24 Mei 2026

Sabilul Huda #31 @Bpk. Samiran

Pengajian rutin pekanan Sabilul Huda bisa diibaratkan menjadi wadah kebersamaan sekaligus penguatan iman bagi jamaah. Setiap pekan sekali, jamaah berkumpul mendengarkan tausiyah, mendalami ilmu, serta berdiskusi tentang nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Suasana hangat tercipta dari kebersamaan, doa bersama, dan saling menyemangati dalam kebaikan. Selain memperdalam ilmu agama, melalui pengajian Sabilul Huda juga mempererat tali silaturahmi antar warga, menjadikan kegiatan tersebut bukan hanya rutinitas, melainkan tradisi yang menumbuhkan semangat ukhuwah dan kepedulian sosial.

Kali ini, Pengajian Sabilul Huda putaran ke-31 dilaksanakan hari Ahad 24 Mei 2026 pukul 19.45 WIB. Sebagai tuan rumah adalah Bpk. Samiran di Ngentak. Dibuka dengan lafal basmallah, acara pertama adalah pembacaan dzikir tahlil kalimat thoyibah yang dipimpin langsung oleh Bpk. Ponimin selaku imamuddin. Seperti biasa, jamaah yang hadir mengikuti bacaan dengan khusyu'. Setelahnya, jeda sejenak guna menikmati hidangan yang tersaji.

Foto: Heru Sudjanto

Sebagai guru ngaji malam itu sedianya akan diisi oleh Bpk. Muhammad Thoha dari Santan. Namun karena bersamaan acara, digantikan oleh Bpk. K.H. Mustari Tasrik. Berikut rangkuman isi ceramah yang disampaikan beliau:

1. Kabar Tambahan dari Tanah Suci & Ibadah Haji

Kondisi Jemaah Haji: Padatnya persiapan jemaah haji yang sedang bersiap menuju Mina serta gambaran rangkaian ibadah fisik yang berat, mulai dari bermalam di Mina, wukuf di Arafah, hingga mabit di Muzdalifah. Pentingnya Doa: Jemaah diimbau untuk mendoakan keselamatan, kesehatan, dan kelancaran kerabat atau sesama muslim yang sedang menunaikan ibadah haji.

2. Amalan di Hari Arafah (9 Zulhijah)

Keutamaan mengamalkan beberapa zikir khusus pada hari Arafah, diantaranya membaca kalimat tauhid:"Lailahaillallah wahdahu la syarikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyi waumitu wahua ala kulli syai'in qadir"sebanyak-banyaknya (jika mampu hingga 1.000 kali), serta membaca Surah Al-Ikhlas sebanyak-banyaknya.

3. Keistimewaan Surah Al-Ikhlas

Keunikan Judul: Disebutkan bahwa Surah Al-Ikhlas adalah salah satu surah yang namanya tidak tertulis di dalam ayatnya (tidak ada kata "ikhlas" di dalam teks surahnya). Ini melambangkan bahwa keikhlasan itu hakikatnya harus disembunyikan.
Keutamaan: Membaca Surah Al-Ikhlas sebanyak 3 kali memiliki fadhilah yang setara dengan mengkhatamkan Al-Qur'an. Amalan ini sangat baik untuk memperberat timbangan kebaikan di hari kiamat.

4. Konsep Rezeki: AsbabusTajrid

Rezeki itu sudah ditakar oleh Allah sejak manusia berumur 120 hari di dalam kandungan. Manusia dalam menjemput rezeki dibagi menjadi dua maqam:

Maqam Asbab: Seseorang yang mendapatkan rezeki melalui sebab-akibat atau harus bekerja keras (diibaratkan seperti tamu undangan biasa yang harus mengantre makanan).
Maqam Tajrid: Seseorang yang mendapatkan rezeki langsung dari Allah tanpa banyak bersusah payah karena kedekatan spiritualnya (diibaratkan seperti tamu VIP yang dilayani langsung).
Pesan Utama: Kita tidak perlu serakah meminta jumlah rezeki yang banyak, melainkan mintalah keberkahan (barokah) agar apa pun yang didapat selalu terasa cukup dan membawa ketenangan.

5. "Kabel" Hubungan Manusia (Hablum Minallah&Hablum Minannas)

Penceramah memberikan perumpamaan "Kabel Allah" (Hablum Minallah) dan Kabel Manusia (Hablum Minannas). Jika kedua kabel ini tersambung dengan baik melalui iman kepada Allah dan suka membahagiakan orang lain, maka hidup akan menjadi terang benderang. Jika hidup terasa sempit atau rezeki tidak berkah, disarankan untuk "mengurut" atau mengecek kembali kedua kabel hubungan tersebut. Ceramah ditutup dengan doa bersama untuk memohon keberkahan hidup, kelancaran rezeki, serta kebahagiaan dunia dan akhirat.

Di penghujung acara, Bpk. Rudi Santosa selaku pembawa acara menyampaikan perolehan infak sebesar Rp. 135.000,00. Sedangkan yang mendapat undian arisan adalah Bpk. Nahrowi dari Ngentk.

19 Mei 2026

Kenduri 40 Hari Alm Muh. Kamdani

Tidak terasa, sudah 40 hari kepergian Bpk. Muh. Kamdani. Almarhum meninggal dunia pada hari Sabtu, 11 April 2026 lalu. Dalam rangka mendoakan almarhum, keluarga ahli waris menyelenggarakan kenduri tahlil pada hari Selasa 19 Mei 2026 pukul 19.30 WIB di rumah almarhum. Nampak hadir hampir semua bapak-bapak warga kampung Ngentak dalam acara tersebut. 

Seluruh warga Ngentak RT 04 mendoakan almarhum Bpk. Muh. Kamdani semoga husnul khotimah dan diterima amal ibadahnya di sisi Allah SWT.

Foto: Eka Ady Tianto

17 Mei 2026

Sabilul Huda #30 @Bpk. Yulianto

Di tengah cuaca panas meski malam hari, pengajian pekanan Sabilul Huda kembali menyapa jamaah. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Ahad, 17 Mei 2026 pukul 19.45 WIB. Sebagai tuan rumah kali ini adalah Bpk. Yulianto (ibu Haryanti) di Ngentak.

Seperti biasa, acara diawali pembacaan dzikir dan tahlil yang dipimpin Bpk. Ponimin selaku imamudin. Hadirin tampak bersemangat dan kompak mengikuti bacaan kalimah thoyibah. Hal ini terlihat dari beberapa jamaah yang memejamkan mata karena khusyuknya. Setelahnya, acara istirahat sejenak guna menikmati hidangan berupa segelas teh panas, snack dan semangkok bakso.

Foto: Heru Sudjanto

Sebagai guru ngaji malam itu adalah Bpk. H. Basyrowi dari Dukuh. Beliau menyampaikan materi terkait tingkatan rezeki dalam Islam.

Dalam Islam, rezeki bukan sekadar uang atau materi, melainkan segala bentuk anugerah yang mendatangkan manfaat. Menurut pembagian ulama (seperti Syekh Mutawalli Sya'rawi), rezeki memiliki 4 tingkatan dari yang paling dasar hingga yang tertinggi:

  1. Harta (Rezeki Terendah): Bentuk materi yang paling mudah diukur. Semua makhluk bisa mendapatkannya, baik yang taat maupun yang ingkar kepada Allah.
  2. Kesehatan (Rezeki Tingkat Tinggi): Kondisi fisik dan mental yang afiat, memungkinkan kita untuk menikmati hidup dan beribadah dengan nyaman.
  3. Keturunan yang Saleh/Salihah (Rezeki Utama): Anugerah bernilai investasi jangka panjang yang mendatangkan kebahagiaan dunia hingga akhirat melalui doa-doanya.
  4. Ridha Allah (Rezeki Sempurna): Tingkatan tertinggi di mana hati merasa selalu cukup, tenang, dan dicintai oleh Sang Pencipta.

Lebih lanjut, pak Basyrowi menambahkan bahwa cara Allah memberikan rezeki kepada hamba-Nya dibedakan menjadi dua:

  1. Dijamin: Rezeki yang pasti didapat seluruh makhluk, termasuk hewan melata (makhluk bernyawa).
  2. Sesuai Usaha: Rezeki yang turun sebanding dengan kerja keras, ikhtiar, tawakal, dan ketaatan yang dilakukan.

Sebagai pelengkap, ada 3 bentuk hakiki rezeki yang kita miliki di dunia sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW:

  1. Makanan: Yang kita makan akan menjadi kotoran.
  2. Pakaian: Yang kita kenakan akan menjadi usang.
  3. Amal Jariyah: Harta atau rezeki yang disedekahkan di jalan Allah, inilah yang akan kekal dan menolong kita.

Di akhir acara, Bpk. Rudi Santosa selaku pembawa acara menyampaikan perolehan infak. Sedangkan yang mendapatkan undian arisan adalah Ibu Sri Kanthi Lestari dari Ngentak.

14 Mei 2026

Husnul Khotimah di Ngentak

Menjadi rutinitas setiap malam Jumat Pahing, pengajian Husnul Khotimah dilaksanakan di Ngentak RT 04 Dagen Pendowoharjo Sewon Bantul. Tepatnya hari Kamis, 14 Mei 2026 pukul 19.30 WIB. Terlihat mulai bada Isya, jamaah dari kampung Dolikan, Dagen, Karanggede, Bakalan dan Ngentak berdatangan ke masjid Al-Istiqomah. Tampak raut muka gembira serta senyum dari bapak dan ibu yang hadir. 

