15 Agustus 2026

Sabilul Huda #3 Bpk. Rudi Santosa

Foto: Heru Sudjanto
Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kampung Ngentak tampak bersiap merayakannya. Salah satu kegiatan wajib yang diselenggarakan tiap tahun adalah malam tirakatan, yang dilaksanakan tanggal 16 Agustus malam. Karena tahun ini acara malam tirakatan bersamaan dengan jadwal rutin pengajian Sabilul Huda, maka diajukan menjadi malam Minggu. Tepatnya hari Sabtu 15 Agustus 2026 pukul 19.45 WIB, pengajian Sabilul Huda digelar di rumah Bpk. Rudi Santosa selaku shohibul bait. 

Kali ini, ada beberapa perbedaan dalam pelaksanaannya. Pertama, usai acara pembukaan oleh MC, jamaah menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sambil berdiri sikap sempurna, bapak ibu serta hadirin lainnya melantunkan lagu kebangsaan dengan penuh khidmat. Perbedaan kedua adalah acara inti berupa pengajian dilaksanakan lebih dulu. Hal ini karena Bpk. Muhammad Thoyib selaku guru ngaji malam itu bersamaan acara lainnya. Dalam penjelasannya, pak Thoyib menyampaikan pengajian rutin kali ini sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia, dengan menekankan bahwa cinta tanah air adalah bagian dari iman (hubbul wathon minal iman). Pesan utama ceramah berfokus pada pentingnya menuntut ilmu (tholabul ilmi) sebagai jalan yang dimudahkan Allah menuju surga.

Terdapat lima amalan utama yang diajarkan agar ilmu yang didapat tetap terjaga dan bermanfaat bagi kehidupan:

  • Salat Malam (Tahajud): Membiasakan diri bangun malam untuk shalat meskipun hanya dua rakaat. Amalan ini diyakini dapat membantu seseorang mencapai derajat yang mulia dan memudahkan segala urusan.
  • Menjaga Wudu (Dawamul Wudu): Berusaha senantiasa dalam keadaan suci. Dalam hal ini, ditekankan bahwa shalat fardu tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan apa pun. Jika seseorang berada dalam kondisi darurat di mana pakaiannya terkena najis (seperti air kencing) dan tidak ada air untuk bersuci, ia tetap wajib melakukan shalat li hurmatil waqti (menghormati waktu) dan menggantinya kemudian.
  • Meningkatkan Takwa: Berusaha memperkuat rasa takut kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya di mana pun berada.
  • Niat Makan untuk Ibadah: Mengonsumsi makanan dan minuman dengan niat untuk mendapatkan kekuatan dalam beribadah kepada Allah, bukan sekadar untuk memuaskan syahwat atau keinginan jasmani.
  • Bersiwak: Rutin menggunakan siwak sebelum melaksanakan shalat. Selain meningkatkan kualitas shalat, amalan ini juga diyakini dapat mempermudah proses sakaratul maut.

Secara keseluruhan, beliau mengajak jamaah untuk tetap istiqomah dalam belajar agama dan menjaga disiplin ibadah sebagai bekal keselamatan di dunia dan akhirat.

Usai pengajian, hadirin istirahat sebentar guna menikmati soto dan segelas teh panas. Setelahnya, acara dilanjutkan pembacaan dzikir dan tahlil yang dipimpin Bpk. Ponimin selaku imamudin. Di penutup acara, Bpk. Rudi Santosa menyampaikan perolehan infak malam itu sebesar Rp. 140.000,00. Sedangkan yang mendapatkan undian arisan adalah Ibu Mina di Ngentak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar