Di tengah cuaca panas meski malam hari, pengajian pekanan Sabilul Huda kembali menyapa jamaah. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Ahad, 17 Mei 2026 pukul 19.45 WIB. Sebagai tuan rumah kali ini adalah Bpk. Yulianto (ibu Haryanti) di Ngentak.
Seperti biasa, acara diawali pembacaan dzikir dan tahlil yang dipimpin Bpk. Ponimin selaku imamudin. Hadirin tampak bersemangat dan kompak mengikuti bacaan kalimah thoyibah. Hal ini terlihat dari beberapa jamaah yang memejamkan mata karena khusyuknya. Setelahnya, acara istirahat sejenak guna menikmati hidangan berupa segelas teh panas, snack dan semangkok bakso.
![]() |
| Foto: Heru Sudjanto |
Sebagai guru ngaji malam itu adalah Bpk. H. Basyrowi dari Dukuh. Beliau menyampaikan materi terkait tingkatan rezeki dalam Islam.
Dalam Islam, rezeki bukan sekadar uang atau materi, melainkan segala bentuk anugerah yang mendatangkan manfaat. Menurut pembagian ulama (seperti Syekh Mutawalli Sya'rawi), rezeki memiliki 4 tingkatan dari yang paling dasar hingga yang tertinggi:
- Harta (Rezeki Terendah): Bentuk materi yang paling mudah diukur. Semua makhluk bisa mendapatkannya, baik yang taat maupun yang ingkar kepada Allah.
- Kesehatan (Rezeki Tingkat Tinggi): Kondisi fisik dan mental yang afiat, memungkinkan kita untuk menikmati hidup dan beribadah dengan nyaman.
- Keturunan yang Saleh/Salihah (Rezeki Utama): Anugerah bernilai investasi jangka panjang yang mendatangkan kebahagiaan dunia hingga akhirat melalui doa-doanya.
- Ridha Allah (Rezeki Sempurna): Tingkatan tertinggi di mana hati merasa selalu cukup, tenang, dan dicintai oleh Sang Pencipta.
Lebih lanjut, pak Basyrowi menambahkan bahwa cara Allah memberikan rezeki kepada hamba-Nya dibedakan menjadi dua:
- Dijamin: Rezeki yang pasti didapat seluruh makhluk, termasuk hewan melata (makhluk bernyawa).
- Sesuai Usaha: Rezeki yang turun sebanding dengan kerja keras, ikhtiar, tawakal, dan ketaatan yang dilakukan.
Sebagai pelengkap, ada 3 bentuk hakiki rezeki yang kita miliki di dunia sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW:
- Makanan: Yang kita makan akan menjadi kotoran.
- Pakaian: Yang kita kenakan akan menjadi usang.
- Amal Jariyah: Harta atau rezeki yang disedekahkan di jalan Allah, inilah yang akan kekal dan menolong kita.
Di akhir acara, Bpk. Rudi Santosa selaku pembawa acara menyampaikan perolehan infak. Sedangkan yang mendapatkan undian arisan adalah Ibu Sri Kanthi Lestari dari Ngentak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar