09 Agustus 2026

Sabilul Huda #2 Ibu Jumidah

Foto: Heru Sudjanto
Edisi kedua pengajian Sabilul Huda kembali digelar pada hari Ahad 9 Agustus 2026 pukul 19.45 WIB. Sesuai yang mendapatkan undian arisan, shohibul bait kali ini adalah ibu Jumidah di Ngentak. Udara dingin sejak bada Maghrib tidak menyurutkan semangat jamaah dari kampung Ngentak dan Dolikan untuk bersama-sama menuntut ilmu.

Seperti rutinitas biasanya, acara diawali pembacaan dzikir dan tahlil yang dipimpin oleh Bpk. Ponimin selaku imamudin. Jamaah yang hadirpun mengikuti dengan khusyuknya. Usai membaca kalimat thoyibah dzikir dan tahlil, acara berikutnya adalah istirahat guna menikmat hidangan yang telah disediakan tuan rumah. 

Memasuki acara inti adalah pengajian. Bpk. Drs. H. Syahroini Djamil selaku guru ngaji malam itu, menyampaikan pentingnya menyelaraskan antara keyakinan batin dan perbuatan nyata, dengan tema utama bahwa iman tidak cukup tanpa dibarengi dengan amal saleh. Mengambil rujukan dari kitab Nasaihul Ibad, Pak Roni menjelaskan mengenai dua hal terbaik dan dua hal terburuk bagi seorang manusia.

Dua Hal Terbaik dalam Hidup:

  1. Iman kepada Allah SWT: Iman merupakan kunci utama dan nikmat terbesar. Islam yang sejati bukan hanya sekadar status di KTP, melainkan keyakinan yang sungguh-sungguh kepada Allah.
  2. Memberi Manfaat kepada Sesama: Keimanan harus diwujudkan dengan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain. Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang kehadirannya memberikan dampak positif bagi orang-orang di sekitarnya.

Dua Hal Terburuk dalam Hidup:

  1. Syirik (Menyekutukan Allah): Ini adalah dosa besar yang paling utama. Selain syirik yang nyata, terdapat pula syirik khofi atau samar, seperti sifat riya (pamer). Beramal dengan tujuan ingin dipuji atau dilihat orang lain merupakan bentuk syirik samar karena adanya tujuan selain Allah.
  2. Membahayakan atau Menyakiti Sesama Muslim: Berbuat zalim, baik terhadap fisik maupun harta orang lain, adalah perkara yang sangat dilarang.

Selain itu, Pak Roni juga menyampaikan pesan-pesan nyata dalam penjelasannya, antara lain:

  1. Berbakti kepada Orang Tua: Penceramah mengingatkan jamaah untuk sabar dalam merawat orang tua, terutama yang sudah lanjut usia atau pikun. Hal ini digambarkan melalui kisah Uwais al-Qarni yang derajatnya diangkat karena pengabdian luar biasa kepada ibunya.
  2. Adab Bertetangga: Dalam hidup bermasyarakat, penting untuk tidak sombong dan selalu siap menolong. Penceramah menyinggung istilah "pagar mangkok", di mana berbagi kebaikan dengan tetangga jauh lebih efektif menjaga keamanan dan kerukunan daripada sekadar pagar fisik.
  3. Rahasia Kebahagiaan adalah Syukur: Untuk urusan ibadah, kita disarankan melihat kepada orang yang lebih baik agar termotivasi. Namun, untuk urusan duniawi, kita harus melihat ke bawah agar senantiasa bersyukur. Lawan dari syukur adalah kufur, yang sering kali bermula dari sifat suka mengeluh.
  4. Makna Ibadah Sosial: Perintah Allah seperti sholat (hubungan dengan Allah) sering kali disandingkan dengan zakat (hubungan sosial). Hal ini menunjukkan bahwa kesalehan pribadi harus berdampak pada kesalehan sosial.

Sebagai kesimpulan, menjadi umat Nabi Muhammad yang terbaik berarti menjaga hubungan baik dengan Allah melalui iman yang murni serta menjaga hubungan baik dengan sesama manusia dengan tidak menyakiti dan selalu berusaha memberi manfaat.

Di akhir acara, Bpk. Rudi Santosa menyampaikan peroleh infak sebesar Rp. 120.000,00. Sedangkan yang mendapatkan undian arisan adalah Bpk. Rudi Santosa di Ngentak. Karena pekan berikutnya bersamaan dengan kegiatan malam tirakatan, maka jadwal pengajian dimajukan menjadi malam Ahad. Adapun rekap peroleh infak bisa dicermati di sini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar