17 Maret 2026
Tasyakuran Khataman Quran
Takjilan Hari ke-28
Sedih bercampur haru. Itulah yang dirasakan di hari-hari terakhir Ramadhan 1447 H. Meski sedih, namun bukan berarti tidak berbagi ilmu. Seperti halnya sore itu, Selasa 17 Maret 2026 bertepatan dengan hari ke-28 puasa. Jamaah masjid Al-Istiqomah memenuhi serambi masjid guna menyimak kultum yang disampaikan Bpk. Samidjo selaku pemateri sore itu.
Dalam penjelasannya, Pak Samidjo menekankan pentingnya bersyukur atas nikmat Allah serta meneladani ajaran Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari. Disampaikan bahwa hal-hal yang terlihat sederhana, seperti berbagi dan melakukan kebaikan kecil, memiliki nilai besar apabila dilakukan dengan niat yang ikhlas dan memberikan manfaat bagi orang lain.
Selain itu, ditekankan peran penting masjid sebagai pusat pembinaan umat dan keluarga. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi sarana membentuk keluarga yang sakinah, yaitu keluarga yang hidup berdasarkan tuntunan Al-Quran. Dengan berpedoman pada Al-Quran, umat Islam dapat membedakan antara yang benar dan yang salah serta menjalani kehidupan dengan lebih terarah.
![]() |
| Foto: Heru Sudjanto |
15 Maret 2026
Takjilan Hari ke-26
Terjadwal sebagai pamateri sore itu adalah Bpk. Heru Sudjanto. Dalam uraiannya, pak Heru menyampaikan kultum dengan tema Menakar Diri di Penghujung Ramadhan. Ibarat sebuah perlombaan lari, kita sekarang berada di 100 meter terakhir. Ada yang semakin kencang berlari, ada yang mulai kehabisan nafas, dan ada pula yang sudah berhenti sebelum garis finish.
Secara garis besar, para ulama membagi manusia di akhir Ramadhan menjadi tiga golongan. Mari kita bercermin, kita termasuk yang mana?
1. Golongan Al-Faizin (Para Pemenang)
14 Maret 2026
Takjilan Hari ke-25
![]() |
| Foto: Heru Sudjanto |
Dalam paparannya, pak Min menekankan pentingnya istiqamah dalam meningkatkan ibadah, terutama pada waktu-waktu terakhir menjelang akhir suatu amalan atau ibadah seperti di bulan Ramadhan. Umat Islam diajak untuk terus berusaha memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, dan memperbanyak amal kebaikan.
Pak Min juga mengingatkan bahwa setiap orang harus saling mengingatkan, mengajak dalam kebaikan, serta terus belajar dan mengamalkan ajaran agama. Upaya peningkatan kualitas diri tidak hanya dilakukan secara pribadi, tetapi juga dengan membimbing dan mengajak orang lain.
Selain itu, disampaikan pula pentingnya memohon ampun kepada Allah serta menjaga kebersamaan dan kerukunan antar sesama. Menjelang waktu berbuka puasa, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan waktu dengan doa dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah.
Inti pesan kultum adalah:
- Menjaga istiqamah dalam ibadah.
- Terus meningkatkan amal kebaikan.
- Saling mengajak dalam kebaikan dan pembelajaran agama.
- Memperbanyak doa dan memohon ampun kepada Allah.
- Mensyukuri nikmat yang diberikan Allah, terutama di bulan Ramadhan
13 Maret 2026
Takjilan Hari ke-24
Menghadiri takjilan setiap sore di masjid Al-Istiqomah bisa diibaratkan sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Sekali datang, tidak hanya berbuka puasa saja namun ilmu juga didapat. Jumat 13 Maret 2026 bertepatan dengan hari ke-24 ibadah puasa. Terjadwal sebagai pengisi kultum adalah Bpk. Rudi Santosa.
Pak Rudi menekankan pentingnya memakmurkan masjid dan menjaga kebersamaan dalam jamaah. Umat Islam diingatkan bahwa rezeki pada hakikatnya berasal dari Allah SWT. Oleh karena itu, ketika seseorang berusaha memakmurkan masjid dan aktif dalam kegiatan jamaah, Allah akan memberikan keberkahan dalam rezekinya.
![]() |
| Foto: Heru Sudjanto |
Tidak hanya itu, pak Rudi juga menyampaikan bahwa segala perbedaan pendapat di antara umat Islam harus dikembalikan kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Prinsip ini menjadi pedoman agar umat tidak terpecah dan tetap berada pada jalan yang benar sesuai ajaran Islam. Selain itu, mengingatkan tentang keteraturan alam semesta seperti peredaran bumi, bulan, dan matahari yang menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Hal tersebut menjadi tanda bahwa segala sesuatu di dunia berjalan sesuai ketetapan-Nya.
Di bagian akhir, disampaikan pentingnya menjaga shalat berjamaah di masjid. Para sahabat Nabi SAW bahkan tetap berusaha menghadiri shalat berjamaah meskipun dalam keadaan sakit. Hal ini menunjukkan betapa besar perhatian mereka terhadap ibadah berjamaah.
Inti pesan kultum:
- Memakmurkan masjid dan menjaga kebersamaan jamaah.
- Meyakini bahwa rezeki berasal dari Allah SWT.
- Mengembalikan setiap perselisihan kepada Al-Qur’an dan Sunnah.
- Menyadari kebesaran Allah melalui keteraturan alam.
- Menjaga dan mengutamakan shalat berjamaah di masjid.
12 Maret 2026
Takjilan Hari ke-23
Beberapa hari ini, cuaca di kampung Ngentak RT 04 dan juga wilayah lainnya terasa panas menyengat. Dari pagi hari hingga sore menjelang Maghrib. Sangat terasa gerah di tubuh. Kondisi ini tentu saja menambah berat bagi warga yang sedang menjalankan ibadah puasa. Bisa saja ini adalah salah satu ujian yang diberikan Allah SWT kepada umatnya.
![]() |
| Foto: Heru Sudjanto |
Sore itu, Pak Rudi menyampaikan tema Keutamaan Membaca Ayat Kursi. Berikut adalah rangkuman kultum beliau:
- Anjuran Utama: Sangat ditekankan bagi siapa pun yang telah menunaikan sholat untuk tidak melewatkan pembacaan Ayat Kursi.
- Waktu Pelaksanaan: Ayat Kursi hendaknya dibaca segera setelah selesai melaksanakan sholat lima waktu.
- Pesan Khusus Sheikh Ali Jaber: Terdapat kutipan pesan dari Sheikh Ali Jaber yang mengingatkan agar jangan sampai meninggalkan bacaan kalimat ini setelah sholat.
- Target Pesan: Ajakan ini juga ditujukan untuk membantu mereka yang mungkin ibadah sholatnya masih belum sempurna atau belum konsisten dalam menjaga waktu sholat.
Bingkisan Ramadhan Baznas
![]() |
| Foto: Muhammad Sigit Nurcahyo |
Setelah melalui pertimbangan takmir, diputuskan yang mendapatkan adalah warga berstatus janda sebagai berikut:
- Ibu Wignyo Sudarmo
- Ibu Sudiyem
- Ibu Fitri Wahyuningsih
- Ibu Dalikem
- Ibu Tuginah
- Ibu Girah
- Ibu Jumirah
- Ibu Sarjiyah
- Ibu Tukinah
- Ibu Karni






