23 Juli 2026

Pengajian Husnul Khotimah di Ngentak

Pengajian rutin pekanan Husnul Khotimah kembali digelar di masjid Al-Istiqomah Ngentak RT 04. Tepatnya dilaksanakan pada hari Kamis, 23 Juli 2026 pukul 19.30 WIB. Kegiatan ini merupakan kerjasama jamaah dari :

  1. Masjid Al Ahda Dagen
  2. Masjid Al Hidayah Bakalan
  3. Masjid Darul Falah Karanggede
  4. Masjid Al Istiqomah Ngentak
Selain dari keempat masjid tersebut, juga hadir secara rutin jamaah dari kampung Dolikan Bantul. Sebagai guru ngaji tetap, malam itu diisi oleh Bpk. Drs. H. Syahroini Djamil dari perum Rotokenongo.

Pengajian rutin majelis Husnul Khotimah diawali dengan suasana penuh khidmat melalui lantunan sholawat yang mengagungkan Nabi Muhammad SAW sebagai pelita dan rahmat bagi seluruh alam. Setelah pembukaan doa bersama, pak Roni menyampaikan pesan-pesan moral dan agama yang berakar pada kitab Riyadus Shalihin, diselingi dengan pengalaman pribadi dan interaksi akrab bersama jamaah.

Foto: Heru Sudjanto
Salah satu poin utama yang disampaikan adalah mengenai kewaspadaan terhadap api. Mengacu pada hadits Nabi tentang peristiwa kebakaran di Madinah, penceramah mengingatkan bahwa api bisa menjadi "musuh" jika manusia tidak berhati-hati. Jamaah disarankan untuk mengelola penggunaan api dan lampu dengan bijak, terutama saat hendak tidur, guna menghindari bahaya kebakaran.

Lebih lanjut, beliau juga menjelaskan perumpamaan ilmu dan hidayah yang dibawa oleh Rasulullah SAW seperti hujan yang turun ke bumi. Ia menggambarkan bahwa respons manusia terhadap hidayah terbagi dalam beberapa golongan, layaknya jenis tanah: ada tanah subur yang menyerap air dan menumbuhkan tanaman (orang yang menerima dan mengamalkan ilmu), serta ada tanah berbatu yang tidak bisa menyerap air (orang yang menutup diri dari petunjuk). Dalam konteks ini, penceramah juga menyinggung tentang keistimewaan air, seperti air zamzam, serta penelitian yang menunjukkan bahwa air dapat bereaksi secara positif terhadap doa dan kata-kata baik.

Di bagian akhir, Pak Roni menekankan pentingnya keikhlasan dalam berorganisasi dan bermasyarakat, baik sebagai pengurus RT maupun takmir masjid. Penceramah mengingatkan bahwa mengabdi di masyarakat sering kali penuh tantangan dan kritik, sehingga diperlukan hati yang lapang. Ia mengajak jamaah untuk terus konsisten berbuat baik dan bersedekah secara tulus, tanpa perlu menonjolkan diri, sebagaimana istilah "Hamba Allah" yang sering digunakan untuk menjaga kerahasiaan amal agar tetap bernilai pahala di sisi Allah SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar