17 Mei 2026

Sabilul Huda #30 @Bpk. Yulianto

Di tengah cuaca panas meski malam hari, pengajian pekanan Sabilul Huda kembali menyapa jamaah. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Ahad, 17 Mei 2026 pukul 19.45 WIB. Sebagai tuan rumah kali ini adalah Bpk. Yulianto (ibu Haryanti) di Ngentak.

Seperti biasa, acara diawali pembacaan dzikir dan tahlil yang dipimpin Bpk. Ponimin selaku imamudin. Hadirin tampak bersemangat dan kompak mengikuti bacaan kalimah thoyibah. Hal ini terlihat dari beberapa jamaah yang memejamkan mata karena khusyuknya. Setelahnya, acara istirahat sejenak guna menikmati hidangan berupa segelas teh panas, snack dan semangkok bakso.

Foto: Heru Sudjanto

Sebagai guru ngaji malam itu adalah Bpk. H. Basyrowi dari Dukuh. Beliau menyampaikan materi terkait tingkatan rezeki dalam Islam.

Dalam Islam, rezeki bukan sekadar uang atau materi, melainkan segala bentuk anugerah yang mendatangkan manfaat. Menurut pembagian ulama (seperti Syekh Mutawalli Sya'rawi), rezeki memiliki 4 tingkatan dari yang paling dasar hingga yang tertinggi:

  1. Harta (Rezeki Terendah): Bentuk materi yang paling mudah diukur. Semua makhluk bisa mendapatkannya, baik yang taat maupun yang ingkar kepada Allah.
  2. Kesehatan (Rezeki Tingkat Tinggi): Kondisi fisik dan mental yang afiat, memungkinkan kita untuk menikmati hidup dan beribadah dengan nyaman.
  3. Keturunan yang Saleh/Salihah (Rezeki Utama): Anugerah bernilai investasi jangka panjang yang mendatangkan kebahagiaan dunia hingga akhirat melalui doa-doanya.
  4. Ridha Allah (Rezeki Sempurna): Tingkatan tertinggi di mana hati merasa selalu cukup, tenang, dan dicintai oleh Sang Pencipta.

Lebih lanjut, pak Basyrowi menambahkan bahwa cara Allah memberikan rezeki kepada hamba-Nya dibedakan menjadi dua:

  1. Dijamin: Rezeki yang pasti didapat seluruh makhluk, termasuk hewan melata (makhluk bernyawa).
  2. Sesuai Usaha: Rezeki yang turun sebanding dengan kerja keras, ikhtiar, tawakal, dan ketaatan yang dilakukan.

Sebagai pelengkap, ada 3 bentuk hakiki rezeki yang kita miliki di dunia sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW:

  1. Makanan: Yang kita makan akan menjadi kotoran.
  2. Pakaian: Yang kita kenakan akan menjadi usang.
  3. Amal Jariyah: Harta atau rezeki yang disedekahkan di jalan Allah, inilah yang akan kekal dan menolong kita.

Di akhir acara, Bpk. Rudi Santosa selaku pembawa acara menyampaikan perolehan infak. Sedangkan yang mendapatkan undian arisan adalah Ibu Sri Kanthi Lestari dari Ngentak.

14 Mei 2026

Husnul Khotimah di Ngentak

Menjadi rutinitas setiap malam Jumat Pahing, pengajian Husnul Khotimah dilaksanakan di Ngentak RT 04 Dagen Pendowoharjo Sewon Bantul. Tepatnya hari Kamis, 14 Mei 2026 pukul 19.30 WIB. Terlihat mulai bada Isya, jamaah dari kampung Dolikan, Dagen, Karanggede, Bakalan dan Ngentak berdatangan ke masjid Al-Istiqomah. Tampak raut muka gembira serta senyum dari bapak dan ibu yang hadir. 

