![]() |
| Foto: Heru Sudjanto |
Usai kultum, jamaah mengerjakan sholat Maghrib bersama, dilanjutkan dengan menikmati hidangan soto beserta gorengan dan krupuk rambak. Mantapppp.....
tansah ngupaya kabecikan
![]() |
| Foto: Heru Sudjanto |
Usai kultum, jamaah mengerjakan sholat Maghrib bersama, dilanjutkan dengan menikmati hidangan soto beserta gorengan dan krupuk rambak. Mantapppp.....
![]() |
| Foto: Heru Sudjanto |
Senin, 9 Maret 2026, warga RT 04 melaksanakan kegiatan kenduri sedekah 21-an yang bertempat di Masjid Al Istiqomah. Kegiatan dimulai pada pukul 18.00 WIB atau setelah salat Magrib. Acara ini dihadiri oleh bapak-bapak warga RT 04 yang berkumpul dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Selanjutnya dilaksanakan doa untuk keselamatan, keberkahan, serta kebaikan bagi seluruh warga. Setelah rangkaian doa selesai, acara dilanjutkan dengan makan bersama hidangan kenduri yang telah disiapkan.
Kegiatan kenduri sedekah 21-an ini menjadi salah satu tradisi kebersamaan warga yang bertujuan mempererat tali silaturahmi, meningkatkan rasa kebersamaan, serta menumbuhkan nilai gotong royong di lingkungan masyarakat. Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh keakraban hingga selesai.
![]() |
| Foto: Heru Sudjanto |
1. Pentingnya Menghargai Waktu dan Amal Baik
Pesan utama diawali dengan sebuah perenungan agar kita tidak menunggu "sumur menjadi kering" baru menghargai air. Hal ini merefleksikan kehidupan manusia di mana masa lalu tidak mungkin kembali.
2. Bergantung pada Zikir dan Syariat
Ketika seorang Arab Badui merasa syariat Islam terlalu banyak untuk dipelajari satu per satu, Rasulullah SAW memberikan satu wasiat utama untuk diamalkan:
3. Al-Qur'an sebagai Petunjuk Hidup
Umar bin Khattab mengingatkan bahwa Al-Qur'an adalah kalam Allah yang harus diletakkan di tempat yang mulia dan tidak boleh ditafsirkan menurut hawa nafsu.
Kultum ditutup dengan ajakan untuk menjauhi rasa iri hati terhadap kesuksesan orang lain agar berhasil di dunia dan akhirat, serta doa agar segala amal dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Usai sholat Maghrib berjamaah, acara berikutnya adalah santap bersama dengan menu soto yang segarrrrr.....
![]() |
| Foto: Heru Sudjanto |
Dalam uraiannya, Pak Min menyampaikan pentingnya sikap istiqomah pasca bulan Ramadhan. Beliau menekankan bahwa bulan Ramadhan adalah masa penggemblengan atau pelatihan bagi umat Muslim agar mencapai derajat takwa. Diantara :
![]() |
| Foto: Heru Sudjanto |
Jamaah masjid Al-Istiqomahpun tidak lantas mager. Mereka tetap hadir guna menyimak kultum dilanjutkan berbuka puasa bersama. Sesuai jadwal setiap hari Sabtu, sedianya yang memberikan materi adalah Bpk. Abdul Rokhimin. Namun karena bersamaan acara, digantikan oleh Bpk. Heru Sudjanto. Dalam uraiannya, Pak Heru menjelaskan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan istimewa yang Allah jadikan sebagai bulan tarbiyah (pendidikan) untuk membentuk manusia agar mencapai derajat takwa melalui ibadah puasa. Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mendidik manusia agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Dalam Ramadhan terdapat empat bentuk pendidikan utama:
Setengah perjalanan ibadah puasa Ramadhan sudah dilalui, tepatnya hari ke-17, Jumat 6 Maret 2026. Jamaah masjid Al-Istiqomah Ngentak juga masih antusias menambah ilmu, dengan cara menghadiri kultum menjelang berbuka setiap pukul 17.30 WIB. Sebagai pemateri kesempatan hari itu adalah Bpk. Rudi Santosa.
![]() |
| Foto: Heru Sudjanto |
Pak Rudi membahas beberapa amalan yang sering dilakukan setelah shalat dan bagaimana hukumnya menurut dalil. Pertama, mengenai mengangkat tangan untuk berdoa setelah shalat sunnah, tidak ada larangan untuk melakukannya. Namun, yang lebih utama adalah tidak menjadikannya kebiasaan setiap selesai shalat, karena tidak terdapat riwayat yang menunjukkan bahwa Rasulullah selalu melakukannya.
Selanjutnya, dibahas tentang hadist yang menyebutkan shalat sebagai bentuk merendahkan diri sambil mengangkat tangan dan memohon kepada Allah. Hadis tersebut dijelaskan sebagai hadis yang lemah (dhaif) menurut para ulama.
Kultum juga menyinggung beberapa kebiasaan setelah shalat, seperti mengusap kening atau debu setelah sujud, yang tidak memiliki dalil kuat yang melarang secara tegas. Kemudian, mengenai berjabat tangan setelah shalat, pada dasarnya berjabat tangan disyariatkan ketika kaum muslimin saling bertemu. Para sahabat Nabi Muhammad SAW juga melakukan hal tersebut ketika mereka berjumpa. Bahkan terdapat hadis yang menjelaskan bahwa dua orang muslim yang berjabat tangan ketika bertemu akan diampuni dosa-dosanya sebelum mereka berpisah.
Kesimpulan: Beberapa amalan setelah shalat boleh dilakukan selama tidak diyakini sebagai kewajiban atau tidak dijadikan kebiasaan yang dianggap bagian dari ibadah yang dicontohkan secara tetap oleh Rasulullah
Menjadi rutinitas setiap menjelang berbuka puasa di masjid Al-Istiqomah selalu diadakan kultum. Seperti hari itu, Kamis 5 Maret 2026 pukul 17.30 WIB yang bertepatan dengan puasa hari ke-16. Terjadwal pemateri sore itu adalah Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo.
![]() |
| Foto: Heru Sudjanto |
Dalam uraiannya, Bpk. Sigit menyampaikan berbagai keutamaan membaca dan mempelajari Al-Qur'an yakni: