Pengajian rutin pekanan Sabilul Huda kembali hadir menyapa jamaah kampung Ngentak dan Dolikan. Dilaksanakan pada hari Ahad 15 Februari 2026 di rumah Bpk. Imam di Dolikan mulai pukul 20.15 WIB.
Acara dibuka oleh Bpk. Rudi Santosa yang menyampaikan informasi bahwa pengajian kali ini merupakan edisi terakhir sebelum memasuki bulan Ramadhan 1447 H. Selanjutnya pembacaan dzikir tahlil kalimat thoyibah yang dipimpin Bpk. Ponimin selaku imamudin. Setelahnya adalah istirahat sejenak guna menikmati hidangan yang sudah tersaji, yakni nasi gule dan segelas teh panas.
Sebagai guru ngaji malam itu adalah Bpk. Drs. H. Syahroini Djamil. Dalam paparannya, beliau menyampaikan materi berikut :
1. Kekayaan Allah yang Tak Terbatas
Pembicara menekankan bahwa Allah SWT adalah Dzat yang Maha Kaya (Ya Ghoniyu) dan Maha Pemberi Kekayaan (Ya Mughni). Seluruh kekayaan manusia di dunia ini jika dibandingkan dengan kekayaan Allah hanyalah ibarat setetes air pada ujung jarum yang dicelupkan ke dalam samudra luas.
Ditegaskan bahwa jika seluruh manusia dan jin dari awal hingga akhir zaman meminta segala sesuatu kepada Allah dan semuanya dikabulkan, hal tersebut tidak akan mengurangi kekayaan Allah sedikit pun.
2. Mengapa Rezeki Terasa Seret?
Meskipun seseorang sudah rajin salat dan mengaji, terkadang rezeki masih terasa sulit. Pembicara mengingatkan agar kita tidak menyalahkan Allah. Introspeksi Diri: Kita harus mencari kesalahan pada diri sendiri, apakah masih ada maksiat yang dilakukan atau ada keraguan terhadap kekuasaan Allah.
Hambatan Hutang: Hutang yang belum terlunasi atau belum diikhlaskan oleh pemberi hutang dapat menjadi penghalang bagi seseorang untuk mendapatkan kenikmatan, baik di dunia maupun di alam kubur.
3. Pentingnya Niat Ibadah dalam Segala Aktivitas
Waktu yang kita gunakan untuk ibadah murni (seperti salat lima waktu) sebenarnya sangat sedikit jika dihitung secara matematis. Agar seluruh hidup bernilai pahala, umat Islam diajak untuk meniatkan setiap aktivitas sebagai ibadah, mulai dari bekerja, berdagang, hingga tidur, dengan mengawalinya menggunakan doa atau Bismillah.
4. Keyakinan pada Hari Kebangkitan
Mengambil kisah Nabi Ibrahim AS yang meminta petunjuk bagaimana Allah menghidupkan orang mati agar hatinya menjadi tenang (tumakninah). Pembicara menjelaskan bahwa menghidupkan kembali manusia pada hari kebangkitan adalah hal yang sangat mudah bagi Allah, karena Allah mampu menciptakan manusia dari awal yang tidak ada menjadi ada.
5. Pesan Penutup
Menjelang bulan Ramadan, jemaah diajak untuk saling mengasihi sesama makhluk di bumi agar dikasihi oleh penduduk langit. Pengajian ditutup dengan doa agar jemaah diberikan kesehatan untuk menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan maksimal dan penuh keberkahan.
Di penghujung acara, pembacara acara menginformasikan peroleh infak malam itu. Sedangkan yang mendapatkan undian arisan adalah Ibu Sarinem di Dolikan.
 |
| Foto : Heru Sudjanto |