31 Mei 2026

Sabilul Huda #32 @Bpk. Nahrowi

Empat hari pasca hari raya Idul Adha, pengajian rutin pekanan Sabilul Huda kembali digelar. Tepatnya pada hari Ahad, 31 Mei 2026 pukul 19.45 WIB. Sesuai yang mendapatkan undian arisan pada pengajian sebelumnya, sebagai shohibul bait kali ini adalah Bpk. Nahrowi di Ngentak. 

Seperti biasa, acara diawali pembacaan pinuwunan yang dipimpin oleh Bpk. Ponimin. Beliau adalah imamuddin kampung Ngentak RT 04 dan kampung Dolikan. Jamaah yang hadirpun mengikuti bacaan kalimah thoyibah tersebut. Usai pembacaan dzikir dan tahlil, acara rehat sejenak guna memberi kesempatan kepada hadirin untuk menikmat hidangan snack dan minum yang disediakan tuan rumah.

Sebagai guru ngaji malam itu sedianya adalah Bpk. Drs. H. Syahroini Djamil. Namun karena Pak Roni berada di Blitar Jawa Timur, maka sebagai pengganti adalah Bpk. Muhammad Thoha dari Santan. Dalam penjelasannya, beliau menekankan pada tiga hal utama dalam agama: Islam sebagai kepala (pokok) perkara, shalat sebagai pusakanya, dan jihad sebagai puncaknya.

Foto: Heru Sudjanto

Lebih lanjut, beberapa poin penting yang disampaikan meliputi:

  • Islam yang Menyeluruh (Kaffah): Menjalankan agama Islam harus dilakukan secara totalitas atau kaffah agar mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat,. Hal ini mencakup ketaatan dalam ibadah mahdhah (langsung kepada Allah) maupun ghairu mahdhah dengan tetap memperhatikan syarat, rukun, dan akhlak.
  • Pentingnya Shalat: Shalat disebut sebagai "pusaka" atau andalan utama bagi umat Islam karena merupakan amal yang pertama kali dihisab (dihitung) di akhirat,. Kiai menekankan agar shalat dilakukan secara istiqomah (konsisten) untuk meningkatkan keyakinan hati kepada Allah,.
  • Pilihan Waktu Shalat: Terdapat pembagian keutamaan berdasarkan waktu pelaksanaan shalat: 

  1. Awal waktu: Untuk mencari Ridha Allah.
  2. Pertengahan waktu: Untuk mendapatkan Rahmat Allah.
  3. Akhir waktu (selama belum habis waktunya): Untuk mendapatkan Ampunan (Maghfirah) Allah,.

  • Menjaga Keimanan: Ada empat cara untuk menjaga benteng iman, yaitu: menjalankan shalat dengan istiqomah, berusaha menjauhi maksiat (baik kecil maupun besar), sering berkumpul dengan orang alim (ulama), dan rajin menghadiri pengajian atau menuntut ilmu,.
  • Makna Jihad: Di masa sekarang, jihad tidak hanya berarti perang, tetapi juga perjuangan menghidupkan agama Allah, termasuk dengan menghadiri pengajian. Perjuangan ini idealnya dilakukan dengan harta terlebih dahulu baru kemudian dengan raga (biamwalihim wa anfusihim).

Ceramah ditutup dengan ajakan untuk selalu berhati-hati dalam menjalani kehidupan bermasyarakat agar selamat di dunia dan akhirat.

Di penghujung acara, Bpk. Rudi Santosa selaku pembawa acara menyampaikan perolehan infak sebesar Rp. 140.000,00. Sedangkan yang mendapat undian arisan adalah ibu Suharni di Ngentak. Sebagai catatan, pengajian berikutnya di rumah ibu Suharni dilaksanakan hari Senin, 8 Juni 2026.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar