20 Maret 2026

Rangkuman Khutbah Idul Fitri 1447 H

Foto: OPPN
Membangun Generasi Kuat dan Bertakwa*
oleh : Bpk. Majidi

1. Solusi Qur'ani Menghadapi Kekhawatiran Orang Tua

Persoalan utama yang dihadapi saat ini adalah kekhawatiran orang tua akan meninggalkan generasi yang lemah, baik secara ekonomi, jasmani, maupun rohani. Berdasarkan Surah An-Nisa ayat 9, Allah memberikan solusi bagi mereka yang memiliki cita-cita mulia bagi keturunannya:

  • Bertaqwa kepada Allah: Menjadi landasan utama dalam mendidik generasi.
  • Berbicara dengan Benar: Menggunakan tutur kata yang jujur dan tertata dalam keseharian.

Lancar sholat Idul Fitri 1447 H

Foto: OPPN 2026
Kegiatan Sholat Idul Fitri 1447 H di Kampung Ngentak RT 04 diselenggarakan pada Jumat Legi, 20 Maret 2026, pukul 07.00 WIB secara tepat waktu. Bertempat di Masjid Al-Istiqomah, Ngentak RT 04, Dagen, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, kegiatan ini terbuka untuk umum dan diharapkan dapat diikuti oleh seluruh masyarakat muslim di Ngentak dan sekitarnya.

Bertindak selaku imam dan khatib pada sholat Idul Fitri ini dipimpin oleh Bapak Majidi dari Macanan Ngimbang, Pendowoharjo, Sewon Bantul. Melalui pelaksanaan ibadah ini, jamaah diajak untuk menyempurnakan kemenangan setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan masyarakat. Usai pelaksanaan sholat Ied, dilanjutkan saling jabat tangan sesama jamaah.

Dengan berkumandangnya gema takbir, momentum Idul Fitri menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat saling memaafkan dan berbagi kebahagiaan.

Selamat Idul Fitri 1447 H / 2026 M

 


19 Maret 2026

Takbir Keliling ing Ngentak

Foto: OPPN 2026
Ramadhan 1447 H telah berakhir. Bulan suci itu telah meninggalkan kita semua. Bagi sebagian orang, hal ini membawa kesedihan. Tapi bagi sebagian lagi, hari kemenangan layak disambut dengan suka cita, salah satunya dengan mengadakan takbir keliling. 

Tahun 1447 H atau 2026 ini, kegiatan takbir keliling melibatkan masyarakat di wilayah Ngentak dan sekitarnya. Acara ini akan dimulai pada pukul 20.00 WIB dengan peserta takbir dari 3 masjid, yaitu Al-Istiqomah Ngentak, Al-Ahda Dagen dan Al-Amien Pringgan.

Peserta takbir keliling berjalan bersama mengikuti rute yang telah ditentukan, meliputi Jln. Grujugan Dagen, Jln. Dagen, Jln. Ngentak 6, Jln. Kyai Ageng Teram, hingga finish ke masing-masing masjid. Sepanjang perjalanan, peserta mengumandangkan takbir sebagai bentuk syiar Islam sekaligus ungkapan rasa syukur atas datangnya Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat kebersamaan antar warga, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta menjaga tradisi keagamaan yang telah berlangsung di masyarakat. Tahun depan, panitia membuka kesempatan bagi masjid lain yang ingin bergabung dengan menghubungi pihak penyelenggara.

Alhamdulillah, seluruh peserta bisa menjaga ketertiban, keamanan, serta mengikuti arahan panitia sehingga kegiatan berlangsung dengan lancar dan khidmat.

Rekaman selengkapnya bisa disimak di sini.

Kenduri Kupat Sambut Lebaran 1447 H

Sudah menjadi tradisi setiap akhir bulan Ramadhan, warga kampung Ngentak RT 04 menyelenggarakan kenduri kupat. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis 19 Maret 2026 pukul 18.00 WIB usai sholat Maghrib di serambi masjid Al-Istiqomah. Acara dipimpin langsung oleh Bpk. Ponimin selaku imamudin.

Foto: Heru Sudjanto
Kenduri kupat merupakan tradisi masyarakat Jawa yang dilaksanakan pada akhir bulan Ramadhan atau menjelang Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini memiliki nilai religius, sosial, dan budaya yang kuat.

Secara umum, kenduri kupat dilakukan dengan cara berkumpulnya warga untuk berdoa bersama, dilanjutkan dengan makan bersama hidangan utama berupa kupat (ketupat). Kupat yang terbuat dari beras dan dibungkus anyaman janur memiliki makna simbolis, yaitu sebagai lambang kesucian, pengakuan kesalahan, dan harapan untuk kembali kepada fitrah.

Dalam pemaknaan filosofis Jawa, “kupat” sering diartikan sebagai “ngaku lepat” (mengakui kesalahan). Hal ini sejalan dengan momentum akhir Ramadhan yang menjadi waktu untuk introspeksi diri, saling memaafkan, dan memperbaiki hubungan antar sesama.

Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga, meningkatkan kebersamaan, serta menumbuhkan kepedulian sosial. Biasanya, kenduri dipimpin oleh tokoh agama atau sesepuh setempat, dengan rangkaian doa sebagai ungkapan syukur atas selesainya ibadah puasa.

Dengan demikian, kenduri kupat bukan sekadar tradisi makan bersama, tetapi merupakan wujud syukur, sarana mempererat ukhuwah, serta pengingat untuk kembali kepada nilai-nilai kebaikan setelah menjalani ibadah Ramadhan.

18 Maret 2026

Takjilan Hari ke-29

Sesuai jadwal yang telah disusun panitia Kampung Ramadhan Ngentak 1447 H, hari Rabu 18 Maret 2026 adalah hari terakhir kultum sekaligus berbuka bersama di masjid Al-Istiqomah. Sebagai pemateri rutin tiap hari Rabu adalah Bpk. Ponimin selaku imamudin kampung Ngentak. 

Di awal kultum, pak Ponimin menyampaikan informasi bahwa dikarenakan hari terakhir, maka diisi dengan pembacaan kalimah thoyibah dzikir dan tahlil. Jamaahpun mengikuti dari awal hingga akhir pembacaan pinuwunan tersebut. Usai pembacaan, dilanjutkan sholat Maghrib berjamaah, lalu menyantap takjil berupa lontong opor ayam yang segar.

Foto: Heru Sudjanto

Hadirilah Sholat Idul Fitri 1447 H