Setelah beberapa putaran sebelumnya dilaksanakan di Ngentak RT 04, kali ini pengajian Sabilul Huda digelar di Dolikan. Tepatnya dilaksanakan hari Ahad, 12 Juli 2026 pukul 19.45 WIB di rumah Ibu Wiji Sutrisno di Kampung Dolikan.
Seperti biasa, acara dibuka oleh pembawa acara dengan bacaan basmallah. Setelahnya dilanjutkan pembacaan dzikir pinuwunan oleh Bpk. Rudi Santosa. Mengapa pembacaan dzikir pinuwunan tidak dipimpin Bpk. Ponimin seperti biasanya ? Hal ini sesuai permintaan almarhum Bpk. Wiji Sutrisno, yang berwasiat sebelum meninggal dunia, jika kelak telah tiada, yang memimpin doa kenduri harus Bpk. Rudi Santosa. Acara berikutnya adalah istirahat guna menikmati hidangan yang telah disediakan shohibul bait, berupa segelas tes panas, snack dan lontong opor.
![]() |
| Foto: Heru Sudjanto |
Guru ngaji malam itu adalah Bpk. Muhammad Thoyib dari Sawahan. Dalam paparannya, beliau menyampaikan perihal Keimanan dan Ketaatan. Lebih lanjut, pak Thoyib menjelaskan berikut :
- Pentingnya Menuntut Ilmu: Menghadiri pengaosan dianggap sebagai bentuk jihad fisabilillah. Ditekankan bahwa jika seseorang selama 40 hari tidak mengisi jiwanya dengan pengajian atau ilmu agama, maka jiwanya akan menjadi "bobrok" dan kondisinya bisa lebih hina daripada hewan yang telah mati.
- Rukun Islam dan Iman: Mengingatkan kembali pentingnya menjalankan lima rukun Islam dan enam rukun iman sebagai tuntunan hidup agar selamat lahir dan batin. Khusus bagi mualaf, kewajiban menjalankan salat lima waktu dan mendidik anak cucu untuk salat adalah hal yang utama.
- Makna Takwa: Takwa dijelaskan bukan sekadar ucapan di lisan, melainkan sesuatu yang tertanam kuat di dalam hati atau dada.






