12 Maret 2026

Takjilan Hari ke-23

Beberapa hari ini, cuaca di kampung Ngentak RT 04 dan juga wilayah lainnya terasa panas menyengat. Dari pagi hari hingga sore menjelang Maghrib. Sangat terasa gerah di tubuh. Kondisi ini tentu saja menambah berat bagi warga yang sedang menjalankan ibadah puasa. Bisa saja ini adalah salah satu ujian yang diberikan Allah SWT kepada umatnya.

Foto: Heru Sudjanto
Meskipun dalam kondisi yang berat, jamaah masjid Al-Istiqomah tidak menyerah. Mereka tetap menjalankan puasa sesuai ketentuan dalam Islam. Sorenya, mereka tetap menghadiri kultum menjelang berbuka puasa di serambi masjid. Sebagai pemateri sore itu, setiap hari Kamis adalah jadwal Bpk. Rudi Santosa. 

Sore itu, Pak Rudi menyampaikan tema Keutamaan Membaca Ayat Kursi. Berikut adalah rangkuman kultum beliau:

  • Anjuran Utama: Sangat ditekankan bagi siapa pun yang telah menunaikan sholat untuk tidak melewatkan pembacaan Ayat Kursi.
  • Waktu Pelaksanaan: Ayat Kursi hendaknya dibaca segera setelah selesai melaksanakan sholat lima waktu.
  • Pesan Khusus Sheikh Ali Jaber: Terdapat kutipan pesan dari Sheikh Ali Jaber yang mengingatkan agar jangan sampai meninggalkan bacaan kalimat ini setelah sholat.
  • Target Pesan: Ajakan ini juga ditujukan untuk membantu mereka yang mungkin ibadah sholatnya masih belum sempurna atau belum konsisten dalam menjaga waktu sholat.
Kesimpulan kultum yakni menekankan pentingnya Ayat Kursi sebagai wirid utama setelah sholat dibandingkan bacaan lainnya.

Bingkisan Ramadhan Baznas

Foto: Muhammad Sigit Nurcahyo
Tahun ini, Ramadhan 1447 H atau 2026 M, Baznas Kabupaten Bantul kembali memberikan paket bantuan seperti tahun lalu. Hanya, jumlahnya hanya 10, berbeda dengan tahun 2025 sebanyak 25 paket. Paket Ramadhan ini disalurkan kepada masjid yang melakukan laporan keuangan off balance di aplikasi menara Baznas. Salah satunya adalah masjid Al-Istiqomah, Ngentak, Pendowoharjo, Sewon, Bantul.

Setelah melalui pertimbangan takmir, diputuskan yang mendapatkan adalah warga berstatus janda sebagai berikut:

  1. Ibu Wignyo Sudarmo
  2. Ibu Sudiyem
  3. Ibu Fitri Wahyuningsih
  4. Ibu Dalikem
  5. Ibu Tuginah
  6. Ibu Girah
  7. Ibu Jumirah
  8. Ibu Sarjiyah
  9. Ibu Tukinah
  10. Ibu Karni
Pengambilan bingkisan dilaksanakan secara kolektif oleh takmir pada hari Kamis, 12 Maret 2026 pukul 13.00 WIB di kantor Baznas Kabupaten Bantul.

11 Maret 2026

Takjilan Hari ke-22

Rabu 11 Maret 2026 bertepatan dengan puasa hari ke-23. Sore pukul 17.30 WIB jamaah sudah hadir di serambi masjid Al-Istiqomah Ngentak untuk mendengarkan kultum menjelang berbuka. Sesuai jadwal setiap hari Rabu, kultum disampaikan oleh Bapak Ponimin. Tema kultum sore itu adalah dalam rangka menyambut waktu berbuka puasa di sebuah masjid. Berikut adalah poin-poin utamanya:

  1. Rasa Syukur dan Doa: Pembicara mengajak jamaah untuk bersyukur dan berdoa agar amal ibadah serta hajat mereka dikabulkan oleh Allah SWT.
  2. Apresiasi untuk Pemberi Takjil: Beliau mendoakan para dermawan yang telah memberikan takjil agar mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT.
  3. Persiapan Berbuka: Jamaah diminta untuk duduk dengan tenang di dalam masjid sambil menunggu waktu berbuka tiba.
  4. Adab Berbuka: Pembicara mengingatkan jamaah untuk menikmati hidangan yang telah disediakan dan mengakhirinya dengan mengucap syukur "Alhamdulillah".

Belum usai kultum terdengan suara sirine yang menandakan waktu berbuka puasa telah tiba. Jamaahpun langsung mengerjakan sholat Maghrib berjamaah dilanjutkan berbuka puasa dengan menu opor ayam.

Foto: Heru Sudjanto

10 Maret 2026

Takjilan Hari ke-21

Foto: Heru Sudjanto
Memasuki 10 hari terakhir Ramadan itu rasanya campur aduk: sedih karena bulan suci akan segera berlalu, tapi semangat karena ada peluang Lailatul Qadar. Di hari ke-21 ibadah puasa ini, sebagai pengisi kultum menjelang berbuka di masjid Al-Istiqomah adalah Bpk. Samidjo. Beliau terjadwal setiap hari Selasa.

Usai kultum, jamaah mengerjakan sholat Maghrib bersama, dilanjutkan dengan menikmati hidangan soto beserta gorengan dan krupuk rambak. Mantapppp.....

09 Maret 2026

Kenduren Malam Selikuran

Foto: Heru Sudjanto

Senin, 9 Maret 2026, warga RT 04 melaksanakan kegiatan kenduri sedekah 21-an yang bertempat di Masjid Al Istiqomah. Kegiatan dimulai pada pukul 18.00 WIB atau setelah salat Magrib. Acara ini dihadiri oleh bapak-bapak warga RT 04 yang berkumpul dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Selanjutnya dilaksanakan doa untuk keselamatan, keberkahan, serta kebaikan bagi seluruh warga. Setelah rangkaian doa selesai, acara dilanjutkan dengan makan bersama hidangan kenduri yang telah disiapkan.

Kegiatan kenduri sedekah 21-an ini menjadi salah satu tradisi kebersamaan warga yang bertujuan mempererat tali silaturahmi, meningkatkan rasa kebersamaan, serta menumbuhkan nilai gotong royong di lingkungan masyarakat. Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh keakraban hingga selesai.

Takjilan Hari ke-20

Foto: Heru Sudjanto
Menginjak hari ke-20 ibadah puasa Ramadhan, hari Senin 9 Maret 2026, terjadwal sebagai pengisi kultum menjelang berbuka di masjid Al-Istiqomah adalah Bpk. Sudiro. Ini adalah jadwal ketiga. Dalam uraiannya, pak Diro menyampaikan tema menghargai Waktu dan Mengingat Allah

1. Pentingnya Menghargai Waktu dan Amal Baik

Pesan utama diawali dengan sebuah perenungan agar kita tidak menunggu "sumur menjadi kering" baru menghargai air. Hal ini merefleksikan kehidupan manusia di mana masa lalu tidak mungkin kembali.

  • Segerakan Kebaikan: Jangan menunda berbuat baik karena waktu terus berjalan.
  • Tunda Keburukan: Jika berniat buruk, tunda hingga esok hari (sebagai bentuk pencegahan).
  • Definisi Orang Terbaik: Berdasarkan hadis Nabi SAW, orang yang paling baik adalah yang panjang umurnya dan baik pula amal perbuatannya.

2. Bergantung pada Zikir dan Syariat

Ketika seorang Arab Badui merasa syariat Islam terlalu banyak untuk dipelajari satu per satu, Rasulullah SAW memberikan satu wasiat utama untuk diamalkan:

  • Basahi Lidah dengan Zikir: Hendaknya lisan senantiasa basah karena berzikir mengingat Allah.
  • Nikmat Terbesar: Dari sekian banyak nikmat Allah yang tidak terhitung, umur adalah karunia yang paling besar.
  • Hakikat Kebahagiaan: Kebahagiaan sejati tercapai ketika hati selalu merasa bersama Allah dalam segala keadaan (kaya, miskin, lapang, maupun sempit).

3. Al-Qur'an sebagai Petunjuk Hidup

Umar bin Khattab mengingatkan bahwa Al-Qur'an adalah kalam Allah yang harus diletakkan di tempat yang mulia dan tidak boleh ditafsirkan menurut hawa nafsu.

  • Perumpamaan Kota Asing: Hidup diibaratkan rombongan orang asing di sebuah kota yang diberi buku petunjuk (Al-Qur'an) dan pemandu (Rasulullah).
  • Konsekuensi: Siapa pun yang mengacuhkan petunjuk tersebut pasti akan tersesat dalam perjalanan hidupnya.Kesimpulan:

Kultum ditutup dengan ajakan untuk menjauhi rasa iri hati terhadap kesuksesan orang lain agar berhasil di dunia dan akhirat, serta doa agar segala amal dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Usai sholat Maghrib berjamaah, acara berikutnya adalah santap bersama dengan menu soto yang segarrrrr.....

08 Maret 2026

Takjilan Hari ke-19

Foto: Heru Sudjanto
Ahad 8 Maret 2026 atau hari ke-19 puasa Ramadhan terasa sangat berat. Hal ini dikarenakan cuaca yang cukup terik sejak pagi hingga sore. Namun kondisi tersebut tidaklah menjadi halangan bagi jamaah masjid Al-Istiqomah tetap hadir mengikuti kultum menjelang berbuka. Sore itu, sebagai pemateri adalah Bpk. Abdul Rokhimin.

Dalam uraiannya, Pak Min menyampaikan pentingnya sikap istiqomah pasca bulan Ramadhan. Beliau menekankan bahwa bulan Ramadhan adalah masa penggemblengan atau pelatihan bagi umat Muslim agar mencapai derajat takwa. Diantara :

  1. Ramadhan sebagai Kawah Candradimuka: Bulan ini merupakan waktu untuk "digembleng" dan "ditatar" agar seseorang dapat memperbaiki diri.
  2. Pentingnya Peningkatan Diri: Seseorang dianggap merugi atau "bangkrut" jika setelah Ramadhan tidak ada peningkatan kualitas diri dan justru kembali ke kebiasaan buruk.
  3. Menjaga Konsistensi (Istiqomah): Kualitas ibadah, shalat, dan perilaku baik harus tetap dijaga meski Ramadhan telah usai. Jangan sampai terjebak dalam euforia "balas dendam" (seperti hanya fokus makan enak atau jajan) setelah berpuasa, melainkan tetap menjaga sifat tawaduk dan pengendalian diri.
  4. Kehidupan Bermasyarakat: Perbaikan diri yang dilakukan selama Ramadhan harus tercermin dalam cara bersikap dan menyayangi sesama di dalam kehidupan bermasyarakat.
Di penghujung kultum diakhiri dengan ajakan untuk berdoa bersama sebelum berbuka puasa