18 Januari 2026

Kerjabakti Bongkar Polisi Tidur

Foto : Heru Sudjanto
Dalam budaya Jawa, bulan Ruwah bukan sekadar penanda waktu. Ia adalah momen untuk berhenti sejenak, menoleh ke belakang, dan mengingat mereka yang telah lebih dulu berpulang: para leluhur. Ruwah berasal dari kata arwah, yang berarti roh. Tak heran jika bulan ini lekat dengan tradisi ziarah kubur, doa bersama, dan kenduri. Namun, makna Ruwah jauh lebih dalam daripada sekadar ritual.

Sudah menjadi tradisi di kampung Ngentak, dalam rangka menyambut datangnya bulan Ruwah maka diadakan kerjabakti bersih-bersih makam. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Ahad 18 Januari 2026. Karena gerimis turun, kerjabakti baru bisa dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Lokasi kerjabakti di makam Duwet, makam Jangkang dan makam Tanjung. Sedangkan pembagian personil sesuai dengan leluhur masing-masing dimakamkan. Di makam Duwet terlihat antara lain Bpk. Nahrowi, Bpk. Sudiro, Bpk. Suratiman, Bpk. Susanto, Bpk. Heru Sudjanto, Bpk. Eko Sudaryanto, Bpk. Susanto, Bpk. Tito Perwito, Bpk. Muhammad Khairil Anwar dan lainnya.

Sesuai kesepakatan saat pertemuan warga, selain makam, sasaran kerjabakti adalah pembongkaran polisi tidur di kampung Ngentak. Sebanyak 4 polisi tidur dibongkar yakni di depan rumah Bpk. Supi Hartono, Bpk. Yulianto, Bpk. Mardiyo dan selatan tembok Bpk. Nahrowi. Warga yang terlihat membongkar polisi tidur tersebut antara lain Bpk. Anton Setiawan, Bpk. Rudi Santosa, Bpk. Samiran, Bpk. Yulianto, Bpk. Bayu Riyantoro dan dibantu beberapa pemuda. Alhamdulillah, sekitar pukul 10.00 WIB kegiatan selesai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar