Kepada :
Bapak-bapak Warga RT.04
Assalamualaikum wr.wb
Di beritahukan bahwa,
Hari : Senin, 9 Maret 2026
Jam : 18:00wib ( habis Magrib)
Tempat : Masjid Al Istiqomah
Acara : Kenduri Sedekah 21 an
Demikian undangan ,berharap bisa hadir bapak bapak semua.
Terimakasih
Ngentak RT 04, Dagen, Pendowoharjo
tansah ngupaya kabecikan
07 Maret 2026
UNDANGAN KENDURI
Takjilan Hari ke-18
![]() |
| Foto: Heru Sudjanto |
Jamaah masjid Al-Istiqomahpun tidak lantas mager. Mereka tetap hadir guna menyimak kultum dilanjutkan berbuka puasa bersama. Sesuai jadwal setiap hari Sabtu, sedianya yang memberikan materi adalah Bpk. Abdul Rokhimin. Namun karena bersamaan acara, digantikan oleh Bpk. Heru Sudjanto. Dalam uraiannya, Pak Heru menjelaskan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan istimewa yang Allah jadikan sebagai bulan tarbiyah (pendidikan) untuk membentuk manusia agar mencapai derajat takwa melalui ibadah puasa. Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mendidik manusia agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Dalam Ramadhan terdapat empat bentuk pendidikan utama:
- Tarbiyah ruhiyah (spiritual) – Puasa menumbuhkan kesadaran kepada Allah dan melatih keikhlasan serta kejujuran dalam beribadah.
- Tarbiyah nafsiyah (pengendalian diri) – Melatih manusia menahan hawa nafsu, menjaga lisan, dan memperbaiki akhlak.
- Tarbiyah ‘ailiyah (keluarga) – Ramadhan mempererat hubungan keluarga melalui sahur, berbuka, shalat berjamaah, dan membaca Al-Qur’an bersama.
- Tarbiyah ijtima’iyah (sosial) – Menumbuhkan kepedulian terhadap sesama melalui zakat, infak, dan sedekah kepada kaum yang membutuhkan.
06 Maret 2026
Takjilan Hari ke-17
Setengah perjalanan ibadah puasa Ramadhan sudah dilalui, tepatnya hari ke-17, Jumat 6 Maret 2026. Jamaah masjid Al-Istiqomah Ngentak juga masih antusias menambah ilmu, dengan cara menghadiri kultum menjelang berbuka setiap pukul 17.30 WIB. Sebagai pemateri kesempatan hari itu adalah Bpk. Rudi Santosa.
![]() |
| Foto: Heru Sudjanto |
Pak Rudi membahas beberapa amalan yang sering dilakukan setelah shalat dan bagaimana hukumnya menurut dalil. Pertama, mengenai mengangkat tangan untuk berdoa setelah shalat sunnah, tidak ada larangan untuk melakukannya. Namun, yang lebih utama adalah tidak menjadikannya kebiasaan setiap selesai shalat, karena tidak terdapat riwayat yang menunjukkan bahwa Rasulullah selalu melakukannya.
Selanjutnya, dibahas tentang hadist yang menyebutkan shalat sebagai bentuk merendahkan diri sambil mengangkat tangan dan memohon kepada Allah. Hadis tersebut dijelaskan sebagai hadis yang lemah (dhaif) menurut para ulama.
Kultum juga menyinggung beberapa kebiasaan setelah shalat, seperti mengusap kening atau debu setelah sujud, yang tidak memiliki dalil kuat yang melarang secara tegas. Kemudian, mengenai berjabat tangan setelah shalat, pada dasarnya berjabat tangan disyariatkan ketika kaum muslimin saling bertemu. Para sahabat Nabi Muhammad SAW juga melakukan hal tersebut ketika mereka berjumpa. Bahkan terdapat hadis yang menjelaskan bahwa dua orang muslim yang berjabat tangan ketika bertemu akan diampuni dosa-dosanya sebelum mereka berpisah.
Kesimpulan: Beberapa amalan setelah shalat boleh dilakukan selama tidak diyakini sebagai kewajiban atau tidak dijadikan kebiasaan yang dianggap bagian dari ibadah yang dicontohkan secara tetap oleh Rasulullah
05 Maret 2026
Takjilan Hari ke-16
Menjadi rutinitas setiap menjelang berbuka puasa di masjid Al-Istiqomah selalu diadakan kultum. Seperti hari itu, Kamis 5 Maret 2026 pukul 17.30 WIB yang bertepatan dengan puasa hari ke-16. Terjadwal pemateri sore itu adalah Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo.
![]() |
| Foto: Heru Sudjanto |
Dalam uraiannya, Bpk. Sigit menyampaikan berbagai keutamaan membaca dan mempelajari Al-Qur'an yakni:
- Syafaat di Hari Kiamat: Orang-orang saleh dan penghafal Al-Qur'an akan diberikan izin oleh Allah untuk memberikan pertolongan (syafaat) kepada teman-teman akrabnya di akhirat kelak.
- Ketenangan Hati dan Rahmat: Membaca Al-Qur'an, baik secara individu maupun bersama-sama (tadarus) di masjid, akan mendatangkan ketenangan jiwa, rahmat Allah, perlindungan malaikat, dan keridaan dari Allah SWT.
- Mengangkat Derajat: Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang senantiasa membaca, menghafal, dan berpegang teguh pada Al-Qur'an, baik di dunia maupun di akhirat.
- Menyinari Hati dan Wajah: Al-Qur'an dipercaya dapat memberikan "cahaya" bagi hati dan wajah bagi mereka yang mengamalkannya.
- Manusia Terbaik: Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang mau mempelajari Al-Qur'an dan kemudian mengajarkannya kepada orang lain.
04 Maret 2026
Rapat Syawalan Tahun 2026
Hasil Pertemuan :
- Jadwal dan Lokasi Pelaksanaan
Berdasarkan hasil kesepakatan terbaru, acara syawalan akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal: Sabtu, 28 Maret 2026.
Waktu: Pukul 20.00 WIB.
Tempat: Halaman Masjid Al-Istiqomah Ngentak.
- Rencana Anggaran dan Kebijakan Iuran
Sektor pendanaan menjadi salah satu poin utama dalam pembahasan. Panitia menyepakati bahwa:
- Besaran anggaran pokok tetap sama dengan periode sebelumnya.
- Terdapat tambahan dana stimulus dari kas masjid sebesar Rp 1.000.000.
- Untuk meringankan beban warga, kategori janda masuk dalam golongan khusus dengan ketentuan iuran seikhlasnya.
- Pengisi Acara
Panitia merencanakan Ustadz Sukirman sebagai penceramah utama dalam kegiatan tersebut. Namun, panitia juga telah menyiapkan langkah antisipasi dengan mencari penceramah alternatif jika yang bersangkutan berhalangan hadir.
- Daftar Kehadiran Koordinasi
Rapat persiapan ini melibatkan berbagai unsur warga, di antaranya:
Perwakilan pengurus RT 04 Bpk. Eko Sudaryanto, Bpk. M. Sigit Nurcahyo, Bpk. Heru Sudjanto, Bpk. Rudi Santosa, Bpk. Abdul Rokhimin, Bpk. Parjiyono, Bpk. Supriyadi, dan Bpk. Robet. Sedangkan dari perwakilan pemuda yakni Sdr. Muhammad Saiful dan Sdr. Muhammad Mukhlis. Dari Dasa Wisma yang terlihat hadir adalah Ibu Sri Suwarti, Ibu Erni Astuti dan Ibu Dwi Juliati.
Ketua RT 04 mengharapkan kerja sama seluruh warga agar agenda ini dapat berjalan lancar dan tepat waktu sesuai dengan rencana yang telah disusun
Takjilan Hari ke-15
![]() |
| Foto: Heru Sudjanto |
Dalam uraiannya, Pak Ponimin menekankan pentingnya bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Manusia sering kali mendapatkan banyak kenikmatan, seperti kesehatan, keamanan, dan kesempatan beribadah, namun terkadang kurang menyadarinya.
Beliau juga mengingatkan bahwa segala sesuatu yang dimiliki manusia berasal dari Allah, sehingga sudah sepatutnya disyukuri dengan cara memperbanyak ibadah, menjaga keimanan, serta melakukan kebaikan kepada sesama.Selain itu, disampaikan juga bahwa iman menjadi dasar utama dalam kehidupan. Dengan iman yang kuat, seseorang akan lebih mudah menghadapi berbagai ujian hidup serta tetap berada di jalan yang benar.
Di akhir kultum, Bpk. Ponimin mengajak jamaah untuk:
- Selalu mensyukuri nikmat Allah.
- Memperkuat iman dan ketakwaan.
- Memohon ampun kepada Allah (istighfar) atas dosa-dosa yang telah dilakukan.
- Berdoa agar Allah menerima amal ibadah dan memberikan keberkahan dalam kehidupan.
Inti pesan kultum:
Manusia harus selalu bersyukur, menjaga iman, dan mendekatkan diri kepada Allah agar hidup menjadi lebih berkah dan penuh kebaikan.
03 Maret 2026
Takjilan Hari ke-14
Separuh bulan menjalankan ibadah puasa Ramadhan, bagi sebagian orang sudah mempersiapkan lebaran terutama yang akan mudik ke kampung halaman. Perencanaan jauh hari tentunya akan lebih leluasa daripada mepet hari raya Idul Fitri. Tapi yang tidak melakukan perjalanan mudik, akan bisa lebih fokus menuntaskan puasa sampai akhir. Termasuk salah satunya adalah rutinitas menghadiri berbuka puasa bersama di masjid Al-Istiqomah. Selasa 3 Maret 2026 atau hari ke-14 terjadwal sebagai pengisi kultum adalah Bpk. Samidjo.
Sore itu, pak Samidjo menyampaikan materi tentang siapa itu iblis dan setan serta bagaimana mereka menggoda manusia. Iblis adalah makhluk ciptaan Allah yang terbuat dari api dan tidak dapat dilihat oleh manusia. Dalam penjelasannya, Iblis merupakan nama diri, sedangkan setan adalah sifat atau perbuatan yang menyesatkan dan menggoda manusia.
![]() |
| Foto: Heru Sudjanto |
Iblis dahulu diperintahkan Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam, tetapi ia menolak karena merasa lebih mulia daripada Adam. Kesombongan inilah yang menyebabkan Iblis durhaka kepada Allah dan akhirnya diusir dari surga serta dijanjikan masuk neraka.
Setelah itu, Iblis memohon kepada Allah agar ditangguhkan hukuman hingga hari kiamat. Tujuannya adalah untuk menggoda dan menyesatkan manusia agar menjauh dari jalan Allah. Sejak saat itu, Iblis dan pengikutnya terus berusaha menjerumuskan manusia dengan berbagai cara hingga hari kiamat.
Kultum ini juga mengingatkan bahwa godaan setan dapat menimpa siapa saja, baik orang biasa maupun orang yang berilmu tinggi, memiliki gelar, atau kedudukan. Kepintaran dan popularitas bukan jaminan seseorang terbebas dari godaan setan. Karena itu, manusia harus selalu memohon perlindungan kepada Allah dan menjaga keimanan agar tidak terjerumus dalam tipu daya setan.





