15 Maret 2026

Takjilan Hari ke-26

Ahad, 15 Maret 2026 cuaca di kampung Ngentak dan juga wilayah lainnya masih panas menyengat. Dari pagi hingga sore menjelang waktu berbuka puasa. Namun cuaca gerah tersebut tidak menghalangi jamaah masjid Al-Istiqomah untuk hadir ke masjid guna tholabul ilmi sekaligus berbuka puasa bersama. 

Terjadwal sebagai pamateri sore itu adalah Bpk. Heru Sudjanto. Dalam uraiannya, pak Heru menyampaikan kultum dengan tema Menakar Diri di Penghujung Ramadhan. Ibarat sebuah perlombaan lari, kita sekarang berada di 100 meter terakhir. Ada yang semakin kencang berlari, ada yang mulai kehabisan nafas, dan ada pula yang sudah berhenti sebelum garis finish.

Secara garis besar, para ulama membagi manusia di akhir Ramadhan menjadi tiga golongan. Mari kita bercermin, kita termasuk yang mana?

1. Golongan Al-Faizin (Para Pemenang)

Mereka adalah orang-orang yang menganggap akhir Ramadhan sebagai puncak ibadah. Semakin dekat hari perpisahan, semakin mereka bersedih dan semakin giat beribadah.

Cirinya: Meningkatkan intensitas itikaf, tilawah, dan sedekah.
Prinsipnya: Mereka takut amalnya tidak diterima, sehingga mereka menutup Ramadhan dengan istighfar dan taubat yang tulus.

2. Golongan Al-Makhdzul (Orang yang Merugi)

Mereka adalah orang-orang yang memulai Ramadhan dengan semangat, namun layu di tengah jalan. Fokus mereka beralih dari masjid ke pasar, dari tadarus ke persiapan hura-hura lebaran yang berlebihan.

Cirinya: Kehilangan ruh Ramadhan sebelum bulannya berakhir. Ibadahnya menurun drastis karena merasa sudah cukup dengan amalan di awal bulan.

3. Golongan Al-Mahrum (Orang yang Terhalang)

Inilah golongan yang paling malang. Mereka melewati Ramadhan, namun tidak mendapatkan apa-apa selain rasa lapar dan dahaga.
Cirinya: Tidak ada perubahan perilaku. Lisan tetap mencela, mata tetap tidak terjaga, dan hati tetap kotor. Sebagaimana sabda Nabi SAW: "Betapa banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga." (HR. Ahmad)

Kesimpulan dan Penutup

Akhir Ramadhan bukanlah akhir dari ketaatan, melainkan awal dari pembuktian apakah madrasah Ramadhan berhasil mengubah kita. Indikator diterimanya amal shaleh adalah hadirnya amal shaleh berikutnya. Jika setelah Ramadhan kita menjadi pribadi yang lebih menjaga shalat berjamaah dan lebih peduli sesama, maka itulah tanda kemenangan yang nyata. Jangan biarkan air mata perpisahan dengan Ramadhan hanya menjadi hiasan, tapi jadikan ia bahan bakar untuk istiqomah di bulan-bulan berikutnya.

14 Maret 2026

Takjilan Hari ke-25

Foto: Heru Sudjanto
Menjelang akhir bulan Ramadhan, bagi sebagian orang adalah waktunya ke pasar, mall atau tempat keramaian lainnya. Tapi bagi jamaah masjid Al-Istiqomah Ngentak, mereka tetap konsisten untuk meramaikan masjid. Seperti hari Sabtu 14 Maret 2026 sore hari, mereka tetap hadir di acara takjilan. Sebagai pemateri hari Sabtu, terjadwal adalah Bpk. Abdul Rokhimin.

Dalam paparannya, pak Min menekankan pentingnya istiqamah dalam meningkatkan ibadah, terutama pada waktu-waktu terakhir menjelang akhir suatu amalan atau ibadah seperti di bulan Ramadhan. Umat Islam diajak untuk terus berusaha memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, dan memperbanyak amal kebaikan.

Pak Min juga mengingatkan bahwa setiap orang harus saling mengingatkan, mengajak dalam kebaikan, serta terus belajar dan mengamalkan ajaran agama. Upaya peningkatan kualitas diri tidak hanya dilakukan secara pribadi, tetapi juga dengan membimbing dan mengajak orang lain.

Selain itu, disampaikan pula pentingnya memohon ampun kepada Allah serta menjaga kebersamaan dan kerukunan antar sesama. Menjelang waktu berbuka puasa, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan waktu dengan doa dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah.

Inti pesan kultum adalah:

  1. Menjaga istiqamah dalam ibadah.
  2. Terus meningkatkan amal kebaikan.
  3. Saling mengajak dalam kebaikan dan pembelajaran agama.
  4. Memperbanyak doa dan memohon ampun kepada Allah.
  5. Mensyukuri nikmat yang diberikan Allah, terutama di bulan Ramadhan

13 Maret 2026

Takjilan Hari ke-24

Menghadiri takjilan setiap sore di masjid Al-Istiqomah bisa diibaratkan sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Sekali datang, tidak hanya berbuka puasa saja namun ilmu juga didapat. Jumat 13 Maret 2026 bertepatan dengan hari ke-24 ibadah puasa. Terjadwal sebagai pengisi kultum adalah Bpk. Rudi Santosa.

Pak Rudi menekankan pentingnya memakmurkan masjid dan menjaga kebersamaan dalam jamaah. Umat Islam diingatkan bahwa rezeki pada hakikatnya berasal dari Allah SWT. Oleh karena itu, ketika seseorang berusaha memakmurkan masjid dan aktif dalam kegiatan jamaah, Allah akan memberikan keberkahan dalam rezekinya.

Foto: Heru Sudjanto

Tidak hanya itu, pak Rudi juga menyampaikan bahwa segala perbedaan pendapat di antara umat Islam harus dikembalikan kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Prinsip ini menjadi pedoman agar umat tidak terpecah dan tetap berada pada jalan yang benar sesuai ajaran Islam. Selain itu, mengingatkan tentang keteraturan alam semesta seperti peredaran bumi, bulan, dan matahari yang menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Hal tersebut menjadi tanda bahwa segala sesuatu di dunia berjalan sesuai ketetapan-Nya.

Di bagian akhir, disampaikan pentingnya menjaga shalat berjamaah di masjid. Para sahabat Nabi SAW bahkan tetap berusaha menghadiri shalat berjamaah meskipun dalam keadaan sakit. Hal ini menunjukkan betapa besar perhatian mereka terhadap ibadah berjamaah.

Inti pesan kultum:

  1. Memakmurkan masjid dan menjaga kebersamaan jamaah.
  2. Meyakini bahwa rezeki berasal dari Allah SWT.
  3. Mengembalikan setiap perselisihan kepada Al-Qur’an dan Sunnah.
  4. Menyadari kebesaran Allah melalui keteraturan alam.
  5. Menjaga dan mengutamakan shalat berjamaah di masjid.

12 Maret 2026

Takjilan Hari ke-23

Beberapa hari ini, cuaca di kampung Ngentak RT 04 dan juga wilayah lainnya terasa panas menyengat. Dari pagi hari hingga sore menjelang Maghrib. Sangat terasa gerah di tubuh. Kondisi ini tentu saja menambah berat bagi warga yang sedang menjalankan ibadah puasa. Bisa saja ini adalah salah satu ujian yang diberikan Allah SWT kepada umatnya.

Foto: Heru Sudjanto
Meskipun dalam kondisi yang berat, jamaah masjid Al-Istiqomah tidak menyerah. Mereka tetap menjalankan puasa sesuai ketentuan dalam Islam. Sorenya, mereka tetap menghadiri kultum menjelang berbuka puasa di serambi masjid. Sebagai pemateri sore itu, 12 Maret 2026 setiap hari Kamis adalah jadwal Bpk. Rudi Santosa. 