Foto: Heru Sudjanto
Sebagai guru ngaji sedianya adalah Bpk. Drs. H. Syahroini Djamil dari Perum Rotokenongo. Namun karena beliau ada keperluan di Bogor, maka digantikan oleh Bpk. Fauzan Amin. Dalam uraiannya, beliau menyampaikan materi tentang Kewajiban Seorang Isteri terhadap Suami. Berikut beberapa kewajiban seorang istri terhadap suami menurut ajaran Islam, selama tidak bertentangan dengan syariat Allah SWT:

  1. Taat kepada suami dalam kebaikan. Istri wajib menaati suami dalam perkara yang baik dan tidak melanggar agama.
  2. Menjaga kehormatan diri. Menjaga diri, martabat, serta kesetiaan kepada suami.
  3. Menjaga harta dan amanah suami. Mengelola serta menjaga harta, rumah, dan amanah yang dititipkan suami.
  4. Melayani suami dengan baik. Bersikap lembut, menghormati, dan berusaha membahagiakan suami.
  5. Menjaga suasana rumah tangga. Menciptakan ketenangan, kasih sayang, dan kenyamanan dalam keluarga.
  6. Meminta izin dalam hal tertentu. Misalnya ketika keluar rumah atau menggunakan harta suami untuk hal tertentu, sesuai kesepakatan keluarga.
  7. Mendidik dan menjaga anak. Bersama suami bertanggung jawab mendidik anak dalam akhlak dan agama.
  8. Bersyukur dan menghargai suami. Tidak merendahkan atau mengingkari kebaikan suami.

Dalil yang sering dijadikan dasar antara lain firman Allah dalam QS. An-Nisa ayat 34 serta berbagai hadis Rasulullah tentang hak dan kewajiban suami istri.

Namun dalam Islam, hubungan suami istri juga dibangun atas prinsip:

  • saling menghormati,
  • saling menolong,
  • kasih sayang,
  • dan kerja sama.

Suami juga memiliki banyak kewajiban terhadap istri, seperti memberi nafkah, membimbing, melindungi, dan memperlakukan istri dengan baik.

Acara diakhiri oleh pembawa acara dengan mengucap lafal hamdalah.

12 Mei 2026

Pembentukan Panitia Idul Adha 1447 H

Foto: Heru Sudjanto
Sesuai kesepakatan saat pertemuan rutin, takmir masjid Al-Istiqomah Ngentak mengadakan rapat pembentukan Panitia Idul Adha 1447 H. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa 12 Mei 2025 pukul 19.30 WIB di serambi masjid. Tidak hanya dihadiri bapak-bapak, malam itu hadir juga ibu-ibu dari unsur PKK dan dasa wisma kampung Ngentak.

Hasil Pertemuan :

  • Daftar Panitia berdasarkan susunan panitia tahun sebelumnya dengan penambahan beberapa orang, yakni :
    1. Bayu Riyantoro → Sie Jeroan dan Transportasi
    2. Freddy → Sie Kelet kambing
    3. Febby Ferdian → Sie Keamanan
  • Pelaksanaan sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dilaksanakan hari Rabu Wage, 27 Mei 2026. Bertindak selaku imam dan khatib sholat Ied adalah Bpk. Sigit Haryanto dari Pendowo.
  • Informasi dari Bpk. Rudi Santosa :
    1. Permohonan hewan kurban kepada Polres Bantul
    2. Usul pembagian daging ke warga tidak per KK, tapi per jiwa atau by name
    3. Daging dan kulit tidak boleh untuk upah penyembelihan
    4. Motor dipertimbangkan kanthilan bagi shohibul kurban
    5. Jika permohonan hewan kurban ke Polres Bantul tidak diacc, pak Yus (Dagen) akan memberikan hewan kambing kurbannya ke Ngentak jika dirasa masih kurang
  • Konsumsi disepakati
  • Bpk. Parno : Setuju by name tapi berdasarkan yang riil domisili
  • Heru Sudjanto : Setuju per jiwa dengan kriteria, menyesuikan jumlah daging
  • Bpk. Sudiro : Usul kanthilan bagi shohibul kurban ditiadakan
  • Iuran Wajib bagi shohibul kurban sebesar Rp 100.000,00
  • Pengiriman lembu kurban diusahakan pagi hari sebelum sholat Ied. Penempatan di halaman rumah Bpk. Anton
  • Disepakati tidak ada pembubaran panitia, laporan akan ditempel di papan pengumuman masjid dan dibagikan di group kampung

10 Mei 2026

Sabilul Huda #29 @Bpk. Mardiyanto

Tidak terasa, pengajian Sabilul Huda memasuki putaran ke-29. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 10 Mei 2026 pukul 19.30 WIB. Sebagai tuan rumah adalah Bpk. Mardiyanto di Ngentak. Jamaah putera menempati ruang dalam rumah, sedangkan jamaah puteri di teras rumah.

Setelah acara dibuka oleh pembawa acara, Bpk. Ponimin selaku imamuddin memimpin pembacaan dzikir dan tahlil. Hadirinpun mengikuti dengan khusyu. Setelahnya adalah istirahat guna menikmati segelas teh dan snack yang dihidangkan shohibul bait. 

Sebagai guru ngaji malam itu adalah Bpk. Muhammad Thoyib dari Sawahan. Beliau menekankan pentingnya menjaga niat yang tulus, lisan yang santun, serta perilaku dermawan sebagai tanda ketakwaan seorang hamba kepada Allah. Terdapat penjelasan mendalam mengenai syarat dan esensi ibadah haji, di mana kesucian diri setelah berhaji harus tercermin melalui kepedulian sosial dan tutur kata yang baik. Selain itu, teks ini mengingatkan tentang tanggung jawab moral orang tua dalam membimbing keluarga serta keutamaan saling memaafkan melalui tradisi bersalaman. Pembahasan juga menyentuh aspek praktis kehidupan beragama, seperti hukum kurban dan pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga. Pengajaran ditutup dengan ajakan untuk terus belajar agar menjadi pribadi yang cerdas dan kreatif dalam menghadapi tantangan zaman yang kian berliku.

Di akhir acara, Bpk. Rudi Santosa mengumumkan peroleh infak malam itu. Sedangkan yang mendapat undian arisan adalah Ibu Haryanti (Bpk. Yulianto) di Ngentak.

Foto: Heru Sudjanto

07 Mei 2026

Pertemuan Takmir @Bpk. Sigit Nurcahyo

Foto: Heru Sudjanto
Jajaran takmir masjid Al-Istiqomah Ngentak RT 04 kembali menggelar pertemuan. Rutinitas selapan sekali setiap malam Jumat Kliwon kali ini dilaksanakan pada hari Kamis 7 Mei 2026 pukul 20.05 WIB. Sebagai shohibul bait adalah Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo.

Hasil Pertemuan :

1. Pembukaan oleh Bpk. Heru Sudjanto
2. Dzikir Pinuwunan oleh Bpk. Ponimin
3. Laporan Keuangan oleh Bpk. Abdul Rokhimin

Sumber: Laporan Bendahara
4. Sambutan Ketua Takmir oleh Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo
  • Ucapan terimakasih atas kehadiran
  • Tetenger masjid sudah dipasang di tembok masjid sisi timur. Tidak ada biaya pembuatan.
  • Persiapan pembentukan panitia Idul Adha 1447 H
5. Kultum oleh Bpk. Rudi Santosa
6. Lain-lain
  • Bpk. Mustijo : Ampli dan horn masjid yang dulu sumbangan dari kampung, usul agar pengelolaannya dikembalikan ke kampung lagi.
  • Heru Sudjanto : Pembagian voucher kacamata baca secara gratis
  • Pembentukan panitia Idul Adha hari Selasa 12 Mei 2026. Susunan panitia sama dengan tahun sebelumnya.
7. Arisan, yang mendapatkan Bpk. Mustijo
8. Penutup

03 Mei 2026

Sabilul Huda #28 @Bpk. Senin

 Memasuki putaran ke-28 pengajian rutin pekanan Sabilul Huda kembali digelar. Kegiatan ini dilaksanakan hari Ahad, 3 Mei 2026 pukul 19.30 WIB di rumah Bpk. Senin di Dolikan. Setelah dibuka oleh pembawa acara, acara dilanjutkan pembacaan dzikir pinuwunan yang dipimpin oleh Bpk. Ponimin selaku imamudin kampung Ngentak RT 04. Jamaahpun mengikuti dengan lancar dan khusyu'. Setelahnya, acara rehat sejenak guna menikmati hidangan yang sudah disediakan tuan rumah berupa segelas teh panas, snack dan nasi boks.

Foto: Heru Sudjanto

Usai acara istirahat, dilanjutkan acara inti berupa pengajian yang disampaikan oleh Bpk. Muhammad Thoyib dari Sawahan. Dalam uraiannya, beliau menyampaikan Tiga Perkara yang Dicintai Allah. 

1.  Badlul Istitho'ah (Mencurahkan Kemampuan untuk Taat).

Hamba yang mengerahkan segala kekuatannya untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah, baik ibadah langsung (salat, puasa) maupun ibadah sosial karena manusia adalah makhluk sosial. Pentingnya istikamah dalam menuntut ilmu (Tholabul Ilmi) dan mempraktikkan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

2.  Wal Bukau 'Indan Nadhamah (Menangis Saat Menyesali Maksiat)

Allah sangat mencintai hamba yang memiliki rasa sedih dan menangis ketika menyadari telah melakukan kesalahan atau maksiat. Pentingnya segera beristigfar dan merasa susah hati saat tergoda oleh kemaksiatan mata atau hal lainnya di dunia yang penuh cobaan ini.

3.  Was Sobru 'Indal Faqoh (Sabar Saat Mengalami Kekurangan/Hajat).

Sabar dan tetap istikamah dalam kebaikan meskipun dalam keadaan sulit atau memiliki kebutuhan yang mendesak. Tetap teguh menjauhi larangan agama (seperti mencuri atau bergunjing) meski dalam kondisi apa pun

Selain itu, pak Thoyib juga memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari antara lain :

  • Adab dan Tata Krama: Kiai Muhammad menekankan pentingnya menjaga tata krama Jawa (seperti cara duduk yang sopan bagi pria dan wanita) sebagai bagian dari akhlak yang baik.
  • Pentingnya Rida Orang Tua & Istri: Beliau mengingatkan bahwa rida Allah terletak pada rida orang tua (Ridholloh fi ridhol walidain). Selain itu, kesuksesan seorang suami tidak lepas dari doa dan dukungan istri di rumah.
  • Pendidikan Anak: Orang tua wajib memuliakan anak dengan memberikan pendidikan agama yang baik agar mereka menjadi anak saleh/salehah. Anak yang saleh adalah satu dari tiga amal yang tidak terputus setelah manusia meninggal dunia.
  • Fikih Praktis: Dalam ceramah juga disisipkan penjelasan mengenai sunah-sunah dalam salat, seperti empat tempat untuk mengangkat tangan (saat takbiratul ihram, hendak rukuk, bangun dari rukuk, dan bangun dari tahiyat awal).

Ceramah ditutup dengan ajakan untuk selalu menjaga hati agar tetap bersih dari "penyakit" dan selalu mendapatkan hidayah Allah SWT.

Di akhir acara, Bpk. Rudi Santosa selaku pembawa acara menyampaikan peroleh infak sebesar Rp. 150.000,00. Sedangkan yang mendapat undian arisan adalah Bpk. Mardiyanto di Ngentak.

Kerja Bakti Bersih-bersih Jalan

Foto: Heru Sudjanto
Sesuai kesepakatan saat pertemuan warga, hari Minggu pagi yang cerah, 3 Mei 2026 suasana kampung Ngentak RT 04 tampak lebih hidup dari biasanya. Sejak pukul 06.30 WIB, warga mulai berdatangan di selatan rumah Bpk. Purwoko dengan membawa peralatan sederhana seperti cangkul, sapu lidi, arit, dan karung. Semangat kebersamaan terlihat jelas di wajah setiap warga yang berkumpul di sepanjang jalan kampung yang membelah sawah tersebut.

Kegiatan kerja bakti dimulai dengan membersihkan rumput liar di pinggir jalan. Sementara yang lain menyapu sampah dan mengangkatnya ke tempat-tempat tertentu. Selama kegiatan berlangsung, canda dan tawa sesekali terdengar, mempererat hubungan antarwarga. Selain menjaga kebersihan lingkungan, kerja bakti ini juga menjadi ajang silaturahmi yang memperkuat rasa persatuan.

Menjelang pukul 10.00 WIB, kegiatan pun selesai. Kini, jalan kampung terlihat lebih bersih, rapi, dan nyaman dilalui. Warga kemudian berkumpul sejenak untuk menikmati hidangan sederhana yang telah disiapkan. Dengan penuh rasa puas, mereka kembali ke rumah masing-masing, membawa semangat kebersamaan yang terus terjaga di tengah kehidupan kampung Ngentak RT 04.