25 Februari 2010

Kenduren Mulud

Dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang jatuh hari Jumat, 26 Februari 2010 akan diselenggarakan kenduren. Kenduren dilaksanakan hari Kamis, 25 Februari 2010 bada Magrib.

21 Februari 2010

Pengajian @ Bpk. Jumat

Pengajian rutin malam Senin dilaksanakan hari Minggu, 21 Februari 2010 pukul 20.00 WIB di rumah bpk. Jumat (ketua RT 04).

17 Februari 2010

Pertemuan Cindelaras

Kelompok ternak ayam Cindelaras kembali menyelenggarakan pertemuan rutin. Pertemuan dilaksanakan hari Rabu, 17 Februari 2010 pukul 20.00 WIB di rumah bpk. Mustijo.

Isteri mas Baroto Opname

Hari Senin 15 Februari 2010, mbak Nur (isteri mas Baroto) yang saat ini tengah hamil 5 bulan, mengalami pendarahan. Karena khawatir dengan keadaan tersebut, mbak Nur kemudian dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Bantul. Selama 3 hari mbak Nur dirawat, dan hari Rabu 17 Februari 2010 mbak Nur diperkenankan untuk pulang.

15 Februari 2010

Selasa Kliwonan di bpk. Kasno

Agenda selapanan kampung Ngentak, yaitu pertemuan malam Selasa Kliwon, dilaksanakan lagi hari Senin 15 Februari 2010 bertempat di rumah bpk. Kasno (bpk. Pujo Handoyo) pukul 20.00 WIB. Didahului dengan acara dzikir-tahlil, kemudian dilanjutkan dengan laporan-laporan.

Hasil pertemuan :
1. Laporan uang jimpitan :
- Senin : Rp. 27.900,-
- Selasa : Rp. 40.000,-
- Rabu : Rp. 47.500,-
- Kamis : Rp. 41.200,-
- Jumat : Rp. 40.000,-
- Sabtu : Rp. 105.400,-
- Minggu : Rp. 29.300,-
2. Laporan Bendahara Dana Sosial (bpk. Abdul Rohimin) Saldo Dana Sosial : Rp. 987.500,-
3. Laporan Bendahara RT (bpk. Nahrowi) Saldo Kas RT 04 : Rp. 674.350,-
4. Laporan sie Neonisasi (bpk. Mustijo), ganti lampu 4 buah
5. Laporan ketua panitia Pengerasan jalan Corblok PNPM (bpk. Kardiono)
6. Laporan sie pemuda tentang pembayaran jimpitan, baik yang kurang maupun yang kelebihan

Selain itu, juga dilakukan pelelangan barang-barang kerjabakti semisal sekop, ember, glugu dan lain sebagainya.

14 Februari 2010

Pengajian @ Bpk. Supi Hartono

Pengajian rutin setiap malam Senin, Minggu 14 Februari 2010 bertempat di rumah bpk. Supi Hartono. Seperti biasanya, pengajian dilaksanakan mulai pukul 20.00 WIB diawali dengan dzikir tahlil yang dipimpin bpk. Rudi Santosa.

Usai dzikir, disampaikan materi inti oleh bpk. H. Asnawi yang malam itu menjelaskan tentang macam-macam air.

Pada kesempatan itu juga disampaikan sebuah pengumuman dari LPTQ Kecamatan Sewon, tentang permohonan dana dan pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran tingkat kabupaten Bantul, dan juga perolehan infak sebesar Rp. 52.800,-

Pengajian malam Senin berikutnya, bertempat di rumah bpk. Jumat (Ketua RT 04).

Materi pengajian yang disampaikan malam itu kurang lebih sebagai berikut :

Macam-macam air dan pembagiannya.

1. Air yang suci dan mensucikan.

Air ini ialah air yang boleh diminum dan dipake untuk menyucikan(membersihkan) benda yang lain. Yaitu air yang yang masih murni yang jatuh dari langit atau terbit dari bumi dan masih tetap belum berubah keadaannya, seperti; air hujan air laut, air sumur, air es yang sudah hancur kembali, air embun, dan air yang keluar dari mata air. Allah berfirma Al-Anfal :11: “Dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu.

Perubahan air yang tidak menghilangkan keadaan atau sifatnya’suci menyucikan’. Walaupun perubahan itu terjadi salah satu dari semua sifatnya yang tiga(warna,rasa dan baunya) adalah sebagai berikut:

1. Berubah karena tempatnya, seperti air yang tergenang atau mengalir di batu belerang.
2. Berubah karena lama tersimpan, seperti air kolam.
3. Berubah karena sesuatu yang terjadi padanya, seperti berubah karena ikan atau kiambang.
4. Berubah karena tanah yang suci, begitu juga berubah yang sukar memeliharanya misalnya berubah karena daun-daunan yang jatuh dari poho-pohon yang berdekatan dengan sumur atau tempat-tempat air yang lainnya.

2. Air suci tetapi tidak menyucikan

Zatnya suci tetapi tidak sah dipakai untuk menyucikan sesuatu. Yang termasuk dalam kategori ini ada tiga macam air :

a. air yang telah berubah salah satu sifatnya karena bercampur dengan sesuatu benda yang suci, selain dari perubahan yang tersebut di atas seperti air teh, air kopi, dan sebagainya.

b. Air sedikit kurang dari dua kulah (tempatnya persegi panjang yang mana panjangnya, lebarnya,dalamnya 1 1/4 hasta.kalau tempatnya bundar maka garis tengahnya 1 hasta, dalam 2 ¼ hasta, dan keliling 3 1/7hasta.) sudah terpakai untuk menghilangkan hadas atau menghilangkan hukum najis. Sedangkan air itu tidak berubah sifatnya dan tidak pula bertambah timbangannya.

c. Air pohon-pohonan atau air buah-buahan, seperti air yang keluar dari tekukan pohon kayu(air nira), air kelapa dan sebagainya.

3. Air yang bernajis

Air yang termasuk bagian ini ada dua macam :

a. Sudah berubah salah satu sifatnya oleh najis. Air ini tidak boleh dipakai lagi, baik airnya sedikit atau banyak , sebab hukumnya seperti najis.

b. Air bernajis tetapi tidak berubah salah satu sifatnya. Air ini kalau sedikit- berarti urang dari dua kulah –tidak boleh dipakai lagi, bahkan hukumnya sama dengan najis. Kalau air itu banyak berarti dua kulah atau lebih, hukumnya tetap suci dan menyucikan. Rasulullah bersabda Saw : Air itu tidak dinajisi sesuatu, kecuali apbila berubah rasa, wana atau baunya.”(Riwayat Ibnu Majah dan Baihaqi). Dalam hadist lain Rasul Saw: ‘Apabila air cukup dua kulah, tidaklah dinajisi oleh sesuatu apapun.(Riwayat oleh lima ahli hadist)

4. Air yang makruh

Yaitu air yang terjemur oleh matahari dalam bejana selain bejana emas atau perak. Air ini makruh dipakai untuk badan. Tetapi tidak makruh untuk pakaian; kecuali air yang terjemur di tanah, seperi air sawah, air kolam, dan tempattempat yang bukan bejana yang mungkin berkarat.. Sabda Rasulullah Saw. Dari Aisyah .Sesungguhnya ia telah memanaskan air pada cahaya matahari. Maka Rasulullah Saw. Berkata kepadanya , ‘Jangan engkau berbuat demikian, ya Aisyah. Sesungguhnya air yang dijemur itu akan menimbulkan sopak.”(Riwayat Baihaqi)

11 Februari 2010

Kenduren di Dolikan

Dalam rangka 1000 hari meninggalnya alm. Bpk. Joyo Sentono, pada hari Kamis 11 Februari 2010 bada Maghrib diadakan kenduren dzikir tahlil. Meski warga Dolikan, namun keluarga alm. Bpk. Joyo Sentono mengundang sekitar 30 warga Ngentak. Bpk. Joyo Sentono meninggal pada hari Sabtu Legi, 19 Mei 2007 lalu.