18 Februari 2026

Robohnya Pohon Mundu

Hari pertama puasa di Ngentak, Rabu 18 Februari 2026, diwarnai musibah. Cuaca panas terik sejak pagi berubah menjadi mendung tebal selepas waktu Dhuhur. Sekitar pukul 13.30 WIB, angin bertiup sangat kencang disusul hujan deras. Suasana cukup mencekam, karena perubahan cuaca secara mendadak tersebut. Bahkan, berdasarkan laporan Bpk. Rudi Santosa di group kampung, pohon Mundu yang berada di sisi belakang samping Bpk. Supihartono roboh tercabut hingga akar-akarnya. Pohon berukuran besar dan berusia tua tersebut roboh ke timur, menutup akses jalan. 

Upaya penanganan segera dilakukan. Melalui Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo, kejadian tersebut langsung dilaporkan ke FPRB Pendowoharjo. Alhamdulillah, tidak berapa lama kemudian tim FPRB langsung menuju ke lokasi dan menyingkiran pohon berukuran raksasa tersebut. Berdasarkan informasi yang disampaikan tim FPRB Pendowoharjo, pada saat bersamaan beberapa pohon tumbang di Jln. Bantul dan wilayah Bantul lainnya.

Foto : Supihartono

Jadwal Kuliah Subuh 1447 H

 

Jadwal Kultum Tarawih 1447 H

Jadwal Kultum Takjilan 1447 H


16 Februari 2026

Pertemuan Warga #3 @Bpk. Mustijo

Secara kebetulan, Bpk. Mustijo yang baru saja mempunyai hajatan, menjadi tuan rumah pertemuan rutin warga malam Selasa Kliwon. Tepatnya dilaksanakan hari Senin, 16 Februari 2026 pukul 20.15 WIB. 

Hasil pertemuan :

1. Pembukaan oleh Bpk. Heru Sudjanto
2. Dzikir Pinuwunan oleh Bpk. Rudi Santosa
3. Laporan Keuangan

  • Kas RT 04
  • Jimpitan oleh Bpk. Marwanto
  • Dana Sosial oleh Bpk. Abdul Rokhimin

4. Sambutan Ketua RT 04

  • Ucapan terimakasih atas kehadiran warga
  • Selama bulan Ramadhan, mohon partisipasi aktif kegiatan di masjid Al-Istiqomah
  • Kewaspadaan karena beberapa kasus pencurian di sekitar kampung Ngentak
  • Tiang lampu yang miring di dekat sungai sudah dilaporkan ke Dinas Perhubungan, namun belum ada tindak lanjut

5. Lain-lain

  • Bpk. Mustijo : Ucapan terimakasih kepada seluruh warga Ngentak yang sudah membantu kelancaran pelaksanaan hajatan pernikahan puterinya
  • Bpk. Parno : 1) Usul tiang lampu yang miring diperbaiki secara mandiri, dan digeser posisinya 2) Pengadaan lampu penerangan di jalan kampung rumah Bpk. Purwoko ke selatan

6. Arisan, yang mendapatkan Bpk. Suratiman
7. Penutup

15 Februari 2026

Sabilul Huda #24 @Bpk. Imam

Pengajian rutin pekanan Sabilul Huda kembali hadir menyapa jamaah kampung Ngentak dan Dolikan. Dilaksanakan pada hari Ahad 15 Februari 2026 di rumah Bpk. Imam di Dolikan mulai pukul 20.15 WIB.

Acara dibuka oleh Bpk. Rudi Santosa yang menyampaikan informasi bahwa pengajian kali ini merupakan edisi terakhir sebelum memasuki bulan Ramadhan 1447 H. Selanjutnya pembacaan dzikir tahlil kalimat thoyibah yang dipimpin Bpk. Ponimin selaku imamudin. Setelahnya adalah istirahat sejenak guna menikmati hidangan yang sudah tersaji, yakni nasi gule dan segelas teh panas.

Sebagai guru ngaji malam itu adalah Bpk. Drs. H. Syahroini Djamil. Dalam paparannya, beliau menyampaikan materi berikut :

1. Kekayaan Allah yang Tak Terbatas

Pembicara menekankan bahwa Allah SWT adalah Dzat yang Maha Kaya (Ya Ghoniyu) dan Maha Pemberi Kekayaan (Ya Mughni). Seluruh kekayaan manusia di dunia ini jika dibandingkan dengan kekayaan Allah hanyalah ibarat setetes air pada ujung jarum yang dicelupkan ke dalam samudra luas.

Ditegaskan bahwa jika seluruh manusia dan jin dari awal hingga akhir zaman meminta segala sesuatu kepada Allah dan semuanya dikabulkan, hal tersebut tidak akan mengurangi kekayaan Allah sedikit pun.

2. Mengapa Rezeki Terasa Seret?

Meskipun seseorang sudah rajin salat dan mengaji, terkadang rezeki masih terasa sulit. Pembicara mengingatkan agar kita tidak menyalahkan Allah. Introspeksi Diri: Kita harus mencari kesalahan pada diri sendiri, apakah masih ada maksiat yang dilakukan atau ada keraguan terhadap kekuasaan Allah.

Hambatan Hutang: Hutang yang belum terlunasi atau belum diikhlaskan oleh pemberi hutang dapat menjadi penghalang bagi seseorang untuk mendapatkan kenikmatan, baik di dunia maupun di alam kubur.

3. Pentingnya Niat Ibadah dalam Segala Aktivitas

Waktu yang kita gunakan untuk ibadah murni (seperti salat lima waktu) sebenarnya sangat sedikit jika dihitung secara matematis. Agar seluruh hidup bernilai pahala, umat Islam diajak untuk meniatkan setiap aktivitas sebagai ibadah, mulai dari bekerja, berdagang, hingga tidur, dengan mengawalinya menggunakan doa atau Bismillah.

4. Keyakinan pada Hari Kebangkitan

Mengambil kisah Nabi Ibrahim AS yang meminta petunjuk bagaimana Allah menghidupkan orang mati agar hatinya menjadi tenang (tumakninah). Pembicara menjelaskan bahwa menghidupkan kembali manusia pada hari kebangkitan adalah hal yang sangat mudah bagi Allah, karena Allah mampu menciptakan manusia dari awal yang tidak ada menjadi ada.

5. Pesan Penutup

Menjelang bulan Ramadan, jemaah diajak untuk saling mengasihi sesama makhluk di bumi agar dikasihi oleh penduduk langit. Pengajian ditutup dengan doa agar jemaah diberikan kesehatan untuk menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan maksimal dan penuh keberkahan.

Di penghujung acara, pembacara acara menginformasikan peroleh infak malam itu. Sedangkan yang mendapatkan undian arisan adalah Ibu Sarinem di Dolikan.

Foto : Heru Sudjanto

Boyong Manten Mbak Novi

Foto : Heru Sudjanto
Minggu Pon, 15 Februari 2026, dilaksanakan prosesi adat Jawa "Boyong Manten" sebagai rangkaian pernikahan dari ananda Mbak Novi (putri dari Bapak Mustijo & Ibu Sri Astuti) dan Mas Taufiq (putra dari Bapak Sudarmadi & Ibu Surati). Acara yang berlangsung di Sakatembi Resto, Tembi, Jln. Parangtritis ini berjalan dengan khidmat dan penuh rasa kekeluargaan.

Acara diawali dengan pembukaan secara islami melalui pembacaan basmalah dan doa bersama oleh pranata adicara. Pihak keluarga pria, yang diwakili Bpk. Parno selaku juru bicara keluarga Bapak Mustijo dan Ibu Sri Astuti, menyampaikan maksud kedatangan mereka untuk menyerahkan putra-putri mempelai kepada keluarga besar di Miri. Dalam sambutannya, disampaikan pula rasa syukur atas kelancaran akad nikah yang telah dilaksanakan sebelumnya serta pemberian "oleh-oleh" sebagai simbol pengikat tali silaturahmi antar kedua keluarga besar.

Pihak keluarga wanita, diwakili oleh Bapak Sudarmadi dan Ibu Surati, menyambut kedatangan rombongan dengan tangan terbuka dan penuh rasa bahagia. Dalam penerimaannya, pihak keluarga menyatakan kesiapan untuk membimbing kedua mempelai dalam menjalani kehidupan rumah tangga yang baru. Harapan doa dipanjatkan agar pasangan ini menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah, serta hanya maut yang dapat memisahkan.

Setelah prosesi tutur kata serah terima selesai, acara dilanjutkan dengan sesi pemberian ucapan selamat dan doa restu dari para tamu undangan dan kerabat dekat. Saudara kandung mempelai, Bapak Erfan Darianto, turut memberikan ucapan selamat yang hangat bagi kedua mempelai.

Sebagai penutup, para tamu undangan dipersilakan untuk menikmati hidangan santap siang bersama yang telah disediakan oleh pihak keluarga sebagai bentuk rasa syukur atas bersatunya dua keluarga besar tersebut. Acara diakhiri dengan sesi dokumentasi foto bersama untuk mengabadikan momen bersejarah ini.