disampaikan oleh Bpk. K.H. Abdul Mustoni. 

Foto : Heru Sudjanto

Dalam tausiyahnya, K.H. Abdul Mustoni menekankan pentingnya perhatian dari keluarga yang masih hidup terhadap mereka yang sudah berada di alam barzah. Beliau menyebutkan setidaknya ada tiga hal utama yang sangat dibutuhkan oleh orang yang sudah meninggal dunia:

  1. Doa: Karena orang yang sudah meninggal tidak lagi bisa beramal, maka mereka sangat mengharapkan kiriman doa dari keluarga.
  2. Sedekah : Pahala sedekah yang diniatkan untuk orang tua atau keluarga yang telah tiada sangat membantu mereka di alam kubur.
  3. Kerukunan Keluarga: Orang tua di alam kubur akan merasa tenang jika melihat anak-cucu yang ditinggalkan hidup rukun dan saling menjaga silaturahmi.

Menariknya, dalam pengajian tersebut, K.H. Abdul Mustoni juga membedah filosofi tembang Jawa terkenal, Sluku-Sluku Bathok. Beliau menjelaskan bahwa tembang tersebut mengandung pesan mendalam tentang kehidupan dan kematian.

Kata Sluku-sluku dimaknai sebagai ajakan untuk beristirahat atau selonjor, sementara Bathok mengacu pada kepala atau pikiran. Pesannya adalah agar manusia senantiasa mengistirahatkan pikiran dari urusan duniawi untuk fokus berzikir dan mengingat Allah. Adapun lirik Si Romo menyang Solo dimaknai sebagai perintah untuk bersuci siram dan menjalankan shalat.

Sebelum diakhiri, pihak pengurus pengajian berharap, melalui kegiatan ini, jemaah semakin siap secara spiritual dalam menghadapi bulan puasa. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antarjemaah. Panitia juga mengimbau jemaah untuk tetap konsisten dalam menjalankan ibadah dan zikir, termasuk mengamalkan kalimat Hasbunallah wanikmal wakil sebagai pegangan dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup.

Kenduri Sedekah Ruwahan 2026

Foto : Tito Perwito
Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, warga RT 04 Ngentak menjadwalkan agenda tradisi tahunan berupa Kenduri Sedekah Ruwahan. Kegiatan religi dan budaya ini dipusatkan di Serambi Masjid Al-Istiqomah pada hari Sabtu (malam Minggu), 8 Februari 2026 pukul 18.15 WIB (bada Sholat Maghrib). Pemilihan waktu ini dimaksudkan agar seluruh warga dapat berkumpul dengan tenang untuk mengikuti doa bersama.

Ketua RT 04 Ngentak, Eko Sudaryanto, telah melayangkan undangan resmi kepada seluruh bapak-bapak warga di wilayah tersebut untuk hadir secara langsung dalam acara yang sarat akan makna kebersamaan ini.

"Kami sangat mengharapkan kehadiran bapak-bapak sekalian dalam acara ini. Besar harapan kami agar warga bisa hadir secara lengkap," tulis Eko Sudaryanto dalam pengantarnya.

Tradisi Ruwahan atau Sedekah Ruwahan merupakan momen penting bagi masyarakat Jawa untuk memanjatkan doa bagi para leluhur sekaligus sebagai bentuk syukur sebelum memasuki masa puasa. Selain aspek spiritual, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga di lingkungan RT 04 Ngentak.

Lebih lanjut, Ketua RT 04 berharap kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Istiqomah tersebut dapat berjalan dengan khidmat dan membawa keberkahan bagi seluruh lingkungan warga.

Pernikahan Bahagia Mbak Novianti

Foto Ilustrasi
Suasana haru dan khidmat menyelimuti kediaman keluarga Bapak Mustijo dan Ibu Sri Astuti di Ngentak RT 04 Dagen, Pendowoharjo, Sewon, Bantul. Hal tersebut karena berlangsungnya prosesi akad nikah antara Nur Taufik Rizal dan Novianti Tri Cahyaningtyastuti. Pasangan ini resmi menjadi suami istri setelah menjalani prosesi ijab kabul yang kental dengan nuansa adat Jawa pada hari Ahad pagi 8 Februari 2026 sekitar pukul 09.00 WIB.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Bapak Parno yang mewakili pihak keluarga besar Bapak Mustijo (tuan rumah). Dalam penyampaiannya, Bapak Parno mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu undangan, khususnya rombongan keluarga mempelai pria yang telah hadir.

"Kami atas nama keluarga Bapak Mustijo mengucapkan sugeng rawuh dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Bapak dan Ibu sekalian. Kami memohon doa restu agar acara ijab kabul yang akan dilaksanakan hari ini diberikan kelancaran oleh Allah SWT, sehingga putra-putri kami dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah," ujar Bapak Parno dalam sambutannya. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyambutan dan penyediaan tempat terdapat hal-hal yang kurang berkenan.

Menyambung sambutan tersebut, Bapak Poriman yang mewakili Bapak Sudarmadi dan Ibu Surati dari Miri (pihak pria), secara resmi menyerahkan Nur Taufik Rizal untuk dinikahkan. Ia menyebut penyerahan ini layaknya menyerahkan "Sekar Cempoko" yang siap dipersatukan dalam ikatan suci, lengkap dengan seserahan sebagai simbol pengikat persaudaraan.

07 Februari 2026

Pertemuan Rutin Muda-mudi Ngentak

Pemuda Kampung Ngentak RT 04 Dagen Pendowoharjo, Sewon, Bantul, yang tergabung dalam OPPN kembali melaksanakan pertemuan rutin pada hari Sabtu, 7 Februari 2026. Seperti biasa, acara ini dilaksanakan di Pos Siskamling setempat. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut menghadirkan sejumlah agenda penting, termasuk pembayaran iuran kas, persiapan menyambut bulan Ramadhan 1447 H, acara laden pernikahan mbak Novi dan lain-lain.

Dalam undangan yang disampaikan kepada seluruh pemuda, diinformasikan bahwa pertemuan tidak hanya sebagai ajang koordinasi, tetapi juga memberikan pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah dan gula darah secara gratis oleh kader Puskesmas Sewon I. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian pemuda terhadap kesehatan tubuh. Pemeriksaan kesehatan yang digelar dalam pertemuan ini mendapat respon positif dari para pemuda.

Penyelenggaraan pertemuan rutin seperti ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial masyarakat Kampung Ngentak. Kegiatan seperti ini dinilai penting untuk memperkokoh komunikasi antarwarga sekaligus memadukan kegiatan sosial dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kampung Ngentak.

Posyandu Dewasa dan Lansia

Posyandu Dewasa dan Lansia kembali digelar untuk warga RT 04 Ngentak Dagen, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, pada Sabtu (7/2/2026) sore. Kegiatan yang berlangsung di Gardu Siskamling tersebut diikuti oleh warga usia 18 tahun ke atas hingga lansia sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan pemantauan kesehatan masyarakat.

Kegiatan Posyandu Dewasa dan Lansia ini dilaksanakan mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai. Warga yang hadir mendapatkan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan dasar, meliputi pemeriksaan antropometri seperti berat badan, tinggi badan, lingkar perut, dan lingkar lengan atas (LILA).

Selain itu, petugas juga memberikan layanan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah secara gratis. Sementara itu, bagi warga yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan, disediakan pula layanan pemeriksaan asam urat dan kolesterol dengan biaya terjangkau.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib dan mendapat sambutan positif dari warga. Para peserta mengikuti setiap tahapan pemeriksaan dengan antusias, terutama kelompok lansia yang menjadi sasaran utama kegiatan. Sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan lansia, panitia juga memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) khusus bagi peserta lansia yang hadir.

Melalui kegiatan Posyandu Dewasa dan Lansia ini, diharapkan masyarakat dapat melakukan deteksi dini kondisi kesehatan serta meningkatkan kepedulian terhadap pola hidup sehat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan di tingkat lingkungan.

06 Februari 2026

Kenduri Pernikahan Puteri Bpk. Mustijo

Dalam rangka permohonan doa restu atas rencana pernikahan puteri, Novianti Tri Cahyaningtyastuti, keluarga Bpk. Mustijo dan Ibu Sri Astuti menyelenggarakan kenduri pinuwunan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum'at, 6 Februari 2026 pukul 18:00 WIB (habis Magrib) di rumah Bpk. Mustijo. Selain bapak-bapak warga Ngentak, nampak hadir pada kesempatan tersebut bapak-bapak warga Dolikan dan kerabat.

Acara dibuka oleh Bpk. Ponimin, yang menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan kenduren. Selain itu, bpk. Ponimin, juga menginformasikan bahwa akad nikah akan dilaksanakan pada hari Ahad 8 Februari 2026 pukul 09.00 WIB di rumah Bpk. Mustijo.

Foto : Heru Sudjanto

Seluruh warga Ngentak turut mendoakan semoga seluruh rangkaian acara pernikahan mbak Novi berjalan lancar tidak kurang satu apapun. Aamiin.....

02 Februari 2026

Malam Nisfu Sya'ban

Malam Nisfu Sya’ban adalah malam pertengahan bulan Sya’ban, yaitu malam tanggal 15 Sya’ban dalam kalender Hijriah (malam sebelumnya, karena pergantian hari dimulai sejak magrib). Dalam tradisi Islam, terutama di kalangan masyarakat muslim Indonesia, malam Nisfu Sya’ban dipahami sebagai malam yang istimewa, dengan beberapa makna berikut:

Makna dan Keutamaan

  1. Malam pengampunan dosa. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Allah memberi ampunan kepada banyak hamba-Nya pada malam ini, kecuali orang-orang tertentu seperti yang bermusuhan, syirik, atau pendendam.
  2. Persiapan menuju Ramadan. Nisfu Sya’ban sering dipandang sebagai momentum evaluasi diri sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
  3. Malam doa dan introspeksi. Umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, istighfar, dan amal saleh sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah.
Amalan yang umum dilakukan pada malam Nisfu Sya'ban antara lain :
  1. Membaca Surat Yasin (sering dilakukan 3 kali)
  2. Berdoa memohon ampunan, keselamatan dan kelapangan rezeki
  3. Salat sunnah dan dzikir
  4. Memperbanyak istighfar dan shalawat
Foto : Heru Sudjanto

Bagi warga Ngentak RT 04 Dagen Pendowoharjo Sewon Bantul, dalam rangka memaknai malam Nisfu Sya'ban mereka melaksanakan sholat tasbih secara berjamaah. Kegiatan ini dilaksanakan hari Senin, 2 Februari 2026 pukul 20.00 WIB (bada Isya) di masjid Al-Istiqomah. Selaku imam adalah Bpk. Muhammad Thoyib dari Sawahan. Usai pelaksanaan sholat tasbih, jamaah menyimak kultum yang disampaikan pak Thoyib sambil duduk santai di serambi. Kultum selesai, jamaah berkesempatan menikmati bakso dan teh hangat, ditemani bakwan dan krupuk.

Kegiatan ini merupakan kali kedua, setelah pelaksanaan perdana tahun 2025 lalu.

Undangan Sholat Tasbih

 

01 Februari 2026

Sabilul Huda #22 @Bpk. Sardi

Berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan laporan prakiraan cuaca lokal, cuaca mayoritas di DIY pada hari Ahad 1 Februari 2026 diperkirakan hujan, terutama dengan intensitas ringan sejak pagi hingga malam hari di sebagian besar wilayah seperti Kota Yogyakarta, Kulon Progo, Bantul, Gunungkidul, dan Sleman. Bagaimana kenyataannya? Sejak Subuh gerimis dan kadang hujan mengguyur Kampung Ngentak RT 04 dan tentunya wilayah lainnya. Kondisi ini berlanjut hingga siang hari. Matahari seakan enggan menampakkan sinarnya. Cuaca benar-benar dingin dibawah suhu normal pada umumnya. Wargapun lebih memilih berdiam di rumah, enggan beraktivitas di luar rumah. Namun Alhamdulillah, bada Ashar ada sedikit kesempatan untuk menghirup kesegaran udara luar. Sinar matahari sedikit terlihat malu-malu. Anak-anak memanfaatkan kesempatan ini dengan bermain di halaman atau lapangan. Menjelang Maghrib sampai Isya, ternyata kembali seperti pagi hari. Hujan intensitas sedang kembali turun membasahi bumi. 

Padahal, bada Isya sudah menjadi rutinitas kegiatan pengajian Sabilul Huda setiap pekannya. Malam itu, sebagai shohibul bait adalah keluarga Bpk. Sardi dan ibu Barisah di Dolikan. Namun kondisi yang kurang menguntungkan tersebut tidak menyurutkan langkah jamaah untuk hadir. Sebagian besar mereka berjalan kaki menggunakan pelindung payung. Ada juga yang menggunakan jas hujan karena mengendari sepeda motor. Terlihat wajah semangat tanpa mempedulikan rintik hujan.

Acara dibuka dengan pembacaan dzikir pinuwunan pembacaan kalimat thoyibah oleh Bpk. Ponimin. Bapak ibu serta hadirin lainnya nampak mengikutinya. Setelahnya adalah jeda istirahat. Segelas teh hangat, snack dan semangkok soto seakan menjadi penawar dinginnya malam itu. Terasa pas dengan suasana. Usai istirahat dianggap cukup, acara dilanjutkan dengan pengajian. Sebagai guru ngaji malam itu adalah Bpk. H. Basyrowi dari Dukuh. Beliau sudah hadir sebelum acara dimulai. Menjadi ciri khasnya, Bpk. Basyrowi menyampaikan dengan penuh semangat berapi-api. Beliau menyampaikan banyak hal terkait keislaman.

Di akhir acara, Bpk. Rudi Santosa selaku pembawa acara menyampaikan peroleh infak. Sedangkan undian arisan, karena tidak ada yang berkenan mendapatkan, maka ditawarkan kepada jamaah yang hadir. Alhamdulillah, ibu Yuli dari Dolikan bersedia ketempatan untuk pertemuan berikutnya.

Foto : Heru Sudjanto