Pengajian rutin pekanan Sabilul Huda kembali digelar. Pengajian urutan ke-37 kali ini dilaksanakan pada hari Ahad 5 Juli 2026 pukul 19.30 WIB. Sebagai tuan rumah adalah Bpk. H. Zainuri di Ngentak. Meskipun beliau tidak bisa hadir, namun anak pak Zainuri bisa membersamai malam itu.
Seperti biasa, acara diawali bacaan dzikir dan tahlil yang dipimpin Bpk. Ponimin. Setelahnya adalah istirahat guna menikmati hidangan yang sudah disediakan shohibul bait. Dinginnya cuaca malam itu menjadi hangat karena soto ayam kampung dan segelas teh dari keluarga Bpk. Zainuri.
Setelah acara istirahat dianggap cukup, dilanjutkan acara inti berupa pengajian. Sebagai guru ngaji malam itu adalah Bpk. Drs. H. Syahroini Djamil dari Perum Rotokenongo. Malam itu, beliau menyampaikan paparan sebagai berikut :
![]() |
| Foto: Heru Sudjanto |
- Dua Perkara Paling Utama: Keutamaan tertinggi bagi seorang Muslim adalah memiliki iman kepada Allah dan memberikan manfaat bagi sesama.
- Keseimbangan Ibadah dan Sosial: Kesalehan tidak hanya diukur dari ibadah ritual (seperti salat), tetapi juga dari kepedulian sosial. Seorang Muslim harus seimbang antara menjaga hubungan dengan Allah dan berbuat baik di masyarakat, seperti ikut serta dalam kerja bakti atau membantu tetangga.
- Bentuk Kemanfaatan: Memberi manfaat bagi orang lain tidak harus selalu berupa uang, melainkan bisa melalui ucapan yang baik, kedudukan, maupun bantuan tenaga (fisik).
- Pentingnya Hidayah: Hidayah atau petunjuk agama adalah nikmat tertinggi yang harus dijaga dengan teguh, karena merupakan hak prerogatif Allah yang tidak bisa dipaksakan oleh manusia.
- Pesan untuk Generasi Mendatang: Orang tua diingatkan untuk mendidik anak agar menjadi pribadi yang cerdas, kreatif, tabah, dan saleh agar siap menghadapi tantangan zaman yang semakin berliku dalam mencari ilmu maupun nafkah.
- Ketulusan dan Balasan Tuhan: Berbuat baik harus dilakukan dengan ikhlas (Ihsan) tanpa mengharapkan pujian manusia. Setiap kebaikan yang dilakukan untuk menolong sesama diyakini akan dibalas oleh Allah dengan berlipat ganda, termasuk dalam bentuk nikmat kesehatan dan kecukupan oksigen yang diberikan cuma-cuma.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar