24 September 2026

Pertemuan Takmir September 2026

Foto: Heru Sudjanto
Pertemuan takmir masjid bukan hanya kegiatan rutin administratif, tetapi juga manifestasi nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat — menggabungkan ibadah, musyawarah, dan pelayanan sosial. Melalui forum ini, masjid menjadi pusat harmoni, transparansi, dan kebersamaan warga Ngentak RT 04.

Pertemuan takmir mempunyai makna dan tujuan sebagai berikut :

  1. Musyawarah pengelolaan masjid. Pertemuan takmir menjadi forum untuk membahas kegiatan ibadah, pengajian, dan pengelolaan fasilitas seperti listrik, kebersihan, serta perawatan bangunan.
  2. Transparansi keuangan. Laporan bendahara disampaikan secara terbuka agar jamaah mengetahui pemasukan dan pengeluaran kas masjid. Ini menumbuhkan kepercayaan dan partisipasi warga.
  3. Koordinasi kegiatan sosial. Dalam rapat, takmir juga membentuk panitia untuk acara besar seperti Idul Adha, pengajian, dan kerja bakti. Keputusan diambil secara mufakat, mencerminkan semangat gotong royong.
  4. Pembinaan spiritual dan kebersamaan. Pertemuan diawali dengan dzikir dan tahlil, memperkuat nilai spiritual sebelum membahas hal administratif. Ini menjaga keseimbangan antara ibadah dan pengabdian sosial.

Seperti halnya pertemuan takmir yang digelar pada hari Kamis, 24 September 2026 pukul 20.00 WIB (malam Jumat Kliwon). Sebagai tuan rumah adalah Bpk. Heru Sudjanto.

Hasil Pertemuan

1. Pembukaan oleh Bpk. Heru Sudjanto
2. Dzikir Pinuwunan oleh Bpk. Rudi Santosa
3. Laporan Keuangan oleh Bpk. Abdul Rokhimin

Sumber: Laporan Bendahara
4. Sambutan Ketua Takmir oleh Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo

  • Terimakasih atas kehadiran anggota takmir
  • Informasi pelatihan khatib bersertifikat oleh IKADI Bantul
  • Mohon masukan untuk kegiatan bagi remaja/pemuda agar terhindar dari aktivitas yang negatif

5. Kultum oleh Bpk. Rudi Santosa

  • Tema : Pentingnya majelis ilmu
6. Lain-lain

  • Bpk. Heru Sudjanto : Usul kegiatan dalam rangka Sumpah Pemuda bagi remaja/pemuda
  • Bpk. Parno : Usul masjid memiliki inventaris tanaman agar tidak pinjam saat acara pengajian malam Jumat Pahing; usul kegiatan remaja/pemuda berupa kemah
  • Bpk. Sudiro : Dulu pernah diupayakan kegiatan bagi remaja/pemuda tapi sempat terhenti. Usul jika diadakan lagi menyesuaikan dengan keinginan remaja/pemuda

7. Arisan, yang mendapatkan Bpk. Ponimin
8. Penutup

20 September 2026

Sabilul Huda #8 Bpk. Mustijo

Menjadi rutinitas setiap malam Senin, warga Ngentak dan Dolikan menghadiri pengajian Sabilul Huda. Kegiatan ini digelar di rumah-rumah anggota pengajian secara bergiliran sesuai undian arisan. Seperti hari itu, Ahad 20 September 2026 pukul 19.45 WIB bertempat di rumah Bpk. Mustijo di Ngentak. 

Setelah dibuka oleh Bpk. Rudi Santosa selaku pembawa acara, Bpk. Ponimin memimpin pembacaan dzikir dan tahlil yang diikuti oleh seluruh jamaah. Setelahnya adalah waktu istirahat selama kurang lebih 10 menit guna menikmati hidangan yang telah tersedia.

Foto: Heru Sudjanto

Sebagai guru ngaji malam itu adalah Bpk. Muhammad Thoyib dari Sawahan. Beliau menyampaikan materi keislaman berikut:

Keutamaan Tirakat Orang Tua bagi Anak Cucu

  • Istiqomah Beribadah: Tausiyah utama disampaikan oleh Bapak Muhammad yang mengingatkan jamaah untuk senantiasa menjaga keistiqomahan dalam beribadah, bermunajat, dan menuntut ilmu.
  • Pengaruh Kebaikan Orang Tua (Kana Sholahul Abi Wal Jad): Beliau menekankan bahwa kesalehan, tirakat, dan doa orang tua menjadi jalan (sababiah) utama yang menentukan kebaikan serta keberkahan hidup anak cucu di masa depan.
  • Mendoakan Leluhur: Sebagai tradisi di Majelis Sabilul Huda, jamaah dibiasakan untuk mendoakan orang tua, para leluhur, dan perintis (cikal bakal) tempat sebelum pengajian dimulai.

Kerja Bakti Ahad Kliwon

Foto: Heru Sudjanto
Pagi kerja bakti, malamnya ngaji. Begitulah aktivitas bapak-bapak kampung Ngentak RT 04 hari Ahad Kliwon 20 September 2026. Sesuai kesepakatan saat pertemuan warga sebelumnya, Ahad Kliwon pagi dimanfaatkan untuk bersih-bersih makam Duwet, Tanjung dan Jangkang sesuai ahli waris masing-masing. 

Di makam Duwet, peserta kerja bakti biasanya adalah :

  1. Bpk. Susanto
  2. Bpk. Samidjo
  3. Bpk. Suraji
  4. Bpk. Rudi Santosa
  5. Bpk. Robet
  6. Bpk. Sugiyono
  7. Bpk. Parjiyono
  8. Bpk. Samiran
  9. Bpk. Sudiro
  10. Bpk. Tito Perwito
  11. Bpk. Hardiyanto
  12. Bpk. Agus Karyanto
  13. Bpk. Heru Sudjanto
  14. Bpk. Eko Sudaryanto
  15. Dan lain-lain

14 September 2026

Pertemuan Warga di Warung Almawinda

Foto: Heru Sudjanto
Sebagai sarana komunikasi antar warga Ngentak RT 04 sekaligus wadah silaturahmi, pengurus RT 04 kembali menyelenggarakan pertemuan rutin. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin 14 September 2026 pukul 20.00 WIB. Meskipun dilaksanakan di warung Almawinda milik Bpk. Ahmad Nuryadi, namun sebagai tuan rumah adalah Bpk. Sarjuri. 

Hasil Pertemuan :

  • Pembukaan oleh Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo
  • Dzikir Tahlil dipimpin Bpk. Ponimin
  • Laporan Keuangan
  1. Bendahara, izin tidak hadir
  2. Dana Sosial oleh Bpk. Abdul Rokhimin: Saldo sebelumnya Rp. 860.000,00; dana masuk Rp. 231.000 Saldo Rp. 1.091.000,00
  3. Jimpitan oleh Bpk. Marwanto, dana masuk Rp. 720.000,00
  • Sambutan
  1. Ketua RT 04 oleh Bpk. Eko Sudaryanto : Salah seorang warga Ngentak RT 04 ditangkap polisi, aturan terkait jam bertamu dll mohon segera dipasang oleh Sie Keamanan, kerja bakti makam hari Ahad Kliwon 20 September 2026
  2. Dukuh Dagen oleh Bpk. Hartadi : Mohon waspada jika ada kegiatan kumpul yang melibatkan warga luar Ngentak, Bulan September adalah batas pembayaran SPPT PBB tahun 2026, terkait penerimaan bantuan warga karena perubahan Desil data dari BPS Pusat.
  • Lain-lain
  1. Bpk. Hardiyanto : Ada 2 warga yang belum pasok arisan, yakni Bpk. Waniono dan Bpk. Febby Ferdianto. Kesepakatannya, Bpk. Waniono dicoret karena statusnya sudah cerai. Untuk Bpk. Febby Ferdianto akan dikonfirmasi ulang oleh pengurus RT 04.
  2. Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo : Bagi warga yang akan mengajukan keberatan terkait Desil bisa ke kantor Kalurahan Pendowoharjo.
  3. Bpk. Supriyadi : Keamanan kampung adalah tanggung jawab seluruh warga
  • Arisan, yang mendapatkan Bpk. Heru Sudjanto
  • Penutup

13 September 2026

Donatur Kanopi Masjid Al-Hidayah

Dalam rangka penggalangan dana untuk kebutuhan pemasangan kanopi di masjid Al-Hidayah Bakalan, berikut jumlah sementara yang terkumpul sampai dengan hari Ahad 13 September 2026 pada saat pengajian Sabilul Huda di rumah Bpk. Nahrowi.

Sumber: Laporan Bendahara

Data ini bersifat sementara, masih bisa bertambah sampai batas akhir pengumpulan hari Kamis 17 September 2026.

Sabilul Huda #7 Bpk. Nahrowi

Pengajian Sabilul Huda putaran ke-7 kembali digelar bertepatan dengan hari Ahad, 13 September 2026 pukul 19.45 WIB. Sebagai tuan rumah kali ini adalah Bpk. Nahrowi di Ngentak. Diawali pembacaan dzikir dan tahlil yang dipimpin langsung oleh Bpk. Ponimin selaku imamudin. Setelahnya, acara rehat sejenak guna memberi kesempatan kepada jamaah untuk menikmati hidangan yang tersaji.

Foto: Heru Sudjanto
Sebagai guru ngaji malam itu adalah Drs. H. Syahroini Djamil dari perum Rotokenongo. Dalam paparannya, pak Roni menekankan pentingnya meneladani sifat Nabi Muhammad melalui selawat serta kewajiban untuk terus mendekati ulama dan ahli hikmah guna menjaga kesucian hati. Selain aspek spiritual, terdapat pesan mendalam mengenai pengasuhan anak yang mendorong generasi muda untuk menjadi pribadi yang kreatif, disiplin, dan religius dalam menghadapi tantangan zaman. Penjelasan juga mencakup ajaran tentang ikhlas dan istiqomah dalam beribadah serta pentingnya keselarasan antara perkataan dan perbuatan dalam kehidupan bermasyarakat. Secara keseluruhan, hal ini merupakan panduan moral bagi jamaah untuk meraih keselamatan dunia dan akhirat melalui ilmu agama yang bermanfaat. Berikut adalah ringkasan isi ceramah beliau:

  • Nasihat untuk Generasi Muda: Menghadapi zaman yang makin rumit dan berliku, generasi muda dinasihati agar tidak berkecil hati. Mereka didorong untuk menjadi pribadi yang kreatif, cerdas, tekun menabung, tangguh, serta ikhlas dalam beribadah.
  • Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW: Jamaah diajak untuk membiasakan membaca salawat (minimal tiga kali setelah salat) sebagai bukti cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Siapa saja yang sungguh-sungguh mencintai beliau dijanjikan akan dibersamakan di surga kelak.
  • Pentingnya Ilmu, Amal, dan Keikhlasan: Mengutip kitab Nashaihul Ibad, penceramah menekankan pentingnya bergaul dengan ulama yang mengamalkan ilmunya (ulama al-'amilin). Berilmu tanpa beramal akan sia-sia, sedangkan beramal tanpa keikhlasan dan istikamah juga tidak bernilai.
  • Keadilan Hukum Tanpa Pandang Bulu: Penegakan hukum harus dilakukan secara adil dan bijaksana, meneladani Rasulullah SAW yang tegas menyatakan akan menegakkan hukum kepada siapa saja tanpa membedakan status atau hubungan keluarga.
  • Mengimani Allah SWT yang Maha Ada: Dalam hal akidah, dijelaskan bahwa Allah SWT Maha Ada meskipun wujud-Nya tidak dapat dilihat dengan mata telanjang di dunia. Beriman dan beribadah tanpa harus melihat wujud fisik merupakan bentuk nikmat hidayah yang sangat besar.
  • Konsep Ihsan dan Menjaga Ketetapan Hati: Penerapan ajaran Ihsan adalah beribadah seolah-olah melihat Allah SWT, atau meyakini bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi kita. Karena kondisi hati (qolbu) manusia sering berbolak-balik, jamaah diimbau untuk selalu memupuknya dengan ilmu serta berdoa memohon ketetapan iman.
Sebagai penutup, Bpk. Rudi Santosa menyampaikan peroleh infak sebesar Rp. 130.000,00. Sedangkan yang mendapatkan undian arisan adalah Bpk. Mustijo di Ngentak.

06 September 2026

Sabilul Huda #6 Bpk. Pono

Edisi ke-6 pengajian Sabilul Huda kembali menjumpai jamaah Ngentak dan Dolikan. Dilaksanakan pada hari Ahad, 6 September 2026 pukul 19.45 WIB. Selaku tuan rumah kali ini adalah Bpk. Pono di Dolikan, meskipun bertempat di mushola Al-Ikhlas.

Foto: Heru Sudjanto
Seperti biasa, setelah dibuka oleh MC acara dilanjutkan pembacaan dzikir dan tahlil dipimpin Bpk. Ponimin selaku imamudin kampung Ngentak dan Dolikan. Setelahnya, acara rehat sejenak guna menikmati hidangan dari shohibul bait. Selama kurang lebih 10 menit, dilanjutkan acara inti berupa pengajian.  

Selaku guru ngaji malam itu adalah Bpk. Muhammad Thoha dari Santan. Beliau memberikan penjelasan Hadis ke-30 dari Kitab Arba'in Nawawi. Secara lebih rinci, pak Thoha menyampaikan hal-hal berikut:

  1. Menjalankan Kewajiban (Fardhu): Allah SWT telah menetapkan perkara-perkara fardhu (seperti salat lima waktu, puasa, zakat, dan haji) yang wajib dijalankan. Jamaah diingatkan untuk tidak meremehkan atau menunda kewajiban agama demi urusan duniawi. Mengerjakan salat di awal waktu mendatangkan ridha Allah, di pertengahan waktu mendapat rahmat-Nya, dan di akhir waktu mendapat ampunan walau dengan kualitas paling rendah.
  2. Menaati Batasan Hukum (Hudud): Allah memberikan batasan-batasan hukum yang tidak boleh dilanggar. Setiap aktivitas dan profesi memiliki batasannya, contohnya pedagang dilarang mengurangi timbangan dan pegawai dilarang korupsi. Setiap tindakan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.
  3. Menjauhi Perkara Haram: Barang atau perbuatan yang sudah jelas diharamkan oleh agama harus dijauhi, seperti larangan memakan bangkai (kecuali bangkai ikan dan belalang yang dihalalkan).
  4. Rahmat Allah dalam Perkara yang Tidak Dijelaskan: Perkara yang tidak disebutkan secara rinci oleh Allah bukanlah karena Allah lupa, melainkan bentuk rahmat dan kasih sayang-Nya. Perbedaan pendapat (ikhtilaf) di antara para ulama/fuqaha dalam menetapkan hukum perihal tersebut merupakan rahmat. Manusia juga dianjurkan untuk tidak memperdebatkan hal-hal di luar jangkauan akal atau kewenangannya.
  5. Hikmah Balasan di Akhirat: Jamaah diingatkan bahwa manusia sering kali gampang berbuat maksiat atau menunda taat karena balasan pahala dan siksaan belum diperlihatkan secara langsung di dunia.
Di penghujung acara, Bpk. Rudi Santosa menyampaikan beberapa hal berikut :
  1. Penggalangan dana untuk pembuatan kanopi masjid Al-Hidayah Bakalan bisa dikumpulkan kepada Bpk. Abdul Rokhimin
  2. Perolehan infak malam itu sebesar Rp. 160.000,00
  3. Undian arisan yang mendapatkan Bpk. Nahrowi di Ngentak