![]() |
| Foto: IG Pendowoharjo |
Berdasarkan informasi yang disampaikan saat acara, latar belakang tradisi Wiwitan dihidupkan kembali dengan memanfaatkan Dana Desa Kalurahan Pandowoharjo untuk melestarikan budaya luhur pertanian Jawa. Lahan pertanian di lokasi tersebut sebelumnya sempat terbengkalai/tidak ditanami selama sekitar 5–6 tahun sebelum akhirnya kembali diolah dan ditanami padi oleh para petani. Prosesi dan ritual Wiwitan biasanya diisi dengan ritual adat, doa bersama, serta melantunkan tembang/kidung tradisional (seperti tembang "Wiwitan") yang memohon keselamatan, perlindungan dari hama, serta kelancaran dan keberkahan hasil panen.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah kalurahan, pamong desa, ketua gapoktan, kelompok tani setempat, serta unsur dinas pertanian/penyuluh. Dalam sambutannya, disampaikan apresiasi atas kerja keras para petani yang berhasil membuahkan hasil ubinan panen yang memuaskan (mencapai sekitar 7,2 ton) di lahan yang sebelumnya sempat tidur. Disampaikan pula informasi mengenai dukungan pemerintah terhadap ketahanan pangan nasional dan swasembada, termasuk subsidi pupuk, bantuan benih padi/jagung, serta mekanisasi alat-alat pertanian guna membantu meningkatkan produktivitas dan mempercepat masa tanam petani di Kabupaten Bantul.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar