02 Februari 2026

Malam Nisfu Sya'ban

Malam Nisfu Sya’ban adalah malam pertengahan bulan Sya’ban, yaitu malam tanggal 15 Sya’ban dalam kalender Hijriah (malam sebelumnya, karena pergantian hari dimulai sejak magrib). Dalam tradisi Islam, terutama di kalangan masyarakat muslim Indonesia, malam Nisfu Sya’ban dipahami sebagai malam yang istimewa, dengan beberapa makna berikut:

Makna dan Keutamaan

  1. Malam pengampunan dosa. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Allah memberi ampunan kepada banyak hamba-Nya pada malam ini, kecuali orang-orang tertentu seperti yang bermusuhan, syirik, atau pendendam.
  2. Persiapan menuju Ramadan. Nisfu Sya’ban sering dipandang sebagai momentum evaluasi diri sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
  3. Malam doa dan introspeksi. Umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, istighfar, dan amal saleh sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah.
Amalan yang umum dilakukan pada malam Nisfu Sya'ban antara lain :
  1. Membaca Surat Yasin (sering dilakukan 3 kali)
  2. Berdoa memohon ampunan, keselamatan dan kelapangan rezeki
  3. Salat sunnah dan dzikir
  4. Memperbanyak istighfar dan shalawat
Foto : Heru Sudjanto

Bagi warga Ngentak RT 04 Dagen Pendowoharjo Sewon Bantul, dalam rangka memaknai malam Nisfu Sya'ban mereka melaksanakan sholat tasbih secara berjamaah. Kegiatan ini dilaksanakan hari Senin, 2 Februari 2026 pukul 20.00 WIB (bada Isya) di masjid Al-Istiqomah. Selaku imam adalah Bpk. Muhammad Thoyib dari Sawahan. Usai pelaksanaan sholat tasbih, jamaah menyimak kultum yang disampaikan pak Thoyib sambil duduk santai di serambi. Kultum selesai, jamaah berkesempatan menikmati bakso dan teh hangat, ditemani bakwan dan krupuk.

Kegiatan ini merupakan kali kedua, setelah pelaksanaan perdana tahun 2025 lalu.

Undangan Sholat Tasbih

 

01 Februari 2026

Sabilul Huda #22 @Bpk. Sardi

Berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan laporan prakiraan cuaca lokal, cuaca mayoritas di DIY pada hari Ahad 1 Februari 2026 diperkirakan hujan, terutama dengan intensitas ringan sejak pagi hingga malam hari di sebagian besar wilayah seperti Kota Yogyakarta, Kulon Progo, Bantul, Gunungkidul, dan Sleman. Bagaimana kenyataannya? Sejak Subuh gerimis dan kadang hujan mengguyur Kampung Ngentak RT 04 dan tentunya wilayah lainnya. Kondisi ini berlanjut hingga siang hari. Matahari seakan enggan menampakkan sinarnya. Cuaca benar-benar dingin dibawah suhu normal pada umumnya. Wargapun lebih memilih berdiam di rumah, enggan beraktivitas di luar rumah. Namun Alhamdulillah, bada Ashar ada sedikit kesempatan untuk menghirup kesegaran udara luar. Sinar matahari sedikit terlihat malu-malu. Anak-anak memanfaatkan kesempatan ini dengan bermain di halaman atau lapangan. Menjelang Maghrib sampai Isya, ternyata kembali seperti pagi hari. Hujan intensitas sedang kembali turun membasahi bumi. 

Padahal, bada Isya sudah menjadi rutinitas kegiatan pengajian Sabilul Huda setiap pekannya. Malam itu, sebagai shohibul bait adalah keluarga Bpk. Sardi dan ibu Barisah di Dolikan. Namun kondisi yang kurang menguntungkan tersebut tidak menyurutkan langkah jamaah untuk hadir. Sebagian besar mereka berjalan kaki menggunakan pelindung payung. Ada juga yang menggunakan jas hujan karena mengendari sepeda motor. Terlihat wajah semangat tanpa mempedulikan rintik hujan.

Acara dibuka dengan pembacaan dzikir pinuwunan pembacaan kalimat thoyibah oleh Bpk. Ponimin. Bapak ibu serta hadirin lainnya nampak mengikutinya. Setelahnya adalah jeda istirahat. Segelas teh hangat, snack dan semangkok soto seakan menjadi penawar dinginnya malam itu. Terasa pas dengan suasana. Usai istirahat dianggap cukup, acara dilanjutkan dengan pengajian. Sebagai guru ngaji malam itu adalah Bpk. H. Basyrowi dari Dukuh. Beliau sudah hadir sebelum acara dimulai. Menjadi ciri khasnya, Bpk. Basyrowi menyampaikan dengan penuh semangat berapi-api. Beliau menyampaikan banyak hal terkait keislaman.

Di akhir acara, Bpk. Rudi Santosa selaku pembawa acara menyampaikan peroleh infak. Sedangkan undian arisan, karena tidak ada yang berkenan mendapatkan, maka ditawarkan kepada jamaah yang hadir. Alhamdulillah, ibu Yuli dari Dolikan bersedia ketempatan untuk pertemuan berikutnya.

Foto : Heru Sudjanto

31 Januari 2026

Ruwahan #1 Ibu Suharni

Tradisi Ruwahan adalah ritual keagamaan dan budaya yang dilakukan oleh masyarakat Jawa untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Tradisi ini biasanya dilaksanakan pada bulan Ruwah dalam kalender Jawa, yang bertepatan dengan bulan Sya'ban dalam kalender Hijriah. Secara filosofis, Ruwahan berasal dari kata Arwah, yang berarti mendoakan para leluhur atau kerabat yang telah meninggal dunia agar mendapatkan tempat yang layak di sisi Tuhan. Meskipun pelaksanaannya bisa berbeda-beda di setiap daerah, Ruwahan umumnya terdiri dari tiga kegiatan utama yakni :

  1. Nyekar (Ziarah Kubur), mendatangi makam keluarga untuk membersihkan pusara, menabur bunga, dan memanjatkan doa. Ini adalah simbol penghormatan dan pengingat akan kematian.
  2. Kerja bakti membersihkan lingkungan makam desa atau tempat ibadah secara gotong royong.
  3. Kenduri atau sedekahan.  Acara makan bersama yang diawali dengan doa bersama (tahlilan). Keluarga biasanya membuat masakan khusus untuk dibagikan kepada tetangga sebagai bentuk rasa syukur dan sedekah. 
Bulan Ruwah tahun 2026 kali ini, bertempat di rumah Ibu Suharni Setyoatmojo, diselenggarakan kenduren putaran pertama. Acara ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 31 Januari 2026 pukul 20.00 WIB (bada Isya). Inti kegiatan ini adalah pembacaan dzikir pinuwunan kirim doa yang dipimpin oleh Bpk. Rudi Santosa. Kirim doa ditujukan bagi arwah leluhur keluarga besar Ibu Suharni Setyoatmojo. Terlihat hadir malam tersebut tidak begitu banyak. Menurut beberapa sumber, hal ini karena bersamaan dengan kenduren di Bakalan yang dihadiri beberapa bapak-bapak warga Ngentak.

Foto : Heru Sudjanto


30 Januari 2026

Laporan Keuangan Nasi Boks

 Laporan keuangan pembuatan nasi boks dalam rangka pengajian Husnul Khotimah malam Jumat Pahing, 29 Januari 2026.


29 Januari 2026

Al-Istiqomah Ngundhuh Husnul Khotimah

Pengajian rutin selapanan Husnul Khotimah kembali hadir. Kolaborasi masjid Al-Istiqomah Ngentak, Al-Hidayah Bakalan, Darul Falah Karanggede dan Al-Ahda Dagen serta jamaah Dolikan ini seakan-akan menjadi agenda yang tidak boleh dilewatkan. Sesuai putaran yang berlaku selama ini, sebagai tuan rumah setiap malam Jumat Pahing adalah masjid Al-Istiqomah Ngentak. Tepatnya dilaksanakan hari Kamis 29 Januari 2026 pukul 20.00 WIB.

Meskipun sempat dihantui perasaan was-was terkait kondisi cuaca yang tidak menentuk, namun di luar dugaan jamaah yang hadir begitu banyak. Hal ini terbukti dari sisa snack yang hanya tersisa tiga. Belum pernah sampai membludag seperti ini.

Foto : Heru Sudjanto

Sebagai prolog, Bpk. Rudi Santosa selaku pembawa acara menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh jamaah yang hadir. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada takmir masjid Al-Istiqomah yang berjibagu mempersiapkan segala sesuatunya, mengingat kas takmir yang sangat minim. Namun Alhamdulillah berkat dukungan warga Ngentak, permasalahan dana bisa teratasi. Hampir seluruh warga muslim Ngentak memberikan donasi hingga terkumpul lebih dari delapan juta rupiah.

Seperti biasa, acara diawali dzikir pinuwunan yang dipimpin Bpk. Ponimin selaku imamudin kampung Ngentak dan Dolikan. Jamaah yang hadir mengikuti dengan khidmat. Usai pembacaan kalimat thoyibah, acara rehat sejenak guna memberikan kesempatan kepada para pemuda menyajikan minuman dan konsumsi berupa nasi kotak dan snack. Mengapa ada nasi kotak ? Ya, sudah menjadi kebiasaan jika ngundhuh terakhir sebelum bulan Ramadhan dihidangkan nasi kotak dan snack.

Usai jeda rehat, dilanjutkan acara inti berupa pengajian. Sebagai guru ngaji tetap, Bpk. Drs. H. Syahroini Djamil dari Perum Rotokenongo. Banyak hal yang beliau sampaikan terkait pengetahuan keislaman. Diantaranya adalah keutamaan Malam Nisfu Sya’ban dan amalan yang perlu dilakukan. Dengan gaya khasnya, pak Roni juga sesekali menyisipkan contoh nyata dalam kehidapan sehari-hari. 

Secara keseluruhan, acara dapat berjalan lancar dan sukses. Sedikit agak mengganggu kenyamanan adalah bau bangkai yang sesekali terhirup. Meskipun sebelumnya jamaah masjid Al-Istiqomah sudah berupaya mencari sumber bau. Sampai jumpa jamaah Husnul Khotimah di masjid Al-Hidayah Bakalan pekan depan.

Rekamana kegiatan selengkapnya bisa disimak di sini.