Ahad 11 Januari 2026 menjadi hari yang dingin. Hal ini disebabkan hujan yang turun sewaktu-waktu sejak beberapa hari sebelumnya. Ya, cuaca memang serba tidak menentu. Bahkan, pagi hari yang biasanya digunakan untuk kegiatan olahraga, berganti hanya berdiam diri di rumah saja. Demikian juga di kampung Ngentak. Ahad pagi tidak nampak warga berlalu-lalang beraktivitas. Guyuran air hujan menjadikan pilihan untuk melanjutkan mimpi, sebab sinar matahari benar-benar tidak menampakkan diri.
![]() |
| Foto : Heru Sudjanto |
Alhamdulillah, menjelang siang bada Dhuhur cuaca mulai cerah. Sorot sinar matahari seakan memberikan kesempatan agar jemuran warga kering. Wargapun mulai bergeliat beraktivitas. Meski sesekali mendung tetap melintas, cukup menggerakan 'roda kehidupan' di kampung Ngentak dan juga wilayah lain.
Namun, kekhawatiran hujan akan turun lagi di malam hari tetaplah ada. Hal ini berdasarkan pengalaman dua hari sebelumnya (malam Sabtu) hujan seakan ditumpahkan dari langit. Suasana anomali cuaca itu terbawa saat pelaksanaan pengajian Sabilul Huda. Sejak bada Isya, jamaah dari Dolikan dan juga dari Ngentak mendatangi rumah Bpk. (alm) Medi Utormo. Topik tentang hujan menjadi obrolan jamaah saat mereka menunggu acara pengajian dimulai.
Pukul 20.15 WIB acara dimulai dengan pembacaan dzikir pinuwunan yang dipimpin Bpk. Ponimin selaku imamudin. Hadirin terlihat mengikuti bacaan dengan kompak meskipun sebagian jamaah berada di luar ruangan. Usai pembacaan kalimat thoyibah, bapak ibu hadirin dipersilakan menikmat hidangan berupa segelas teh panas, opor ayam dan snack. "Enak dan seger", komentar beberapa ibu yang duduk di dalam ruangan.
Setelah waktu rehat dirasa cukup, berikutnya adalah acara inti berupa pengajian. Sebagai guru ngaji malam itu adalah Bpk. Drs. H. Syahroini Djamil dari perum Rotokenongo. Beliau memaparkan peristiwa Isra Mi'raj nabi Muhammad SAW. Kisah Isra Mi'raj adalah perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW dalam semalam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Isra) dan naik ke langit hingga Sidratul Muntaha (Mi'raj) untuk menerima perintah salat lima waktu, terjadi di tahun kesedihan (Amul Huzn) sebagai penghiburan dari Allah SWT. Didampingi Malaikat Jibril dan menunggangi Buraq, Nabi bertemu para nabi terdahulu di setiap lapisan langit, menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah, dan menerima kewajiban salat dari Allah SWT.
Mungkin karena asyiknya dalam menyampaikan materi, tidak terasa waktu menunjukkan pukul 21.30 WIB. Bpk. Di penghujung acara, Bpk. Rudi Santosa selaku pembawa menyampaikan perolah infak sebesar Rp. 160.000,00 dan yang mendapatkan undian arisan adalah ibu Rizky Amelia Widodo dari Ngentak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar