24 Februari 2026

Takjilan Hari ke-7

Hari ketujuh ibadah puasa, tepatnya hari Selasa 24 Februari 2026 kampung Ramadhan Ngentak, masih konsisten semarak. Hiasan lampu di komplek masjid Al-Istiqomah sudah terpasang semua. Hal ini semakin menambah kemeriahan dan semangat jamaah.

Foto : Heru Sudjanto
Sebagai pemateri kultum menjelang berbuka terjadwal adalah Bpk. Samidjo. Dalam penjelasannya, pak Samidjo membahas tentang pentingnya menjaga amalan dzikir harian, khususnya Sayyidul Istighfar dan Ayat Kursi, serta hubungannya dengan perlindungan diri dan jaminan surga.

1. Keutamaan Sayyidul Istighfar

Pak Samidjo menekankan pentingnya membaca dzikir utama (Sayyidul Istighfar) dengan keyakinan penuh, karena mempunyai beberapa manfaat, diantaranya:

  • Waktu Siang: Barang siapa membacanya pada siang hari dengan yakin dan wafat sebelum petang, maka ia termasuk penghuni surga.
  • Waktu Malam: Barang siapa membacanya pada malam hari dengan yakin dan wafat sebelum pagi, maka ia juga termasuk penghuni surga.
  • Dzikir ini dianggap sebagai kunci penting bagi mereka yang mengharapkan kehadiran surga di akhir hayatnya.

2. Kedahsyatan Ayat Kursi

Selain Sayyidul Istighfar, pak Samidjo juga membahas tentang Ayat Kursi (Surat Al-Baqarah ayat 255) sebagai bentuk pengakuan atas keesaan dan kekuasaan Allah:

  • Makna Tauhid: Menegaskan bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Hidup, tidak mengantuk, tidak tidur, dan pemilik segala sesuatu di langit dan bumi.
  • Syafaat dan Ilmu: Tidak ada yang bisa memberi syafaat tanpa izin-Nya, dan ilmu manusia sangat terbatas dibandingkan kehendak Allah.
  • Manfaat Perlindungan: Membaca Ayat Kursi di waktu petang akan memberikan perlindungan dari gangguan hingga pagi hari.
  • Membaca Ayat Kursi di waktu pagi akan memberikan perlindungan hingga petang hari.
  • Anjuran Ibadah: Disarankan untuk selalu membaca dan menghafalkan Ayat Kursi, terutama dalam rangkaian salat wajib atau acara pengajian.

3. Konteks Kemasyarakatan dan Penutup

Di penghujung kultum Bpk. Samidjo juga menyinggung beberapa hal terkait kehidupan sosial dan tradisi:

  • Penyampaian apresiasi dalam rangka memperingati momen tertentu (seperti 17 Agustus) yang melibatkan peran masyarakat dan pejabat.
  • Menegaskan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin umat sejagat.
Acara ditutup dengan doa makan sebagai tanda dimulainya waktu menikmati hidangan takjil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar