02 Agustus 2026

Sabilul Huda #1 Bpk. Parman

Keempatpuluh anggota pengajian rutin Sabilul Huda semuanya telah menjadi shohibul bait. Ini berarti dimulainya putaran baru. Berdasarkan informasi dari bendahara, anggota pengajian berkurang 1 yakni Bpk. H. Zainuri dari Ngentak. Putara bari ini, adalah keluarga Bpk. Parman dan ibu Emi yang mengawalinya. Digelar pada hari Ahad, 2 Agustus 2026 pukul 19.45 WIB di kampung Dolikan, Bantul. 

Seperti biasa, setelah dibuka oleh pembawa acara, dilanjutkan pembacaan dzikir pinuwunan yang dipimpin oleh Bpk. Ponimin selaku imamudin. Tanpa terkecuali semua jamaah nampak khusyu' mengikuti bacaan kalimat thoyibah tersebut. Setelahnya, acara rehat sejenak guna menikmati hidangan segelas teh hangat dan snack. 

Foto: Heru Sudjanto
Setelah dianggap cukup, berikutnya adalah acara inti berupa pengajian. Sebagai guru ngaji malam itu adalah Bpk. Muhammad Thoha dari Santan. Beliau menyampaikan amalan-amalan seorang muslim disertai contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Di penghujung acara, Bpk. Rudi Santosa selaku pembawaa acara menyampaikan perolehan infak sebesar Rp.  Adapun rekap peroleh infak bisa dicermati di sini

01 Agustus 2026

Logo HUT Ke-81 Kemerdekaan RI

PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL
SEKRETARIAT DAERAH
Jl. Robert Wolter Monginsidi No. 1 Bantul 55711 Telp: 0274 367 509 ;
Fax: 0274 368 078, www.bantulkab.go.id

SURAT EDARAN
NOMOR : B/400.14.1.1/05448/KESBANGPOL
TENTANG
PENYAMPAIAN TEMA, LOGO, DAN PARTISIPASI MENYEMARAKKAN PERINGATAN HARI ULANG TAHUN KE-81 KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2026

Yth.

  1. Kepala Perangkat Daerah se-Kabupaten Bantul;
  2. Panewu se-Kabupaten Bantul;
  3. Lurah se-Kabupaten Bantul;
  4. Pimpinan Instansi Vertikal, BUMN, BUMD, Lembaga Pendidikan, Organisasi Kemasyarakatan, Organisasi Profesi, Dunia Usaha; dan
  5. Seluruh Masyarakat Kabupaten Bantul.
di Tempat

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 serta menindaklanjuti pedoman penyelenggaraan Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dari Pemerintah Pusat, disampaikan hal-hal sebagai berikut:

A. Tema Peringatan
Tema Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 adalah "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Tema, Logo, dan Pedoman Identitas Visual Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 dapat diunduh pada laman https://logohutri.istanapresiden.go.id.
B. Penggunaan Logo dan Identitas Visual

  1. Seluruh Perangkat Daerah, Kapanewon, Kalurahan, instansi, lembaga, sekolah, dunia usaha, dan masyarakat agar menggunakan logo resmi HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada berbagai media publikasi.
  2. Logo beserta pedoman identitas visual digunakan secara utuh sesuai ketentuan yang telah ditetapkan Pemerintah Republik Indonesia.
  3. Penggunaan logo dapat diterapkan pada:
  • Spanduk dan baliho;
  • Umbul-umbul;
  • Media sosial;
  • Website;
  • Surat menyurat;
  • Backdrop kegiatan;
  • Videotron; dan
  • Media publikasi lainnya.

30 Juli 2026

Kenduren 100 Hari Almh Ibu Tuminem

Foto: Heru Sudjanto

 Almarhumah ibu Tuminem, atau ibu Hadi Prayitno, tidak terasa sudah 100 hari meninggalkan alam fana. Berkenaan dengan hal tersebut, ahli waris almarhumah Ibu Tuminem menyelenggarakan kenduren. Kegiatan ini bertujuan mendoakan almarhumah, agar mendapatkan husnul khotimah. 

Berdasarkan informasi dari group WA kampung, acara kenduren ini dilaksanakan pada hari Kamis 30 Juli 2026 pukul 18.00 WIB (bada Maghrib) bertempat di rumah Bpk. M. Edy Yulianto. Sebelum acara dimulai, bapak-bapak warga Ngentak yang hadir dipersilakan menikmati hidangan berupa snack dan segelas teh panas. Setelahnya pembacaan surat Yasin dipimpin Bpk. Rudi Santosa diikuti seluruh hadirin. Usai pembacaan surat Yasin, dilanjutkan dzikir pinuwunan yang dipimpin Bpk. Ponimin selaku imamudin. 

Almarhumah ibu Tuminem meninggal dunia pada hari Rabu, 22 April 2026. Semoga amal ibadah almarhumah diterima di sisi Allah SWT. Aamiin.....

26 Juli 2026

Sabilul Huda #40 @Bpk. Parno

Foto: Heru Sudjanto
 Di tengah udara dingin yang menusuk kulit, pengajian Sabilul Huda tetap digelar sepekan sekali. Edisi ke-40 kali ini dilaksanakan pada hari Ahad 26 Juli 2026 pukul 19.45 WIB. Sebagai tuan rumah atau shohibul bait adalah Bpk. Parno di Ngentak.

Sesuai agenda, acara dibuka dengan bacaan basmallah. Setelahnya, dzikir pinuwunan yang langsung dipimpin Bpk. Ponimin selaku imamudin. Pada sesi ini, jamaah terlihat khusyuk mengikuiti bacaan. Tetapi ada juga yang sambil memejamkan mata karena terkantuk-kantuk. Usai pembacaan kalimat thoyibah, acara dihentikan sejenak guna menikmati segelas teh panas dan snack. 

Kurang lebih sepuluh menit jeda istirahat, acara dilanjutkan guna mendengarkan tausiyah yang disampaikan oleh Bpk. H. Basyrowi dari Dukuh. Dalam penjelasannya, pak Bas menyampaikan materi terkait nikmat berkah. Di sela-sela paparannya, pak Bas memberikan contoh-contoh nyata disertai humor segar yang menambah kemeriahan suasana.

Di penghujung acara, Bpk. Rudi Santosa selaku pembawa acara menyampaikan informasi perolehan infak serta yang mendapatkan undian arisan. 

25 Juli 2026

Koordinasi Persiapan 17-an

Bulan Agustus 2026 segera tiba. Itu berarti perayaan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia sudah di depan mata. Beberapa wilayah sudah terlihat bendera merah putih serta umbul-umbul. Bagaimana di kampung Ngentak RT 04 Dagen Pendowoharjo Sewon Bantul ?

Foto: Heru Sudjanto

Tidak mau kalah, pemuda dan pengurus kampung  Ngentak RT 04 siap memeriahkan agenda tahunan ini. Meski agak terlambat, Ketua RT 04 menyelenggarakan rapat koordinasi pada hari Sabtu, 25 Juli 2026 pukul 19.30 WIB di serambi masjid Al-Istiqomah. Hasil dari pertemuan tersebut :

  1. Ketua panitia Sdr. Muhammad Saiful, dibantu bapak-bapak muda di beberapa seksi
  2. Tetap diadakan perlombaan 17-an dengan menyesuaikan anggaran
  3. Penarikan dana ke warga berpedoman pada klasifikasi kegiatan syawalan
  4. Selain penarikan dana ke warga, juga iuran dari dasa wisma, kas RT
  5. Hari Senin 27 Juli 2026 malam, akan dilakukan pemasangan bendera merah putih
  6. Konsumsi kegiatan malam tirakatan berupa snack
  7. Kegiatan jalan sehat, senam dan malam tirakatan diselenggarakan dalam 1 hari hari Minggu 16 Agustus 2026
Diundang dalam acara rapat koordinasi tersebut antara lain :
1. Eko Sudaryanto
2. Abdul Rokhimin 
3. Agus Pranoto
4. Andrianto 
5. Anton Setiyawan 
6. Bagus Satria Widiantoro 
7. Bayu Riyantoro 
8. Hardianto 
9. Heru Mardani 
10. Heru Sudjanto 
11. Muh. Khairil Anwar
12. Muh. Rifai 
13. Muh. Sigit Nurcahyo
14. Parjiyono 
15. Parno 
16. Rudi Santosa 
17. Supriyadi 
18. Wahuda 
19. Ketua Dasa Wisma Ontorejo 
20. Ketua Dasa Wisma Ongko Wijoyo 
21. Ketua Dasa Wisma Ontoseno
22. Pemuda

23 Juli 2026

Pengajian Husnul Khotimah di Ngentak

Pengajian rutin pekanan Husnul Khotimah kembali digelar di masjid Al-Istiqomah Ngentak RT 04. Tepatnya dilaksanakan pada hari Kamis, 23 Juli 2026 pukul 19.30 WIB. Kegiatan ini merupakan kerjasama jamaah dari :

  1. Masjid Al Ahda Dagen
  2. Masjid Al Hidayah Bakalan
  3. Masjid Darul Falah Karanggede
  4. Masjid Al Istiqomah Ngentak
Selain dari keempat masjid tersebut, juga hadir secara rutin jamaah dari kampung Dolikan Bantul. Sebagai guru ngaji tetap, malam itu diisi oleh Bpk. Drs. H. Syahroini Djamil dari perum Rotokenongo.

Pengajian rutin majelis Husnul Khotimah diawali dengan suasana penuh khidmat melalui lantunan sholawat yang mengagungkan Nabi Muhammad SAW sebagai pelita dan rahmat bagi seluruh alam. Setelah pembukaan doa bersama, pak Roni menyampaikan pesan-pesan moral dan agama yang berakar pada kitab Riyadus Shalihin, diselingi dengan pengalaman pribadi dan interaksi akrab bersama jamaah.

Foto: Heru Sudjanto
Salah satu poin utama yang disampaikan adalah mengenai kewaspadaan terhadap api. Mengacu pada hadits Nabi tentang peristiwa kebakaran di Madinah, penceramah mengingatkan bahwa api bisa menjadi "musuh" jika manusia tidak berhati-hati. Jamaah disarankan untuk mengelola penggunaan api dan lampu dengan bijak, terutama saat hendak tidur, guna menghindari bahaya kebakaran.

Lebih lanjut, beliau juga menjelaskan perumpamaan ilmu dan hidayah yang dibawa oleh Rasulullah SAW seperti hujan yang turun ke bumi. Ia menggambarkan bahwa respons manusia terhadap hidayah terbagi dalam beberapa golongan, layaknya jenis tanah: ada tanah subur yang menyerap air dan menumbuhkan tanaman (orang yang menerima dan mengamalkan ilmu), serta ada tanah berbatu yang tidak bisa menyerap air (orang yang menutup diri dari petunjuk). Dalam konteks ini, penceramah juga menyinggung tentang keistimewaan air, seperti air zamzam, serta penelitian yang menunjukkan bahwa air dapat bereaksi secara positif terhadap doa dan kata-kata baik.

Di bagian akhir, Pak Roni menekankan pentingnya keikhlasan dalam berorganisasi dan bermasyarakat, baik sebagai pengurus RT maupun takmir masjid. Penceramah mengingatkan bahwa mengabdi di masyarakat sering kali penuh tantangan dan kritik, sehingga diperlukan hati yang lapang. Ia mengajak jamaah untuk terus konsisten berbuat baik dan bersedekah secara tulus, tanpa perlu menonjolkan diri, sebagaimana istilah "Hamba Allah" yang sering digunakan untuk menjaga kerahasiaan amal agar tetap bernilai pahala di sisi Allah SWT.