02 Maret 2026

Undangan Rapat Syawalan

Kepada Yth.
1 Bp. Eko Sudaryanto
2 Bp. M.Sigit Nurcahyo
3 Bp. Heru Sudjanto
4 Bp. Rudi Santosa
5 Bp. Choiril Anwar
6 Bp. Abdul Rohimin 
7 Bp. Parjiono
8 Bp. Supriyadi
9 Bp. Parno
10 Bp. Ribet
11 Mas Saiful 
12 Mas Muhklis
13 Mas Rafli
14 Ibu Sri Suwarti
15 Ibu Samirah
16 Ibu Juli 

Assalamualaikum wr.wb.
Mengharap kehadiran Bpk/Ibu/mas pada,

Hari          : Rabu 
Tanggal.  : 4 Maret 2026 
Waktu.     :  Habis Sholat Taraweh 
Tempat    : Rumah Pak RT ( Eko Sudaryanto) 
Acara.      : Rapat persiapan Syawalan 1447 H 

Demikian undangan dari  saya , harapan kami bisa hadir dan tepat waktu.

TTD
Ketua RT 04
( Eko Sudaryanto)

Takjilan Hari ke-13

Tak terasa, ibadah puasa Ramadhan memasuki hari ke-13. Tubuh sudah bisa beradaptasi dengan kondisi lapar dan dahaga. Senin 2 Maret 2026 pukul 17.30 WIB di masjid Al-Istiqomah seperti biasa terlihat semarak. Jamaah masih semangat hadir guna berbuka puasa bersama sekaligus mendapatkan ilmu melalui kultum takjilan.

Foto: Heru Sudjanto

Berdasarkan jadwal yang sudah disusun panitia, tiap hari Senin adalah Bpk. Sudiro. Saat itu beliau menyampaikan tema Merenungi Nikmat Allah dan Hakikat Harta. Pak Diro mengajak jamaah untuk merefleksikan kembali berbagai nikmat yang sering terlupakan dan memahami apa yang sebenarnya menjadi "harta sejati" bagi seorang Muslim di akhirat kelak.

1. Syukur atas Nikmat Kesehatan dan Air Segar

Pertanyaan di Hari Kiamat: Nikmat pertama yang akan ditanyakan kepada seorang hamba adalah kesehatan badan dan kenikmatan minum air yang segar lagi dingin.Kelalaian Manusia: Banyak orang sering melupakan karunia Allah saat dalam kondisi sehat dan baru menyadari mahalnya kesehatan ketika sudah jatuh sakit.

2. Hakikat Harta yang Sesungguhnya

Harta yang Fana: Berdasarkan hadis, apa yang dimakan akan lenyap dan pakaian yang dikenakan akan menjadi usang. Harta yang Kekal: Harta yang benar-benar menjadi milik kita dan akan menemani di akhirat hanyalah apa yang kita sedekahkan atau belanjakan di jalan Allah (sebagai "deposito" sejati). Kritik Gaya Hidup: Penulis mengingatkan agar kita tidak bekerja mati-matian hanya untuk mengejar gaya hidup yang berlebihan, sementara melupakan tabungan akhirat.

3. Kesederhanaan Rasulullah dan Para Sahabat

Keprihatinan Sahabat: Dikisahkan masa sulit di mana Rasulullah dan tujuh orang sahabatnya hanya memiliki daun anggur untuk dimakan hingga mulut mereka terluka. Kisah Abu al-Haitsam: Cerita tentang kedermawanan Abu al-Haitsam (Malik bin at-Taihan) yang menyembelih kambing dan istrinya membuatkan roti untuk menjamu Rasulullah dan para sahabat. Meski merupakan jamuan istimewa, Rasulullah tetap mengingatkan bahwa kenikmatan makanan dan minuman tersebut akan dimintai pertanggungjawaban.

Kesimpulan dan Penutup

Jamaah diajak untuk mengevaluasi isi kulkas dan meja makan mereka: Apakah makanan mewah tersebut membawa kemuliaan atau justru hanya menjadi bentuk berlebihan dalam mengikuti gaya hidup.

01 Maret 2026

Takjilan Hari ke-12

Hari pertama bulan Maret atau tepatnya Ahad, 1 Maret 2026 cuaca kampung Ngentak dan juga wilayah lainnya cenderung panas sepanjang hari. Kondisi ini tentu saja menjadi tantangan dalam menjalankan ibadah puasa. Bagi sebagian warga, trik untuk menyiasati cuaca terik ini adalah istirahat tidur. Realistis kan ?

Menjelang waktu berbuka pukul 17.30 WIB, jamaah hadir di masjid Al-Istiqomah untuk menyimak kultum sebelum berbuka. Terjadwal pemateri sore itu adalah Bpk. Heru Sudjanto. Dalam uraianya, pak Heru menyampaikan materi terkait Tahapan Syukur Nikmat.

Foto: Heru Sudjanto

Tingkatan syukur dalam Islam, menurut Imam Al-Ghazali dan ulama lainnya, terbagi menjadi tiga pilar utama yang saling berkaitan: Syukur Hati (mengakui dan rida), Syukur Lisan (memuji Allah), dan Syukur Perbuatan (ketaatan/amal saleh). Kesempurnaan syukur tercapai ketika ketiga unsur ini dipenuhi, yaitu meyakini, mengucapkan, dan menggunakan nikmat untuk ketaatan kepada Allah. 

Berikut adalah rincian tingkatan syukur dalam Islam:

Syukur Hati (Syukur bi'l-qalb):

Ini adalah tingkat paling mendasar, yaitu menyadari sepenuhnya bahwa seluruh nikmat—kesehatan, harta, ilmu—berasal dari Allah SWT. Hati bersyukur adalah hati yang ridha, menerima segala ketentuan, serta tidak ada keluhan atau sombong.

Syukur Lisan (Syukur bi'l-lisan):

Mengucapkan puji-pujian kepada Allah seperti Alhamdulillah dan mengakui nikmat secara lisan. Ini juga mencakup berterima kasih kepada sesama manusia yang menjadi perantara kebaikan Allah.

Syukur Perbuatan (Syukur bi'l-badan):

Menggunakan nikmat Allah untuk ketaatan dan ibadah, bukan untuk bermaksiat. Contohnya menggunakan kesehatan untuk beribadah, harta untuk sedekah, dan mata/telinga untuk melihat/mendengar kebenaran

28 Februari 2026

Takjilan Hari ke-11

Memasuki puasa hari ke-11, takjilan dilaksanakan hari Sabtu, 28 Februari 2026 bertempat di serambi masjid Al-Istiqomah. Terjadwal kultum sore itu adalah Bpk. Abdul Rokhimin. Berikut rangkumannya.

Foto : Heru Sudjanto

1. Hidup sederhana dan tidak berlebihan

Dalam kehidupan sehari-hari kita dianjurkan untuk tidak bersikap berlebihan dalam berbagai hal, baik dalam keinginan, gaya hidup, maupun dalam memikirkan masalah. Sikap sederhana akan membuat hidup lebih tenang.

2. Berhenti membandingkan diri dengan orang lain
Sering kali seseorang merasa tidak puas karena selalu membandingkan hidupnya dengan orang lain yang dianggap lebih sukses atau lebih kaya. Padahal setiap orang memiliki jalan hidup dan rezeki yang berbeda.

3. Berpikir positif dalam menjalani kehidupan
Ketika menghadapi keadaan hidup, kita perlu membiasakan diri untuk berpikir positif agar tidak mudah merasa gelisah, iri, atau putus asa.

4. Pentingnya sabar dan ikhlas
Sabar dan ikhlas merupakan kunci ketenangan hidup. Dalam menghadapi ujian atau kesulitan, seseorang harus mampu menahan emosi dan menerima keadaan dengan lapang dada.

5. Ramadan sebagai latihan kesabaran
Bulan Ramadan menjadi kesempatan untuk melatih diri agar lebih sabar, ikhlas, dan meningkatkan ibadah seperti shalat, doa, serta mendekatkan diri kepada Allah.

6. Memanfaatkan waktu Ramadan dengan baik
Sisa waktu Ramadan hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah dan memperbaiki diri, bukan hanya fokus pada urusan dunia.

Kesimpulan

Kunci hidup yang tenang adalah:

  1. Tidak berlebihan dalam kehidupan.
  2. Tidak membandingkan diri dengan orang lain.
  3. Selalu berpikir positif.
  4. Menjalani hidup dengan sabar dan ikhlas.
  5. Memanfaatkan bulan Ramadan untuk meningkatkan ibadah dan memperbaiki diri.

26 Februari 2026

Pertemuan Takmir @Bpk. Parjiyono

Foto : Heru Sudjanto
Bulan Ramadhan 1447 H tiba. Bagaimanakah dengan pertemuan rutin takmir masjid Al-Istiqomah ? Apakah ditunda pelaksanaannya ? Pertanyaan tersebut sempat dilontarkan Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo di group takmir. Namun sebagian besar takmir tetap menghendaki digelar, meski waktunya menyesuaikan. Kamis, 26 Februari 2026 bertempat di rumah Bpk. Parjiyono jajaran takmir menggelar agenda rutin tiap malam Jumat Kliwon. Namun kali ini dimulai pukul 21.10 WIB menyesuaikan usainya tarawih dan tadarus. 

Hasil Pertemuan

1. Pembukaan oleh Bpk. Heru Sudjanto
2. Dzikir Pinuwunan oleh Bpk. Rudi Santosa
3. Laporan Keuangan oleh Bpk. Abdul Rokhimin

Sumber: Laporan Bendahara

4. Sambutan Ketua Takmir oleh Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo

  • Ucapan terimakasih atas kehadiran bapak-bapak takmir 
  • Evaluasi kegiatan Ramadhan
  • Persiapan sholat Idul Fitri
  • Sampah sisa takjilan perlu dikelola

5. Kultum oleh Bpk. Rudi Santosa

  • Tema : Doa agar terbebas dari api neraka
6. Lain-lain

  • Muhammad Saiful : 
    • Laporan penggunaan dana, total pengeluaran Rp. 1.200.000,00
    • Mohon maaf atas keterlambatan pemasangan ornamen-ornamen di halaman masjid
    • Piket takjilan oleh muda-muda tidak sesuai jadwal
    • Mohon kepastian acara dongeng untuk anak-anak
  • Persiapan sholat Idul Fitri 1447 H
    • Kemungkinan akan terjadi perbedaan hari raya Idul Fitri 1447 H, disepakati yang awal
    • Belum ada pandangan yang akan menjadi imam dan khatib
  • Persiapan syawalan kampung menunggu undangan rapat, Insya Allah saat kenduren selikuran sudah ada informasi
  • Bpk. Supriyadi : 
    • Usul agar pralon sebelah timur ditambah, agar tidak banjir saat hujan turun deras
    • Keabsahan tempat ibadah di serambi, karena dipakai takjilan dll
  • Bpk. Sudiro : Saran pelaksanaan takjilan yang akan datang dilaksanakan di halaman masjid, menggunakan kursi kampung, meja, semi standing seperti di Karanggede
  • Bpk. Parno : Saran variasi menu takjilan yang akan datang sudah tertulis di daftar yang ditempel, warga tinggal memilih menu sesuai yang diinginkan
  • Kesepakatan berdirinya masjid Al-Istiqomah pada tanggal 27 Juli 1977
  • Bpk. Sugiyono : Rukuh agar tertata rapi, ditaruh di lemari saat tidak digunakan. Al-Quran juga ditempatkan di lemari yang sudah tersedia

7. Arisan, yang mendapatkan Bpk. Agus Karyanto

8. Penutup

24 Februari 2026

Takjilan Hari ke-7

Hari ketujuh ibadah puasa, tepatnya hari Selasa 24 Februari 2026 kampung Ramadhan Ngentak, masih konsisten semarak. Hiasan lampu di komplek masjid Al-Istiqomah sudah terpasang semua. Hal ini semakin menambah kemeriahan dan semangat jamaah.

Foto : Heru Sudjanto
Sebagai pemateri kultum menjelang berbuka terjadwal adalah Bpk. Samidjo. Dalam penjelasannya, pak Samidjo membahas tentang pentingnya menjaga amalan dzikir harian, khususnya Sayyidul Istighfar dan Ayat Kursi, serta hubungannya dengan perlindungan diri dan jaminan surga.

1. Keutamaan Sayyidul Istighfar

Pak Samidjo menekankan pentingnya membaca dzikir utama (Sayyidul Istighfar) dengan keyakinan penuh, karena mempunyai beberapa manfaat, diantaranya:

  • Waktu Siang: Barang siapa membacanya pada siang hari dengan yakin dan wafat sebelum petang, maka ia termasuk penghuni surga.
  • Waktu Malam: Barang siapa membacanya pada malam hari dengan yakin dan wafat sebelum pagi, maka ia juga termasuk penghuni surga.
  • Dzikir ini dianggap sebagai kunci penting bagi mereka yang mengharapkan kehadiran surga di akhir hayatnya.

23 Februari 2026

Takjilan Hari ke-6

Foto : Heru Sudjanto
Senin 23 Februari 2026 atau hari keenam puasa Ramadhan 1447 H di kampung Ngentak terasa hangat. Sejak Subuh hingga menjelang waktu berbuka, cuaca cerah sesekali mendung tanpa disertai hujan. Sejak pukul 17.30 WIB, jamaah sudah memenuhi serambi masjid Al-Istiqomah untuk mendengarkan kultum. Terjadwal sebagai penceramah hari itu adalah Bpk. Sudiro. 

Dalam uraiannya, Bpk. Sudiro menyampaikan tema Hidup Sederhana dan Pandai Bersyukur: Belajar dari Rasulullah dan Para Sahabat. Jamaah diajak merenungkan makna kesederhanaan, rasa syukur, dan hakikat kemuliaan dalam Islam. Melalui kisah Rasulullah dan para sahabat, kita diingatkan bahwa kemuliaan sejati tidak terletak pada banyaknya harta, tetapi pada ketakwaan dan amal saleh.

Hidup Seperti Musafir

Para sahabat Nabi hidup dengan prinsip sederhana, seperti seorang musafir yang hanya membawa bekal secukupnya. Dikisahkan sebagian sahabat hanya memiliki harta belasan hingga puluhan dirham. Namun, keimanan mereka sangat kokoh. Mereka tidak menumpuk harta dan tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama. Prinsipnya jelas: secukupnya untuk kebutuhan, selebihnya untuk kebaikan.