20 Juli 2026

Sabilul Huda #39 @Bpk. Thoyib

Pengajian rutin pekanan Sabilul Huda kali ini berbeda. Tidak seperti biasa, karena tempat pengajian tidak di Ngentak ataupun Dolikan, tetapi di Sawahan. Ya, karena sebagai tuan rumah adalah Bpk. Muhammad Thoyib. Dilaksanakan pada hari Ahad 19 Juli 2026 pukul 19.45 WIB, jamaah sudah standby di mushola beliau.

Foto: Heru Sudjanto
Seperti biasa, acara diawali dengan pembacaan dzikir dan tahlil. Namun kali ini dipimpin oleh Bpk. Rudi Santosa, karena Bpk. Ponimin berhalangan hadir. Setelahnya, hadirin diperkenankan menikmat hidangan berupa bakso, snack dan segelas teh panas.
Sebagai guru ngaji malam itu, adalah Bpk. Fikri selaku anak kandung Bpk. Muhammad Thoyib. Hal ini karena Bpk. Thoyib bersamaan kegiatan wisata religi ke Jawa Barat. Dalam uraiannya, Bpk. Fikri menjelaskan tentang bahaya fitnah di masa sekarang. 
Di akhir acara, Bpk. Rudi Santosa menyampaikan perolehan infak. Sedangkan yang mendapat undian arisan adalah Bpk. Parno dari Ngentak. 

18 Juli 2026

100 Hari Alm. Bpk. Kamdani

Foto: Wahuda
Kenduren bagi masyarakat Jawa adalah tradisi selamatan yang berfungsi sebagai sarana doa bersama, wujud syukur, serta mempererat solidaritas sosial dan gotong royong. Acara ini bukan sekadar makan bersama, tetapi juga simbol kebersamaan, kontrol sosial, dan penghormatan terhadap leluhur. Demikian juga kenduren yang dilaksanakan keluarga Bpk. Samsudin pada hari Sabtu, 18 Juli 2026 pukul 19.30 WIB. Maksud diadakan kenduren tersebut dalam rangka mendokan almarhum Bpk. Muh. Kamdani, yang meninggal dunia kurang lebih 100 hari yang lalu.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Bpk. Ponimin selaku imamudin kampung Ngentak RT 04. Semoga almarhum Bpk. Muh. Kamdani meninggal secara husnul khotimah.

16 Juli 2026

Pertemuan Takmir @Bpk. Parno

Foto: Supriyadi
Takmir masjid adalah sekelompok orang atau organisasi yang diberi amanah untuk mengelola, memakmurkan, dan mengembangkan fungsi masjid, baik dalam aspek ibadah, pendidikan, sosial, maupun administrasi, sehingga masjid dapat menjadi pusat pembinaan umat dan pelayanan masyarakat. Tak hanya itu, takmir masjid juga bertanggung jawab atas pengelolaan, pemeliharaan, dan penyelenggaraan seluruh kegiatan masjid agar berfungsi secara optimal sebagai tempat ibadah dan pusat kegiatan keislaman.

Berkenaan dengan itulah, maka takmir masjid perlu mengadakan pertemuan rutin. Pertemuan rutin merupakan sarana koordinasi, evaluasi, dan perencanaan untuk mewujudkan pengelolaan masjid yang amanah, tertib, transparan, serta semakin memakmurkan masjid dan memberi manfaat bagi jamaah. 

Alasan Pentingnya Pertemuan Rutin Takmir Masjid

  1. Menyatukan visi dan koordinasi pengurus dalam mengelola kegiatan masjid.
  2. Mengevaluasi pelaksanaan program agar berjalan lebih efektif.
  3. Menyusun rencana kegiatan keagamaan dan sosial secara terarah.
  4. Menyelesaikan permasalahan yang muncul melalui musyawarah.
  5. Meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan dan aset masjid.
  6. Mempererat silaturahmi serta kekompakan antar pengurus.
  7. Mendorong partisipasi jamaah melalui program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
  8. Menjaga keberlangsungan dan kemakmuran masjid secara berkelanjutan.
Demikian juga dengan takmir masjid Al-Istiqomah Ngentak RT 04 yang secara rutin setiap malam Jumat Kliwon menggelar koordinasi. Kali ini koordinasi dilaksanakan pada hari Kamis 16 Juli 2026 pukul 20.00 WIB di rumah Bpk. Parno.

Hasil Pertemuan

1. Pembukaan oleh Bpk. Heru Sudjanto
2. Dzikir pinuwunan oleh Bpk. Ponimin
3. Laporan Keuangan oleh Bpk. Abdul Rokhimin

Sumber: Laporan Bendahara
4. Sambutan Ketua Takmir oleh Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo

  • Ucapan terimakasih atas kehadiran
  • PR yang belum terlaksana pemasangan 2 kipas angin. Target: Sebelum pengajian malam Jumat Pahing sudah terpasang.
  • KUA Kapanewon Sewon memfasilitasi pengecekan arah kiblat
  • Apakah ada rencana terkait Hari Maulid Nabi Muhammad SAW tanggal 25 Agustus 2026
5. Kultum oleh Bpk. Rudi Santosa

Tiga golongan manusia yang menjadi penghalang azab Allah di muka bumi:

Berdasarkan Hadis Qudsi riwayat Al-Bayhaqi, Allah SWT sebenarnya berkehendak untuk menurunkan azab kepada penduduk dunia karena kondisi moral yang sudah rusak. Namun, azab tersebut tidak jadi diturunkan karena adanya tiga kelompok manusia yang menjadi penghalangnya:

  • Orang yang memakmurkan masjid: Mereka yang aktif mengurus, mengisi, dan meramaikan masjid dengan berbagai kegiatan ibadah dan jamaah.
  • Orang yang saling menyayangi: Mereka yang menjaga hubungan baik, rukun, dan saling mengasihi satu sama lain tanpa adanya pertikaian atau permusuhan.
  • Orang yang memohon ampunan di waktu sahur: Mereka yang bangun di malam hari untuk beribadah (seperti tahajud) dan beristighfar memohon ampunan kepada Allah di waktu sahur sebelum fajar.

Selama ketiga golongan ini masih ada, terutama mereka yang aktif memakmurkan masjid dan menjaga kerukunan, maka azab Allah akan dialihkan dan penduduk bumi dapat merasakan ketenteraman hidup.

6. Lain-lain

  • Bpk. Sudiro : Triplek slintru mohon diganti dengan yang baru
  • Bpk. Supriyadi : Backdrop diganti yang baru dan dibingkai agar terlihat bagus dan kokoh
  • Bpk. Eko Sudaryanto : Lingkungan masjid harap ditata dan dibersihkan, misal di samping kamar mandi, gudang dll

7. Arisan, yang mendapatkan Bpk. Rudi Santosa
8. Penutup

12 Juli 2026

Sabilul Huda #38 @Ibu Wiji Sutrisno

Setelah beberapa putaran sebelumnya dilaksanakan di Ngentak RT 04, kali ini pengajian Sabilul Huda digelar di Dolikan. Tepatnya dilaksanakan hari Ahad, 12 Juli 2026 pukul 19.45 WIB di rumah Ibu Wiji Sutrisno di Kampung Dolikan. 

Seperti biasa, acara dibuka oleh pembawa acara dengan bacaan basmallah. Setelahnya dilanjutkan pembacaan dzikir pinuwunan oleh Bpk. Rudi Santosa. Mengapa pembacaan dzikir pinuwunan tidak dipimpin Bpk. Ponimin seperti biasanya ? Hal ini sesuai permintaan almarhum Bpk. Wiji Sutrisno, yang berwasiat sebelum meninggal dunia, jika kelak telah tiada, yang memimpin doa kenduri harus Bpk. Rudi Santosa. Acara berikutnya adalah istirahat guna menikmati hidangan yang telah disediakan shohibul bait, berupa segelas tes panas, snack dan lontong opor. 

Foto: Heru Sudjanto

Guru ngaji malam itu adalah Bpk. Muhammad Thoyib dari Sawahan. Dalam paparannya, beliau menyampaikan perihal Keimanan dan Ketaatan. Lebih lanjut, pak Thoyib menjelaskan berikut :

  • Pentingnya Menuntut Ilmu: Menghadiri pengaosan dianggap sebagai bentuk jihad fisabilillah. Ditekankan bahwa jika seseorang selama 40 hari tidak mengisi jiwanya dengan pengajian atau ilmu agama, maka jiwanya akan menjadi "bobrok" dan kondisinya bisa lebih hina daripada hewan yang telah mati.
  • Rukun Islam dan Iman: Mengingatkan kembali pentingnya menjalankan lima rukun Islam dan enam rukun iman sebagai tuntunan hidup agar selamat lahir dan batin. Khusus bagi mualaf, kewajiban menjalankan salat lima waktu dan mendidik anak cucu untuk salat adalah hal yang utama.
  • Makna Takwa: Takwa dijelaskan bukan sekadar ucapan di lisan, melainkan sesuatu yang tertanam kuat di dalam hati atau dada.

Kerja Bakti Rutin Ahad Kliwon

Sudah menjadi rutinitas di kampung Ngentak RT 04, setiap hari Ahad Kliwon diselenggarakan kerja bakti warga. Sesuai informasi pada pertemuan malam Selasa Kliwon, lokasi kerja bakti kali ini, Ahad 12 Juli 2026 adalah bersih-bersih jalan menuju makam Jangkang sekaligus pemasangan tiang lampu penerangan.

Meski matahari panas menyengat, mulai pukul 07.30 WIB bapak-bapak tetap semangat kumpul di area sawah kidul kampung. Mereka membawa peralatan kerjabakti semisal sapu, arit, cangkul, sekop dan lainnya. Rumput serta tanaman liar yang tumbuh di pinggir jalan menjadi sasaran untuk dibersihkan. Tidak hanya itu, ujung jalan selatan makam Jangkang juga dibersihkan dari sampah serta gundukan tanah yang mengganggu. Rencana pemasangan tiang lampu belum bisa dilaksanakan karena beberapa warga ijin tidak hadir. Setelah dianggap cukup, kerja bakti diakhir sekitar pukul 10.15 WIB.

Foto: Heru Sudjanto

06 Juli 2026

Pertemuan Warga #7 @Bpk. Supriyadi

Warga Ngentak RT 04 kembali menggelar pertemuan rutin selapanan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 6 Juli 2026 pukul 19.30 WIB. Sesuai urutan yang mendapatkan arisan, tuan rumah kali ini adalah Bpk. Supriyadi. Karena pertimbangan tertentu, tempat kegiatan digelar di halaman masjid Al-Istiqomah yang lebih leluasa.

Foto: Heru Sudjanto

Hasil Pertemuan

1. Pembukaan oleh Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo
2. Dzikir pinuwunan oleh Bpk. Ponimin
3. Laporan Keuangan

  • Bendahara RT 04 oleh Bpk. Muhammad Khairil Anwar

Saldo Rp 5.512.700

  •  Dana Sosial oleh Bpk. Abdul Rokhimin





  • Jimpitan bulan Juli 2026 : Rp. 540.000,-

4. Sambutan Ketua RT 04

  • Terimakasih atas kehadiran bapak-bapak pada pertemuan rutin
  • Mohon kepada semua warga agar bisa mengikuti semua kegiatan kampung, misalnya pertemuan warga, kerjabakti, ronda dan lain-lain
  • Kerja bakti Minggu Kliwon dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2026
  • Ada bantuan kap dan fiting lampu dari Bpk. Gianto
  • Ada warga baru yakni Bpk. Arif

5. Sambutan Dukuh Dagen

  • Pekan pembayaran PBB terdekat di bulan Juli 2026
  • Proposal pengajuan program pembangunan bisa diajukan. Bisa
  • Sosialisasi keselamatan berkendaraan bermotor oleh Jasa Raharja

6. Lain-lain

  • Perkenalan warga baru, yakni Bpk. Arif yang menempati rumah baru sebelah selatan kost-kostan. Asli Surabaya, sebelumnya bekerja di Jakarta. Pekerjaan saat ini. swasta.
  • Muhammad Saiful : Panitia 17an mohon melibatkan bapak/ibu, tidak hanya pemuda saja
  • Bpk. Sudiro : Proyek jalan tembus utara makam Duwet mohon dilanjutkan
  • Bpk. Samiran : Idem dengan Bpk.Sudiro
7. Arisan, yang mendapatkan Bpk. Sudiro
8. Penutup

05 Juli 2026

Sabilul Huda #37 @Bpk. H. Zainuri

Pengajian rutin pekanan Sabilul Huda kembali digelar. Pengajian urutan ke-37 kali ini dilaksanakan pada hari Ahad 5 Juli 2026 pukul 19.30 WIB. Sebagai tuan rumah adalah Bpk. H. Zainuri di Ngentak. Meskipun beliau tidak bisa hadir, namun anak pak Zainuri bisa membersamai malam itu. 

Seperti biasa, acara diawali bacaan dzikir dan tahlil yang dipimpin Bpk. Ponimin. Setelahnya adalah istirahat guna menikmati hidangan yang sudah disediakan shohibul bait. Dinginnya cuaca malam itu menjadi hangat karena soto ayam kampung dan segelas teh dari keluarga Bpk. Zainuri.

Setelah acara istirahat dianggap cukup, dilanjutkan acara inti berupa pengajian. Sebagai guru ngaji malam itu adalah Bpk. Drs. H. Syahroini Djamil dari Perum Rotokenongo. Malam itu, beliau menyampaikan paparan sebagai berikut :

Foto: Heru Sudjanto

  • Dua Perkara Paling Utama: Keutamaan tertinggi bagi seorang Muslim adalah memiliki iman kepada Allah dan memberikan manfaat bagi sesama.
  • Keseimbangan Ibadah dan Sosial: Kesalehan tidak hanya diukur dari ibadah ritual (seperti salat), tetapi juga dari kepedulian sosial. Seorang Muslim harus seimbang antara menjaga hubungan dengan Allah dan berbuat baik di masyarakat, seperti ikut serta dalam kerja bakti atau membantu tetangga.
  • Bentuk Kemanfaatan: Memberi manfaat bagi orang lain tidak harus selalu berupa uang, melainkan bisa melalui ucapan yang baik, kedudukan, maupun bantuan tenaga (fisik).
  • Pentingnya Hidayah: Hidayah atau petunjuk agama adalah nikmat tertinggi yang harus dijaga dengan teguh, karena merupakan hak prerogatif Allah yang tidak bisa dipaksakan oleh manusia.
  • Pesan untuk Generasi Mendatang: Orang tua diingatkan untuk mendidik anak agar menjadi pribadi yang cerdas, kreatif, tabah, dan saleh agar siap menghadapi tantangan zaman yang semakin berliku dalam mencari ilmu maupun nafkah.
  • Ketulusan dan Balasan Tuhan: Berbuat baik harus dilakukan dengan ikhlas (Ihsan) tanpa mengharapkan pujian manusia. Setiap kebaikan yang dilakukan untuk menolong sesama diyakini akan dibalas oleh Allah dengan berlipat ganda, termasuk dalam bentuk nikmat kesehatan dan kecukupan oksigen yang diberikan cuma-cuma.
Di penghujung acara, Bpk. Rudi Santosa selaku pembawa acara menyampaikan peroleh infak malam itu sebesar Rp. 145.000,00. Sedangkan yang mendapatkan undian arisan adalah ibu Wiji Sutrisno di Dolikan.