13 September 2026

Sabilul Huda #7 Bpk. Nahrowi

Pengajian Sabilul Huda putaran ke-7 kembali digelar bertepatan dengan hari Ahad, 13 September 2026 pukul 19.45 WIB. Sebagai tuan rumah kali ini adalah Bpk. Nahrowi di Ngentak. Diawali pembacaan dzikir dan tahlil yang dipimpin langsung oleh Bpk. Ponimin selaku imamudin. Setelahnya, acara rehat sejenak guna memberi kesempatan kepada jamaah untuk menikmati hidangan yang tersaji.

Foto: Heru Sudjanto
Sebagai guru ngaji malam itu adalah Drs. H. Syahroini Djamil dari perum Rotokenongo. Dalam paparannya, pak Roni menekankan pentingnya meneladani sifat Nabi Muhammad melalui selawat serta kewajiban untuk terus mendekati ulama dan ahli hikmah guna menjaga kesucian hati. Selain aspek spiritual, terdapat pesan mendalam mengenai pengasuhan anak yang mendorong generasi muda untuk menjadi pribadi yang kreatif, disiplin, dan religius dalam menghadapi tantangan zaman. Penjelasan juga mencakup ajaran tentang ikhlas dan istiqomah dalam beribadah serta pentingnya keselarasan antara perkataan dan perbuatan dalam kehidupan bermasyarakat. Secara keseluruhan, hal ini merupakan panduan moral bagi jamaah untuk meraih keselamatan dunia dan akhirat melalui ilmu agama yang bermanfaat. Berikut adalah ringkasan isi ceramah beliau:

  • Nasihat untuk Generasi Muda: Menghadapi zaman yang makin rumit dan berliku, generasi muda dinasihati agar tidak berkecil hati. Mereka didorong untuk menjadi pribadi yang kreatif, cerdas, tekun menabung, tangguh, serta ikhlas dalam beribadah.
  • Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW: Jamaah diajak untuk membiasakan membaca salawat (minimal tiga kali setelah salat) sebagai bukti cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Siapa saja yang sungguh-sungguh mencintai beliau dijanjikan akan dibersamakan di surga kelak.
  • Pentingnya Ilmu, Amal, dan Keikhlasan: Mengutip kitab Nashaihul Ibad, penceramah menekankan pentingnya bergaul dengan ulama yang mengamalkan ilmunya (ulama al-'amilin). Berilmu tanpa beramal akan sia-sia, sedangkan beramal tanpa keikhlasan dan istikamah juga tidak bernilai.
  • Keadilan Hukum Tanpa Pandang Bulu: Penegakan hukum harus dilakukan secara adil dan bijaksana, meneladani Rasulullah SAW yang tegas menyatakan akan menegakkan hukum kepada siapa saja tanpa membedakan status atau hubungan keluarga.
  • Mengimani Allah SWT yang Maha Ada: Dalam hal akidah, dijelaskan bahwa Allah SWT Maha Ada meskipun wujud-Nya tidak dapat dilihat dengan mata telanjang di dunia. Beriman dan beribadah tanpa harus melihat wujud fisik merupakan bentuk nikmat hidayah yang sangat besar.
  • Konsep Ihsan dan Menjaga Ketetapan Hati: Penerapan ajaran Ihsan adalah beribadah seolah-olah melihat Allah SWT, atau meyakini bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi kita. Karena kondisi hati (qolbu) manusia sering berbolak-balik, jamaah diimbau untuk selalu memupuknya dengan ilmu serta berdoa memohon ketetapan iman.
Sebagai penutup, Bpk. Rudi Santosa menyampaikan peroleh infak sebesar Rp. 130.000,00. Sedangkan yang mendapatkan undian arisan adalah Bpk. Mustijo di Ngentak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar