22 Februari 2026

Takjilan Hari ke-5

Memasuki puasa hari kelima, jamaah Kampung Ramadhan Ngentak semakin giat untuk menuntut ilmu. Tidak hanya saat menjelang tarawih dan seusai sholat Subuh, mereka juga hadir menyimak materi yang disampaikan saat menjelang waktu berbuka. 

Foto: Heru Sudjanto
Sebagai penceramah hari Ahad 22 Februari 2026, Bpk. Heru Sudjanto menyampaikan materi Keistimewaan Ramadhan dalam Perspektif Rukun Islam. Ramadhan adalah bulan yang istimewa. Ia bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan yang menguatkan dan menyempurnakan pelaksanaan Rukun Islam dalam kehidupan manusia. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW : “Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menunaikan haji bagi yang mampu.”

Sehingga, keistimewaan Ramadhan sangat berkaitan erat dengan lima rukun Islam tersebut.

  • Syahadat: Penguatan Tauhid dan Keimanan
Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 185 bahwa bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. Di bulan ini, kita memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa. Semua itu memperkuat makna syahadat, bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan-Nya. Puasa melatih kita untuk jujur kepada Allah. Tidak ada yang mengetahui apakah kita benar-benar berpuasa selain Allah. Inilah bentuk penguatan tauhid yang paling nyata.
  • Shalat: Peningkatan Kualitas Ibadah
Di bulan Ramadhan, masjid menjadi lebih hidup. Shalat lima waktu berjamaah semakin ramai, ditambah dengan shalat tarawih dan witir. Shalat bukan sekadar kewajiban, tetapi kebutuhan ruhani. Ramadhan melatih kita untuk lebih disiplin dan khusyuk dalam mendirikan shalat. Jika di luar Ramadhan kita sering lalai, maka Ramadhan adalah momentum untuk memperbaikinya.
  • Zakat: Kepedulian Sosial dan Pembersihan Harta
Ramadhan identik dengan zakat dan sedekah. Ada zakat fitrah yang wajib ditunaikan sebelum Idul Fitri. Zakat membersihkan harta dan jiwa. Di bulan ini, pahala sedekah dilipatgandakan. Rasulullah dikenal paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan. Ramadhan mengajarkan bahwa Islam tidak hanya mengatur hubungan dengan Allah, tetapi juga hubungan dengan sesama manusia.
  • Puasa: Ibadah Inti Ramadhan
Puasa adalah rukun Islam yang secara langsung diwajibkan di bulan Ramadhan. Puasa melatih kesabaran, pengendalian diri, dan keikhlasan. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 183: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Tujuan puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Inilah keistimewaan utama Ramadhan.
  • Haji: Latihan Spiritual dan Kebersamaan Umat
Walaupun haji dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah, nilai-nilai yang dilatih dalam Ramadhan adalah persiapan menuju haji. Puasa melatih kesabaran dan keikhlasan. Shalat malam melatih kekhusyukan. Sedekah melatih keikhlasan berbagi. Semua ini adalah bekal spiritual bagi seorang muslim yang kelak menunaikan ibadah haji.

Di  akhir kultumnya, Bpk. Heru memberikan kesimpulan bahwa Ramadhan adalah bulan yang menguatkan seluruh Rukun Islam. Ia bukan sekadar ibadah tahunan, tetapi madrasah ruhani untuk membentuk pribadi muslim yang lebih bertakwa. Semoga kita tidak hanya bertemu Ramadhan, tetapi juga memperoleh keberkahan, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar