![]() |
| Foto: Heru Sudjanto |
Setiap putaran pengajian berjalan dengan tertib dan khidmat. Acara biasanya dipandu oleh Bpk. Rudi Santosa sebagai pembawa acara. Kegiatan selalu diawali dengan pembacaan dzikir, tahlil atau doa pinuwunan yang dipimpin oleh imamudin kampung setempat. Jika di Ngentak, selaku imamudin adalah Bpk. Ponimin. Sebelum memasuki sesi materi inti, jamaah diberikan waktu rehat sejenak untuk menikmati suguhan teh hangat dan makanan ringan yang disajikan
Narasumber utama atau pengisi tetap dalam pengajian ini adalah Bpk. Drs. H. Syahroini Djamil (Pak Roni) dari perum Rotokenongo. Dalam penyampaianya, beliau menyampaikan materi keagamaan yang bersumber dari kitab-kitab klasik seperti Riyadus Shalihin dan Maraqil Ubudiyyah. Tema yang diangkat sangat aplikatif untuk kehidupan sehari-hari, seperti pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah, mengelola penggunaan api dengan bijak untuk mencegah kebakaran, perumpamaan penerimaan hidayah seperti jenis tanah menyerap air hujan, serta pentingnya keikhlasan dalam mengabdi di masyarakat tanpa perlu menonjolkan diri. Beliau juga pernah mengulas bait syair Lam Yahtalim yang menjelaskan berbagai keistimewaan Nabi Muhammad SAW. Jika Pak Roni berhalangan hadir, posisi pemateri akan digantikan oleh guru ngaji tamu, seperti Bpk. Jamiludin dari Bangunjiwo yang mengulas pelestarian alam, atau Bpk. Ahmad Fauzan dari Wonokromo yang menekankan tuntunan hidup berdasarkan Al-Quran dan sunnah.
Antusiasme jamaah untuk menghadiri pengajian ini sangat tinggi, terutama dari kalangan jamaah putri yang jumlah kehadirannya rutin mendominasi. Dinamika kenyamanan tempat pun terus berkembang seiring waktu. Sebagai contoh, di Masjid Al-Istiqomah Ngentak, pengajian yang biasanya digelar di serambi masjid beralih ke halaman masjid dengan formasi duduk bershaf-shaf yang lebih rapi setelah terpasangnya atap galvalum baru di sisi timur dan utara masjid. Meskipun formasi duduk di halaman ini dinilai membuat jamaah lebih fokus, terdapat masukan bahwa jamaah putra yang terlambat hadir terkadang merasa sungkan bergabung karena harus melewati barisan jamaah putri.
Kali ini, Kamis 27 Agustus 2026 pengajian Husnul Khotimah digelar di masjid Al-Istiqomah Ngentak RT 04. Karena Bpk. Roni bersamaan acara di luar kota, sebagai pengganti adalah Bpk. Jamaludin.






