08 Juli 2025

Pak Ganang Opname

Foto : Mustijo

Kabar sedih bagi warga Ngentak. Bpk. Dwi Putra Supramana atau yang biasa disapa Pak Ganang sakit sehingga harus dibawa ke RS. Panti Elisabeth Ganjuran. Kejadian ini terjadi pada hari Selasa 8 Juli 2025 sekitar pukul 06.30 WIB. Menurut Bpk. Mustijo selaku pengantar, Pak Ganang dilarikan ke rumah sakit karena sakit gula darah yang tinggi. Dari keluarga, turut menemani adalah bu Arumingtyas Cahyo selaku isteri dan mbak Maharani Cahyo Pandamsari selaku anak.

Ucapan agar segera sembuhpun disampaikan beberapa warga Ngentak. "Derek prihathos...Mugi bapak Enggal Dangan,sehat lahir bathin...", kata Bpk. Sugiyono. "Mugi enggal paringi sehat maleh pak", sambung Bpk. Muhtadi. "Semoga lekas sembuh", ujar Bpk. Parno. Ucapan juga disampaikan Bpk. Muhammad Sigit Nurcahyo : "Mugi Enggal sehat Pak Ganang.. Aamiiin". "Lekas sembuh dan membaik Mas Ganang", kata Bpk. Muhammad Khairil Anwar. "Enggal dangan Pak Ganang, sehat maleh. aamiin," ucap Bpk. Eko Sudaryanto selaku Ketua RT 04. 

Tidak mau ketinggalan, Bpk. Mardiyanto juga memberikan ucapan : "Mugi pak Ganang enggal pinaringan sehat malih. Aamiin". "Semoga pak Ganang lekas sembuh", ujar Bpk. Akhmad Nuryadi. "Cepat sembuh mas ganang,,semoga segera diangkat segala penyakit dan rasa sakitnya, dan segera di berikan kesembuhan..... amin", ucapan dari Bpk. Supriyadi. 

06 Juli 2025

Sabilul Huda @Bpk. Rajiono

Tidak bosan-bosan menyebarkan manfaat, pengajian rutin pekanan Sabilul Huda kembali hadir. Kali ini diselenggarakan pada hari Ahad 6 Juli 2025 pukul 19.45 WIB di rumah Bpk. Rajiono di Dolikan. Jamaah dari Ngentak dan Dolikan tampak bersemangat hadir, meski sore sebelumnya hujan turun.

Foto : Heru Sudjanto

Seperti biasa sebelum acara inti, diawali pembacaan dzikir pinuwunan yang dipimpin langsung oleh Bpk. Ponimin selaku imamudin kampung Ngentak. Jamaah mengikuti dari awal hingga akhir.  Seusainya, rehat sejenak guna menikmati hidangan berupa segelas teh panas, snack dan lontong opor. 

Sebagai guru ngaji malam itu adalah Bpk. Drs. H. Basyrowi dari Dukuh Pendowoharjo Sewon Bantul. Beliau datang awal bersamaan dengan kehadiran jamaah, sehingga bisa membersamai pembacaan kalimat thoyibah, dzikir dan tahlil. Dalam paparannya, Pak Bas menyampaikan hal-hal yang menyebabkan manusia menjadi sombong.

Di akhir acara, Bpk. Rudi Santosa selaku pembacawa acara menyampaikan peroleh infak. Sedangkan yang mendapat undian arisan adalah ibu Kawanto dari Dolikan.

05 Juli 2025

Sholat Tasbih di Al-Istiqomah

Masih dalam rangka tahun baru 1447 Hijriyah, warga Ngentak menyelenggarakan sholat Tasbih secara berjamaah di masjid Al-Istiqomah. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 Juli 2025 langsung usai sholat Isya. Sebagai imam adalah Bpk. Drs. H. Syahroini Djamil dari Perum Rotokenongo. Diluar dugaan, jumlah jamaah yang mengikuti sangat banyak. Terdiri dari jamaah rutin dari Ngentak, Dolikan serta seorang dari Babadan.

Foto : Heru Sudjanto

Sebelum pelaksanaan, Pak Roni menjelaskan tata cara sholat tasbih secara detail sebagai berikut :

Sholat Tasbih adalah sholat sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan. Sholat ini dilakukan sebanyak empat rakaat dengan bacaan tasbih khusus di setiap rakaatnya, yaitu membaca "Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar" sebanyak 75 kali dalam setiap rakaat. 

Berikut adalah tata cara sholat tasbih:

  1. Niat: Niat sholat tasbih dalam hati, bisa juga dilafalkan, yaitu: "Usholli sunnatat tasbihi arba'a roka'aatin lillahi ta'ala" (Saya niat sholat tasbih empat rakaat karena Allah Ta'ala). 
  2. Takbiratul Ihram: Mengucapkan takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan. 
  3. Membaca Doa Iftitah: Membaca doa iftitah seperti pada sholat fardhu. 
  4. Membaca Surat Al-Fatihah: Membaca surat Al-Fatihah. 
  5. Membaca Surat Pendek: Membaca surat pendek dari Al-Quran. 
  6. Membaca Tasbih: Membaca tasbih sebanyak 15 kali, yaitu: "Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar". 
  7. Rukuk: Rukuk seperti biasa, sambil membaca tasbih sebanyak 10 kali. 
  8. I'tidal: I'tidal setelah rukuk, sambil membaca tasbih sebanyak 10 kali. 
  9. Sujud Pertama: Sujud pertama, sambil membaca tasbih sebanyak 10 kali. 
  10. Duduk di Antara Dua Sujud: Duduk di antara dua sujud, sambil membaca tasbih sebanyak 10 kali. 
  11. Sujud Kedua: Sujud kedua, sambil membaca tasbih sebanyak 10 kali. 
  12. Duduk Istirahat: Duduk istirahat sejenak sebelum berdiri untuk rakaat kedua, sambil membaca tasbih sebanyak 10 kali. 
  13. Rakaat Kedua, Ketiga, dan Keempat: Melakukan rakaat kedua, ketiga, dan keempat dengan urutan dan bacaan tasbih yang sama seperti rakaat pertama. 
  14. Salam: Mengucapkan salam setelah rakaat terakhir (rakaat keempat). 
Catatan:
  1. Jumlah total bacaan tasbih dalam setiap rakaat adalah 75 kali (15 + 10 + 10 + 10 + 10 + 10 + 10). 
  2. Sholat Tasbih dapat dikerjakan empat rakaat dengan satu kali salam atau dua rakaat salam, dua rakaat salam. 
  3. Waktu pelaksanaan sholat tasbih tidak terbatas, namun dianjurkan mengerjakannya di waktu-waktu utama seperti setelah sholat fardhu atau di malam hari.

Usai pelaksanaan sholat Tasbih, seluruh jamaah menikmati soto dan gorengan yang lezat.