Sore itu, Pak Rudi menyampaikan tema Keutamaan Membaca Ayat Kursi. Berikut adalah rangkuman kultum beliau:

  • Anjuran Utama: Sangat ditekankan bagi siapa pun yang telah menunaikan sholat untuk tidak melewatkan pembacaan Ayat Kursi.
  • Waktu Pelaksanaan: Ayat Kursi hendaknya dibaca segera setelah selesai melaksanakan sholat lima waktu.
  • Pesan Khusus Sheikh Ali Jaber: Terdapat kutipan pesan dari Sheikh Ali Jaber yang mengingatkan agar jangan sampai meninggalkan bacaan kalimat ini setelah sholat.
  • Target Pesan: Ajakan ini juga ditujukan untuk membantu mereka yang mungkin ibadah sholatnya masih belum sempurna atau belum konsisten dalam menjaga waktu sholat.
Kesimpulan kultum yakni menekankan pentingnya Ayat Kursi sebagai wirid utama setelah sholat dibandingkan bacaan lainnya.

Bingkisan Ramadhan Baznas

Foto: Muhammad Sigit Nurcahyo
Tahun ini, Ramadhan 1447 H atau 2026 M, Baznas Kabupaten Bantul kembali memberikan paket bantuan seperti tahun lalu. Hanya, jumlahnya hanya 10, berbeda dengan tahun 2025 sebanyak 25 paket. Paket Ramadhan ini disalurkan kepada masjid yang melakukan laporan keuangan off balance di aplikasi menara Baznas. Salah satunya adalah masjid Al-Istiqomah, Ngentak, Pendowoharjo, Sewon, Bantul.

Setelah melalui pertimbangan takmir, diputuskan yang mendapatkan adalah warga berstatus janda sebagai berikut:

  1. Ibu Wignyo Sudarmo
  2. Ibu Sudiyem
  3. Ibu Fitri Wahyuningsih
  4. Ibu Dalikem
  5. Ibu Tuginah
  6. Ibu Girah
  7. Ibu Jumirah
  8. Ibu Sarjiyah
  9. Ibu Tukinah
  10. Ibu Karni
Pengambilan bingkisan dilaksanakan secara kolektif oleh takmir pada hari Kamis, 12 Maret 2026 pukul 13.00 WIB di kantor Baznas Kabupaten Bantul.

11 Maret 2026

Takjilan Hari ke-22

Rabu 11 Maret 2026 bertepatan dengan puasa hari ke-23. Sore pukul 17.30 WIB jamaah sudah hadir di serambi masjid Al-Istiqomah Ngentak untuk mendengarkan kultum menjelang berbuka. Sesuai jadwal setiap hari Rabu, kultum disampaikan oleh Bapak Ponimin. Tema kultum sore itu adalah dalam rangka menyambut waktu berbuka puasa di sebuah masjid. Berikut adalah poin-poin utamanya:

  1. Rasa Syukur dan Doa: Pembicara mengajak jamaah untuk bersyukur dan berdoa agar amal ibadah serta hajat mereka dikabulkan oleh Allah SWT.
  2. Apresiasi untuk Pemberi Takjil: Beliau mendoakan para dermawan yang telah memberikan takjil agar mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT.
  3. Persiapan Berbuka: Jamaah diminta untuk duduk dengan tenang di dalam masjid sambil menunggu waktu berbuka tiba.
  4. Adab Berbuka: Pembicara mengingatkan jamaah untuk menikmati hidangan yang telah disediakan dan mengakhirinya dengan mengucap syukur "Alhamdulillah".

Belum usai kultum terdengan suara sirine yang menandakan waktu berbuka puasa telah tiba. Jamaahpun langsung mengerjakan sholat Maghrib berjamaah dilanjutkan berbuka puasa dengan menu opor ayam.

Foto: Heru Sudjanto

10 Maret 2026

Takjilan Hari ke-21

Foto: Heru Sudjanto
Memasuki 10 hari terakhir Ramadan itu rasanya campur aduk: sedih karena bulan suci akan segera berlalu, tapi semangat karena ada peluang Lailatul Qadar. Di hari ke-21 ibadah puasa ini, sebagai pengisi kultum menjelang berbuka di masjid Al-Istiqomah adalah Bpk. Samidjo. Beliau terjadwal setiap hari Selasa.

Usai kultum, jamaah mengerjakan sholat Maghrib bersama, dilanjutkan dengan menikmati hidangan soto beserta gorengan dan krupuk rambak. Mantapppp.....