01 April 2026

Evaluasi Syawalan Tahun 2026

Sebagai upaya evaluasi pelaksanaan kegiatan Halal Bi Halal di kampung Ngentak tahun 2026, diadakan pertemuan pada hari Rabu 1 April 2026. Kegiatan ini digelar di rumah Ketua RT 04 pada pukul 19.30 WIB. 

Hasil Pertemuan :

  1. Panitia yang ditunjuk tapi tidak hadir saat rapat pembentukan harus dihubungi secara lisan  
  2. Jika penggalian dana menemui kendala, akan dibantu Dasa Wisma masing-masing  
  3. Untuk arsip panitia, pengambilan gambar/foto menggunakan kamera, tidak memakai hp  
  4. Sisa dana disimpan tersendiri oleh bendahara kampung, sebagai modal awal tahun berikutnya  
  5. Dianggarkan untuk kopi, snack dll saat lembur persiapan tempat, panggung, dekorasi  
  6. Warga yang membawa anak-anak harap mengkondisikan agar acara berlangsung khidmat  
  7. Sebelum penggalian dana agar diadakan sosialisasi secara masif agar warga tidak kaget  
  8. Disepakati pelaksanaan syawalan malam Minggu, sepekan setelah Idul Fitri setiap tahunnya
Hasil evaluasi tersebut bisa dijadikan pedoman pada pelaksanaan kegiatan serupa tahun berikutnya. Sebagai penutup, secara resmi panitia syawalan kampung Ngentak Tahun 2026 dibubarkan oleh Ketua RT 04.

30 Maret 2026

Pertemuan Warga #4 @Bpk. Suratiman

Usai mundur sepekan dari jadwal rutin malam Selasa Kliwon, pertemuan warga kembali digelar pada hari Senin, 30 Maret 2026 pukul 20.00 WIB. Sesuai yang mendapatkan undian arisan, pertemuan dilaksanakan di rumah Bpk. Suratiman. 

Foto: Heru Sudjanto

Hasil Pertemuan

1. Pembukaan oleh Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo
2. Dzikir Pinuwunan oleh Bpk. Ponimin
3. Laporan Keuangan

  • Jimpitan
  • Dana Sosial : Saldo Rp. 776.000,00
  • Kas Kampung : Saldo Rp. 5.583.000,00
4. Sambutan Ketua RT 04
  • Ucapan terimakasih atas kehadiran warga
  • Karena masih suasana lebaran, kerja bakti tiap Ahad Kliwon diliburkan
5. Sambutan Dukuh Dagen (Bpk. Hartadi)
  • Info layanan mobil pembayaran SPPT PBB 
6. Lain-lain
7. Arisan, yang mendapatkan Bpk. Hardiyanto
8. Penutup

28 Maret 2026

Hikmah Syawal Bpk. Catur Andriyana

Bpk. Catur Andriyana menekankan pentingnya niat dalam menuntut ilmu (ngaji) sebagai jalan menuju kebaikan dan kemudahan menuju surga. Mengaji tidak hanya sekadar aktivitas, tetapi harus disertai niat yang benar agar memberikan manfaat dunia dan akhirat.

Selanjutnya, disampaikan pentingnya peningkatan iman melalui muhasabah (introspeksi diri). Iman harus terus ditingkatkan dengan amal saleh. Salah satu tanda orang beriman adalah dicintai oleh Allah dan sesama manusia, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an (Surat Maryam ayat 96).

Bapak Catur juga mengingatkan agar manusia mensyukuri nikmat Allah, sekecil apa pun, seperti kesehatan dan rezeki. Banyak orang baru menyadari nikmat ketika sudah kehilangan. Oleh karena itu, kesadaran dan rasa syukur harus dilatih sejak dini.

Disampaikan pula ciri-ciri orang mukmin, di antaranya:
  1. Segera melakukan ketaatan kepada Allah (tidak menunda-nunda amal baik).
  2. Menyegerakan melunasi utang, karena utang yang tidak dibayar dapat menghilangkan keberkahan hidup.
  3. Berbuat baik kepada orang lain, termasuk kepada orang yang berbuat buruk.
Selain itu, ceramah menekankan pentingnya menjaga lisan dan perilaku, seperti:
  1. Menghindari ghibah, fitnah, dan menghina orang lain.
  2. Menjaga kehormatan sesama manusia.
  3. Tidak merendahkan atau mencaci orang lain, karena hal tersebut termasuk dosa besar.
Dalam konteks ibadah, ditekankan pentingnya menjaga salat lima waktu sebagai fondasi utama keimanan. Salat yang benar akan membentuk akhlak dan menjadi benteng dari perbuatan buruk.

Terakhir, ceramah mengingatkan bahwa ucapan salam dalam salat bukan sekadar penutup, tetapi komitmen untuk menjaga perilaku setelah salat, termasuk menjaga lisan dan hubungan dengan sesama.

Intinya, ceramah mengajak untuk:
  1. Memperbaiki niat dalam beribadah dan menuntut ilmu
  2. Meningkatkan iman dan amal saleh
  3. Mensyukuri nikmat Allah
  4. Menjaga akhlak, lisan, dan hubungan sosial
  5. Disiplin dalam ibadah, khususnya salat

Syawalan Ngentak Tahun 2026

Foto: Heru Sudjanto

Sabtu, 28 Maret 2026, warga Kampung Ngentak menggelar acara Halal Bi Halal sebagai momentum untuk mempererat tali persaudaraan pasca perayaan Idul Fitri. Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB ini bertempat di Masjid Al-Istiqomah, yang menjadi pusat kegiatan spiritual dan sosial bagi warga setempat.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti masjid sejak awal acara. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari orang tua, pemuda, hingga anak-anak, yang berkumpul dengan satu tujuan: saling memaafkan dan memperkuat kerukunan antar warga.

Acara diawali pembukaan oleh mbak Intan Melinda Sari dan mbak Dilla Tasya Rahayu. Setelahnya berupa pembacaan Kalam Illahi oleh Bpk. Wahyudi dari Miri. Acara berikutnya adalah Ikrar Syawal yang dipimpin Sdr. Rafli Hermawan, dilanjutkan jabat tangan oleh seluruh warga. 

Puncak acara ini adalah tausiyah yang disampaikan oleh Bapak Catur Andriyana dari Sutran, Kadibeso, Sabdodadi, Bantul. Dalam ceramahnya yang khas, seperti yang terlihat dalam gaya penyampaiannya di berbagai kesempatan, beliau membawakan materi agama dengan cara yang segar, komunikatif, dan diselingi dengan humor yang mendidik. Beliau menekankan pentingnya menjaga kerukunan bertetangga dan menjadikan Halal Bi Halal bukan sekadar tradisi, melainkan sarana pembersihan hati dari segala rasa benci dan dengki.

Selaras dengan pesan-pesan yang sering beliau sampaikan (seperti dalam referensi video), Bapak Catur Andriyana mengajak warga untuk senantiasa bersyukur dan menjaga ukhuwah Islamiyah di tengah dinamika kehidupan bermasyarakat.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama antarwarga. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan kerukunan warga Kampung Ngentak semakin kokoh, membawa keberkahan bagi lingkungan, dan memperkuat semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

25 Maret 2026

Silaturahmi Kepada Guru Ngaji

Foto: Heru Sudjanto

Menjadi tradisi setiap tahun saat lebaran, jamaah pengajian Sabilul Huda mengadakan silaturahmi kepada para nguru ngaji. Begitu juga pada Idul Fitri 1447 H tahun ini. Tepatnya pada hari Rabu, 25 Maret 2026, mulai pukul 09.00 WIB pengurus beserta jamaah melakukan kunjungan silaturahmi kepada keempat guru ngaji Sabilul Huda yakni Bpk. Muhammad Thoyib, Bpk. Drs. H. Basyrowi, Bpk. Drs. H. Syahroini Djamil dan Bpk. Muhammad Thoha. Kunjungan ini sebagai bentuk penghormatan serta upaya mempererat hubungan antara jamaah dan para tokoh pendidikan keagamaan di kampung Ngentak dan Dolikan.

Kunjungan pertama dilaksanakan ke kediaman Bapak Muhammad Thoyib di Sawahan. Dalam kesempatan tersebut, rombongan menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan, yaitu menjalin silaturahmi sekaligus memohon doa serta nasihat dalam rangka peningkatan kualitas kegiatan keagamaan. Bapak Muhammad Thoyib memberikan sambutan hangat serta menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga keikhlasan dalam berdakwah dan mengajar Al-Qur’an.

20 Maret 2026

Rangkuman Khutbah Idul Fitri 1447 H

Foto: OPPN
Membangun Generasi Kuat dan Bertakwa*
oleh : Bpk. Majidi

1. Solusi Qur'ani Menghadapi Kekhawatiran Orang Tua

Persoalan utama yang dihadapi saat ini adalah kekhawatiran orang tua akan meninggalkan generasi yang lemah, baik secara ekonomi, jasmani, maupun rohani. Berdasarkan Surah An-Nisa ayat 9, Allah memberikan solusi bagi mereka yang memiliki cita-cita mulia bagi keturunannya:

  • Bertaqwa kepada Allah: Menjadi landasan utama dalam mendidik generasi.
  • Berbicara dengan Benar: Menggunakan tutur kata yang jujur dan tertata dalam keseharian.