04 Maret 2026

Rapat Syawalan Tahun 2026

Pengurus RT 04 yang dipimpin oleh Bpk. Eko Sudaryanto telah melaksanakan rapat koordinasi untuk mematangkan persiapan acara Syawalan 1447 H tahun 2026. Acara ini dilaksanakan pada hari Rabu 4 Maret 2026 usai sholat taraweh bertempat di rumah Ketua RT 04. Pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan pemuda dan ketua dasa wisma ini menghasilkan beberapa poin penting terkait teknis pelaksanaan acara tahunan tersebut.

Hasil Pertemuan :

  • Jadwal dan Lokasi Pelaksanaan

Berdasarkan hasil kesepakatan terbaru, acara syawalan akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal: Sabtu, 28 Maret 2026.
Waktu: Pukul 20.00 WIB.
Tempat: Halaman Masjid Al-Istiqomah Ngentak.

  • Rencana Anggaran dan Kebijakan Iuran

Sektor pendanaan menjadi salah satu poin utama dalam pembahasan. Panitia menyepakati bahwa:

  1. Besaran anggaran pokok tetap sama dengan periode sebelumnya.
  2. Terdapat tambahan dana stimulus dari kas masjid sebesar Rp 1.000.000.
  3. Untuk meringankan beban warga, kategori janda masuk dalam golongan khusus dengan ketentuan iuran seikhlasnya.
  • Pengisi Acara

Panitia merencanakan Ustadz Sukirman sebagai penceramah utama dalam kegiatan tersebut. Namun, panitia juga telah menyiapkan langkah antisipasi dengan mencari penceramah alternatif jika yang bersangkutan berhalangan hadir.

  • Daftar Kehadiran Koordinasi

Rapat persiapan ini melibatkan berbagai unsur warga, di antaranya:
Perwakilan pengurus RT 04 Bpk. Eko Sudaryanto, Bpk. M. Sigit Nurcahyo, Bpk. Heru Sudjanto, Bpk. Rudi Santosa, Bpk. Abdul Rokhimin, Bpk. Parjiyono, Bpk. Supriyadi, dan Bpk. Robet. Sedangkan dari perwakilan pemuda yakni Sdr. Muhammad Saiful dan Sdr. Muhammad Mukhlis. Dari Dasa Wisma yang terlihat hadir adalah Ibu Sri Suwarti, Ibu Erni Astuti dan Ibu Dwi Juliati.

Ketua RT 04 mengharapkan kerja sama seluruh warga agar agenda ini dapat berjalan lancar dan tepat waktu sesuai dengan rencana yang telah disusun

Takjilan Hari ke-15

Foto: Heru Sudjanto
Masih kuat berpuasa ? Masih dong. Setelah 15 hari menahan lapar dan dahaga di siang hari, tidak lagi menjadikan tubuh lemas. Tubuh sudah mampu beradaptasi. Sesuai perhitungan, hari Rabu 4 Maret 2026 adalah separuh perjalanan ibadah puasa Ramadhan 1447 H. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan takjilan di masjid Al-Istiqomah yang merupakan hari ke-15. Sesuai jadwal setiap hari Rabu, sebagai pemateri kultum adalah Bpk. Ponimin.

Dalam uraiannya, Pak Ponimin menekankan pentingnya bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Manusia sering kali mendapatkan banyak kenikmatan, seperti kesehatan, keamanan, dan kesempatan beribadah, namun terkadang kurang menyadarinya.

Beliau juga mengingatkan bahwa segala sesuatu yang dimiliki manusia berasal dari Allah, sehingga sudah sepatutnya disyukuri dengan cara memperbanyak ibadah, menjaga keimanan, serta melakukan kebaikan kepada sesama.Selain itu, disampaikan juga bahwa iman menjadi dasar utama dalam kehidupan. Dengan iman yang kuat, seseorang akan lebih mudah menghadapi berbagai ujian hidup serta tetap berada di jalan yang benar.

Di akhir kultum, Bpk. Ponimin mengajak jamaah untuk:

  1. Selalu mensyukuri nikmat Allah.
  2. Memperkuat iman dan ketakwaan.
  3. Memohon ampun kepada Allah (istighfar) atas dosa-dosa yang telah dilakukan.
  4. Berdoa agar Allah menerima amal ibadah dan memberikan keberkahan dalam kehidupan.
Kultum ditutup dengan doa kepada Allah SWT agar seluruh jamaah diberikan kebaikan, keselamatan, dan diterima amal ibadahnya.

Inti pesan kultum:
Manusia harus selalu bersyukur, menjaga iman, dan mendekatkan diri kepada Allah agar hidup menjadi lebih berkah dan penuh kebaikan.

03 Maret 2026

Takjilan Hari ke-14

Separuh bulan menjalankan ibadah puasa Ramadhan, bagi sebagian orang sudah mempersiapkan lebaran terutama yang akan mudik ke kampung halaman. Perencanaan jauh hari tentunya akan lebih leluasa daripada mepet hari raya Idul Fitri. Tapi yang tidak melakukan perjalanan mudik, akan bisa lebih fokus menuntaskan puasa sampai akhir. Termasuk salah satunya adalah rutinitas menghadiri berbuka puasa bersama di masjid Al-Istiqomah. Selasa 3 Maret 2026 atau hari ke-14 terjadwal sebagai pengisi kultum adalah Bpk. Samidjo.

Sore itu, pak Samidjo menyampaikan materi tentang siapa itu iblis dan setan serta bagaimana mereka menggoda manusia. Iblis adalah makhluk ciptaan Allah yang terbuat dari api dan tidak dapat dilihat oleh manusia. Dalam penjelasannya, Iblis merupakan nama diri, sedangkan setan adalah sifat atau perbuatan yang menyesatkan dan menggoda manusia. 

Foto: Heru Sudjanto

Iblis dahulu diperintahkan Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam, tetapi ia menolak karena merasa lebih mulia daripada Adam. Kesombongan inilah yang menyebabkan Iblis durhaka kepada Allah dan akhirnya diusir dari surga serta dijanjikan masuk neraka. 

Setelah itu, Iblis memohon kepada Allah agar ditangguhkan hukuman hingga hari kiamat. Tujuannya adalah untuk menggoda dan menyesatkan manusia agar menjauh dari jalan Allah. Sejak saat itu, Iblis dan pengikutnya terus berusaha menjerumuskan manusia dengan berbagai cara hingga hari kiamat. 

Kultum ini juga mengingatkan bahwa godaan setan dapat menimpa siapa saja, baik orang biasa maupun orang yang berilmu tinggi, memiliki gelar, atau kedudukan. Kepintaran dan popularitas bukan jaminan seseorang terbebas dari godaan setan. Karena itu, manusia harus selalu memohon perlindungan kepada Allah dan menjaga keimanan agar tidak terjerumus dalam tipu daya setan.

02 Maret 2026

Takjilan Hari ke-13

Tak terasa, ibadah puasa Ramadhan memasuki hari ke-13. Tubuh sudah bisa beradaptasi dengan kondisi lapar dan dahaga. Senin 2 Maret 2026 pukul 17.30 WIB di masjid Al-Istiqomah seperti biasa terlihat semarak. Jamaah masih semangat hadir guna berbuka puasa bersama sekaligus mendapatkan ilmu melalui kultum takjilan.

Foto: Heru Sudjanto

Berdasarkan jadwal yang sudah disusun panitia, tiap hari Senin adalah Bpk. Sudiro. Saat itu beliau menyampaikan tema Merenungi Nikmat Allah dan Hakikat Harta. Pak Diro mengajak jamaah untuk merefleksikan kembali berbagai nikmat yang sering terlupakan dan memahami apa yang sebenarnya menjadi "harta sejati" bagi seorang Muslim di akhirat kelak.

1. Syukur atas Nikmat Kesehatan dan Air Segar

Pertanyaan di Hari Kiamat: Nikmat pertama yang akan ditanyakan kepada seorang hamba adalah kesehatan badan dan kenikmatan minum air yang segar lagi dingin.Kelalaian Manusia: Banyak orang sering melupakan karunia Allah saat dalam kondisi sehat dan baru menyadari mahalnya kesehatan ketika sudah jatuh sakit.

2. Hakikat Harta yang Sesungguhnya

Harta yang Fana: Berdasarkan hadis, apa yang dimakan akan lenyap dan pakaian yang dikenakan akan menjadi usang. Harta yang Kekal: Harta yang benar-benar menjadi milik kita dan akan menemani di akhirat hanyalah apa yang kita sedekahkan atau belanjakan di jalan Allah (sebagai "deposito" sejati). Kritik Gaya Hidup: Penulis mengingatkan agar kita tidak bekerja mati-matian hanya untuk mengejar gaya hidup yang berlebihan, sementara melupakan tabungan akhirat.

