28 Juni 2026

Sabilul Huda #36 @Bpk. Ponimin

Sesuai yang mendapatkan undian arisan, sebagai shohibul bait pengajian pekanan Sabilul Huda kali ini adalah Bpk. Ponimin. Kegiatan kali ini dilaksanakan hari Ahad, 28 Juni 2026 bada Isya di serambi masjid Al-Istiqomah Ngentak RT 04. 

Tepat pukul 19.50 WIB acara dibuka dengan lafal basmallah. Selanjutnya dibacakan dzikir pinuwunan yang dipimpin oleh Bpk. Ponimin selaku imamudin kampung Ngentak dan Dolikan. Usai pembacaan kalimat thoyibah dzikir dan tahlil, acara rehat sejenak guna menikmati snack dan teh panas yang telah disediakan tuan rumah. Berdasarkan informasi yang disampaikan pembawa acara, guru ngaji malam itu adalah Bpk. Muhammad Thoha dari Santan. Namun beliau terlambat hadir karena bersamaan acara kenduren.

Foto: Heru Sudjanto

Sekitar pukul 21.05 WIB, pak Thoha tiba di masjid Al-Istiqomah Ngentak. Dalam uraiannya, beliau menyampaikan materi sebagai berikut :

  • Evaluasi Diri (Muhasabah): Menyadari bahwa bertambahnya usia berarti berkurangnya jatah hidup. Manfaatkan waktu yang tersisa untuk mengevaluasi amal perbuatan dan bertaubat dari kesalahan.
  • Menghindari "Berling": Menghentikan kebiasaan shalat yang hanya dilakukan saat sempat (kober ra eling, eling ra kober). Prioritaskan ibadah shalat tepat waktu sebagai bentuk ketaatan utama.
  • Taubat Nasuha: Melakukan taubat yang sungguh-sungguh dengan berjanji tidak mengulangi maksiat. Bersihkan hati dari penyakit batin seperti sombong, dengki, dan iri hati.
  • Dzikir yang Khusyuk: Melakukan dzikir dengan suara lirih dan penuh perasaan, bukan dengan berteriak. Dzikir sebaiknya dilakukan secara rutin pada waktu pagi dan sore hari untuk menenangkan jiwa.
  • Memakmurkan Masjid: Menghidupkan shalat berjamaah lima waktu di masjid untuk membangun masyarakat yang harmonis, makmur, dan mendapat keberkahan dari Tuhan.
Di akhir acara, Bpk. Rudi Santosa selaku pembawa acara menyampaikan informasi perolehan infak. Sedangkan yang mendapatkan undian arisan adalah Bpk. H. Zainuri di Ngentak.

27 Juni 2026

Mediasi Rencana Pendirian Kandang

Foto: Muh. Sigit Nurcahyo
 Terdapat dinamika rencana pendirian kandang kambing di kampung Ngentak RT 04 oleh Bpk. Erlangga Adi Nugroho. Meski sudah melalui sosialisasi saat pertemuan warga, ternyata ada salah seorang warga Ngentak yang keberatan. Tanggal 6 Juni 2026, melalui group WA kampung, warga tersebut mengungkapkan alasannya, bahwa bau yang akan ditimbulkan mengganggu lingkungan sekitar. 

Guna menjembatani dua pihak yang berkepentingan, maka diadakan mediasi pada hari Jumat, 19 Juni 2026 pukul 13.00 WIB di ruang Bamuskal Kantor Kalurahan Pendowoharjo Sewon. Hadir juga pada kegiatan tersebut antara lain Ketua RT 04, Lurah Pendowoharjo dan perangkat lain. Salah satu hasil pertemuan tersebut akan diadakan kunjungan ke kandang modern. 

Namun upaya tersebut ternyata belum cukup bagi warga yang menolak tersebut. Berjuang sendiri, yang bersangkutan melaporkan keberatannya ke dinas terkait hingga ke Bupati Bantul. Hingga akhirnya, satpol PP Kabupaten Bantul melakukan peninjauan ke lokasi di kampung Ngentak RT 04. Salah satu rekomendasi sidak tersebut adalah himbauan untuk melalukan mediasi lagi bersama warga kampung. Menindaklanjuti rekomendasi tersebut, diadakah musyawarah yang dilaksanakan pada hari Sabtu 27 Juni 2026 pukul 19.30 WIB di rumah Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo. Selain dihadiri kedua belah pihak berkepentingan, turut diundang adalah seluruh pengurus kampung RT 04, tokoh masyarakat, warga sekitar kandang dan Dukuh Dagen. Hasil diskusi malam itu antara lain sebagai berikut :

1. Proses Komunikasi dan Izin

Rencana pembangunan kandang domba ini sebenarnya telah disampaikan kepada warga dalam pertemuan rutin (Selaso Kliwon). Karena pada awalnya tidak ada tanggapan atau protes dari warga selama beberapa kali pertemuan, hal tersebut dianggap sebagai bentuk persetujuan secara psikologis oleh pihak pengembang. Selain itu, secara regulasi, jarak kandang tersebut yang berkisar antara 20 hingga 25 meter dari rumah warga diklaim sudah memenuhi aturan yang berlaku untuk skala

25 Juni 2026

Kenduri Asyuro 1448 H / 2026 M

Foto: Heru Sudjanto
Sudah menjadi tradisi turun temurun di kampung Ngentak RT 04, setiap malam 10 Muharram diselenggarakan kenduren Asyuro. Di tahun 1448 Hijriyah ini kegiatan serupa dilaksanakan pada hari Kamis, 25Juni 2026 pukul 18.00 WIB (bada Maghrib) di halaman Masjid Al-Istiqomah. Menurut Bpk. Eko Sudaryanto selaku ketua RT 04, kegiatan doa bersama ini bertujuan agar kampung Ngentak RT 04 selalu dalam keberkahan Allah SWT, ayom ayem tentrem dan sejahtera.

Dalam kenduren Asyuro ini, bapak-bapak yang hadir membawa sedekah berupa nasi boks. Selanjutnya warga yang hadir menyimak kultum yang disampaikan Bpk. Rudi Santosa. Setelahnya, pembacaan doa dipimpin Bpk. Ponimin selaku imamudin. Sebagai akhir kegiatan, masing-masing hadirin membawa pulang sedekah yang tersedia.

Tanggal 10 Muharram atau dikenal sebagai Hari Asyura adalah hari bersejarah dalam Islam yang diwarnai oleh berbagai peristiwa penyelamatan para nabi, pengampunan dosa, serta Tragedi Karbala. Peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada 10 Muharram antara lain: 

  1. Diselamatkannya Nabi Musa AS: Nabi Musa dan Bani Israil diselamatkan dari kejaran Firaun dengan terbelahnya Laut Merah.
  2. Kapal Nabi Nuh AS Berlabuh: Kapal Nabi Nuh berlabuh dengan selamat di Bukit Zuhdi setelah banjir besar melanda dunia.
  3. Diterimanya Taubat Nabi Adam AS: Allah SWT menerima taubat Nabi Adam AS atas dosa-dosanya.
  4. Nabi Ibrahim AS Selamat dari Api: Nabi Ibrahim diselamatkan dari siksaan Raja Namrud berupa api yang membakar.
  5. Bebasnya Nabi Yusuf AS: Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara Mesir setelah difitnah.
  6. Tragedi Karbala: Peristiwa memilukan wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, Imam Husain bin Ali, beserta keluarganya di Padang Karbala.

Karena banyaknya peristiwa besar yang menyelamatkan para nabi, umat Islam sangat dianjurkan untuk mengerjakan amalan sunah di tanggal 10 Muharram. Amalan yang paling utama adalah Puasa Asyura yang diyakini dapat menghapus dosa setahun yang lalu, serta memperbanyak sedekah kepada anak yatim yang dikenal sebagai tradisi Lebaran Yatim.

24 Juni 2026

Sholat Tasbih Bulan Muharram 1448 H

Dalam rangka hari Asyuro tanggal 10 Muharram 1448 H, masjid Al-Istiqomah kembali menyelenggarakan sholat tasbih. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 24 Juni 2026 bada Sholat Isya di masjid Al-Istiqomah Ngentak RT 04 Dagen Pendowoharjo Sewon Bantul. Sebagai imam adalah Bpk. Wahyudi dari Kojo Pendowoharjo. 

Usai pelaksanaan sholat tasbih, dilanjutkan kultum singkat sembari menikmati hidangan soto bakso dan segelas teh panas yang menyegarkan.

Foto: Heru Sudjanto
Bagi yang belum memahami ketentuan Sholat Tasbih berikut penjelasannya. Sholat Tasbih adalah sholat sunnah yang sangat istimewa karena di dalamnya kita membaca kalimat tasbih sebanyak 300 kali dalam empat rakaat. Sholat ini dianjurkan untuk diamalkan setidaknya sekali seumur hidup, atau jika mampu bisa dilakukan setiap hari, seminggu sekali, atau sebulan sekali.

21 Juni 2026

Sabilul Huda #35 @Bpk. Mardiyo

Foto: Heru Sudjanto
Menjelang putaran akhir, pengajian pekanan Sabilul Huda tetap menyedot animo jamaah untuk hadir. Terbukti, pada hari Ahad 21 Juni 2026 bada Isya bapak ibu dan juga anak-anak berduyun-duyun menghadiri rumah Bpk. Mardiyo di Ngentak RT 04 sebagai shohibul bait. 

Setelah dibuka oleh MC, pukul 19.50 WIB acara diawali dengan pembacaan dzikir dan tahlil yang dipimpin Bpk. Ponimin selaku imamudin kampung Ngentak dan Dolikan. Tidak hanya hadirin yang mengikuti bacaan kalimat thoyibah, namun juga Bpk. H. Basyrowi juga ikut serta yang hadir sejak acara belum dimulai. Setelah bacaan kalimat thoyibah, acara istirahat sejenak guna menikmati bakso segar, snack dan segelas teh panas. 

Sebagai guru ngaji malam itu, Bpk. Basyrowi memberikan motivasi di tahun baru 1448 H berdasarkan Hadist Riwayat Al-Hakim. “Siapa saja yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia (tergolong) orang yang beruntung. Siapa saja yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia (tergolong) orang yang merugi. Siapa saja yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia orang yang dilaknat (celaka).” 

Sebagai penutup seluruh rangkaian acara, pembawa acara yakni Bpk. Rudi Santosa menyampaikan perolehan infak sebesar Rp. 125.000,00. Sedangkan yang mendapatkan undian arisan adalah Bpk. Ponimin di Ngentak. 

18 Juni 2026

Pengajian Husnul Khotimah di Ngentak

Setelah beberapa putaran berhalangan membersamai, Bpk. Drs. H. Syahroini Djamil akhirnya bisa hadir lagi di pengajian Husnul Khotimah. Tepatnya edisi malam Jumat Pahing yang diselenggarakan hari Kamis, 18 Juni 2026 di masjid Al-Istiqomah Ngentak. 

Seperti biasanya, acara diawali pembacaan dzikir dan tahlil yang dipimpin Bpk. Ponimin. Jamaah dari Bakalan, Dagen, Karanggede, Ngentak dan Dolikan terlihat mengikuti bacaan kalimat thoyibah secara khusyuk hingga selesai. Setelahnya, hadirin rehat sejenak guna menikmati hidangan yang disajikan oleh tuan rumah.

Usai menikmati snack dan segelas teh panas, pak Roni memulai acara inti dengan syair Lam Yahtalim, yang dikutip dari kitab Maraqil Ubudiyyah ala Bidayatil Hidayah yang ditulis oleh Syaikh Nawawi Al-Bantani. Kitab ini menjelaskan lebih lanjut isi dari kitab Bidayatul Hidayah karya Hujjatul Islam Imam Al-Ghozali. Lam Yahtalim merupakan nadham atau syair yang yang berisi tentang keistimewaan-keistimewaan Nabi Muhammad SAW. Berikut syair lengkapnya.

Undangan Pengajian Husnul Khotimah