08 Juni 2026

Sabilul Huda #33 @Bpk. Ismantoro

Kehadiran pengajian Sabilul Huda setiap pekannya diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi jamaah dari kampung Ngentak dan Dolikan. Hal ini merupakan salah satu ikhtiar dalam pengembangan pengetahuan, khususnya dalam bidang keagamaan. Sehingga, dalam pelaksanaanya diupayakan tidak memberatkan tuan rumah. Salah satunya adalah waktu penyelenggaraan pengajian. Jika memang shohibul bait bersamaan acara setiap malam Senin, maka bisa diundur atau diajukan harinya. Sebagai contoh putaran ke-33 kali ini. Karena ibu Suharni selaku tuan rumah mempunyai keperluan lain, maka pengajian yang biasanya dilaksanakan malam Senin diundur menjadi malam Selasa. Tepatnya tanggal 8 Juni 2026 pukul 19.45 WIB.

Foto: Heru Sudjanto
Seperti biasanya, acara diawali pembacaan dzikir tahlil dipimpin Bpk. Ponimin. Setelahnya, istirahat sejenak guna menikmati hidangan snack, teh dan soto ayam. Usai jeda, acara inti pengajian yang disampaikan Bpk. Muhammad Thoyib dari Sawahan.

Beliau mengawali dengan mengajak jamaah untuk bersyukur dan senantiasa bersolawat kepada Nabi Muhammad SAW yang diibaratkan sebagai matahari dunia, bulan purnama, dan pelita cahaya di atas cahaya. Adapun topik pengajian adalah Konsep Iman dan Perbaikan Diri. Lebih lanjut, Pak Thoyib juga menekankan beberapa poin penting mengenai keimanan dan perilaku:

  1. Hakikat Iman: Meyakini dalam hati sesuatu yang tidak tampak secara kasatmata namun wujudnya pasti, seperti keberadaan Allah SWT yang tidak bisa disamakan dengan makhluk-Nya
  2. Menghapus Keburukan: Mengutip dawuh Nabi, beliau menjelaskan bahwa perbuatan buruk harus diikuti dengan perbuatan baik (hasanah) agar dosa-dosa tersebut terhapus
  3. Menjaga Ucapan: Beliau mengingatkan agar umat Islam hanya mengucapkan hal-hal yang baik, atau lebih baik diam jika tidak bisa berkata baik
Keutamaan Istiqomah dalam Ibadah (Salat)
Berdasarkan sumber tersebut, orang yang menjaga keistiqomahan salatnya akan memperoleh lima kemuliaan dari Allah SWT:
  1. Kelaparan Hidup: Dibebaskan dari kesempitan urusan rezeki atau "pengupa jiwa"
  2. Keselamatan di Alam Kubur: Diberikan pangkat kemuliaan dan dibebaskan dari siksa kubur
  3. Catatan Amal: Akan menerima buku catatan amal dengan tangan kanan, yang merupakan tanda keberuntungan
  4. Siratal Mustaqim: Mampu melewati jembatan Siratal Mustaqim secepat kilat yang menyambar
  5. Jaminan Surga: Allah SWT memberikan jaminan bagi mereka untuk masuk ke dalam surga
Amalan dan Doa yang Dianjurkan
Beliau membagikan beberapa amalan praktis untuk jamaah:
  1. Doa Perlindungan: Memperbanyak doa setelah tasyahud akhir sebelum salam untuk memohon perlindungan dari siksa kubur, siksa neraka, fitnah kehidupan/kematian, dan fitnah Dajjal
  2. Dzikir Penenang Hati: Membaca "Ya muqallibal qulub thabbit qalbi" untuk ketetapan hati
  3. Fatihah untuk Diri Sendiri: Mengirimkan Al-Fatihah khusus untuk ruh dalam jasad sendiri sebagai bentuk benteng diri
  4. Doa Haji: Bagi yang berkeinginan naik haji, disarankan membaca doa memohon agar bisa berziarah ke Makkah dan Madinah
Pengingat Kematian
Sebagai penutup, beliau mengingatkan bahwa dunia hanyalah tempat persinggahan sementara. Kelak, manusia tidak akan membawa harta atau kemewahan merek apa pun, melainkan hanya kain mori putih dan amal ibadahnya masing-masing. Oleh karena itu, penting untuk tidak pernah merasa cukup dengan bekal amal yang dimiliki, terutama dalam urusan salat.

Di akhir acara, Bpk. Rudi Santosa selaku pembawa acara menyampaikan perolehan infak sebesar Rp. 150.000,00. Sedangkan yang mendapatkan undian arisan adalah Bpk. Sugiyono di Ngentak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar