06 September 2026

Sabilul Huda #6 Bpk. Pono

Edisi ke-6 pengajian Sabilul Huda kembali menjumpai jamaah Ngentak dan Dolikan. Dilaksanakan pada hari Ahad, 6 September 2026 pukul 19.45 WIB. Selaku tuan rumah kali ini adalah Bpk. Pono di Dolikan, meskipun bertempat di mushola Al-Ikhlas.

Foto: Heru Sudjanto
Seperti biasa, setelah dibuka oleh MC acara dilanjutkan pembacaan dzikir dan tahlil dipimpin Bpk. Ponimin selaku imamudin kampung Ngentak dan Dolikan. Setelahnya, acara rehat sejenak guna menikmati hidangan dari shohibul bait. Selama kurang lebih 10 menit, dilanjutkan acara inti berupa pengajian.  

Selaku guru ngaji malam itu adalah Bpk. Muhammad Thoha dari Santan. Beliau memberikan penjelasan Hadis ke-30 dari Kitab Arba'in Nawawi. Secara lebih rinci, pak Thoha menyampaikan hal-hal berikut:

  1. Menjalankan Kewajiban (Fardhu): Allah SWT telah menetapkan perkara-perkara fardhu (seperti salat lima waktu, puasa, zakat, dan haji) yang wajib dijalankan. Jamaah diingatkan untuk tidak meremehkan atau menunda kewajiban agama demi urusan duniawi. Mengerjakan salat di awal waktu mendatangkan ridha Allah, di pertengahan waktu mendapat rahmat-Nya, dan di akhir waktu mendapat ampunan walau dengan kualitas paling rendah.
  2. Menaati Batasan Hukum (Hudud): Allah memberikan batasan-batasan hukum yang tidak boleh dilanggar. Setiap aktivitas dan profesi memiliki batasannya, contohnya pedagang dilarang mengurangi timbangan dan pegawai dilarang korupsi. Setiap tindakan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.
  3. Menjauhi Perkara Haram: Barang atau perbuatan yang sudah jelas diharamkan oleh agama harus dijauhi, seperti larangan memakan bangkai (kecuali bangkai ikan dan belalang yang dihalalkan).
  4. Rahmat Allah dalam Perkara yang Tidak Dijelaskan: Perkara yang tidak disebutkan secara rinci oleh Allah bukanlah karena Allah lupa, melainkan bentuk rahmat dan kasih sayang-Nya. Perbedaan pendapat (ikhtilaf) di antara para ulama/fuqaha dalam menetapkan hukum perihal tersebut merupakan rahmat. Manusia juga dianjurkan untuk tidak memperdebatkan hal-hal di luar jangkauan akal atau kewenangannya.
  5. Hikmah Balasan di Akhirat: Jamaah diingatkan bahwa manusia sering kali gampang berbuat maksiat atau menunda taat karena balasan pahala dan siksaan belum diperlihatkan secara langsung di dunia.
Di penghujung acara, Bpk. Rudi Santosa menyampaikan beberapa hal berikut :
  1. Penggalangan dana untuk pembuatan kanopi masjid Al-Hidayah Bakalan bisa dikumpulkan kepada Bpk. Abdul Rokhimin
  2. Perolehan infak malam itu sebesar Rp. 160.000,00
  3. Undian arisan yang mendapatkan Bpk. Nahrowi di Ngentak

Pernikahan Hanter Hidayat

Foto: Istimewa
Hari bahagia yang ditunggu-tunggupun tiba. Prosesi akad nikah dan resepsi pernikahan (pahargian) antara Hanter Hidayat (putra dari Bapak Supiartana dan Ibu Budiati) dengan Evi Anggraini Puspitasari (putri dari Bapak Syikh Riadiana dan Ibu Margianti) yang berlangsung di Banyu Temumpang, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul.

Rangkaian jalannya kegiatan meliputi:
  • Penyambutan dan Pasrah Tampi Rombongan: Rombongan keluarga pengantin pria yang datang dari Ngentak, Sewon, Bantul disambut hangat oleh pihak keluarga wanita. Perwakilan pihak pria (Bapak Parno) menyampaikan maksud kedatangan untuk menyerahkan calon pengantin pria beserta hantaran/mahar. Penyerahan ini diterima secara resmi oleh perwakilan pihak wanita (Bapak Maruf Cahyadi).
  • Prosesi Akad Nikah: Prosesi ijab kabul dipandu oleh petugas dari KUA Kapanewon Kasihan dan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Ayah kandung pengantin wanita (Bapak Syikh Riadiana) bertindak langsung sebagai wali nikah dengan disaksikan oleh Bapak Eko Sudaryanto dan Bapak Irwanto. Hanter Hidayat mengikrarkan ijab kabul dengan mahar berupa perhiasan emas 10,5 gram serta uang tunai Rp2.696.000.
  • Upacara Adat Panggih: Seusai akad nikah dinyatakan sah, kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian tradisi panggih gaya Surakarta, antara lain penyerahan kembar mayang, balangan gantal (saling melempar sirih), pidakan tigan (menginjak telur), wijik suku (membasuh kaki pengantin pria sebagai wujud bakti), hingga sinduran saat kedua mempelai dituntun orang tua menuju pelaminan.
  • Pahargian dan Ramah Tamah: Mempelai bersanding di pelaminan untuk menerima doa restu dari para tamu undangan agar menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah (SaMaWa) serta lekas dikaruniai momongan. Acara diakhiri dengan santap bersama (dahar walimah) dan ramah tamah yang diiringi hiburan musik/seni.

05 September 2026

Kenduren Doa Bersama Hanter Hidayat

Salah satu warga Ngentak yakni Bpk. Supi Hartono punya hajat menikahkan putera keduanya, Hanter Hidayat. Berkenaan dengan hal tersebut, Pak Supi menyelenggarakan kenduren doa bersama. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu 5 September 2026 pukul 19.30 WIB (bada Isya). Tidak hanya dihadiri bapak-bapak Ngentak, namun juga sebagian warga Dolikan.

Acara dipimpin oleh Bpk. Ponimin selaku imamudin. Sebelum dimulai, bapak-bapak yang hadir berkesempatan menikmati minuman dan snack. Setelahnya, pembacaan dzikir tahlil yang diikuti seluruh hadirin. Usai pembacaan kalimat thoyibah, acara rehat guna menyantap hidangan yang disajikan tuan rumah. 

Seluruh warga Ngentak RT 04 mendoakan semoga acara berjalan lancar sampai hari H. 

30 Agustus 2026

Sabilul Huda #5 Bpk. Robet

Foto: Heru Sudjanto

Menutup bulan Agustus 2026, tepatnya hari Ahad 30 Agustus 2026 pukul 19.45 WIB pengajian Sabilul Huda kembali hadir. Sesuai undian yang mendapatkan arisan, sebagai tuan rumah adalah Bpk. Robet di Ngentak. 

Seperti biasa, acara diawali pembacaaan kalimah thoyibah dzikir dan tahlil. Namun kali ini dipimpin Bpk. Rudi Santosa, karena Bpk. Ponimin masih dalam kondisi sakit. Turut membersamai dalam dzikir pinuwunan ini Bpk. H. Basyrowi selaku guru ngaji yang datang sejak awal. Setelahnya, adalah istirahat guna menikmat hidangan berupa bubur sumsum, snack dan segelas teh panas. 

Acara berikutnya adalah acara inti berupa pengajian. Malam itu pak Basyrowi menyampaikan materi terkait tingkatan syukur nikmat. Di akhir acara, Bpk. Rudi Santosa selaku pembawa acara menyampaikan peroleh infak malam itu sebesar Rp. 160.000,00. Sedangkan yang mendapatkan undian arisan adalah Bpk. Pono di Dolikan.


27 Agustus 2026

Husnul Khotimah di Ngentak

Foto: Heru Sudjanto
Pengajian Husnul Khotimah merupakan kegiatan kajian keagamaan rutin pekanan yang diselenggarakan setiap hari Kamis malam atau malam Jumat. Pengajian ini menjadi wadah kolaborasi erat antar-jamaah dari beberapa masjid di wilayah sekitar, yaitu Masjid Al-Ahda Dagen, Masjid Al-Hidayah Bakalan, Masjid Darul Falah Karanggede dan Masjid Al Istiqomah Ngentak. Selain jamaah dari keempat masjid tersebut, jamaah dari kampung Dolikan juga rutin menghadiri kegiatan ini. Tempat penyelenggaraan pengajian ini dilakukan secara bergilir di antara masjid-masjid anggota kolaborasi tersebut. Sebagai tuan rumah, masjid Al-Istiqomah terjadwal setiap malam Jumat Pahing.

Setiap putaran pengajian berjalan dengan tertib dan khidmat. Acara biasanya dipandu oleh Bpk. Rudi Santosa sebagai pembawa acara. Kegiatan selalu diawali dengan pembacaan dzikir, tahlil atau doa pinuwunan yang dipimpin oleh imamudin kampung setempat. Jika di Ngentak, selaku imamudin adalah Bpk. Ponimin. Sebelum memasuki sesi materi inti, jamaah diberikan waktu rehat sejenak untuk menikmati suguhan teh hangat dan makanan ringan yang disajikan

Narasumber utama atau pengisi tetap dalam pengajian ini adalah Bpk. Drs. H. Syahroini Djamil (Pak Roni) dari perum Rotokenongo. Dalam penyampaianya, beliau menyampaikan materi keagamaan yang bersumber dari kitab-kitab klasik seperti Riyadus Shalihin dan Maraqil Ubudiyyah. Tema yang diangkat sangat aplikatif untuk kehidupan sehari-hari, seperti pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah, mengelola penggunaan api dengan bijak untuk mencegah kebakaran, perumpamaan penerimaan hidayah seperti jenis tanah menyerap air hujan, serta pentingnya keikhlasan dalam mengabdi di masyarakat tanpa perlu menonjolkan diri. Beliau juga pernah mengulas bait syair Lam Yahtalim yang menjelaskan berbagai keistimewaan Nabi Muhammad SAW. Jika Pak Roni berhalangan hadir, posisi pemateri akan digantikan oleh guru ngaji tamu, seperti Bpk. Jamiludin dari Bangunjiwo yang mengulas pelestarian alam, atau Bpk. Ahmad Fauzan dari Wonokromo yang menekankan tuntunan hidup berdasarkan Al-Quran dan sunnah.

Antusiasme jamaah untuk menghadiri pengajian ini sangat tinggi, terutama dari kalangan jamaah putri yang jumlah kehadirannya rutin mendominasi. Dinamika kenyamanan tempat pun terus berkembang seiring waktu. Sebagai contoh, di Masjid Al-Istiqomah Ngentak, pengajian yang biasanya digelar di serambi masjid beralih ke halaman masjid dengan formasi duduk bershaf-shaf yang lebih rapi setelah terpasangnya atap galvalum baru di sisi timur dan utara masjid. Meskipun formasi duduk di halaman ini dinilai membuat jamaah lebih fokus, terdapat masukan bahwa jamaah putra yang terlambat hadir terkadang merasa sungkan bergabung karena harus melewati barisan jamaah putri. 

Kali ini, Kamis 27 Agustus 2026 pengajian Husnul Khotimah digelar di masjid Al-Istiqomah Ngentak RT 04. Karena Bpk. Roni bersamaan acara di luar kota, sebagai pengganti adalah Bpk. Jamaludin.

24 Agustus 2026

Kenduren 1 Tahun Alm. Bpk. Sarjono

 Almarhum Bpk. Sarjono, tidak terasa sudah setahun meninggalkan alam fana. Sebagai pengingat, almarhum meninggal dunia pada tanggal 5 September 2025. Dalam rangka mendoakan almarhum, Ibu Jumidah selaku ahli beserta keluarga menyelenggarakan kenduren.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin 24 Agustus 2026 pukul 19.30 WIB (bada Isya) di rumah almarhum. Acara dibuka oleh Bpk. Ponimin sekaligus memimpin doa. Sedangkan bacaan Yasin dipandu oleh Bpk. Rudi Santosa. Semoga almarhum Bpk. Sarjono dilapangkan kuburnya, meninggal secara husnul khotimah. Aamiin....

Foto: Heru Sudjanto

Kenduren Sedekahan Maulud 2026

Kenduri sedekahan adalah tradisi adat Jawa berupa berkumpul dan doa bersama yang diisi dengan makan bersama sebagai wujud syukur kepada Tuhan serta permohonan berkah dan keselamatan. Tujuannya mengucapkan rasa syukur atau memperingati momen tertentu. Di kampung Ngentak RT 04, kenduri sedekahan dilaksakan lima kali setahun, yakni :

  1. Bulan Rabi'ul Awal/Maulud : Maulid Nabi Muhammad SAW
  2. Bulan Muharram : Hari Asyuro
  3. Bulan Sya'ban : Ruwah
  4. Bulan Ramadhan : Malam Selikur
  5. Bulan Ramadhan : Malam takbir Idul Fitri

Selain itu, kenduri sedekahan juga menjadi momen penting untuk mempererat tali persaudaraan dan hubungan baik antar anggota masyarakat. Di akhir acara, biasanya dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh imamudin atau tokoh agama.

Foto: Heru Sudjanto
Seperti halnya pada hari Senin 24 Agustus 2026, warga Ngentak RT 04 Pendowoharjo Sewon Bantul menggelar sedekahan Maulud. Warga membawa berkat usai sholat Maghrib ke halaman masjid Al- Istiqomah. Setelah dibuka oleh Ketua RT 04 (Bpk. Eko Sudaryanto), acara dilanjutkan tausiyah oleh Bpk. Rudi Santosa terkait profil diri Nabi Muhammad SAW. Setelahnya pembacaan doa oleh Bpk. Ponimin selaku imamudin. Di akhir acara, warga membawa pulang nasih berkat yang sudah diacak urutannya.