08 Februari 2026

Sabilul Huda #23 @Ibu Yuli

Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, jemaah pengajian Sabilul Huda menggelar acara pengajian rutin sekaligus tradisi "Ruwahan" pada hari Ahad (malam Senin) 8 Februari 2026 pukul 20.15 WIB. Acara yang berlangsung di kediaman Bapak Rajiono dan Ibu Yuli, di kampung Dolikan Bantul ini menjadi momen silaturahmi sekaligus doa bersama bagi para leluhur yang telah tiada. Tradisi Ruwahan sendiri dimaknai sebagai upaya "ngeluru arwah" atau mengingat serta mendoakan sanak saudara yang telah meninggal dunia sebagai bentuk bakti keluarga yang masih hidup.

Kegiatan diawali dengan pembacaan dzikir, tahlil, dan kalimat thoyibah yang dipimpin oleh Bpk. Ponimin selaku imamudin. Seusainya, acara rehat mengguna menikmati opor ayam, snack dan minuman yang disajikan tuan rumah. Setelah acara istirahat dianggap cukup, acara dilanjutkan pengajian yang disampaikan oleh Bpk. K.H. Abdul Mustoni. 

Foto : Heru Sudjanto

Dalam tausiyahnya, K.H. Abdul Mustoni menekankan pentingnya perhatian dari keluarga yang masih hidup terhadap mereka yang sudah berada di alam barzah. Beliau menyebutkan setidaknya ada tiga hal utama yang sangat dibutuhkan oleh orang yang sudah meninggal dunia:

  1. Doa: Karena orang yang sudah meninggal tidak lagi bisa beramal, maka mereka sangat mengharapkan kiriman doa dari keluarga.
  2. Sedekah : Pahala sedekah yang diniatkan untuk orang tua atau keluarga yang telah tiada sangat membantu mereka di alam kubur.
  3. Kerukunan Keluarga: Orang tua di alam kubur akan merasa tenang jika melihat anak-cucu yang ditinggalkan hidup rukun dan saling menjaga silaturahmi.

Menariknya, dalam pengajian tersebut, K.H. Abdul Mustoni juga membedah filosofi tembang Jawa terkenal, Sluku-Sluku Bathok. Beliau menjelaskan bahwa tembang tersebut mengandung pesan mendalam tentang kehidupan dan kematian.

Kata Sluku-sluku dimaknai sebagai ajakan untuk beristirahat atau selonjor, sementara Bathok mengacu pada kepala atau pikiran. Pesannya adalah agar manusia senantiasa mengistirahatkan pikiran dari urusan duniawi untuk fokus berzikir dan mengingat Allah. Adapun lirik Si Romo menyang Solo dimaknai sebagai perintah untuk bersuci siram dan menjalankan shalat.

Sebelum diakhiri, pihak pengurus pengajian berharap, melalui kegiatan ini, jemaah semakin siap secara spiritual dalam menghadapi bulan puasa. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antarjemaah. Panitia juga mengimbau jemaah untuk tetap konsisten dalam menjalankan ibadah dan zikir, termasuk mengamalkan kalimat Hasbunallah wanikmal wakil sebagai pegangan dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup.

Kenduri Sedekah Ruwahan 2026

Foto : Tito Perwito
Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, warga RT 04 Ngentak menjadwalkan agenda tradisi tahunan berupa Kenduri Sedekah Ruwahan. Kegiatan religi dan budaya ini dipusatkan di Serambi Masjid Al-Istiqomah pada hari Sabtu (malam Minggu), 8 Februari 2026 pukul 18.15 WIB (bada Sholat Maghrib). Pemilihan waktu ini dimaksudkan agar seluruh warga dapat berkumpul dengan tenang untuk mengikuti doa bersama.

Ketua RT 04 Ngentak, Eko Sudaryanto, telah melayangkan undangan resmi kepada seluruh bapak-bapak warga di wilayah tersebut untuk hadir secara langsung dalam acara yang sarat akan makna kebersamaan ini.

"Kami sangat mengharapkan kehadiran bapak-bapak sekalian dalam acara ini. Besar harapan kami agar warga bisa hadir secara lengkap," tulis Eko Sudaryanto dalam pengantarnya.

Tradisi Ruwahan atau Sedekah Ruwahan merupakan momen penting bagi masyarakat Jawa untuk memanjatkan doa bagi para leluhur sekaligus sebagai bentuk syukur sebelum memasuki masa puasa. Selain aspek spiritual, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga di lingkungan RT 04 Ngentak.

Lebih lanjut, Ketua RT 04 berharap kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Istiqomah tersebut dapat berjalan dengan khidmat dan membawa keberkahan bagi seluruh lingkungan warga.

Pernikahan Bahagia Mbak Novianti

Foto Ilustrasi
Suasana haru dan khidmat menyelimuti kediaman keluarga Bapak Mustijo dan Ibu Sri Astuti di Ngentak RT 04 Dagen, Pendowoharjo, Sewon, Bantul. Hal tersebut karena berlangsungnya prosesi akad nikah antara Nur Taufik Rizal dan Novianti Tricahyaning Tiastuti. Pasangan ini resmi menjadi suami istri setelah menjalani prosesi ijab kabul yang kental dengan nuansa adat Jawa pada hari Ahad pagi 8 Februari 2026 sekitar pukul 09.00 WIB.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Bapak Parno yang mewakili pihak keluarga besar Bapak Mustijo (tuan rumah). Dalam penyampaiannya, Bapak Parno mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu undangan, khususnya rombongan keluarga mempelai pria yang telah hadir.

"Kami atas nama keluarga Bapak Mustijo mengucapkan sugeng rawuh dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Bapak dan Ibu sekalian. Kami memohon doa restu agar acara ijab kabul yang akan dilaksanakan hari ini diberikan kelancaran oleh Allah SWT, sehingga putra-putri kami dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah," ujar Bapak Parno dalam sambutannya. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyambutan dan penyediaan tempat terdapat hal-hal yang kurang berkenan.

Menyambung sambutan tersebut, Bapak Poriman yang mewakili Bapak Sudarmadi dan Ibu Surati dari Miri (pihak pria), secara resmi menyerahkan Nur Taufik Rizal untuk dinikahkan. Ia menyebut penyerahan ini layaknya menyerahkan "Sekar Cempoko" yang siap dipersatukan dalam ikatan suci, lengkap dengan seserahan sebagai simbol pengikat persaudaraan.

07 Februari 2026

Pertemuan Rutin Muda-mudi Ngentak

Pemuda Kampung Ngentak RT 04 Dagen Pendowoharjo, Sewon, Bantul, yang tergabung dalam OPPN kembali melaksanakan pertemuan rutin pada hari Sabtu, 7 Februari 2026. Seperti biasa, acara ini dilaksanakan di Pos Siskamling setempat. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut menghadirkan sejumlah agenda penting, termasuk pembayaran iuran kas, persiapan menyambut bulan Ramadhan 1447 H, acara laden pernikahan mbak Novi dan lain-lain.

Dalam undangan yang disampaikan kepada seluruh pemuda, diinformasikan bahwa pertemuan tidak hanya sebagai ajang koordinasi, tetapi juga memberikan pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah dan gula darah secara gratis oleh kader Puskesmas Sewon I. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian pemuda terhadap kesehatan tubuh. Pemeriksaan kesehatan yang digelar dalam pertemuan ini mendapat respon positif dari para pemuda.

Penyelenggaraan pertemuan rutin seperti ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial masyarakat Kampung Ngentak. Kegiatan seperti ini dinilai penting untuk memperkokoh komunikasi antarwarga sekaligus memadukan kegiatan sosial dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kampung Ngentak.

Posyandu Dewasa dan Lansia

Posyandu Dewasa dan Lansia kembali digelar untuk warga RT 04 Ngentak Dagen, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, pada Sabtu (7/2/2026) sore. Kegiatan yang berlangsung di Gardu Siskamling tersebut diikuti oleh warga usia 18 tahun ke atas hingga lansia sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan pemantauan kesehatan masyarakat.

Kegiatan Posyandu Dewasa dan Lansia ini dilaksanakan mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai. Warga yang hadir mendapatkan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan dasar, meliputi pemeriksaan antropometri seperti berat badan, tinggi badan, lingkar perut, dan lingkar lengan atas (LILA).

Selain itu, petugas juga memberikan layanan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah secara gratis. Sementara itu, bagi warga yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan, disediakan pula layanan pemeriksaan asam urat dan kolesterol dengan biaya terjangkau.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib dan mendapat sambutan positif dari warga. Para peserta mengikuti setiap tahapan pemeriksaan dengan antusias, terutama kelompok lansia yang menjadi sasaran utama kegiatan. Sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan lansia, panitia juga memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) khusus bagi peserta lansia yang hadir.

Melalui kegiatan Posyandu Dewasa dan Lansia ini, diharapkan masyarakat dapat melakukan deteksi dini kondisi kesehatan serta meningkatkan kepedulian terhadap pola hidup sehat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan di tingkat lingkungan.

06 Februari 2026

Kenduri Pernikahan Puteri Bpk. Mustijo

Dalam rangka permohonan doa restu atas rencana pernikahan puteri, Novianti Tri Cahyaningtyastuti, keluarga Bpk. Mustijo dan Ibu Sri Astuti menyelenggarakan kenduri pinuwunan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum'at, 6 Februari 2026 pukul 18:00 WIB (habis Magrib) di rumah Bpk. Mustijo. Selain bapak-bapak warga Ngentak, nampak hadir pada kesempatan tersebut bapak-bapak warga Dolikan dan kerabat.

Acara dibuka oleh Bpk. Ponimin, yang menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan kenduren. Selain itu, bpk. Ponimin, juga menginformasikan bahwa akad nikah akan dilaksanakan pada hari Ahad 8 Februari 2026 pukul 09.00 WIB di rumah Bpk. Mustijo.

Foto : Heru Sudjanto

Seluruh warga Ngentak turut mendoakan semoga seluruh rangkaian acara pernikahan mbak Novi berjalan lancar tidak kurang satu apapun. Aamiin.....

02 Februari 2026

Malam Nisfu Sya'ban

Malam Nisfu Sya’ban adalah malam pertengahan bulan Sya’ban, yaitu malam tanggal 15 Sya’ban dalam kalender Hijriah (malam sebelumnya, karena pergantian hari dimulai sejak magrib). Dalam tradisi Islam, terutama di kalangan masyarakat muslim Indonesia, malam Nisfu Sya’ban dipahami sebagai malam yang istimewa, dengan beberapa makna berikut:

Makna dan Keutamaan

  1. Malam pengampunan dosa. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Allah memberi ampunan kepada banyak hamba-Nya pada malam ini, kecuali orang-orang tertentu seperti yang bermusuhan, syirik, atau pendendam.
  2. Persiapan menuju Ramadan. Nisfu Sya’ban sering dipandang sebagai momentum evaluasi diri sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
  3. Malam doa dan introspeksi. Umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, istighfar, dan amal saleh sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah.
Amalan yang umum dilakukan pada malam Nisfu Sya'ban antara lain :
  1. Membaca Surat Yasin (sering dilakukan 3 kali)
  2. Berdoa memohon ampunan, keselamatan dan kelapangan rezeki
  3. Salat sunnah dan dzikir
  4. Memperbanyak istighfar dan shalawat
Foto : Heru Sudjanto

Bagi warga Ngentak RT 04 Dagen Pendowoharjo Sewon Bantul, dalam rangka memaknai malam Nisfu Sya'ban mereka melaksanakan sholat tasbih secara berjamaah. Kegiatan ini dilaksanakan hari Senin, 2 Februari 2026 pukul 20.00 WIB (bada Isya) di masjid Al-Istiqomah. Selaku imam adalah Bpk. Muhammad Thoyib dari Sawahan. Usai pelaksanaan sholat tasbih, jamaah menyimak kultum yang disampaikan pak Thoyib sambil duduk santai di serambi. Kultum selesai, jamaah berkesempatan menikmati bakso dan teh hangat, ditemani bakwan dan krupuk.

Kegiatan ini merupakan kali kedua, setelah pelaksanaan perdana tahun 2025 lalu.