26 Februari 2026

Pertemuan Takmir @Bpk. Parjiyono

Foto : Heru Sudjanto
Bulan Ramadhan 1447 H tiba. Bagaimanakah dengan pertemuan rutin takmir masjid Al-Istiqomah ? Apakah ditunda pelaksanaannya ? Pertanyaan tersebut sempat dilontarkan Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo di group takmir. Namun sebagian besar takmir tetap menghendaki digelar, meski waktunya menyesuaikan. Kamis, 26 Februari 2026 bertempat di rumah Bpk. Parjiyono jajaran takmir menggelar agenda rutin tiap malam Jumat Kliwon. Namun kali ini dimulai pukul 21.10 WIB menyesuaikan usainya tarawih dan tadarus. 

Hasil Pertemuan

1. Pembukaan oleh Bpk. Heru Sudjanto
2. Dzikir Pinuwunan oleh Bpk. Rudi Santosa
3. Laporan Keuangan oleh Bpk. Abdul Rokhimin

Sumber : Laporan Bendahara
4. Sambutan Ketua Takmir oleh Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo

  • Ucapan terimakasih atas kehadiran bapak-bapak takmir 
  • Evaluasi kegiatan Ramadhan
  • Persiapan sholat Idul Fitri
  • Sampah sisa takjilan perlu dikelola

5. Kultum oleh Bpk. Rudi Santosa

  • Tema : Doa agar terbebas dari api neraka
6. Lain-lain

  • Muhammad Saiful : 
    • Laporan penggunaan dana, total pengeluaran Rp. 1.200.000,00
    • Mohon maaf atas keterlambatan pemasangan ornamen-ornamen di halaman masjid
    • Piket takjilan oleh muda-muda tidak sesuai jadwal
    • Mohon kepastian acara dongeng untuk anak-anak
  • Persiapan sholat Idul Fitri 1447 H
    • Kemungkinan akan terjadi perbedaan hari raya Idul Fitri 1447 H, disepakati yang awal
    • Belum ada pandangan yang akan menjadi imam dan khatib
  • Persiapan syawalan kampung menunggu undangan rapat, Insya Allah saat kenduren selikuran sudah ada informasi
  • Bpk. Supriyadi : 
    • Usul agar pralon sebelah timur ditambah, agar tidak banjir saat hujan turun deras
    • Keabsahan tempat ibadah di serambi, karena dipakai takjilan dll
  • Bpk. Sudiro : Saran pelaksanaan takjilan yang akan datang dilaksanakan di halaman masjid, menggunakan kursi kampung, meja, semi standing seperti di Karanggede
  • Bpk. Parno : Saran variasi menu takjilan yang akan datang sudah tertulis di daftar yang ditempel, warga tinggal memilih menu sesuai yang diinginkan
  • Kesepakatan berdirinya masjid Al-Istiqomah pada tanggal 27 Juli 1977
  • Bpk. Sugiyono : Rukuh agar tertata rapi, ditaruh di lemari saat tidak digunakan. Al-Quran juga ditempatkan di lemari yang sudah tersedia

7. Arisan, yang mendapatkan Bpk. Agus Karyanto

8. Penutup

24 Februari 2026

Takjilan Hari ke-7

Hari ketujuh ibadah puasa, tepatnya hari Selasa 24 Februari 2026 kampung Ramadhan Ngentak, masih konsisten semarak. Hiasan lampu di komplek masjid Al-Istiqomah sudah terpasang semua. Hal ini semakin menambah kemeriahan dan semangat jamaah.

Foto : Heru Sudjanto
Sebagai pemateri kultum menjelang berbuka terjadwal adalah Bpk. Samidjo. Dalam penjelasannya, pak Samidjo membahas tentang pentingnya menjaga amalan dzikir harian, khususnya Sayyidul Istighfar dan Ayat Kursi, serta hubungannya dengan perlindungan diri dan jaminan surga.

1. Keutamaan Sayyidul Istighfar

Pak Samidjo menekankan pentingnya membaca dzikir utama (Sayyidul Istighfar) dengan keyakinan penuh, karena mempunyai beberapa manfaat, diantaranya:

  • Waktu Siang: Barang siapa membacanya pada siang hari dengan yakin dan wafat sebelum petang, maka ia termasuk penghuni surga.
  • Waktu Malam: Barang siapa membacanya pada malam hari dengan yakin dan wafat sebelum pagi, maka ia juga termasuk penghuni surga.
  • Dzikir ini dianggap sebagai kunci penting bagi mereka yang mengharapkan kehadiran surga di akhir hayatnya.

23 Februari 2026

Takjilan Hari ke-6

Foto : Heru Sudjanto
Senin 23 Februari 2026 atau hari keenam puasa Ramadhan 1447 H di kampung Ngentak terasa hangat. Sejak Subuh hingga menjelang waktu berbuka, cuaca cerah sesekali mendung tanpa disertai hujan. Sejak pukul 17.30 WIB, jamaah sudah memenuhi serambi masjid Al-Istiqomah untuk mendengarkan kultum. Terjadwal sebagai penceramah hari itu adalah Bpk. Sudiro. 

Dalam uraiannya, Bpk. Sudiro menyampaikan tema Hidup Sederhana dan Pandai Bersyukur: Belajar dari Rasulullah dan Para Sahabat. Jamaah diajak merenungkan makna kesederhanaan, rasa syukur, dan hakikat kemuliaan dalam Islam. Melalui kisah Rasulullah dan para sahabat, kita diingatkan bahwa kemuliaan sejati tidak terletak pada banyaknya harta, tetapi pada ketakwaan dan amal saleh.

Hidup Seperti Musafir

Para sahabat Nabi hidup dengan prinsip sederhana, seperti seorang musafir yang hanya membawa bekal secukupnya. Dikisahkan sebagian sahabat hanya memiliki harta belasan hingga puluhan dirham. Namun, keimanan mereka sangat kokoh. Mereka tidak menumpuk harta dan tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama. Prinsipnya jelas: secukupnya untuk kebutuhan, selebihnya untuk kebaikan.

22 Februari 2026

Takjilan Hari ke-5

Memasuki puasa hari kelima, jamaah Kampung Ramadhan Ngentak semakin giat untuk menuntut ilmu. Tidak hanya saat menjelang tarawih dan seusai sholat Subuh, mereka juga hadir menyimak materi yang disampaikan saat menjelang waktu berbuka. 

Foto: Heru Sudjanto
Sebagai penceramah hari Ahad 22 Februari 2026, Bpk. Heru Sudjanto menyampaikan materi Keistimewaan Ramadhan dalam Perspektif Rukun Islam. Ramadhan adalah bulan yang istimewa. Ia bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan yang menguatkan dan menyempurnakan pelaksanaan Rukun Islam dalam kehidupan manusia. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW : “Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menunaikan haji bagi yang mampu.”

Sehingga, keistimewaan Ramadhan sangat berkaitan erat dengan lima rukun Islam tersebut.

  • Syahadat: Penguatan Tauhid dan Keimanan
Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 185 bahwa bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. Di bulan ini, kita memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa. Semua itu memperkuat makna syahadat, bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan-Nya. Puasa melatih kita untuk jujur kepada Allah. Tidak ada yang mengetahui apakah kita benar-benar berpuasa selain Allah. Inilah bentuk penguatan tauhid yang paling nyata.

18 Februari 2026

Robohnya Pohon Mundu

Hari pertama puasa di Ngentak, Rabu 18 Februari 2026, diwarnai musibah. Cuaca panas terik sejak pagi berubah menjadi mendung tebal selepas waktu Dhuhur. Sekitar pukul 13.30 WIB, angin bertiup sangat kencang disusul hujan deras. Suasana cukup mencekam, karena perubahan cuaca secara mendadak tersebut. Bahkan, berdasarkan laporan Bpk. Rudi Santosa di group kampung, pohon Mundu yang berada di sisi belakang samping Bpk. Supihartono roboh tercabut hingga akar-akarnya. Pohon berukuran besar dan berusia tua tersebut roboh ke timur, menutup akses jalan. 

Upaya penanganan segera dilakukan. Melalui Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo, kejadian tersebut langsung dilaporkan ke FPRB Pendowoharjo. Alhamdulillah, tidak berapa lama kemudian tim FPRB langsung menuju ke lokasi dan menyingkiran pohon berukuran raksasa tersebut. Berdasarkan informasi yang disampaikan tim FPRB Pendowoharjo, pada saat bersamaan beberapa pohon tumbang di Jln. Bantul dan wilayah Bantul lainnya.

Foto : Supihartono

Jadwal Kuliah Subuh 1447 H

 

Jadwal Kultum Tarawih 1447 H