Foto: Heru Sudjanto
Sebagai guru ngaji sedianya adalah Bpk. Drs. H. Syahroini Djamil dari Perum Rotokenongo. Namun karena beliau ada keperluan di Bogor, maka digantikan oleh Bpk. Fauzan Amin. Dalam uraiannya, beliau menyampaikan materi tentang Kewajiban Seorang Isteri terhadap Suami. Berikut beberapa kewajiban seorang istri terhadap suami menurut ajaran Islam, selama tidak bertentangan dengan syariat Allah SWT:

  1. Taat kepada suami dalam kebaikan. Istri wajib menaati suami dalam perkara yang baik dan tidak melanggar agama.
  2. Menjaga kehormatan diri. Menjaga diri, martabat, serta kesetiaan kepada suami.
  3. Menjaga harta dan amanah suami. Mengelola serta menjaga harta, rumah, dan amanah yang dititipkan suami.
  4. Melayani suami dengan baik. Bersikap lembut, menghormati, dan berusaha membahagiakan suami.
  5. Menjaga suasana rumah tangga. Menciptakan ketenangan, kasih sayang, dan kenyamanan dalam keluarga.
  6. Meminta izin dalam hal tertentu. Misalnya ketika keluar rumah atau menggunakan harta suami untuk hal tertentu, sesuai kesepakatan keluarga.
  7. Mendidik dan menjaga anak. Bersama suami bertanggung jawab mendidik anak dalam akhlak dan agama.
  8. Bersyukur dan menghargai suami. Tidak merendahkan atau mengingkari kebaikan suami.

Dalil yang sering dijadikan dasar antara lain firman Allah dalam QS. An-Nisa ayat 34 serta berbagai hadis Rasulullah tentang hak dan kewajiban suami istri.

Namun dalam Islam, hubungan suami istri juga dibangun atas prinsip:

  • saling menghormati,
  • saling menolong,
  • kasih sayang,
  • dan kerja sama.

Suami juga memiliki banyak kewajiban terhadap istri, seperti memberi nafkah, membimbing, melindungi, dan memperlakukan istri dengan baik.

Acara diakhiri oleh pembawa acara dengan mengucap lafal hamdalah.

Undangan Pengajian Husnul Khotimah

 

12 Mei 2026

Pembentukan Panitia Idul Adha 1447 H

Foto: Heru Sudjanto
Sesuai kesepakatan saat pertemuan rutin, takmir masjid Al-Istiqomah Ngentak mengadakan rapat pembentukan Panitia Idul Adha 1447 H. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa 12 Mei 2025 pukul 19.30 WIB di serambi masjid. Tidak hanya dihadiri bapak-bapak, malam itu hadir juga ibu-ibu dari unsur PKK dan dasa wisma kampung Ngentak.

Hasil Pertemuan :

  • Daftar Panitia berdasarkan susunan panitia tahun sebelumnya dengan penambahan beberapa orang, yakni :
    1. Bayu Ryantoro → Sie Jeroan dan Transportasi
    2. Fredy Hari Sukorelawan → Sie Kelet kambing
    3. Febby Ferdian → Sie Keamanan
  • Pelaksanaan sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dilaksanakan hari Rabu Wage, 27 Mei 2026. Bertindak selaku imam dan khatib sholat Ied adalah Bpk. Sigit Haryanto dari Pendowo.
  • Informasi dari Bpk. Rudi Santosa :
    1. Permohonan hewan kurban kepada Polres Bantul
    2. Usul pembagian daging ke warga tidak per KK, tapi per jiwa atau by name
    3. Daging dan kulit tidak boleh untuk upah penyembelihan
    4. Mohon dipertimbangkan kanthilan bagi shohibul kurban
    5. Jika permohonan hewan kurban ke Polres Bantul tidak diacc, pak Yus (Dagen) akan memberikan hewan kambing kurbannya ke Ngentak jika dirasa masih kurang
  • Konsumsi disepakati tongseng
  • Bpk. Parno : Setuju by name tapi berdasarkan yang riil domisili
  • Heru Sudjanto : Setuju per jiwa dengan kriteria, menyesuikan jumlah daging
  • Bpk. Sudiro : Usul kanthilan bagi shohibul kurban ditiadakan
  • Iuran Wajib bagi shohibul kurban sebesar Rp 100.000,00
  • Pengiriman lembu kurban diusahakan pagi hari sebelum sholat Ied. Penempatan di halaman rumah Bpk. Anton
  • Disepakati tidak ada pembubaran panitia, laporan akan ditempel di papan pengumuman masjid dan dibagikan di group kampung