3. Kesederhanaan Rasulullah dan Para Sahabat

Keprihatinan Sahabat: Dikisahkan masa sulit di mana Rasulullah dan tujuh orang sahabatnya hanya memiliki daun anggur untuk dimakan hingga mulut mereka terluka. Kisah Abu al-Haitsam: Cerita tentang kedermawanan Abu al-Haitsam (Malik bin at-Taihan) yang menyembelih kambing dan istrinya membuatkan roti untuk menjamu Rasulullah dan para sahabat. Meski merupakan jamuan istimewa, Rasulullah tetap mengingatkan bahwa kenikmatan makanan dan minuman tersebut akan dimintai pertanggungjawaban.

Kesimpulan dan Penutup

Jamaah diajak untuk mengevaluasi isi kulkas dan meja makan mereka: Apakah makanan mewah tersebut membawa kemuliaan atau justru hanya menjadi bentuk berlebihan dalam mengikuti gaya hidup.

01 Maret 2026

Takjilan Hari ke-12

Hari pertama bulan Maret atau tepatnya Ahad, 1 Maret 2026 cuaca kampung Ngentak dan juga wilayah lainnya cenderung panas sepanjang hari. Kondisi ini tentu saja menjadi tantangan dalam menjalankan ibadah puasa. Bagi sebagian warga, trik untuk menyiasati cuaca terik ini adalah istirahat tidur. Realistis kan ?

Menjelang waktu berbuka pukul 17.30 WIB, jamaah hadir di masjid Al-Istiqomah untuk menyimak kultum sebelum berbuka. Terjadwal pemateri sore itu adalah Bpk. Heru Sudjanto. Dalam uraianya, pak Heru menyampaikan materi terkait Tahapan Syukur Nikmat.

Foto: Heru Sudjanto

Tingkatan syukur dalam Islam, menurut Imam Al-Ghazali dan ulama lainnya, terbagi menjadi tiga pilar utama yang saling berkaitan: Syukur Hati (mengakui dan rida), Syukur Lisan (memuji Allah), dan Syukur Perbuatan (ketaatan/amal saleh). Kesempurnaan syukur tercapai ketika ketiga unsur ini dipenuhi, yaitu meyakini, mengucapkan, dan menggunakan nikmat untuk ketaatan kepada Allah. 

Berikut adalah rincian tingkatan syukur dalam Islam:

Syukur Hati (Syukur bi'l-qalb):

Ini adalah tingkat paling mendasar, yaitu menyadari sepenuhnya bahwa seluruh nikmat—kesehatan, harta, ilmu—berasal dari Allah SWT. Hati bersyukur adalah hati yang ridha, menerima segala ketentuan, serta tidak ada keluhan atau sombong.

Syukur Lisan (Syukur bi'l-lisan):

Mengucapkan puji-pujian kepada Allah seperti Alhamdulillah dan mengakui nikmat secara lisan. Ini juga mencakup berterima kasih kepada sesama manusia yang menjadi perantara kebaikan Allah.

Syukur Perbuatan (Syukur bi'l-badan):

Menggunakan nikmat Allah untuk ketaatan dan ibadah, bukan untuk bermaksiat. Contohnya menggunakan kesehatan untuk beribadah, harta untuk sedekah, dan mata/telinga untuk melihat/mendengar kebenaran

28 Februari 2026

Takjilan Hari ke-11

Memasuki puasa hari ke-11, takjilan dilaksanakan hari Sabtu, 28 Februari 2026 bertempat di serambi masjid Al-Istiqomah. Terjadwal kultum sore itu adalah Bpk. Abdul Rokhimin. Berikut rangkumannya.

Foto : Heru Sudjanto

1. Hidup sederhana dan tidak berlebihan

Dalam kehidupan sehari-hari kita dianjurkan untuk tidak bersikap berlebihan dalam berbagai hal, baik dalam keinginan, gaya hidup, maupun dalam memikirkan masalah. Sikap sederhana akan membuat hidup lebih tenang.

2. Berhenti membandingkan diri dengan orang lain
Sering kali seseorang merasa tidak puas karena selalu membandingkan hidupnya dengan orang lain yang dianggap lebih sukses atau lebih kaya. Padahal setiap orang memiliki jalan hidup dan rezeki yang berbeda.

