28 September 2025

Sabilul Huda #5 @Bpk. Robet

Putara kelima pengajian pekanan Sabilul Huda kembali hadir. Kali ini dilaksanakan hari Ahad, 28 September 2025 mulai pukul 19.45 WIB. Sebagai shohibul bait adalah Bpk. Robet di Ngentak.

Kegiatan diawali pembacaan dzikir tahlil yang dipimpin Bpk. Ponimin selaku imamudin. Jamaah putera dan puteri nampak serius mengikuti, meski ada yang sambil terkantuk-kantuk. Usai pembacaan kalimat thoyibah, acara rehat sejenak guna menikmati hidangan yang telah tersaji, yakni soto, snack dan segelas teh panas. Setelah dirasa cukup, saat istirahat diakhiri guna melanjutkan acara inti berupa pengajian. 

Sebagai guru ngaji malam itu, seharusnya diisi oleh Bpk. Drs. Syahroini Djamil. Namun karena bersamaan acara, beliau mohon ijin tidak bisa hadir. Sebagai pengganti adalah Bpk. Fauzan Amin. Beliau menyampaikan materi secar runtut tentang rukun islam, sifat wajib Allah dan sebagainya. Sesekali, Pak Fauzan memberikan contoh-contoh dalam keseharian.

Foto : Heru Sudjanto

Setalah dirasa cukup, pukul 21.05 WIB pengajan usai. Bpk. Rudi Santosa selaku pembawa acara menyampaikan informasi peroleh infak sebesar Rp. 140.000,00. Jamaah yang mendapatkan undian arisan adalah Bpk. Wagiman dari Dolikan. 

Rekaman kegiatan bisa disimak di sini. Sedangkan rekap perolehan infak bisa dilihat di sini.

22 September 2025

Jagongan Bayi Bpk. Aditya Bimantoro

 Perasaan senang, bahagia, haru campur aduk dirasakan pasangan Bpk. Aditya Bimantoro dan Ibu Dyah Ayunisari. Buah hati yang mereka tunggu akhirnya lahir ke dunia dengan selamat tak kurang satu apapun. Berdasarkan informasi dari ibu Dyah, bayi laki-laki tersebut memiliki bobot 3,5 kg dan panjang 48 cm saat lahir. 

Dalam rangka mengungkapkan rasa bahagia sekaligus ungkapan syukur, mereka menggelar acara nJenang Lemu atau Jagongan Bayi pada hari Senin 22 September 2025 pukul 20.00 WIB sampai selesai di rumah Bpk. Ismiyadi. Hadir pada acara tersebut hampir seluruh bapak-bapak warga Ngentak. 

Foto : Heru Sudjanto

Jagongan bayi adalah tradisi masyarakat Jawa untuk berkumpul di rumah orang tua bayi yang baru lahir, bertujuan menjaga bayi dari pengaruh buruk, mempererat silaturahmi antar warga, dan memberikan dukungan kepada keluarga baru. Kegiatan ini biasanya berlangsung selama beberapa malam setelah bayi lahir, di mana tetangga dan kerabat berkumpul, bercakap-cakap, serta menghibur diri untuk menemani keluarga yang baru saja menyambut kelahiran bayi. 

Yuk, Pelihara Hewan dengan Bijak

Eternit yang ambrol
 Keberadaan hewan peliharaan dalam suatu rumah tangga kadang memang menyenangkan bagi pemiliknya. Mengapa menyenangkan ? Karena di satu sisi membawa keuntungan. Ayam yang bisa dikonsumsi telur dan dagingnya. Kambing bisa dijadikan olahan premium semisal sate atau kambing guling. Sapi bisa menjadi aset perniagaan yang sewaktu-waktu bisa dijual untuk mendapatkan uang puluhan juta rupiah. Burung ocehan, bisa dinikmati kicauannya. Atau anjing, bisa dijadikan penunggu rumah yang sewaktu-waktu bisa memberikan reaksi saat kehadiran orang asing. Kucing bisa dimanfaatkan untuk mengurangi kehadiran tikus rumah. Begitu juga hewan peliharaan lainnya.

Tapi di sisi lain, kehadiran hewan peliharaan tersebut bisa menimbulkan masalah jika dibiarkan lepas di luar rumah. Anjing misalnya, selain kotorannya yang di sembarang tempat, juga berpotensi menularkan penyakit rabies ketika menggigit manusia. Demikian juga ayam, burung merpati, angsa atau hewan lainnya tentu berpotensi menimbulkan masalah ketika diumbar. 

Beberapa waktu lalu, sebagian warga Ngentak pernah mengeluh teras atau mobilnya ada kotoran kucing. Sungguh menjijikkan, demikian keluhan warga tersebut. Meskipun sudah dibersihkan, hal itu terus berulang. Hal ini tentu saja menimbulkan kejengkelan bagi warga yang terdampak. Kini, kejadian tidak mengenakkan itu terulang lagi, meskipun beda peristiwa. Senin pagi, 22 September 2025 sekitar pukul 09.00 WIB seorang ibu warga Ngentak menyampaikan ajakan di grup kampung. "Buat yg memelihara kucing tolong dipelihara dengan baik nggih, karena ternyata bisa merugikan tetangganya secara tidak sadar", tulisnya sambil membagikan video eternit ruangan yang roboh karena ulah seekor kucing. Namun karena tidak disertai foto kucing yang berulah tersebut, reaksi beragampun disampaikan netizen Ngentak. "Gambar kucinge enten mboten mbak ? Kulo pingin ngerteni mawon, mergane sek ngingu kathah, mboten wong setunggal", timpal salah seorang warga memberikan tanggapan. Beragam komentar juga disampaikan wargal lainnya, ada yang serius menanggapi namun ada juga yang hanya sekadar guyonan. Akhirnya, setelah melalui dialog yang cukup lama ditemukan siapa pemilik kucing yang berulah tersebut. Pemiliknyapun langsung mengklarifikasi dan meminta maaf atas kejadian yang merugikan tersebut. 

Semoga, warga Ngentak bisa menghambil hikmah atas peristiwa tersebut. Memiliki hewan peliharaan memang tidak dilarang. Namun agar tidak menimbulkan permasalahan dengan lingkungan sekitar, mari lebih bijak dalam merawat dan memeliharanya. 

21 September 2025

Sabilul Huda #4 @Bpk. Sudiro

Putaran waktu seakan cepat berjalan. Sepekan berlalu, pengajian rutin Sabilul Huda kembali hadir. Tepatnya pada hari Ahad (malam Senin Pahing), 21 September 2025 pukul 19.45 WIB bertempat di rumah Bpk. Sudiro selaku shohibul bait. Jamaah dari Ngentak dan Dolikan tampak bersemangat hadir dalam rangka menuntut ilmu. 

Foto : Heru Sudjanto

Setelah acara dibuka, Bpk. Rudi Santosa menyampaikan informasi bahwa sedianya yang mengisi pengajian malam itu adalah Bpk. Muhammad Thoda dari Santan. Namun karena beliau sedang sakit gejala stroke, maka sebagai pengganti adalah Bpk. Wahyudi dari Miri. Selanjutnya, Bpk. Ponimin selaku imamuddin membacakan dzikir tahlil kalimat thoyibah diikuti seluruh hadirin. 

Sebelum acara inti, jamaah dipersilakan menikmati semangkok bakso dan segelas teh panas yang sudah disajikan tuan rumah. Tak ketinggalan, snack juga disiapkan. Usai jeda istirahat, Bpk. Wahyudi menyampaikan tausiyah dengan tema akhlak seorang perempuan/isteri. Dalam uraiannya, Bpk. Wahyudi juga memberikan contoh-contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari. 

Di akhir acara, diinformasikan perolehan infak sebesar Rp. 145.000,00. Sedangkan yang mendapat undian arisan adalah Bpk. Robet dari Ngentak. Rekaman kegiatan tersebut bisa disimak di sini. Sedangkan rekap perolehan infak bisa dilihat di sini.

14 September 2025

Sabilul Huda #3 @Bpk. Jaswandi

 Pengajian rutin pekanan, Sabilul Huda, kembali hadir. Kegiatan kolaborasi Ngentak dan Dolikan kali ini dilaksanakan di serambi masjid Al-Istiqomah pada hari Ahad 14 September 2015 mulai pukul 19.45 WIB sampai dengan selesai. Sebagai shohibul bait adalah Bpk. Jaswandi.

Dibuka oleh Bpk. Ponimin selaku imamuddin, jamaah mengikuti bacaan dzikir pinuwunan. Terasa istimewa, karena Bpk. H. Basyrow selaku guru ngaji malam itu, juga ikut melantunkan kalimat thoyibah. Setelahnya adalah rehat sejenak guna menikmati segelas teh panas dan snack yang tersedia. Kurang lebih 10 menit, acara dilanjutkan pengajian.

Foto : Heru Sudjanto

Dalam uraiannya, pak Bas menyampaikan materi-materi keislaman dengan penuh semangat. Tidak ketinggalan diselingi guyonan yang mengundang gelak tawa para hadirin. Di akhir acara, Bpk. Rudi Santosa menginformasikan perolehan infak sebesar Rp. 130.000,00. Sedangkan yang mendapatkan undian arisan adalah Bpk. Sudiro di Ngentak.

Rekap pelaksanaan bisa disimak di sini.

13 September 2025

Waspada Orang Tak Dikenal

Foto : Supriyadi
Kasus kejahatan bisa berawal dari adanya kesempatan untuk berbuat. Bisa berupa pencurian, penjambretan, perampasan atau kegiatan lainnya yang merugikan. Salah satu upaya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan tersebut adalah menumbuhkan sikap waspada. Waspada bisa terhadap kondisi alam semisal hujan, waktu malam dan lainnya. Atau juga waspada karena kehadiran orang asing di sekitar kita. 

Hal inilah yang terjadi di Ngentak pada hari Sabtu 13 September 2025 sekitar pukul 22.00 WIB. Seorang laki-laki tua asing kepergok sedang mondar-mandir di dekat rumah Parno. Saat ditanya oleh Bpk. Supriyadi, orang itu tampak kebingunan menjawabnya. Mengenakan kaos berwarna kuning, akhirnya bapak itu diarahkan keluar kampung. 

"Tadi mo masuk tempat mas parno di lengkangan sebelah timur/barat masjid.....trs ketauan saya keluar trs tak tanya tanya trs tak giring keluar kampung", ujar Bpk. Supriyadi selaku koordinator keamanan kampung Ngentak RT 04. Mengetahui kejadian tersebut nitizen Ngentakpun memberikan beragam komentar. "Itu tadi sore lewat depan om pas aku lagi di rumah pak Pik, sekitar pukul 17.00an dari arah utara terus ke barat", ujar ibu Siti Giyanti. "Maaf om, takute itu tadi sore nyurvei siapa tahu dia ngajak teman. Cek sikon sepi apa tidak. Maaf bukannya buruk sangka. Kayak udah sepuh ya", masih lanjut bu Siti Giyanti. Bpk. Widodo juga ikut berkomentar, "Dari tadi sore itu mas Pri, mondar mandir". 

Apapun kondisi dan situasinya, mari tetap waspada menjaga keamanan lingkungan kita masing-masing. 

07 September 2025

Sabilul Huda #2 @Bpk. Eko Sudaryanto

Meskipun banyak agenda sebelumnya, pengajian rutin Sabilul Huda tetap dilaksanakan hari Ahad 7 September 2025 pukul 19.45 WIB. Sebagai tuan rumah kali ini adalah Bpk. Eko Sudaryanto. 

Dokumentasi Pakdhe_TV

Acara diawali dengan pembacaan dzikir pinuwunan yang dipimpin oleh Bpk. Ponimin selaku imamuddin. Setelahnya, rehat sejenak guna menikmati teh panas dan snack yang sudah dihidangkan. Usai istirahat, dilanjutkan acara inti berupa pengajian yang disampaikan Bpk. Muhammad Thoyib dari Sawahan. Dalam uraiannya, pak Thoyib menjelaskan banyak hal terkait ke-Islaman. 

Di akhir acara, Bpk. Rudi Santosa mengumumkan peroleh infak sebesar Rp. 130.000,00. Sedangkan yang mendapatkan arisan adalah Bpk. Jaswandi.

Rekaman kegiatan selengkapnya bisa disimak di sini. Sedangkan rekap pelaksanaan bisa disimak di sini