11 Desember 2024

Dzikir Pinuwunan Almh Ibu Jiyem

Meninggalnya almarhumah Ibu Jiyem masih menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Guna mengikhlaskan kepergian dan mendokan almarhumah, seluruh ahli waris menyelenggarakan dzikir pinuwunan selama tiga malam. Dimulai malam Selasa dan diakhiri malam Kamis 11 Desember 2024 bada Isya.

Semoga almarhumah Ibu Jiyem diampuni segala kesalahan dan diterima amal ibadahnya di sisi Allah SWT.....

Foto : Heru Sudjanto

10 Desember 2024

Ibu Jiyem Meninggal Dunia

Di akhir tahun 2024, warga Ngentak berduka. Salah seorang warganya, yakni isteri bpk. Muh. Kamdani meninggal dunia. Almarhumah Ibu Jiyem meninggal pada hari Senin Kliwon 9 Desember 2024 pukul 16.00 WIB di RS PKU Muhammadiyah Bantul. Jenazah dimakamkan hari Selasa 10 Desember 2024 pukul 10.00 WIB di makam Tanjung Ngentak. 

Foto : Muhammad Sigit Nurcahyo

Menurut informasi dari pihak keluarga, almarhumah sebelumnya menderita sakit selama beberapa waktu. Semoga almarhumah husnul khotimah dan diterima di sisi Allah SWT.

Foto : Muhammad Sigit Nurcahyo

08 Desember 2024

Tuan Rumah Perdana Sabilul Huda

Sesuai dengan undian arisan, pengajian Sabilul Huda kali ini dilaksanakan di rumah ibu Sarjiyah di Ngentak. Bagi ibu Sarjiyah, menjadi shohibul bait ini merupakan yang pertamakali karena beliau adalah anggota baru Sabilul Huda, meskipun secara rutin selalu hadir setiap pekannya. Kegiatan ini dilaksanakan hari Ahad 8 Desember 2024 mulai pukul 20.00 WIB. Jamaah dua kampung yakni Ngentak dan Dolikan tanpa merasa lelah tetap tholabul ilmi menghadiri acara tersebut. 

05 Desember 2024

Husnul Khotimah di Al-Istiqomah

Foto : Eldinand Tsaqif Nayotama

Turunnya hujan ke bumi kadang dimaknai lain oleh beberapa orang. Sebagian berpendapat bahwa turunnya hujan akan membawa rizki karena bumi menjadi subur. Namun sebagian lagi berpendapat bahwa hujan bisa juga membawa petaka ketika berakibat pada meluapnya air sungai atau tanah longsor tergerus derasnya air hujan. Bahkan hujan dijadikan alasan sukses tidaknya suatu acara yang mengundang banyak orang. Namun apapun alasannya, hujan selalu membawa arti tersendiri bagi yang menikmatinya.

Tak terkecuali saat hujan mengguyur kampung Ngentak dan wilayah lainnya pada hari Kamis 5 Desember 2024 bada Ashar. Jika hujan masih deras sampai Isya, dikhawatirkan pengajian Husnul Khotimah di masjid Al-Istiqomah Ngentak akan sepi jamaah. Namun Alhamdulillah, hujan reda sekitar pukul 17.00 WIB. Jamaah dari masjid Al-Ahda Dagen, Al-Hidayah Bakalan, Darul Falah Karanggede, Al-Istiqomah Ngentak dan kampung Dolikan tetap bersemangat hadir.

Sebagai guru ngaji yang rutin membagikan ilmunya, Bpk. Drs. H. Syahroini Djamil juga menyampaikan hal yang sama terkait hujan. Selain itu, pak Roni juga melanjutkan materi yang sudah disampaikan pada pertemuan-pertemuan sebelumnya tentang pengetahuan keislaman. Gaya penyampaian yang serius tapi santai membuat jamaah betah mengikuti sampai akhir acara. 

Rekaman kegiatan bisa disimak di sini.

04 Desember 2024

Dilarang Buang Sampah Sembarangan

Foto : Eko Sudaryanto
Foto : Eko Sudaryanto
Wajah kampung Ngentak beberapa waktu terakhir tidak cakep lagi. Sisi timur gapura masuk yang semula bersih, kini menjadi tempat pembuangan sampah oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Melihat kondisi yang memprihatinkan tersebut, Ketua RT 04 melalui musyawarah warga tanggal 18 November 2024, bertindak cepat mengambil tindakan. Saat ini, di lokasi tersebut dipasang papan larangan untuk membuang sampah. Semoga langkah ini menyadarkan orang-orang yang biasa membuang sampah seenaknya. 

Berdasarkan informasi dari ChatGPT, membuang sampah sembarangan dapat menimbulkan berbagai akibat negatif, baik bagi lingkungan, kesehatan manusia, maupun kehidupan sosial. Beberapa akibat yang dapat terjadi antara lain:
  1. Pencemaran Lingkungan: Sampah yang dibuang sembarangan, terutama yang sulit terurai seperti plastik, dapat mencemari tanah, air, dan udara. Sampah di sungai atau laut bisa merusak ekosistem perairan, membahayakan hewan dan tumbuhan yang bergantung pada lingkungan tersebut.
  2. Banjir: Sampah yang menumpuk di saluran air atau drainase dapat menyebabkan penyumbatan, yang pada gilirannya menghambat aliran air. Hal ini dapat menyebabkan banjir, terutama pada musim hujan.
  3. Penyebaran Penyakit: Sampah yang terurai atau terbuang sembarangan dapat menjadi tempat berkembang biaknya vektor penyakit, seperti lalat, tikus, dan nyamuk. Sampah organik dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri yang berbahaya bagi kesehatan manusia, seperti penyakit diare, demam berdarah, dan lain-lain.
  4. Kerusakan Ekosistem: Sampah plastik yang dibuang sembarangan dapat membahayakan satwa liar. Hewan-hewan sering kali salah makan sampah, yang bisa menyebabkan keracunan atau bahkan kematian.
  5. Pencemaran Estetika dan Sosial: Pemandangan yang penuh dengan sampah mencemari keindahan lingkungan dan dapat memengaruhi kualitas hidup masyarakat. Hal ini juga mengurangi kenyamanan di tempat-tempat umum dan dapat menurunkan kualitas hidup warga.
  6. Kerugian Ekonomi: Pengelolaan sampah yang buruk memerlukan biaya yang lebih tinggi untuk pembersihan dan pemrosesan sampah. Selain itu, daerah yang kotor karena sampah akan mengurangi daya tarik wisata, yang berimbas pada kerugian ekonomi.

    Oleh karena itu, penting untuk membuang sampah pada tempatnya dan melakukan upaya daur ulang atau pengelolaan sampah yang lebih baik demi menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat. 


    Pengajian Husnul Khotimah



    01 Desember 2024

    Sabilul Huda @Bpk. Sarjono

    Cuaca tidak bersahabat seperti hujan dan dingin terkadang menjadikan malas untuk beraktivitas. Kondisi seperti itulah yang dirasakan warga Ngentak pada hari Ahad, 1 Desember 2024 sepanjang hari. Gerimis dan mendung silih berganti hingga malam tiba. Lebih enak tinggal di rumah saja daripada keluar rumah. 

    Namun bagi jamaah pengajian Sabilul Huda, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah mereka untuk tetap hadir di serambi masjid Al-Istiqomah pada pukul 20.00 WIB. Sebagai shohibul bait adalah Bpk. Sarjono. Jamaah Dolikan dan Ngentak tetap konsisten menuntut ilmu meskipun jalanan becek bahkan licin. Mereka ingin mendapatkan tambahan wawasan keagamaan yang malam itu disampaikan Bpk. Muhammad Thoyib dari Sawahan. Diawali pembacaan dzikir pinuwunan dan tahlil, selanjutnya Bpk. Thoyib menyampaikan materi keislaman secara serius tapi santai. Bahkan sesekali diselingi humor segar khas beliau. 

    Foto : Heru Sudjanto

    Di akhir acara, Bpk. Rudi Santosa selaku pembawa acara menyampaikan perolehan infak sebesar Rp. 130.000,00 dan yang mendapatkan arisan adalah Ibu Sarjiyah di Ngentak. Rekaman kegiatan bisa disimak di sini.