3. Berpikir positif dalam menjalani kehidupan
Ketika menghadapi keadaan hidup, kita perlu membiasakan diri untuk berpikir positif agar tidak mudah merasa gelisah, iri, atau putus asa.

4. Pentingnya sabar dan ikhlas
Sabar dan ikhlas merupakan kunci ketenangan hidup. Dalam menghadapi ujian atau kesulitan, seseorang harus mampu menahan emosi dan menerima keadaan dengan lapang dada.

5. Ramadan sebagai latihan kesabaran
Bulan Ramadan menjadi kesempatan untuk melatih diri agar lebih sabar, ikhlas, dan meningkatkan ibadah seperti shalat, doa, serta mendekatkan diri kepada Allah.

6. Memanfaatkan waktu Ramadan dengan baik
Sisa waktu Ramadan hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah dan memperbaiki diri, bukan hanya fokus pada urusan dunia.

Kesimpulan

Kunci hidup yang tenang adalah:

  1. Tidak berlebihan dalam kehidupan.
  2. Tidak membandingkan diri dengan orang lain.
  3. Selalu berpikir positif.
  4. Menjalani hidup dengan sabar dan ikhlas.
  5. Memanfaatkan bulan Ramadan untuk meningkatkan ibadah dan memperbaiki diri.

26 Februari 2026

Pertemuan Takmir @Bpk. Parjiyono

Foto : Heru Sudjanto
Bulan Ramadhan 1447 H tiba. Bagaimanakah dengan pertemuan rutin takmir masjid Al-Istiqomah ? Apakah ditunda pelaksanaannya ? Pertanyaan tersebut sempat dilontarkan Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo di group takmir. Namun sebagian besar takmir tetap menghendaki digelar, meski waktunya menyesuaikan. Kamis, 26 Februari 2026 bertempat di rumah Bpk. Parjiyono jajaran takmir menggelar agenda rutin tiap malam Jumat Kliwon. Namun kali ini dimulai pukul 21.10 WIB menyesuaikan usainya tarawih dan tadarus. 

Hasil Pertemuan

1. Pembukaan oleh Bpk. Heru Sudjanto
2. Dzikir Pinuwunan oleh Bpk. Rudi Santosa
3. Laporan Keuangan oleh Bpk. Abdul Rokhimin

Sumber: Laporan Bendahara

4. Sambutan Ketua Takmir oleh Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo

  • Ucapan terimakasih atas kehadiran bapak-bapak takmir 
  • Evaluasi kegiatan Ramadhan
  • Persiapan sholat Idul Fitri
  • Sampah sisa takjilan perlu dikelola

5. Kultum oleh Bpk. Rudi Santosa

  • Tema : Doa agar terbebas dari api neraka
6. Lain-lain

  • Muhammad Saiful : 
    • Laporan penggunaan dana, total pengeluaran Rp. 1.200.000,00
    • Mohon maaf atas keterlambatan pemasangan ornamen-ornamen di halaman masjid
    • Piket takjilan oleh muda-muda tidak sesuai jadwal
    • Mohon kepastian acara dongeng untuk anak-anak
  • Persiapan sholat Idul Fitri 1447 H
    • Kemungkinan akan terjadi perbedaan hari raya Idul Fitri 1447 H, disepakati yang awal
    • Belum ada pandangan yang akan menjadi imam dan khatib
  • Persiapan syawalan kampung menunggu undangan rapat, Insya Allah saat kenduren selikuran sudah ada informasi
  • Bpk. Supriyadi : 
    • Usul agar pralon sebelah timur ditambah, agar tidak banjir saat hujan turun deras
    • Keabsahan tempat ibadah di serambi, karena dipakai takjilan dll
  • Bpk. Sudiro : Saran pelaksanaan takjilan yang akan datang dilaksanakan di halaman masjid, menggunakan kursi kampung, meja, semi standing seperti di Karanggede
  • Bpk. Parno : Saran variasi menu takjilan yang akan datang sudah tertulis di daftar yang ditempel, warga tinggal memilih menu sesuai yang diinginkan
  • Kesepakatan berdirinya masjid Al-Istiqomah pada tanggal 27 Juli 1977
  • Bpk. Sugiyono : Rukuh agar tertata rapi, ditaruh di lemari saat tidak digunakan. Al-Quran juga ditempatkan di lemari yang sudah tersedia

7. Arisan, yang mendapatkan Bpk. Agus Karyanto

8. Penutup