Sesuai yang mendapatkan undian arisan, sebagai shohibul bait pengajian pekanan Sabilul Huda kali ini adalah Bpk. Ponimin. Kegiatan kali ini dilaksanakan hari Ahad, 28 Juni 2026 bada Isya di serambi masjid Al-Istiqomah Ngentak RT 04.
Tepat pukul 19.50 WIB acara dibuka dengan lafal basmallah. Selanjutnya dibacakan dzikir pinuwunan yang dipimpin oleh Bpk. Ponimin selaku imamudin kampung Ngentak dan Dolikan. Usai pembacaan kalimat thoyibah dzikir dan tahlil, acara rehat sejenak guna menikmati snack dan teh panas yang telah disediakan tuan rumah. Berdasarkan informasi yang disampaikan pembawa acara, guru ngaji malam itu adalah Bpk. Muhammad Thoha dari Santan. Namun beliau terlambat hadir karena bersamaan acara kenduren.
![]() |
| Foto: Heru Sudjanto |
Sekitar pukul 21.05 WIB, pak Thoha tiba di masjid Al-Istiqomah Ngentak. Dalam uraiannya, beliau menyampaikan materi sebagai berikut :
- Evaluasi Diri (Muhasabah): Menyadari bahwa bertambahnya usia berarti berkurangnya jatah hidup. Manfaatkan waktu yang tersisa untuk mengevaluasi amal perbuatan dan bertaubat dari kesalahan.
- Menghindari "Berling": Menghentikan kebiasaan shalat yang hanya dilakukan saat sempat (kober ra eling, eling ra kober). Prioritaskan ibadah shalat tepat waktu sebagai bentuk ketaatan utama.
- Taubat Nasuha: Melakukan taubat yang sungguh-sungguh dengan berjanji tidak mengulangi maksiat. Bersihkan hati dari penyakit batin seperti sombong, dengki, dan iri hati.
- Dzikir yang Khusyuk: Melakukan dzikir dengan suara lirih dan penuh perasaan, bukan dengan berteriak. Dzikir sebaiknya dilakukan secara rutin pada waktu pagi dan sore hari untuk menenangkan jiwa.
- Memakmurkan Masjid: Menghidupkan shalat berjamaah lima waktu di masjid untuk membangun masyarakat yang harmonis, makmur, dan mendapat keberkahan dari Tuhan.





